Pidato Lengkap Imam Khamenei dalam Pertemuan dengan Ketua dan Pejabat Kehakiman

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Rabu (26/6/19) pagi, dalam pertemuan dengan ketua, pejabat, jaksa, dan pegawai kehakiman menekankan lagi “Keadilan” sebagai poros utama badan kehakiman.

Berikut pidato lengkap beliau di hadapan mereka:

 

بسم الله الرّحمن‌الرّحیم
و الحمدلله ربّ العالمین و الصّلاة و السّلام علی سیّدنا محمّد و آله الطّاهرین سیّما بقیّة الله فی الارضین‌.

(Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puja dan puji kehadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam semoga tercurahkan atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw dan keluarga beliau yang suci, terutama Imam Mahdi af Baqiyatullah di muka bumi.)

Selamat datang saudara-saudariku yang tercinta, anggota aktif sebuah badan yang sangat penting; yaitu Badan Kehakiman. Saya ucapkan selamat kepada kalian semua atas pekan kehakiman ini dan kita sama-sama mengenang kembali Syahid Behesyti. Sejatinya, syahid yang mulia ini merupakan karunia; baik untuk Revolusi [Islam], maupun secara khusus untuk Badan Kehakiman Republik Islam. Dia orang yang ahli berpikir, punya tekad yang kuat, disiplin, ahli bekerja, dan sangat giat. Sungguh dia merupakan karunia yang besar. Kami memperingati dan memuliakannya. Semoga Allah Swt meninggikan derajatnya insyaalloh. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh ketua Badan Kehakiman yang terhormat pada masa-masa sebelumnya. Masing-masing dari mereka pada waktunya telah beraktivitas, bekerja, dan berusaha keras untuk lembaga yang sangat penting ini.

Baik. Mengenai pentingnya Badan Kehakiman, sudah banyak yang bicara. Kami pun pernah menyampaikan beberapa hal. Yang lain juga demikian. Itu persoalan yang jelas. Poros urgensitasnya pun keadilan. Yang mana Al-Qur’an menyebutkan:

وَ اِذا حَکَمتُم بَینَ النّاسِ اَن تَحکُموا بِالعَدل (النساء/ 58

Keadilan merupakan asas kerja hidup bagus manusia. Ketika berdoa agar kemenangan Imam Zaman af disegerakan pun kalian mengatakan semoga beliau segera datang demi menegakkan keadilan. Inilah yang kita mohon dalam doa.

یَملَاُ اللهُ‌ بِه الاَرضَ‌ عَدلًا وَ قِسطاً بعدَ ما مُلِئَت ظُلما وَ جَورا (البحار 36/316

(Agar Allah memenuhi, melalui dia, bumi dengan keadilan setelah dipenuhi oleh kezaliman.)

Meskipun beliau akan menyuntikkan agama, takwa, dan begitu pula akhlak kepada masyarakat, tapi kalian tidak mengatakan, “Agar Allah memenuhi bumi dengan agama melalui dia.”, melainkan mengatakan, “Keadilan”. Ini bukti bahwa keadilan merupakan kebutuhan pokok hidup bagus manusia. Kalian juga Badan Kehakiman dan lembaga Adliyah, misi utama kalian adalah menegakkan keadilan. Urgensitas Badan Kehakiman adalah muncul dari sini. Pun demikian, di dalam Undang-Undang Dasar ada juga poin-poin lain yang akan saya paparkan.

Badan Kehakiman di dalam Republik Islam merupakan bangunan baru – seperti sebuah tunas – yang punya perbedaan-perbedaan mendasar dengan Badan Kehakiman pra Revolusi [Islam]. Baik. Tunas ini hari demi hari harus terus tumbuh. Setiap periode harus lebih maju daripada periode sebelumya. Dan sekarang periode baru dimulai. Maka itu harus punya keutamaan, keistimewaan, dan prestasi lebih daripada apa yang telah dihadiahkan oleh yang lain dan yang sebelumnya kepada Badan Kehakiman. Prestasi apakah itu? Perubahan. Perubahan di dalam Badan Kehakiman. Apa maksudnya perubahan? Maksudnya perubahan adalah kalian punya prinspi-prinsip tertentu dan jelas berdasarkan Islam, Al-Qur’an, dan Republik Islam yang harus senantiasa kalian perhatikan; kalian harus komitmen pada semua itu dan bergerak dalam kerangka itu sebagai misi-misi utama Badan Kehakiman. Itu semua kan tidak berubah. Itu semua adalah sesuatu yang sudah ada sejak awal. Sekarang pun demikian. Setelah ini juga akan tetap demikian. Perubahan maksudnya adalah hendaknya kalian menciptakan cara-cara yang baru yang efektif dan punya pengaruh besar demi menjalankan prinspi-prinsip itu, demi melaksanakan misi-misi itu, dan demi mencapai cita-cita. Hendaknya kalian menggunakan cara-cara itu. ini satu hal. Cacat, kekosongan, dan kekurangan yang terdapat pada masa lampau juga hendaknya kalian singkirkan. Inilah yang dimaksud dengan perubahan.

Kita punya sebuah badan dengan cara-cara operasional, dengan program-program pelaksanaan, dan di sampingnya terdapat sejumlah kendala dan kekurangan. Perubahan yang akan kalian lakukan hendaknya mengoptimalkan cara-cara itu, sehingga mengubahnya jadi cara-cara yang lebih efektif, lebih efisien, dan lebih lancar. Di samping itu, penghalang, kendala dan kekurangan sebelumnya jadi tersingkirkan. Inilah perubahan. Tentunya, [pekerjaan] ini butuh program. Perubahan tidak mungkin dilakukan tanpa perencanaan. Tidak bisa bergerak dengan kebiasaan sehari-hari. Harus ada badan penalar dan pemikir yang duduk menggambarkan rencana makro untuk perubahan besar di benaknya, lalu menuangkannya ke atas kertas dan mengambil keputusan. Hal ini Alhamdulillah telah dilakukan. Bagian kerja ini sudah dimintakan kepada ketua terhormat Badan Kehakiman Bapak Raisi sebelum dia menjabat tanggungjawab ini. Dia pun sudah menyiapkan rencana perubahan komprehensif yang bisa diterima. Berarti pekerjaan ini sudah dilakukan, bagian kerja ini sudah dilakukan. Ini bagus sekali. Tapi rencana adalah gagasan, kalau kita ingin itu terealisasi di luar maka perlu kerja. Karena itu, pesan pertama saya kepada ketua dan para pejabat serta pegawai Badan Kehakiman yang terhormat adalah hendaknya program bagus yang kalian susun, siapkan, dan ajukan sendiri ini kalian majukan tanpa tedeng aling-aling. Jangan sampai kalian biarkan pincang. Jangan takut pada apa pun. Majulah terus. Bertawakallah kepada Allah Swt, melangkahlah, operasionalkan rencana ini. Lakukan sekiranya setelah berapa waktu berlalu, itu dapat dirasakan – tentunya program-program jangka pendek, berapa bulan, dan semacamnya, bukan pekerjaan-pekerjaan operasional yang seperti biasanya-. Dapat dirasakan bahwa Badan Kehakiman ini telah mengalami perubahan, sedang mengalami perubahan. Ini akan terlaksana dengan gerakan kalian. Tentu saja program jangka pendek itu juga penting. Dan perlu direncanakan.

Saya pernah berpengertian bahwa penyediaan program merupakan lima puluh persen kerja. Tapi, lima puluh persen ini selama tidak didampingkan dengan lima puluh persen selanjutnya maka seperti halnya tidak dilakukan apa-apa, seperti halnya kalian ingin mengambil air dari dalam sumur – anggap saja – dengan kedalaman seratus meter, lalu kalian sudah menariknya sampai lima puluh meter ke atas, dan berhenti sampai di situ. Itu sama dengan kalian sama sekali belum mengambilnya. Tidak ada bedanya [berapa meter kalian sudah menariknya]. Apabila kalian ingin hasilnya sampai kepada kalian, maka lima puluh persen berikutnya yang merupakan gerak, giat, langkah, dan syarat-prasyarat lainnya harus kalian penuhi, sehingga insyaalloh menghasilkan. Dan saya optimis, dengan melihat Badan Kehakiman dan Keadilan negara, insyaalloh kalian akan berhasil menjalankan pekerjaan ini. Perlu juga saya sampaikan kepada kalian bahwa hendaknya kalian memulai pekerjaan ini sejak sekarang. Jangan sampai kita mengatakan, “Sekarang kita masih punya waktu; masih ada tempo dan kesempatan, insyaalloh akan kita lakukan.”, lalu di pertengahan atau akhir-akhir kesempatan kerja kita baru dan terus-menerus mengatakan, “Kita harus melakukan ini dan itu.” Ini tidak berguna. Sejak hari pertama kalian harus memulai pekerjaan ini. Jangan pernah memperkenankan diri untuk terlambat. Ini satu hal.

Saya sudah mencatat berapa hal tentang Badan Kehakiman. Tapi, apa yang telah disampaikan oleh Bapak Raisi adalah hal-hal yang bagus sekali. Kata-kata saya seperti yang dia jelaskan. Sekarang, ada beberapa yang ingin saya paparkan.

Hal pertama adalah hendaknya kalian merujuk pada Undang-Undang Dasar dan memperhatikan tugas-tugas Badan Kehakiman menurut undang-undang. Tugas Badan Kehakiman bukan hanya menghakimi dan mengadili. Tugas badan ini lebih tinggi dari itu. Menurut UUD, salah satu tugas Badan Kehakiman adalah menghidupkan hak-hak publik. Menghidupkan hak-hak publik punya jangkauan yang luas sekali; meliputi masalah ekonomi sampai masalah keamanan dan bidang internasional. Semuanya termasuk dalam hak-hak publik. Pembelaan terhadap hak rakyat pada ranah internasional adalah sesuatu yang sangat penting. Ini termasuk tugas kalian. Atau, contohnya, pengembangan keadilan dan kebebasan. Pengembangan keadilan itu di samping pengembangan kebebasan. Dan yang dimaksud dengan kebebasan di dalam UUD adalah kebebasan-kebebasan yang legal. Tentu demikian. Pengembangan kebebasan juga termasuk tugas kalian. Bagaimana kalian melakukannya? Atau dengan cara apa? Saya tadi katakan bahwa cara-cara yang kalian pilih hendaknya cara-cara yang baru dan inovatif. Masing-masing dari itu semua perlu perhatian.

Pencegahan terjadinya kejahatan juga persoalan yang sangat penting. Sebagian dari Badan Kehakiman perlu kita tentukan untuk mencegah terjadinya kejahatan. Itu bagus dan harus. Namun, pencegahan adalah pekerjaan yang sangat luas. Kalian mesti mengenal kejahatan itu sendiri, sebab-sebabnya, dan faktor-faktor yang menciptakannya. Kalian juga mesti mengenal pekerjaan-pekerjaan yang dapat mencegah terjadinya kejahatan. Ini sebuah pasal besar tersendiri dari pekerjaan. Masing-masing dari pekerjaan ini juga memerlukan pelaksana. Tidak bisa contohnya hanya kita katakan bahwa ada satu komite atau satu regu yang kita tetapkan untuk pekerjaan-pekerjaan itu. Tidak bisa hanya demikian. Satu persatu dari semua itu harus ditindaklanjuti.

Contoh lainnya adalah pelaksanaan undang-undang. Siapa orang yang melanggar undang-undang? Undang-undang kan bukan hanya peraturan lalu-lintas atau undang-undang yang dilanggar oleh orang nakal, undang-undang adakalanya dilanggar secara besar-besaran. Di sini, Badan Kehakiman harus membusungkan dada. Tujuannya adalah, semakin orang melihat Badan Kehakiman maka dia semakin menyaksikan perluasannya. Ini di tangan kalian. Ini berhubungan dengan kalian. Kalian telah menyiapkan pundak kalian untuk memikul beban berat ini. Apabila insyaalloh kalian berhasil dan sukses menjalankan perkejaan ini, maka itu pekrejaan yang besar. Kalian membuat Allah Swt rela. Artinya, apabila kalian berhasil menjalankan perkejaan ini dengan baik maka akan menjadi salah satu sedekah dan infak yang luar biasa.

Hal berikutnya – yang juga telah disinggung oleh Bapak Raisi – adalah masalah memberantas korupsi. Memberantas korupsi juga pokok pembahasan, baik di dalam Badan Kehakiman maupun di luarnya. Tapi, prioritasnya adalah di dalam Badan Kehakiman. Ada ribuan hakim terhormat dan bersih serta pegawai terpercaya yang kerja di seluruh Badan Kehakiman, mereka berjerih payah. Ada satu elemen keterlaluan di dalam Peradilan sebuah kota yang melakukan sesuatu. Lalu karena satu elemen itu sebagian  orang menjelek-jelekkan nama baik jiwa-jiwa berseih dan terhormat itu. Apakah ini hal yang sederhana? Apakah ini hal yang kecil? Mungkin jumlah orang keterlaluan yang ada di dalam keseluruhan Badan Kehakiman hanya persentasi sangat kecil dari sekian banyak hakim yang berada di puncak kehormatan atau hakim biasa yang bekerja dengan amanat dan jujur. Kita punya banyak hakim yang hidup susah dan pada saat yang sama menangai kasus-kasus berat dan penting, tapi sedikit pun dia tidak menyimpang. Seandainya mereka nakal, mungkin kehidupan mereka jauh lebih baik daripada yang ada sekarang. Tapi sama sekali mereka tidak menyimpang. Jumlah orang-orang yang rusak dan keterlaluan dibandingkan dengan orang-orang yang bersih dan amanat sangatlah sedikit. Tapi jumlah yang sedikit itu, persentasi yang kecil itu juga tetap akan menaruh dampak yang merusak. Hal ini akan saya jelaskan dalam ilustrasi mengenai Badan Kehakiman. Hendaknya kalian bersikap tegas terhadap korupsi di dalam Badan Kehakiman. Karena Badan ini merupakan penanggungjawab pemberantasan korupsi. Kalau ia sendiri yang korup, maka dosanya tidak termaafkan. Semakin tinggi martabat dan posisi hukum seseorang maka semakin besar urgensi pekerjaannya. Baik pada aspek positif maupun pada aspek negatif. Kalian melihat di dalam Al-Qur’an Allah Swt berfirman dan ditujukan kepada istri-istri Nabi Muhammad Saw bahwa:

یٰنِساءَ النَّبِیِّ‌ مَن‌ یَأتِ ‌مِنکُنَّ بِفاحِشَةٍ مُبَیِّنَةٍ یُضٰعَف لَهَا العَذابُ ضِعفَینِ (الأحزاب/30

Siapa pun dari kalian yang melanggar, maka siska kalian dua kali lipat. Artinya, pelanggaran yang apabila dilakukan oleh perempuan biasa maka di sisi Allah Swt akan dikenai hukuman seratus kali cambuk, tapi apabila kalian yang melakukannya maka akan dikenai hukuman dua ratus kali cambuk. Kenapa demikian? Karena kalian adalah istri Nabi Saw.

وَمَن یَقنُت مِنکُنَّ لِله وَ رَسولِه (الأحزاب/31

Dan dari sisi pahala pun dua kali lipat. Apabila kalian melakukan perbuatan baik maka pahala kalian juga dua kali lipat pahala biasa. Hal itu karena pentingnya posisi seseorang.

Saya sering kali sedih atas kondisi Nabi Yunus as. Memangnya apa yang telah beliau lakukan sehingga beliau mengatakan:

سُبحٰنَکَ اِنّی کُنتُ مِنَ الظٰلِمینَ‌ (الأنبياء/87

Itu pun disertai dengan balasan berat dari sisi Allah Swt kepada beliau. Betapa pun beliau mengajak kaumnya, apa pun telah beliau lakukan, tetap saja mereka tidak mau mendengarkan. Akhirnya beliau kesal dan pergi keluar kota meninggalkan mereka. Hanya itu yang beliau lakukan. Sekarang, seandainya hal itu dilakukan oleh seorang ulama, katakan dia menasihati masyarakat di sebuah kota dan mereka tidak mau mendengarkannya, lalu dia kesal dan mengatakan kalau begitu saya tidak akan tinggal di kota ini, kemudian dia pergi meninggalkan mereka di sana. Memang itu perbuatan yang buruk, tapi apakah balasannya adalah dia harus pergi ke laut dan ditelan ikan paus lalu Allah Swt berfirman seandainya dia tidak bertasbih niscaya:

لَلَبِثَ فی بَطنِه اِلی یَومِ یُبعَثونَ (الصافات/144

Rencananya dia akan tetap tinggal di perut ikan sampai Hari Kiamat! Apakah ini balasan ulama itu? [Walau pun bukan demikian balasan ulama itu] Tapi Allah Swt membalas Nabi Yunus demikian. Kenapa demikian? Karena beliau seorang nabi. Allah Swt berfirman bahwa kamu itu seorang nabi,:

فَظَنَّ اَن لَن نَقدِرَ عَلَیهِ (الأنبياء/87

Dia mengira Kami tidak akan mempersulitnya. “Naqdiro” berarti mempersulit.

فَنادی فِی الظُّلمٰتِ اَن لا اِلهَ اِلّا اَنتَ سُبحٰنَکَ اِنّی کُنتُ مِنَ الظٰلِمینَ (الأنبياء/87

Lalu dia mengakui dirinya zalim,:

فَاستَجَبنا لَهُ وَ نَجَّیناهُ مِنَ الغَمِّ (الأنبياء/88

Iya, begitulah. Kalian berbeda dengan orang biasa. Boleh jadi orang biasa melakukan sesuatu yang tercela, tapi apabila kalian yang melakukannya maka celaan pada kalian dua kali lipat lebih dari celaan terhadap orang biasa itu atau berapa kali lipat. Beda-beda. Perhatikan masalah korupsi dan kerusakan di dalam Badan Kehakiman dengan kaca mata ini.

Meskipun demikian, kelancangan, fitnah, kata-kata buruk, dan sebagainya terhadap Badan Kehakiman ini banyak sekali. Kami juga mengetahui hal itu. Artinya, apa yang mereka katakan dan tuliskan terhadap Badan Kehakiman ini betul-betul kelewat batas dari fakta yang sesungguhnya. Apalagi sekarang ada ruang maya; sebuah ruang tanpa pintu dan gerbang yang mana setiap orang dapat menuliskan apa saja yang dia inginkan. Itu semua tidak penting. Jangan sampai itu semua mencegah kalian untuk kerja. Di dunia ini dan sepanjang sejarah manusia, apakah kalian bisa menemukan orang yang lebih adil daripada Amirul Mukminin as? Amirul Mukminin as yang merupakan manifestasi keadilan ini pun mereka tuduh dengan ketidakadilan. Ya memang begitulah yang mereka katakan. Kepada semua pun mereka berkata demikian. Kepada Nabi Muhammad Saw, kepada para nabi, kepada Amirul Mukminin as, kepada Allah Swt, dan kepada kalian juga mereka berkata demikian. Biarkan saja mereka mengatakan. Jangan sampai itu menjadi penghalang kalian untuk menjalankan perkejaan kalian.

Hal berikutnya yang sangat penting adalah ilustrasi tentang Badan Kehakiman. Boleh jadi kalian orang yang sangat baik dan terhormat, tapi terkadang muncul sebuah peristiwa atau beberapa peristiwa yang tidak mencerminkan kehormatan, amanat, dan kejujuran di mata masyarakat, bahkan tercermin yang sebaliknya. Ini buruk sekali. Apa yang harus tercerminkan di mata masyarakat adalah Badan Kehakiman mempunya ciri-ciri sebagai berikut:

Pertama, bijaksana. Baik pelantikan-pelantikannya, maupun keputusan-keputusan, tindakan, dan kata-katanya harus menunjukkan kebijaksanaan. Terutama pejabat-pejabat tinggi Badan Kehakiman bisa memerankan hal ini.

Mereka harus menunjukkan diri menguasai dasar-dasar kehakiman. Ini harus ditunjukkan. Harus diketahui bahwa badan ini merupakan badan yang pakar, bekerja berdasarkan ilmu dan pengetahuan serta penelitian ilmiah. Ilmu itu adakalanya undang-undang dan adakalanya fikih. Di dalam Badan Kehakiman, dasar-dasar kehakiman adalah fikih dan undang-undang.

Badan Kehakiman hendaknya merupakan badan yang mempunyai telinga pendengar. Punya kesabaran untuk mendengarkan, baik oleh penyidik di kantor kejaksaan, maupun oleh jaksa penuntut saat berhadapan, atau pada akhirnya oleh hakim pada saat pengadilan. Harus ada telinga yang mendengarkan. Dengarkan dengan baik! Baik terhadap penggugat yang mengadu kalian harus mendengarkan dan betul-betul memperhatikan apa yang dia katakan, maupun kepada terdakwa yang membela diri kalian harus mendengarkan sepenuhnya dan memperhatikan apa yang dia katakan. Semua ini harus didengarkan. Boleh jadi kalian tidak menerima kata-katanya, tapi kalian harus mendengarkannya.

Satu hal lagi adalah otoritas dan ketegasan. Kalian harus berkebijaksanaan, berilmu, berkondisi mendengarkan, dan berotoritas tegas. Semua orang harus tahu bahwa Badan Kehakiman punya otoritas dan ketegasan. Ia pasti bertindak tegas sesuai deteksinya. Keterbengkalaian kasus-kasus yang berapa kali saya ulang dalam pertemuan dengan Badan Kehakiman akan merusak kondisi ini. Ketika sebuah kasus terbengkalai selama setahun, dua tahun, lima tahun, atau sepuluh tahun, itu berarti Badan Kehakiman dalam kasus ini mengalami “Apa yang harus saya lakukan dan apa?”, tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Ini tidak boleh terjadi. Apa pun hasil yang meraka capai maka harus mereka jalankan secara tegas.

Baik. Sekarang apa yang harus kita lakukan agar ilustrasi ini yang muncul di benak masyarakat tentang Badan Kehakiman? Ini harus dibuktikan dalam tindakan kalian, tutur kata kalian, kinerja kalian, dan di dalam pemberitaan tepat yang kalian lakukan. Tentunya, lembaga-lembaga lain, tv dan radio, serta yang lain-lain juga harus membantu. Badan Kehakiman adalah badan milik Revolusi [Islam], milik rakyat, milik negara. Seluruh badan dan lembaga berkwajiban untuk membantunya dalam hal ini. Jangan sampai ada hal kecil –contohnya- di televisi atau di suatu media – seperti dunia maya yang mana orang nakal mengutarakan segala sesuatu seenaknya -, lalau sebagian orang juga menyebarkannya, satu hal kecil, satu hal yang tidak jelas dan tanpa bukti mereka sebarkan untuk melemahkan Badan Kehakiman. Jangan sampai hal ini terjadi. Pencitraan ini tugas semua. Tugas kalian, dan juga tugas pihak-pihak yang lain. Ini satu hal.

Hal berikutnya adalah tentang pelantikan. Perhatikan bahwa Amirul Mukminin as di dalam perintahnya yang terkenal kepada Malik Asytar – yang mana merupakan tulisan terpanjang beliau, sebagiannya berhubungan dengan Badan Kehakiman dan sebagian orang keliru menyebutnya dengan surat perjanjian, padahal bukan, melainkan perintah; ‘Ahd artinya firman dan perintah – bersabda pertama-tama:

ثُمَّ اختَر لِلحُکمِ بَینَ النّاسِ اَفضَلَ رَعِیَّتِکَ فی نَفسِک (نهج البلاغة/ رسالة 53

Pilihlah yang terbaik dari rakyatmu untuk urusan kehakiman. “Yang Terbaik”, ini hal yang sangat penting. Setelah itu, beliau menyebutkan ciri-ciri yang harus dimiliki oleh orang yang terbaik tersebut. Ada sekitar sepuluh sampai dua belas ciri. Silakan kalian kaji. Saya berharap pasti semua, khususnya para direktur Badan Kehakiman dan orang-orang yang berwenang dalam pelantikan serta orang-orang seperti mereka, untuk memperhatikan dan mengkajinya. Beliau menyebutkan ciri-ciri yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan manusia. Beliau menghitung seluruhnya dan menjelaskan bahwa seorang hakim harus punya ciri-ciri ini. Karena itu, pelantikan adalah sesuatu yang sangat penting. Seleksi-seleksi pekerjaan adalah sesuatu yang sangat penting. Baik pelantikan maupun seleksi [sama-sama penting sekali]. Kalian ingin menyeleksi hakim, kalian ingin menyeleksi orang untuk sebuah pekerjaan, kalian harus memperhatikan ciri-ciri ini dan mengkajinya. Saya berharap sekali agar bagian dari surat Amirul Mukminin as ini, yakni perintah beliau terhadap Malik Asytar untuk ditelaah dan diperhatikan.

Poin berikutnya, yang merupakan poin terakhir, adalah [tugas] Badan Kehakiman adalah undang-undang, hak-hak, pemutusan, dan penentuan batas. Akan tetapi, di sela-sela roda baja dan penting Badan Kehakiman ini juga harus terdapat instrumen pelembut. Ada hal-hal yang dapat melembutkan. Baik Badan Kehakiman itu sendiri, maupun hasil kerja Badan Kehakiman. Di dalam Badan Kehakiman, [pelembut itu] dengan menjaga akhlak. Terutama [dengan menghindari] akhlak yang buruk terhadap klien. Begitu pula halnya dengan bawahan. Tapi lebih penting dari bawahan adalah kepada klien. Perlu akhlak yang mulia. Kalian pasti harus menugaskan diri kalian sendiri dengan akhlak yang baik terhadap mereka. Penyidik ketika menyidik, jaksa penuntut ketika berdebat dengan terdakwa atau pengacara terdakwa di pengadilan, ketika berargumentasi, hendaknya dia berargumentasi, tapi arguemntasi itu harus berakhlak baik. Sebagian hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang Barat, dan mereka juga menyebarkan film-filmnya, katakan seperti, jaksa penuntut menggunakan nada tertentu, bertindak melecehkan, pertama-tama bahwa banyak dari film-film itu yang bohong. Kedua, jangan pernah menjadikan tingkah laku orang-orang Barat sebagai standar. Perhatikan dan lihatlah apa yang dikatakan Islam, apa saja perintah-perintah Islam? Bersikaplah dengan akhlak yang baik. Kadang-kadang juga hakim berdialog dengan terdakwa, berbicara, bertanya sesuatu, menjawab sesuatu, semua itu harus dengan akhlak yang baik, dengan lemah-lembut, dengan kesabaran. Ini seperti sikap di dalam internal [Badan Kehakiman].

Di dalam penyelenggaraan, di dalam kasus-kasus pertengkaran, terdapat ajaran untuk memaafkan dan semacamnya. Di dalam Islam, mengenai masalah-masalah rumah tangga juga difirmankan:

وَ الصُّلحُ خَیر (النساء/128

Hendaknya mereka berdamai, hendaknya mereka kompromi. Soal menghidupkan arbitrase yang berhubungan dengan rumah tangga, atau dewan-dewan resolusi perselisihan – tentunya dalam bentuk yang benar -, semua itu berarti memasukkan unsur akhlak mulia dalam persoalan-persoalan Badan Kehakiman dan roda perputarannya. Baik, itu tadi hal-hal yang berhubungan dengan Badan Kehakiman.

Adapun mengenai persoalan politik yang sedang berjalan pada hari-hari ini, Alhamdulillah Bangsa Republik Islam Iran betul-betul menunjukkan kehormatan, kebesaran, dan kekuatannya. Bukan hanya karena kejadian-kejadian terakhir – iya itu hanya contoh -, melainkan selama empat puluh tahun ini mereka betul-betul telah membuktikannya. Soal kalian melihat dalam pemberitaan-pemberitaan asing bahwa para politikus, diplomat, dan sebagiannya di antara mereka sering mengatakan sesungguhnya Iran tidak bisa ditekuklututkan dengan tekanan, embargo, ancaman dan sebacamnya, adalah sesuatu yang muncul bukan karena peristiwa-peristiwa dalam satu, dua atau enam bulan terakhir. [Melainkan] muncul dari empat puluh tahun gerakan Bangsa Republik Islam Iran. Bangsa ini dengan Revolusi [Islam] telah membebaskan diri dari ketundukan dan kehinaan yang dipaksakan. Bangsa ini telah memecahkan cangkang kenistaan dan keluar darinya. Identitas bangsa ini telah menunjukkan ciri-ciri keislaman, menuntut kehormatan, menuntut kemerdekaan, menuntut kemajuan. Karena itu, betapa pun musuh-musuh zalim menekan maka tetap tidak akan mempengaruhinya. Coba kalian perhatikan demonstrasi-demonstrasi ini, coba kalian perhatikan demonstrasi Hari Quds, coba kalian perhatikan demonstrasi Hari 22 Bahman (Hari Kemenangan Revolusi Islam), semua itu berjalan selama empat puluh tahun. Apakah ini gurau? Coba kalian perhatikan pemilu-pemilu ini; begitu banyak upaya untuk merusak pemilu dalam negeri ini, tapi rakyat memenuhi medan-medan pemilu dengan tekad dan kehendak yang betul-betul mengagumkan. Akhir tahun ini juga akan ada pemilu. Lagi-lagi, walau pun terdapat berbagai upaya dari sebagian orang untuk menebar keraguan, saya yakin rakyat akan berpartisipasi dalam pemilu dengan semangat dan gelora. Ini semua menunjukkan keagungan Bangsa Republik Islam Iran. Lalu, ada yang menuduh bangsa besar ini, bangsa yang pemberani dan terhormat ini. Siapa yang menuduh? Yang menuduh adalah pemerintah yang paling buruk di dunia; yaitu Amerika. Pemerintah dan pemerintahan yang paling jahat di dunia, penyebab perang, penyebab pertumpahan darah, penyebab perpecahan, penyebab penjarahan terhadap bangsa-bangsa di sejarah yang panjang, bukan hanya sekarang atau sepuluh dan dua puluh tahun. Sosok-sosok yang paling dibenci dari pemerintahan inilah yang menuduh Bangsa Republik Islam Iran. Setiap hari mereka mencela dan menghina. Bangsa Republik Islam Iran tidak akan berhenti dengan celaan dan hinaan ini, bangsa ini tidak akan mundur dengan caci-maki. Bangsa ini dizalimi – embargo-embargo zalim ini merupakan kezaliman nyata terhadap Bangsa Republik Islam Iran -, bangsa ini ditindas, tapi tidak lemah. Bangsa ini kuat. Dan dengan karunia Ilahi, dengan daya dan kekuatan Ilahi, bangsa ini akan mencapai tujuan-tujuan yang telah mereka tentukan sendiri.

Kita dizalimi, kita tertindas, tapi kita tidak lemah. Kita kuat. Bagian utama dan penting dari kekuatan Bangsa Republik Islam Iran adalah karena keyakinannya kepada pertolongan Ilahi:

قالَ لا تَخافا اِنَّنی مَعَکُما اَسمَعُ وَ اَرىٰ (طه/46

Allah Swt bersama kita. Dia sedang membantu kita. Buktinya adalah empat puluh tahun mereka berkonspirasi atas kita, menekan, mengobarkan api peperangan, membuat fitnah, menyusup, mengerahkan teroris-teroris untuk membahayakan nyawa rakyat, melakukan ribuan tindakan buruk dan pengkhianatan terhadap bangsa ini, tapi bangsa ini tetap berdiri tegak seperti gunung dan semakin hari semakin tegar. Sekarang lebih tegar dan lebih kuat daripada sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Lalu, ketika mereka tidak sanggup untuk mencapai target melalui tekanan dan semacamnya, mereka berkhayal bahwa bangsa ini adalah bangsa yang sederhana dan mudah ditipu, mereka datang mengatakan “Ayo berunding, kamu akan maju!”. Iya memang, bangsa ini pasti maju, tapi tanpa kamu (Amerika). Kalau kamu datang, malah tidak akan maju. Kamu dan Inggris serta sekutu-sekutumu, selama lima puluh tahun di masa Pahlevi – dan khususnya Amerika selama tiga puluh tahun di masa Pahlevi kedua – berkuasa sepenuhnya di negeri ini, faktanya negeri ini semakin hari semakin terbelakang. Kalian tidak bisa menjadi faktor kemajuan. Kalian adalah faktor keterbelakangan bangsa ini. Bangsa ini akan maju dengan syarat kalian jangan mendekat.

Mereka mengatakan ayo bernegosiasi. Negosiasi itu cuma tipuan. Negosiasi tentang apa? Negosiasi tentang sesuatu yang dia inginkan. Yaitu senjata yang ada di tangan kalian. Dia tidak berani maju, lalu mengatakan Pak! Serahkan senjata itu kepada saya, lemparkan senjata itu agar saya bisa berbuat semau saya kepadamu, agar saya bisa seenaknya menimpakan bencana padamu. Inilah negosiasi. Seandainya kalian menerima kata-kata mereka dalam perundingan ini, maka celakalah kalian. Dan seandainya kalian tidak menerima kata-kata mereka, maka keributan ini akan terus terjadi; mereka akan ribut dan terus menggembar-gemborkan bawha “Hai semua! Ketahuilah bahwa orang ini keras kepala!”, mereka akan terus mengusung isu HAM ala Amerika dan omong kosong-omong kosong seperti ini. Seenaknya mereka tembak mati sekitar tiga ratus orang di angkasa, pada saat yang sama mengklaim Hak-Hak Asasi Manusia. Mereka bantu Saudi untuk membombardir rakyat Yaman di pasar, masjid, majelis duka, majelis suka, rumah sakit dan lain sebagainya, pada saat yang sama mereka mengklaim Hak-Hak Asasi Manusia. Begitulah mereka.

Tidak! Bangsa Republik Islam Iran telah menemukan jalannya. Jalan kita telah digariskan oleh Revolusi [Islam], telah digambarkan oleh Imam [Khumaini ra], dan tujuan-tujuan kita jelas. Selama puluhan tahun, berkali-kali tujuan-tujuan ini tertulang, dan merupakan tujuan-tujuan yang berharga serta menarik. Mencapai kesejahteraan material, mencapai kehormatan sosial, mencapai rasionalitas tinggi, mencapai ilmu pengetahuan yang menonjol dan istimewa, mencapai ketenteraman sosial dan keamanan sosial; inilah tujuan-tujuan kita yang telah ditetapkan oleh Islam bagi semua bangsa. Islam juga menetapkan tujuan-tujuan ini bagi kita, dan kita pun bergerak mengikutinya. Dan bersamaan dengan kebutaan mata musuh, kita akan mencapai semua tujuan itu. Semoga Allah Swt menyukseskan kalian dan kita semua untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Insyaalloh.

Wassalamualaikum Wr. Wb. (WF)

 

Sumber Farsi: farsi.khamenei.ir

 

Hits: 9

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat