Sayid Hasan Nasrullah: Kesepakatan Abad Harus Dicegah Dan Semua Mesti Melawan Walau Ancaman Semakin Kencang

Sekjen Hizbullah Lebanon Hujjatul Islam Wal Muslimin Sayid Hasan Nasrullah, Senin (14/5/18), berpidato dalam acara peringatan ulang tahun kedua kesyahidan panglima mujahidin Hizbullah Syahid Musthafa Amin Badrudin yang lebih dikenal dengan julukan Sayid Dzul Fiqar, di kompleks pendidikan Syahid yang terletak di kawasan Dahieh selatan Beirut, seraya menekankan bahwa kita sedang menghadapi bahaya besar, yaitu Kesepakatan Abad (Deal of The Century) yang sedang dipaksakan oleh trisula AS, zionis, dan Saudi kepada dunia. Dia menegaskan kesepakatan ini harus dicegah dan semua negara, partai, dan bangsa harus bermuqawama meskipun ancaman dan kezaliman semakin kencang.

Ringkasnya, terang Sekjen Hizbullah, Kesepakatan Abad adalah membuat masalah Palestina terlupakan secara tuntas.

Dia menjelaskan salah satu tuntutan Kesepakatan Abad adalah tekanan terhadap Iran yang sekarang berada pada puncaknya, baik di bidang politik maupun ekonomi.

Puncak tekanan terhadap Iran, kata dia, adalah ketika AS keluarga dari kesepakatan nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) dan mengancam akan memberlakukan embargo-embargo baru.

Sayid Hasan Nasrullah menjelaskan bahwa masalah mereka dengan Republik Islam Iran lebih dikarenakan oleh dukungan Iran terhadap Muqawama yang sejati daripada karena sistem rudalnya.

Dia melaporkan kondisi Gaza sekarang sangat memprihatinkan dan hampir mirip dengan kondisi Yaman.

Lalu dia menyinggung sebagian negara arab Teluk Persia dan menandaskan bahwa hal terburuk yang sedang mereka lakukan sekarang adalah menyiapkan cover religius dan legitimasi atas ketundukan terhadap israel dan normalisasi hubungan dengan rezim penjajah ini.

Selain menyebut Menteri Luar Negeri Bahrain yang membela israel sebaga pengkhianat, Sekjen Hizbullah Lebanon menerangkan bahwa Saudi sedang menggiring kawasan Arab untuk memerangi musuh palsu, Iran.

Dia mengingatkan bahwa segala bentuk ekspektasi terhadap rezim-rezim arab dan organisasi-organisasi HAM adalah fatamorgana. Kita harus berharap kepada Muqawama dan bangsa-bangsa.

Dia berharap Intifada Nasional Palestina sekarang fokus pada penggagalan Kesepakatan Abad.

Dia mengatakan bahwa proyek ini punya tiga sisi; Trump, Netanyahu, dan Bin Salman. Rontoknya salah satu dari mereka akan menghancurkan proyek ini secara keseluruhan.

Hujjatul Islam Wal Muslimin Sayid Hasan Nasrullah mengungkapkan kelemahan rezim zionis dengan membawa contoh konfrontasi terakhirnya dengan Suriah di Golan. Dia menyebut peristiwa itu penting sekali. Rezim israel berusaha memutarbalikkan fakta. Media-media arab juga berusaha menipu rakyat dengan menggambarkan kemenangan poros Muqawama dengan kekalahan. Mereka memberitakan bahwa di dalam serangan israel, 23 warga Suriah dan Iran tewas. Padahal ini sama sekali tidak benar. Di dalam konfrontasi ini, hanya tiga orang Suriah yang syahid.

Dia menambahkan bahwa 55 rudal berhasil ditembakkan ke pos-pos rezim zionis di Golan Pendudukan dan mengakibatkan ledakan demi ledakan sehingga sebagian pendudukan zionis terpaksa lari ke tempat-tempat penampungan.

Penembakan 55 rudal ke Golan Pendudukan oleh tentara Suriah ini, ujar Sekjen Hizbullah, membawa pesan tegas bahwa israel tidak mungkin lagi menyerang tanpa balas. Serangan rudal ini merupakan balasan atas agresi israel ke Suriah dan awal fase baru dalam peperangan melawan rezim penjajah ini. Dan dalam serangan ini, israel tidak berani membalas. Karena mereka tahu persis bahwa fase serangan rudal berikutnya akan menyasar langsung ke Palestina Pendudukan. Front di dalam negeri israel tidak siap perang. Karena itu mereka langsung memohon ketenangan.

Hujjatul Islam wal Muslimin Sayid Hasan Nasrullah menekankan bahwa Hari Nakba (Hari Pendudukan Palestina) adalah noda nista di dahi dunia yang muncul sejak tujuh puluh tahun yang lalu dan masih ada sampai sekarang. Noda ini harus segera dilenyapkan. (WF)

Hits: 49

Berita, Headline, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat