PIDATO HARI QUDS IMAM KHAMENEI 1442 H

PIDATO HARI QUDS IMAM KHAMENEI 1442 H

Jumat, 7 Mei 2021

 

بسم ‌اللّه ‌الرّحمن ‌الرّحیم
الحمد للّه ربّ‌ العالمین و الصّلاة‌ و السّلام علی سیّدنا محمّد خاتم النّبیّین و اشرف الخلق اجمعین و علی آله الطّیّبین الطّاهرین‌ و صحبه المنتجبین و من تبعهم باحسان الی یوم الدّین

(Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Maha Pengasuh Semesta Alam. Dan salawat serta salam atas junjungan kita [Nabi] Muhammad, Pemungkas Para Nabi dan makhluk paling mulia, atas keluarga beliau yang bagus dan suci, para sahabat beliau yang mulia, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai Hari Pembalasan.)

Kasus Palestina masih merupakan isu bersama Umat Islam yang paling penting dan paling hidup. Politik sistem kapitalis yang zalim dan penumpah darah telah menghalangi suatu bangsa dari rumah mereka sendiri, dari tanah air leluhur mereka, dan mendudukkan rezim teroris serta orang-orang asing di sana.

Apa yang lebih lemah dan lebih tanpa dasar daripada logika hampa pembentukan rezim zionis? Orang-orang Eropa, sebagaimana pengakuan mereka sendiri, telah menzalimi orang-orang Yahudi selama bertahun-tahun Perang Dunia II, maka itu dendam orang-orang Yahudi harus dibalas dengan menelantarkan suatu bangsa di Asia Barat dan melakukan pembantaian demi pembantaian yang mengerikan … !

Inilah logika yang dipegang oleh pemerintah-pemerintah Barat dengan dukungan penuh dan gila mereka terhadap rezim zionis, dan dengan demikian, mereka telah melanggar seluruh klaim palsu mereka tentang hak asasi manusia dan demokrasi. Peristiwa yang menggelikan dan memilukan ini sudah berlangsung lebih dari tujuh puluh tahun, dan acap kali lembaran lain ditambahkan kepadanya.

Sejak hari pertama, orang-orang zionis telah mengubah Palestina menjadi pangkalan teroris. israel bukan sebuah negara, melainkan garnisun teroris untuk melawan Bangsa Palestina dan bangsa-bangsa Muslim lainnya. Perjuangan melawan rezim penumpah darah ini merupakan perjuangan melawan kezaliman dan perjuangan melawan terorisme. Dan ini tugas semua.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah meskipun daulat penjarah ini didirikan pada tahun 1948, tapi persiapan untuk merebut titik sensitif dari wilayah Islam ini sudah dimulai bertahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun itu bertepatan dengan intervensi aktif Barat di negara-negara Islam untuk mendominasikan sekularisme dan nasionionalisme ekstrem dan buta, serta mengantarkan pemerintah-pemerintah yang otoriter, kagum Barat, atau boneka Barat, pada kekuasaan. Studi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun-tahun itu di Iran dan Turki serta negara-negara Arab di Asia Barat hingga Afrika Utara mengungkap sebuah fakta pahit bahwa kelemahan dan perpecahan di tengah Umat Islam telah melatari malapetaka perampasan Palestina, dan pukulan ini menimpa Umat Islam dari dunia Istikbar (arogan).

Ini memberi pelajaran bahwa pada masa itu, kedua kamp Kapitalisme dan Komunisme telah bersinergi dengan para karun zionis; Inggris merancang dasar konspirasi dan menindaklanjutinya, para kapitalis zionis menanggung pelaksanaannya dengan uang dan senjata, dan Uni Soviet merupakan pemerintah pertama yang mengakui pembentukan daulat ilegal serta mengirim sejumlah besar orang Yahudi ke sana.

Rezim perampas ini dari satu sisi merupakan hasil situasi waktu itu di Dunia Islam, dan dari sisi lain [merupakan hasil] konspirasi, serangan, serta agresi Eropa.

Kini, situasi dunia tidak seperti dulu lagi. Kita harus selalu memperhatikan kenyataan ini. Kini, perimbangan kekuatan sudah berubah menguntungkan Dunia Islam. Berbagai peristiwa politik dan sosial di Eropa dan Amerika telah mengyingkap kelemahan dan kendala struktural, manajerial, dan moral Barat yang mendalam di mata dunia. Kasus-kasus pemilu di Amerika; ujian yang betul-betul memalukan bagi para pemimpin mereka yang penuh klaim dan sombong, begitu pula pengalaman gagal Amerika dan Eropa selama satu tahun ini dalam menghadapi pandemi Corona, berikut kejadian-kejadian sampingan yang memalukan, dan kekacauan-kekacauan politik serta sosial yang baru-baru ini terjadi di negara-negara utama Eropa, seluruhnya menunjukkan proses penurunan dan keredupan kamp Barat.

Di sisi lain, pertumbuhan kekuatan Muqawama di wilayah-wilayah sensitif Islam, pertumbuhan kemampuan pertahanan dan serangan mereka, pertumbuhan kesadaran dan motivasi serta harapan di tengah bangsa-bangsa Muslim, pertumbuhan kecenderungan pada slogan-slogan Islam dan Qurani, pertumbuhan keilmuan, pertumbuhan semangat mandiri dan berdikari di antara bangsa-bangsa, merupakan tanda-tanda yang diberkati dan menjanjikan masa depan yang lebih baik.

Di masa depan yang diberkati ini, sinergitas negara-negara Muslim harus menjadi tujuan utama dan asasi. Dan tampaknya ini tidak begitu jauh untuk diraih. Poros sinergitas ini adalah kasus Palestina dalam artian keseluruhan negara dan nasib Quds yang mulia. Inilah hakikat yang membimbing hati nurani Imam Khumaini yang agung — rahmat Allah atas beliau — untuk mengumumkan Hari Quds Sedunia pada hari Jumat terakhir Bulan Ramadan.

Sinergitas Muslimin berporos Quds yang mulia ini merupakan mimpi buruk musuh zionis dan para pendukungnya di Amerika dan Eropa. Prakarsa gagal “Kesepakatan Abad” dan kemudian upaya untuk normalisasi hubungan sejumlah pemerintah lemah Arab dengan rezim perampas merupakan upaya putus asa untuk melarikan diri dari mimpi buruk itu.

Saya katakan secara tegas: Upaya ini tidak akan sampai ke mana-mana; gerakan menurun dan ke arah kelenyapan rezim musuh zionis ini sudah dimulai dan tidak akan berhenti.

Ada dua faktor penting yang menentukan masa depan:

Pertama, dan yang lebih penting, adalah kesinambungan Muqawama di dalam negeri Palestina dan penguatan garis jihad serta kesyahidan.

Kedua, dukungan global pemerintah dan bangsa-bangsa Muslim di seluruh dunia terhadap para pejuang Palestina.

Kita semua; para negarawan, cendikiawan, ulama agama, partai dan kelompok, pemuda pemberani dan lapisan-lapisan [masyarakat] lainnya, harus menemukan posisinya dalam gerakan global ini dan memainkan peran. Inilah sesuatu yang menggagalkan tipu daya musuh dan membuat fakta akhir zaman untuk janji Ilahi ini: “أَمْ يُريدُونَ كَيْداً فَالَّذينَ كَفَرُوا هُمُ الْمَكيدُونَ” (Apakah mereka hendak memperdaya? Justru orang-orang yang kafir, merekalah yang terperdaya. (QS. At-Tur [52]: 42). “وَ اللَّهُ غالِبٌ عَلى‏ أَمْرِهِ وَ لكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ” (Dan Allah pemenang atas urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak tahu.” (QS. Yusuf [12]: 21).

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 

Saya ingin berbicara sedikit dengan pemuda-pemuda Arab dengan bahasa mereka [yang terjemahnya sebagai berikut]:

 

Bismillahirrohmanirrohim

Salam atas semua orang Arab yang merdeka, khususnya pemuda-pemuda mereka. dan salam atas Bangsa Palestina yang ber-Muqawama, serta salam atas orang-orang Baitul Maqdis yang melindungi Masjid al-Aqsa.

Salam atas para syahid Muqawama dan atas sejumlah besar mujahid yang telah mengorbankan hidup mereka di jalan ini, khususnya Syahid Ahmad Yassin, Syahid Sayid Abbas Mousawi, Syahid Fathi Shaqaqi, Syahid Imad Mughniah, Syahid Abdel Aziz Rantisi, dan Syahid Abu Mahdi al-Muhandis, lalu pemuka Syuhada Muqawama, Syahid Qasem Soleimani … Masing-masing dari mereka setelah kehidupan yang mereka persembahkan dan telah diberkati sungguh telah meninggalkan pengaruh penting di lungkungan Muqawama.

Perjuangan rakyat Palestina dan darah suci para Syuhada Muqawama mampu menjaga panji yang diberkati ini tetap menjulang tinggi dan ratusan kali lipat menambah daya kemandirian jihad rakyat Palestina.

Dulu, pemuda Palestina membela diri dengan batu. Tapi sekarang, membalas musuh dengan menembakkan rudal presisi.

Palestina dan Quds disebutkan dalam Al-Quran sebagai “الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ” (Tanah Yang Disucikan. (QS. Al-Maidah [4]: 21). Tapi sejak puluhan tahun Tanah Suci ini diinjak-injak oleh orang-orang yang paling kotor dan keji. Mereka itu para setan yang menumpahkan darah orang-orang mulia dan mengakuinya tanpa rasa malu. Mereka itu orang-orang rasis yang telah melakukan pembunuhan, penjarahan, pemenjaraan dan penyiksaan terhadap penduduk pribumi sejak lebih dari tujuh puluh tahun silam, tapi Alhamdulillah mereka tidak bisa mematahkan tekad para pribumi itu.

Palestina itu hidup, dan melanjutkan jihadnya, dan pada akhirnya dengan pertolongan Allah Swt akan berhasil mengalahkan musuh yang jahat itu. Quds yang mulia dan Palestina, seluruh Palestina, adalah milik rakyat Palestina dan insyaallah akan kembali kepada mereka, “وَ ما ذلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزيزٍ” (Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit. (QS. Ibrahim [14]: 20; Fatir [35]: 17).

Pada kasus Palestina, semua pemerintahan dan bangsa Muslim punya kewajiban dan tanggung jawab. Tapi, poros perjuangan ini adalah rakyat Palestina itu sendiri, dan mereka itu empat belas juta orang, di dalam dan di luar negeri yang terjajah. Tekad yang dipersatukan dari jutaan orang ini bisa mencetak prestasi besar.

Kini, persatuan merupakan senjata terbesar rakyat Palestina.

Musuh-musuh persatuan rakyat Palestina adalah entitas zionis, Amerika, dan beberapa kekuatan politik lainnya. Namun, apabila persatuan ini tidak retak dari dalam rakyat Palestina maka musuh-musuh asing tidak akan mampu berbuat apa-apa.

Poros persatuan ini haruslah berupa jihad dalam negeri dan ketidakpercayaan pada musuh. Politik-politik Palestina hendaknya tidak percaya kepada musuh utama rakyat Palestina, yaitu Amerika, Inggris, dan zionis yang keji.

Orang-orang Palestina — baik di Gaza, Quds, dan Tepi Barat maupun di wilayah 1948 atau di kamp-kamp [pengungsi] — seluruhnya merupakan satu raga, dan seyogianya berorientasi pada strategi perpaduan, yang mana setiap bagian membela bagian-bagian yang lain, dan ketika bagian-bagian itu ditekan maka hendaknya mereka menggunakan segenap persiapan yang mereka miliki.

