10 Garapan Besar Imam Khumaini Menurut Imam Khamenei

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Jumat (14/7/1989), di dalam Khutbah Jumatnya mengisyaratkan kepada sepuluh garapan besar Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Imam Sayid Ruhullah Musawi Khumaini ra sebagai berikut:

“Garapan besar pertama beliau adalah menghidupkan kembali Islam.

Selama dua ratus tahun badan-badan kolonial berusaha agar Islam terlupakan. Salah satu Perdana Menteri Inggris mengumumkan di tengah para politikus kolonial dunia bahwa kita harus memencilkan Islam di negara-negara Islam!. Sebelum dan sesudah itu pun uang yang luar biasa banyak telah digelontorkan agar Islam mula-mula tersingkir dari kancah kehidupan, lalu terbuang dari benak dan tersisihkan dari praktik personal masyarakat. Hal itu karena mereka tahu bahwa agama ini merupakan rintangan bagi kekuatan-kekuatan besar dan arogan untuk melakukan penjarahan. Imam kita menghidupkan kembali Islam dan mengembalikannya ke mental dan praktik masyarakat serta kancah politik dunia.

Garapan besar kedua beliau adalah mengembalikan ruh kemuliaan kepada Umat Islam.

Islam bukan hanya mencuat dalam kajian-kajian, analisis-analisis, universitas-universitas, kancah-kancah masyarakat dan kehidupan rakyat; melainkan berkat kebangkitan Imam kita, Muslimin di seluruh penjuru dunia merasa mulia.

Seorang muslim dari negara besar yang berpenduduk minoritas muslim berkata kepada saya, “Sebelum Revolusi Islam, kami tidak mengungkapkan diri sebagai muslim. Sesuai budaya negara itu, semua orang punya nama daerah. Walau pun keluarga-keluarga Muslim memberi nama anak-anak mereka dengan nama-nama Islami, tapi mereka tidak berani untuk mengungkapkan nama itu dan malu untuk mengutarakannya! Namun, setelah revolusi kalian (Revolusi Islam), masyarakat kami dengan bangga menyampaikan nama Islami mereka, dan apabila mereka ditanya siapa namamu maka mula-mula dengan bangga mereka menyebutkan nama Islami mereka.

Karena itu, berkat garapan besar Imam ra, Muslimin di seluruh dunia merasa mulia dan bangga dengan agama Islam serta keislaman mereka.

Garapan besar ketiga beliau adalah memberikan rasa dan kesadaran kepada Muslimin mengenai Umat Islam.

Sebelumnya, Muslimin di mana pun mereka berada, tidak mengemuka bagi mereka sesuatu yang bernama Umat Islam, atau setidaknya hal itu sama sekali tidak dipandang serius. Adapun sekarang, orang muslim di Asia yang paling jauh sampai jantung Afrika dan seluruh Timur Tengah, begitu pula di Eropa dan Amerika, semuanya merasakan bahwa dia bagian dari masyarakat global besar bernama Umat Islam. Imam ra menciptakan perasaan ini terhadap Umat Islam, dimana hal itu merupakan senjata paling besar untuk membantu komunitas-komunitas Islam dalam menghadapi arogansi.

Garapan besar keempat beliau adalah melenyapkan salah satu rezim paling kolot, paling keji, dan paling bergantung di kawasan dan di dunia.

Pelenyapan terhadap pemerintahan kerajaan di Iran adalah salah satu garapan terbesar yang bisa dibayangkan orang. Iran merupakan benteng kolonial yang paling penting di kawasan Teluk Persia dan Timur Tengah. Benteng ini roboh di tangan Imam.

Garapan besar kelima beliau adalah mendirikan pemerintahan atas dasar Islam.

Ini sesuatu yang tidak terlindas di benak orang-orang muslim maupun non-muslim, ini mimpi indah yang mana orang-orang muslim polos pun tidak pernah membayangkan dan melihatnya. Imam Khumaini ra merealisasikan imajinasi semi mitos ini seolah-olah mukjizat.

Garapan besar keenam beliau adalah menciptakan kebangkitan Islam di dunia.

Sebelum Revolusi Islam, di banyak negara termasuk negara-negara Islam, banyak kelompok, anak-anak muda, orang-orang yang tidak puas, dan para penuntut kebebasan, yang turun ke medan dengan – membawa- ideologi-ideologi kiri. Tapi setelah Revolusi Islam, Islam menjadi asas dan dasar gerakan-gerakan serta kebangkitan-kebangkitan kebebasan. Sekarang, di titik Dunia Islam yang luas mana pun ada komunitas atau kelompok yang bergerak dengan motivasi kebebasan dan anti arogansi, maka asas dan dasar kerja, harapan, serta pokok mereka adalah pemikiran Islam.

Garapan besar ketujuh beliau adalah pandangan baru dalam fikih Syiah.

Bangunan fikih kita punya fondasi yang sangat kuat. Bangunan fikih Syiah merupakan salah satu bangunan fikih yang paling kuat dan bersandar kepada fondasi, asas, dan pokok yang sangat kokoh. Imam tercinta kita membawa perhatian fikih yang kokoh ini pada jangkauan yang luas dan dengan pandangan mendunia serta kepemerintahan. Beliau menerangkan kepada kita dimenasi-dimenasi fikih yang sebelumnya tidak jelas.

Garapan besar kedelapan beliau adalah membatalkan kepercayaan-kepercayaan yang keliru mengenai akhlak individual penguasa.

Di dunia telah diterima bahwa orang-orang yang berada di pucuk masyarakat harus mempunyai akhlak individual tertentu! Keangkuhan, punya gaya hidup nyaman dan foya-foya, kemewahan, kesewenangan, kesemauan, dan lain sebagainya. Ini hal-hal yang diterima oleh masyarakat dunia sebagai akhlak orang-orang yang berada di pucuk pemerintahan. Bahkan di negara-negara revolusi, para revolusioner yang sampai kemarin masih hidup di bawah tenda dan bersembunyi di tempat penyimpanan mayat di bawah tanah, begitu sampai tampuk pemerintahan maka gaya hidup mereka berubah, akhlak pemerintahan mereka berganti, dan menyandang pola yang sebelumnya dibawa oleh para sultan dan penguasa dunia! Kami menyaksikan hal ini dari dekat. Dan bagi masyarakat, itu bukan hal yang aneh.

Imam kita telah mengubah kepercayaan yang keliru ini dan menunjukkan bahwa pemimpin tercinta sebuah bangsa dan Muslimin dunia lainnya bisa hidup zuhud, sebagai ganti dari istana-istana megah beliau menerima para tamu di sebuah Husainiyah, dan menemui rakyat dengan pakaian, bahasa, serta akhlak para nabi.

Ketika hati para penguasa telah diterangi oleh cahaya makrifat dan hakikat maka kemewahan, formalitas, foya-foya, kekayaan yang berlimpah, kesewenangan, keangkuhan, dan arogansi bukanlah konsekuensi pasti dari kepemimpinan mereka. Di antara mukjizat besar Imam Khumaini ra adalah cahaya makrifat dan hakikat senantiasa bermanifestasi baik di dalam kehidupan pribadi maupun di dalam sistem yang beliau ciptakan.

Garapan besar kesembilan beliau adalah menghidupkan kembali mental bangga dan percaya diri pada Bangsa Iran.

Saudara-saudaraku yang tercinta! Pemeritahan tiran dan individual, selama bertahun-tahun dan silih berganti menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang lemah, tertindas, dan terinjak-injak; padahal bangsa ini mempunyai sumber talenta dan ciri-ciri khas kolektif yang luar biasa serta istimewa; bangsa yang sepanjang sejarah Islam mempunyai sekian banyak kebanggaan intelektual serta politik.

Kekuatan-kekuatan asing – satu tempo Inggris, satu tempo lagi Rusia dan pemerintah-pemerintah Eropa lainnya, dan setelah itu AS – telah menghinakan bangsa kita. Bangsa kita juga sempat percaya bahwa mereka tidak punya kelayakan untuk melakukan hal-hal yang besar, tidak mampu membuat pembangunan, inovasi tidak mungkin muncul darinya, dan harus bangsa lain yang menjadi tuan serta menindas mereka! Karena itu, mereka telah mematikan ruh kebanggaan nasional di tengah bangsa kita. Tapi Imam tercinta kita telah menghidupkan kembali ruh kebanggaan nasional di tengah Bangsa Iran.

Di saat bangsa kita terlepas dari emosi dan keangkuhan keliru nasionalistik – yang faktornya adalah arogansi dunia, dan promotornya adalah rezim celaka Pahlevi -, mereka merasa mulia dan kuat. Sekarang bangsa kita tidak takut pada komplotan dan konspirasi bersama Timur dan Barat serta penguasa-penguasa kolot. Bangsa kita juga tidak merasa lemah. Pemuda-pemuda kita merasa bahwa diri mereka mampu membangun negara. Masyarakat kita merasa bahwa mereka punya kemampuan untuk berdiri melawan tekanan dan penindasan Timur serta Barat. Imam ra lah yang telah menghidupkan kembali ruh kemuliaan, kepercayaan diri, kebanggaan nasional, dan kebanggaan-kebanggaan yang sejati lainnya.

Pada akhirnya, garapan besar kesepuluh beliau adalah membuktikan bahwa “Barat Tidak,Timur juga Tidak” merupakan asas yang praktis dan memungkinkan.

Yang lain berkhayal bahwa mau tidak mau harus bertumpu kepada Timur atau Barat, harus makan roti kekuatan ini dan memuja-mujinya atau kekuatan itu! Mereka tidak membayangkan bahwa sebuah bangsa bisa mengatakan “Tidak” baik kepada Timur maupun kepada Barat dan konsisten serta membuat dirinya semakin hari semakin baik dan mengakar. Namun, Imam ra telah membuktikan hal tersebut.” (WF)