Imam Khamenei di Haul Ke-30: Salah Satu Ciri Khas Imam Khumaini adalah Muqawama

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Selasa (5/5/19) sore, dalam acara Haul Imam Khumaini ra yang diselenggarakan di Markad atau pemakaman beliau, mengatakan:

“Salah satu ciri khas Imam Khumaini yang ingin saya bicarakan lebih banyak pada hari ini adalah “Muqawama”; perlawanan dan resistansi. Hal yang lebih mengemukakan beliau dalam sebuah ideologi, gagasan, pemikiran, dan jalan pada zaman beliau serta dalam sejarah adalah ciri khas ini. Ciri khas Muqawama, perlawanan,  dan tidak menyerah di hadapan kendala serta rintangan. Beliau tunjukkan kepada seluruh dunia bagaimana perlawanannya terhadap para tagut. Baik itu tagut dalam negeri pada masa perjuangan, di mana banyak sekali orang yang kelelahan dan nyaris putus asa, tapi beliau tetap berdiri tegar. Beliau berdiri tegar dalam perjuangan tanpa mundur sejengkal pun. Ini berkaitan dengan periode pra kemenangan Revolusi [Islam].

Adapun pasca kemenangan Revolusi [Islam], berbagai tekanan juga muncul di hadapan Imam dalam bentuk yang berbeda dan lebih bersifat multisisi. Namun, beliau tetap tidak meninggalkan Asas Muqawama dan perlawanan. Beliau melawan dan bertahan.

Ketika memperhatikan ciri khas Imam ini dan merujuk kepada ayat-ayat Al-Qur’an, maka saya menyaksikan ternyata beliau betul-betul memaknai berbagai ayat Al-Qur’an dengan Muqawama dan perlawanan. Ambil sebuah contoh, Al-Qur’an mensinyalir:

فَلِذالِکَ فَادعُ وَاستَقِم کَما اُمِرتَ وَ لا تَتَّبِع اَهواءَهُم

(Artinya: “Maka untuk itu, serulah dan tegarlah sebagaimana engkau diperintahkan serta janganlah mengikuti keinginan-keinginan mereka.” (QS. As-Syura [42]: sebagian dari ayat 15).

Ancaman, iming-iming, dan tipu daya tidak bisa mempengaruhi Imam. Bukannya mereka tidak mengancam atau tidak mengiming-iming beliau, bukannya beliau tidak bersentuhan dengan tipu daya; semua itu terjadi, tapi sama sekali tidak dapat mempengaruhi beliau atau mencederai Muqawama beliau. Yang penting adalah, upaya dan ancaman musuh tidak berdaya untuk mengacaukan perangkat perhitungan beliau. Karena memang inilah salah satu pekerjaan utama musuh. Ketika dia berhadapan dengan kalian, mengetahui niat dan keputusan kalian, maka dia akan berusaha untuk mengubah perhitungan kalian, mengacak perangkat perhitungan kalian. Inilah salah satu kerja penting musuh di berbagai bidang. Namun, musuh tidak mampu mengacaukan perangkat perhitungan Imam Besar yang bersandar pada petunjuk-petunjuk gamblang agama Islam.

Lalu apa yang dimaksud dengan Muqawama? Muqawama adalah manakala seseorang memilih sebuah jalan yang dia tahu itu jalan benar, jalan yang lurus, dia mulai bergerak di jalan itu, dan rintangan-rintangan tidak bisa memalingkan atau menghentikannya dari gerakan di jalan tersebut. Ini makna Muqawama.

Umpamakan suatu ketika seseorang di tengah jalan menghadapi arus banjir, sebuah lubang besar, atau ketika ingin mendaki gunung untuk sampai ke puncak dia dihadapkan pada batu besar; sebagian orang ketika menghadapi batu atau rintangan seperti ini, menghadapi perampok atau serigala, maka dia berpaling dan mengurungkan perjalanannya. Tapi sebagian lagi tidak demikian. Dia perhatikan apakah ada jalan untuk memutar balik batu ini dan apakah cara untuk menghadapi rintangan tersebut? Dia cari jalan itu, atau dia singkirkan rintangan itu, atau dia lewati penghalang itu dengan sebuah cara yang masuk akal. Inilah yang dimaksud dengan Muqawama. Dan begitulah Imam Khumaini. Beliau memilih jalan dan bergerak maju di jalan itu.

Apakah jalan Imam? Apakah perkataan Imam yang beliau pertahankan? Perkataan Imam adalah “Kedaulatan Agama Allah Swt”; kedaulatan agama Allah Swt dan ideologi Ilahi atas masyarakat muslim dan kehidupan masyarakat pada umumnya. Inilah perkataan Imam. Setelah berhasil menanggulangi berbagai rintangan dan sukses mendirikan Sistem Republik Islam, beliau mengumumkan bahwa kami tidak menzalimi dan tidak pula menerima kezaliman, kami tidak berbuat zalim tapi juga tidak mau berada di bawah kezaliman, kami tidak bertoleransi dengan penindas melainkan kami senantiasa mendukung yang tertindas. Inilah perkataan Imam.”(WF)*

 

* Pidato lengkap Imam Khamenei pada Haul Imam Khumaini ke-30 ini akan diunggah.

Hits: 29

Berita, Headline, Imam Khamenei, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat