PESAN HAJI IMAM KHAMENEI TAHUN 1440 H

بسم الله الرّحمن الرّحیم

و الحمد لله ربّ العالمین و صلّی الله علی رسوله الکریم الامین، محمّد خاتم النّبیّین، و علی آله المطهّرین سیّما بقیّة الله فی الارضین، و علی اصحابه المنتجبین و من تبعهم باحسان الی یوم الدّین

(Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puja dan puji ke hadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Dan shalawat Allah [Swt] atas Rasul-Nya yang mulia dan terpercaya Muhammad penutup para nabi serta keluarganya yang suci, terutama Baqiyatullah di muka bumi, begitu pula atas para sahabatnya yang terpilih dan setiap orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai Hari Pembalasan.)

Musim Haji setiap tahun merupakan waktu yang telah dijanjikan untuk rahmat Allah Swt atas Umat Islam. Gema Qur’ani (وَ أَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ); “Dan serulah manusia sekalian untuk haji.” mengundang semua orang sepanjang sejarah kepada jamuan rahmat ini agar hati dan jiwa pencari Tuhan maupun ide dan pikiran penalar mereka mendapatkan keuntungan dari berkahnya, dan agar setiap tahun pelajaran-pelajaran haji sampai ke seluruh penjuru dunia melalui sebagian orang dari masyarakat.

Di dalam haji terdapat eliksir zikir dan penghambaan yang merupakan unsur utama dalam pendidikan, kemajuan, dan peningkatan individu serta masyarakat; di samping itu perkumpulan dan persatuan yang merupakan simbol Umat Satu; bersama juga dengan gerakan di sekeliling sentral yang satu dan di jalur yang punya tujuan bersama yang mana rahasia kerja keras serta mobilitas umat adalah asas Tauhid; begitu pula dengan keseragaman masing-masing dari jemaah haji, serta tidak adanya perbedaan di antara mereka, yang mana itu menunjukkan pemberantasan diskriminasi dan pemerataan peluang. Semua itu memperlihatkan dasar-dasar utama masyarakat Islam dalam ukuran yang kecil. Tiap-tiap dari ihram, tawaf, sai, wukuf, lempar jumrah, gerak dan diam di dalam manasik haji merupakan isyarat simbolik terhadap sebagian dari total gambar komunitas ideal yang dipaparkan Islam.

Pertukaran ilmu dan kepunyaan di antara masyarakat dari berbagai negara dan kawasan yang berjauhan, begitu pula penyebaran informasi dan pengalaman, pelaporan situasi dan kondisi satu sama yang lain, pembersihan kesalahpahaman, pendekatan hati, dan penghimpunan kekuatan untuk melawan musuh bersama, adalah prestasi haji yang vital dan sangat besar serta tidak bisa diperoleh melalui ratusan perkumpulan biasa.

Ritual Baraah yang berarti pemisahan diri dari segala kekejaman, kezaliman, keburukan, dan kerusakan para tagut di setiap zaman, begitu pula perlawanan terhadap penindasan serta penjarahan para arogan di sepanjang sejarah, adalah salah satu berkah besar haji dan peluang bagi bangsa-bangsa Muslim yang tertindas.

Kini, Baraah dari kubu kesyirikan dan kekufuran para arogan, puncaknya Amerika, adalah berarti pemisahan diri dari pembantaian orang-orang tertindas dan pengobaran perang; berarti pengecaman terhadap pusat-pusat terorisme seperti ISIS dan Blackwater Amerika; berarti teriakan murka Umat Islam terhadap rezim pembunuh anak-anak, yaitu zionis, dan para pendukung serta pembantunya; berarti pengutukan atas warfare Amerika dan sekutu-sekutunya di kawasan sensitif Asiat Barat serta Afrika Utara yang telah membawa penderitaan dan kepahitan bangsa-bangsa sampai pada puncaknya, sehingga setiap hari menimpakan bencana-bencana berat kepada mereka; berarti pemisahan diri dari rasisme dan diskriminasi berdasarkan geografi, rumpun bangsa, dan warna kulit; berarti pemisahan diri dari sikap arogan dan busuk kekuatan-kekuatan transgresif dan pemfitnah di hadapan sikap mulia, tinggi, dan adil yang diserukan oleh Islam.

Itu semua hanya sebagian kecil dari berkah Haji Ibrahimi yang diajarkan oleh Islam murni kepada kita. Dan ini merupakan simbol pengejawantah sebagian penting dari cita-cita masyarakat Islam yang diciptakan dan ditampilkan secara agung dan berbobot oleh masing-masing dari masyarakat Muslim dengan direksi haji. Dengan demikian, mereka secara lugas mengajak semua orang untuk berusaha merealisasikan masyarakat yang seperti ini.

Elite-elite Dunia Islam dari berbagai negara, yang sebagian dari mereka sekarang hadir di acara haji, memikul tugas yang berat dan berbahaya. Pelajaran-pelajaran ini harus ditransfer dengan semangat dan inisiatif mereka kepada segenap bangsa-bangsa dan opini publik, sehingga terjadi interaksi spiritual ide, motivasi, pengalaman, dan informasi.

Saat ini, salah satu isu paling penting Dunia Islam adalah Palestina yang berada di puncak masalah politik Muslimin; apa pun mazhab, ras, dan bahasanya. Kezaliman yang paling besar pada abad-abad terakhir ini sedang terjadi di Palestina. Dalam peristiwa yang menyakitkan ini, segala sesuatu yang dimiliki oleh sebuah bangsa — [seperti] tanah air, tempat tinggal, sawah, harta, kehormatan, dan jati diri — dijarah. Dengan taufik Ilahi, bangsa ini tidak menerima kekalahan, tidak tunduk, dan dari hari ke hari semakin semangat dan lebih berani untuk terjun ke medan. Namun demikian, hasil upaya itu butuh bantuan dari semua orang Muslim. Trik Deal of the Century yang sedang dipersiapkan oleh Amerika tiran dan sekutu-sekutu pengkhianatnya adalah kejahatan terhadap umat manusia, bukan hanya kejahatan atas bangsa Palestina. Kami menyerukan kepada semua [pihak] untuk hadir secara aktif dalam mengalahkan makar dan tipu daya musuh. Dan dengan daya serta kekuatan Ilahi, kami yakin bahwa makar itu dan seluruh kiat kubu arogansi pasti kalah di hadapan semangat dan iman kubu Mukawama.

Yang Maha Mulia Allah Swt berfirman:

أَمْ يُرِيدُونَ کَيْداً فَالَّذِينَ کَفَرُوا هُمُ الْمَکِيدُونَ‌ / الطور: 42

(Artinya: Ataukah mereka melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itulah justru yang terkena tipu daya.).

Sungguh benar Allah Swt Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Saya berdoa kepada Allah Swt untuk mengaruniakan taufik, rahmat dan afiat kepada seluruh jemaah haji serta menerima amal ibadah mereka.

 

Sayid Ali Khamenei

3 Dzul Hijjah 1440 (5 Agustus 2019)

Hits: 0

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat