Taklif dan Kemenangan

Imam Khumaini ra mengatakan:

“Pokok persoalannya adalah kita punya taklif (tugas dan kewajiban). Kita ini mukallaf. Allah Swt memberi taklif kepada kita untuk melawan para penentang agama dan umat Islam. Ada dua kemungkinan; kita maju atau tidak. Apabila kita maju maka Alhamdulillah; kita telah melaksanakan taklif sekaligus maju. Adapun jika kita mati dan terbunuh, maka kita telah menjalankan taklif. Kenapa kita takut?! Kita tidak punya kalah. Kalah bukan untuk kita. Karena keadaannya tidak akan keluar dari dua kemungkinan; kita akan maju yang berarti kita juga menang, atau kita tidak maju yang berarti kita terhormat di hadapan Allah Swt. Para wali Allah Swt juga mengalami kekalahan, Yang Mulia Amirul Mukminin Ali as kalah dalam perang melawan Muawiyah, ini jelas, beliau kalah. Imam Husain as juga kalah dalam perang melawan Yazid dan gugur. Tapi, pada kenyataannya mereka menang. Kalah secara lahiriah, dan menang secara nyata. Kita pun apabila ingin berbuat demi Allah Swt, maka sekali pun kalah kita tetap telah menjalankan taklif, dan pada kenyataannya kemenangan juga bersama kita.” (Shahifehye Emom, jld. 9, hal. 410). (WF)

Hits: 39

Headline, Imam Khumaini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat