Pertemuan PM Jepang dengan Imam Khamenei

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Kamis (13/6/19) pagi, di dalam pertemuan dengan Shinzo Abe Perdana Menteri Jepang dan rombongan, menegaskan, “Republik Islam Iran sama sekali tidak percaya kepada Amerika dan tidak mengkin mengulang pengalaman pahit negosiasi-negosiasi yang sebelumnya dengan Amerika dalam kerangka kesepakatan nuklir (JCPoA). Karena tidak ada satu pun bangsa merdeka dan berakal sehat yang menerima negosiasi di bawah tekanan.”

Di awal pertemuan ini, PM Jepang Shinzo Abe mengatakan kepada Imam Khamenei, “Saya ingin menyampaikan pesan Presiden USA kepada Anda.”

Pemimpin Revolusi Islam menjawabnya, “Kami sama sekali tidak meragukan niat baik dan keseriusan Anda. Tapi mengenai apa yang Anda nukil dari Presiden Amerika, saya tidak melihat Trump layak untuk tukar-menukar pesan apa pun, saya tidak punya jawaban apa-apa untuk dia dan tidak akan memberikannya.”

Ayatullah Udzma Khamenei menambahkan, “Hal-hal yang akan saya sampaikan adalah dalam kerangka percakapan dengan Perdana Menteri Jepang. Sebab, kami memandang Jepang sebagai negara sahabat, walau pun ada juga beberapa keluhan.”

Menanggapi perkataan PM Jepang bahwa Trump berkata kepadanya, “Amerika tidak bermaksud untuk mengubah rezim di Iran.”, Imam Khamenei menekankan, “Masalah kami dengan USA bukan soal pengubahan rezim. Sebab, seandainya mereka pun menghendakinya tetap tidak akan pernah bisa melaksanakannya, sebagaimana presiden-presiden Amerika yang sebelumnya, selama empat puluh tahun yang lalu mereka berusaha untuk menghancurkan Republik Islam Iran, tapi tidak pernah bisa.”

Beliau melanjutkan, “Soal Trump mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk mengubah rezim adalah sebuah kebohongan. Sebab, seandainya dia punya kemampuan untuk itu pasti dia akan melakukannya. Tapi dia tidak mampu.”

Wali Faqih Zaman menyinggung kata-kata PM Jepang tentang keinginan USA untuk bernegosiasi soal nuklir lalu berkata, “Republik Islam Iran selama lima-enam tahun telah bernegosiasi tentang nuklir dengan Amerika dan negara-negara Eropa dalam bingkai 5+1, negosiasi itu pun membuahkan hasil, tapi Amerika menginjak-injak kesepakatan yang pasti itu. Atas dasar itu, siapa orang berakal yang mau bernegosiasi lagi dengan negara yang menginjak-injak semua kesepakatan?”.

Beliau menanggapi bagian dari kata-kata PM Jepang mengenai tekad Amerika untuk menghalangi pembuatan senjata nuklir oleh Iran seraya berkata, “Kami menentang senjata nuklir. Dan fatwa syar’i saya adalah haram membuat senjata nuklir. Tapi ketahuilah bahwa seandainya kami ingin membuat senjata nuklir maka Amerika tidak akan bisa berbuat apa-apa, dan larangan Amerika sama sekali tidak bisa menghalangi.”

Beliau juga menekankan bahwa penimbunan senjata nuklir juga tindakan yang tidak rasional. Lalu beliau mengatakan, “Amerika sama sekali tidak punya kelayakan untuk berbicara tentang negara mana yang berhak punya senjata nuklir dan negara mana yang tidak. Karena Amerika punya ribuan hulu ledak nuklir di gudang.”

Imam Khamenei mengisyaratkan pada keterangan PM Jepang mengenai kesiapan Amerika untuk melakukan negosiasi yang jujur dengan Iran seraya mengatakan, “Kami sama sekali tidak percaya hal itu. Sebab, negosiasi yang jujur tidak akan muncul dari orang seperti Trump.”

Beliau menekankan, “Kejujuran adalah suatu yang sangat langka di antara pejabat-pejabat Amerika.”

Beliau menambahkan, “Berapa hari lalu Presiden Amerika bertemu dan berbicara dengan Anda tentang Iran, tapi sepulangnya dari Jepang dia langsung mengumumkan boikot industri petrokimia Iran. Apakah ini pesan kejujuran? Apakah ini menunjukkan bahwa dia ingin bernegosiasi secara jujur?”

Beliau menegaskan, “Kami sama sekali tidak akan mengulang pengalaman pahit negosiasi selama berapa tahun terakhir dengan Amerika.”

Beliau menyinggung proses negosiasi dengan Amerika dalam kerangka kesapakatan nuklir (JCPoA) lalu mengatakan, “Setelah kesepakatan nuklir, orang pertama yang melanggar JCPoA adalah Obama. Yaitu orang yang memohon negosiasi dengan Iran dan juga mengirim perantara.”

Beliau melanjutkan, “Inilah pengalaman kami. Dan Bapak Abe perlu tahu bahwa kami tidak akan mengulang pengalaman ini.”

Setelah itu, Ayatullah Uzma Khamenei mengisyaratkan pada keterangan PM Jepang yang mengutip kata-kata Trump bahwa “Negosiasi dengan Amerika akan membuat Iran maju” seraya menegaskan, “Kami akan tetap maju dengan karunia Ilahi, tanpa negosiasi dengan Amerika, dan walau pun dengan adanya sanksi.”

Beliau menyambut usulan PM Jepang untuk mengembangkan hubungan dengan Republik Islam Iran lalu mengatakan, “Jepang adalah negara yang penting di Asia. Dan jika Jepang ingin mengembangkan hubungan dengan Iran maka harus menunjukkan kehendak yang tegas, sebagaimana beberapa negara penting telah menunjukkan kehendak itu.”

Beliau menyinggung 40 tahun permusuhan Amerika terhadap Iran dan kelanjutannya sembari mengatakan, “Kami yakin bahwa masalah kami dengan Amerika tidak akan selesai dengan negosiasi, dan tidak ada satu pun bangsa merdeka yang bernegosiasi di bawah tekanan.”

Wali Faqih Zaman Imam Khamenei juga mengisyaratkan pada keterangan PM Jepang tentang Amerika yang selalu ingin memaksakan pola pikir dan keyakinan mereka kepada negara-negara lain seraya berkata, “Bahwa Anda mengakui fakta ini, adalah satu hal yang baik. Dan perlu Anda ketahui juga bahwa USA tidak akan pernah puas pada batas tertentu dari pemaksaan tersebut.” (WF)

 

Referensi Farsi: http://farsi.khamenei.ir/news-content?id=42835

Hits: 45

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat