Imam Khamenei di Haul Imam Khumaini ke-29: Sepeninggal Imam Kita Lanjutkan Jalan Beliau dengan Teliti dan Insyaalah akan Terus Demikian

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Senin (4/6/18) sore menjelang Maghrib, berpidato di acara Peringatan Haul Imam Khumaini ke-29 menjelaskan poin-poin berikut:

Tiga ciri khas Individual dan Pmerintahan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as dan keserupaan Imam Khumaini ra dengan beliau dalam tiga hal tersebut. yang pertama adalah kekerasan sekaligus kelembutan. Yang kedua adalah beliau orang yang kuat dan berkuasa sekaligus terzalimi dan pada akhirnya selalu menang. Yang ketiga adalah penandaan musuh yang terbagi menjadi kelompok; Qasithin, Mariqin, dan Naktsin.

Beliau menjelaskan tiga keserupaan itu lalu menyebutkan sejumlah karakteristik dalam model perilaku Imam Khumaini ra:

1. Sikap berani, aktif, dan kuat terhadap musuh; tidak lemah dan tidak pula reaktif.

2. Menghindari emosi dan bersandar pada perhitungan rasional.

3. Memperhatikan skala prioritas.

4. Percaya kepada kemampuan-kemampuan rakyat, terutama kawula muda.

5. Tidak percaya kepada musuh.

6. Mementingkan solidaritas bangsa dan menjauhi perpecahan dua kubu.

7. Iman yang kokoh terhadap pertolongan dan janji Ilahi.

Beliau menegaskan bahwa, “Sepeninggal Imam, kita melanjutkan jalan beliau dengan teliti dan insyaallah akan terus demikian.”

Kemudian beliau menyinggung tiga rencana musuh. Yaitu tekanan ekonomi, tekanan psikologis, dan tekanan praktis. Mereka ingin membuat rakyat kesal dan putus asa. Sedangkan target utamanya adalah hegemoni atas negara dan bangsa.

Setelah menjelaskan langkah-langkah untuk melumpuhkan rencana musuh, beliau memperingatkan pemerintah-pemerintah Eropa untuk tidak bermimpi Iran mau menanggung sanksi sekaligus kehilangan aktivitas nuklir yang dibutuhkannya. Beliau memerintahkan Organisasi Energi Nuklir untuk bergerak mulai besok melakukan persiapan-persiapan yang dibutuhkan demi mencapai 190 su – sementara – dalam kerangka JCPOA.

Di akhir pidatonya, Wali Faqih Zaman menyampaikan pesan berbahasa Arab ditujukan kepada pemuda-pemuda pemberani Arab, antara lain:

“Sekarang harapan bangsa-bangsa tertumpu kepada kalian. Siapkanlah diri kalian untuk masa depan dimana negara-negara kalian mandiri dan maju.”

“Ketaklukan di hadapan AS, ketidakbecusan di hadapan rezim penjajah zionis, kezaliman terhadap saudara, dan ketundukan terhadap musuh, membuat pemerintah-pemerintah Arab jadi musuh rakyat mereka sendiri. Kalian, anak-anak mudalah yang harus membatalkan perhitungan ini.”

“Saya ajak kalian untuk tetap optimis, berenovasi, bergerak, dan membina diri. Masa depan milik kalian apabila kalian membangunnya. Jangan takut kepada Dunia Kafir. Yakinlah pada janji pertolongan Ilahi, begitu pula kepada firman Allah Swt:

أَمۡ يُرِيدُونَ كَيۡدٗاۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هُمُ ٱلۡمَكِيدُون

(Artinya: “Ataukah mereka hendak memperdaya? Maka orang-orang yang kafir, merekalah yang terperdaya.” (QS. At-Tur [52]: 42).

“Jumat ini Hari Quds. Membela bangsa teguh Palestina dan para mujahid yang berkorban adalah langkah besar di jalan ini.”

Pidato selengkapnya akan segera dirilis. (WF)