Pelajaran Bulan Ramadan (4)

“Bulan Ramadan ini punya banyak pelajaran bagi kita. Bukan seperti pelajaran yang didapatkan seseorang dari guru atau buku. Melainkan dari jenis pelajaran yang diperoleh seseorang dalam sebuah pelatihan praktis, dalam sebuah kerja kolektif besar.” (13/10/2007)

“Pelajaran berikutnya adalah kehendak manusia pencari Tuhan bisa menaklukkan semua keinginan, dorongan, dan kelezatan materi yang diserukan oleh hawa nafsu. Ini poin yang sangat penting bagi kita.

Terkadang orang mendoktrin dirinya bahwa saya tidak bisa menang terhadap hawa nafsu. Puasa Bulan Ramadan membuktikan kepada manusia bahwa dia bisa; manakala dia berkehendak, bertekad bulat untuk berbuat, maka dia bisa menaklukkan hawa nafsu dan menang terhadapnya.

Efek-efek penggoda, kebiasaan-kebiasaan buruk dan tercela yang ada pada diri kita, bisa dikalahkan dengan kehendak yang kuat dan tawakal kepada Allah Swt, sehingga diri kita selamat dari itu semua.

Kehendak kuat ini bisa memisahkan kita dari kebiasaan-kebiasaan tercela, baik itu kebiasaan pribadi maupun kebiasaan sosial dan karakter pribumi yang menyebabkan keterbelakangan kita di berbagai bidang materi dan maknawi.

Karena itu, salah satu pelajaran [Bulan Ramadan] adalah kemenangan kehendak yang kuat atas semua rintangan.” (1/10/2008). (WF)