Sungguh harapan untuk menang pada hari ini lebih besar dari sebelumnya. Perimbangan kekuatan telah berubah drastis menguntungkan rakyat Palestina. Musuh zionis semakin lemah dari tahun ke tahun, dan tentara mereka yang dulu disebut sebagai “tentara yang tak terkalahkan” kini, setelah pengalaman [Perang] 33 Hari di Libanon dan pengalaman [Perang] 22 Hari serta [Perang] 8 Hari di Gaza, sudah berubah menjadi “tentara yang tidak akan pernah merasakan kemenangan”. Entitas yang angkuh ini sungguh di dalam kondisi politiknya dalam dua tahun terpaksa menggelar empat pemilu, dan di dalam kondisi keamanannya mengalami skandal demi skandal pasca kekalahan beruntun dan meningkatnya keinginan orang-orang Yahudi untuk migrasi terbalik.

Upaya berkesinambungan yang dilakukan dengan bantuan Amerika untuk normalisasi dengan sejumlah negara Arab justru menunjukkan kelemahan entitas ini. Dan tentu tidak akan menguntungkan apa-apa baginya. Puluhan tahun yang lalu, mereka menjalin hubungan dengan Mesir. Tapi, sejak waktu itu hingga sekarang, musuh zionis justru semakin lemah dan semakin retak. Dengan demikian, mana mungkin hubungan dengan sejumlah pemerintahan yang lemah dan hina akan berguna baginya?! Bahkan pemerintahan-pemerintahan itu pada gilirannya tidak akan mendapat keuntungan dari hubungan ini. Musuh zionis akan merusak negeri, harta, dan keamanan mereka.

Fakta-fakta ini jangan sampai membuat pihak-pihak lain lalai akan tanggung jawab besar mereka di hadapan pergerakan [normalisasi] ini. Maka para ulama Muslim dan Kristen harus mengumumkan bahwa normalisasi ini haram menurut syariat, dan kaum terdidik dan merdeka pun harus bangkit menjelaskan kepada semua orang tentang dampak-dampak pengkhianatan yang menikam rakyat Palestina dari belakang ini.

Sebaliknya, proses menurunnya entitas zionis, mengingkatnya kekuatan kubu Muqawama, bertambahnya fasilitas pertahanan dan militer, tercapainya kemandirian dalam membuat senjata-senjata yang efektif, berkembangnya rasa percaya diri Mujahidin, meluasnya kesadaran diri para pemuda, semakin lebarnya lingkaran Muqawama di seluruh penjuru negeri Palestina dan di luar, bangkitnya pemuda Palestina baru-baru ini dalam membela Masjid Al-Aqsa, dan terefleksinya suara perjuangan serta keteraniayaan Bangsa Palestina secara serentak pada opini publik di sebagian besar belahan dunia … semua ini memberikan berita gembira akan masa depan yang cerah.

Logika perjuangan Palestina dan apa yang telah didaftarkan oleh Republik Islam Iran ke dalam dokumen PBB adalah logika yang luhur dan progresif. Dengan itu, para pejuang Palestina bisa melaksanakan pemungutan suara dari semua penduduk pribumi Palestina. Dan referendum inilah yang akan menentukan sistem politik negara. Dan referendum ini akan diikuti oleh penduduk pribumi Palestina, apa pun etnis dan agamanya, termasuk orang-orang Palestina yang terusir. Sistem yang baru ini akan memulangkan orang-orang yang terusir ke dalam negeri dan menentukan nasib para imigran asing.

Prakarsa ini berpijak pada kaidah demokrasi yang populer dan diakui di dunia. Tidak ada satu pun yang bisa meragukan keluhuran dan progresivitasnya.

Para pejuang Palestina harus melanjutkan perjuangan mereka yang sah dan etis terhadap entitas perampas sampai entitas ini tunduk menerima tuntutan hak dan referendum tersebut..

Bergeraklah maju dengan Nama Allah Swt dan yakinlah bahwa “وَ لَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ” (Allah pasti menolong siapa yang menolong-Nya. (QS. Al-Haj [22]: 40).

Wassalamualaikum Wr. Wb. (WF).[]

Hits: 10

Imam Khamenei, Muqawama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.