Tujuan Gerakan Manusia 250 Tahun (4)

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, sebagaimana dimuat di dalam buku kumpulan pidato beliau tentang kehidupan politik dan perjuangan para Imam Suci as yang berjudul Ensone 250 Soleh (Manusia 250 Tahun), memberikan ulasan singkat mengenai Imam Mahdi af sebagai berikut:

Lalu, apabila kalian merujuk ke berbagai ayat dan hadis –yang tentunya para peneliti dan penelusur sudah merujuk ke sana- maka kalian akan menemukan ciri-ciri yang lebih banyak lagi. Masyarakat yang di sana tidak ada tanda-tanda kezaliman, ketagutan, pelanggaran batas, dan penindasan. Masyarakat yang di sana pemikiran agama dan pemikiran ilmiah manusia berada pada level yang tinggi. Masyarakat yang di sana seluruh berkah, semua kenikmatan, segala kebaikan dan keindahan dunia akan tampak dan berada di tangan manusia. Dan pada akhirnya, masyarakat yang di sana ketakwaan, keutamaan, pemaafan, pengorbanan, persaudaraan, kasih-sayang, dan keseragaman adalah pokok dan poros. Perhatikanlah masyarakat yang seperti ini, ini adalah masyarakat yang mana Mahdi Maw’ud kita, Imam Zaman kita, dan kekasih sejarah panjang kita – yang sekarang juga hidup di bawah langit ini, di muka bumi ini, dan di antara masyarakat- akan merealisasikan dan menjaminnya. Inilah keyakinan kepada Imam Zaman af.

Kita, bangsa Iran telah melakukan sebuah revolusi. Revolusi kita adalah sebuah pengantar yang lazim dan satu langkah besar di jalan tujuan yang mana Imam Zaman af diutus dan muncul untuk merealisasikan tujuan tersebut. Apabila kita tidak mengambil langkah besar ini, pasti kemunculan Wali Ashr – sholawatulloh ‘alaih wa ‘ajjalallohu ta’ala farojahus syarif – akan terundur. Kalian rakyat Iran, dan kalian para ibu syuhada dan para ayah yang berduka serta orang-orang yang telah berjerih payah selama perjuangan ini, ketahuilah bahwa kalian telah menjadi faktor kemajuan gerakan kemanusiaan menuju rumah tujuan sejarah dan faktor percepatan dalam kemunculan Wali Ashr – sholawatulloh ‘alaih-. Kalian teleh membawa tanggungjawab ini selangkah lebih dekat ke rumah tujuan dengan revolusi yang mendongkel penghalang sampai ke akar-akarnya – yaitu badan dan sistem kotor kezaliman di penjuru dunia ini serta kanker yang sangat berbahaya, menggangu, dan menyakitkan-.

Baik. Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan? Setelah ini taklif kita jelas. Pertama-tama kita harus tahu bahwa kemunculan Wali Ashr –sholawatulloh ‘alaihi– sebagaimana dengan Revolusi [Islam] kita menjadi selangkah lebih dekat, dengan revolusi ini juga bisa menjadi lebih dekat lagi. Artinya, orang-orang yang melakukan revolusi dan mendekatkan diri dengan Imam Zaman mereka ini masih bisa selangkah lagi dan selangkah lagi dan selangkah lagi lebih mendekatkan lagi diri mereka kepada Imam Zaman af. Bagaimana? Pertama-tama, sebisa mungkin kalian perluas dan sebarkan kadar Islam yang saya dan kalian terapkan di Iran – kita tidak melebih-lebihkan, memang bukan Islam yang sempurna, tapi sebagian dari Islam telah berhasil diterapkan oleh bangsa ini di Iran- ke berbagai penjuru dunia yang lain, ke negara-negara yang lain, ke titik-titik gelap yang lain. Sekadar ini pun, kalian akan membantu kemunculan Wali Ashr dan Hujjat Ashr af serta mendekatkannya.

Kedua, kedekatan pada Imam Zaman af bukanlah kedekatan dari sisi ruang, bukan pula kedekatan dari sisi waktu. Kalian yang ingin menjadi dekat dengan kemunculan Imam Zaman af, -ketahuilah bahwa- kemunculan Imam Zaman af tidak punya tanggal tertentu, contohnya seratus tahun lagi, atau lima puluh tahun lagi, sehingga kita bisa mengatakan bahwa dari lima puluh tahun ini kita telah melewatinya setahun, dua tahun, atau tiga tahun, sisa empat puluh enam tahun atau empat puluh tujuh tahun lagi. Tidak! Dari sisi tempat juga tidak sehingga kita bisa mengatakan bahwa kita bergerak dari sini menuju –contohnya- timur atau barat dunia, utara atau selatan dunia, untuk melihat Wali Ashr ada di mana dan mendatangi beliau. Tidak! Kedekatan kepada Imam Zaman af adalah kedekatan maknawi. Artinya, kalian kapan pun – sampai lima tahun lagi, sampai sepuluh tahun lagi, sampai seratus tahun lagi- bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas masyarakat Islam maka Imam Zaman af – sholawatulloh ‘alaih– akan muncul. Apabila kalian di dalam diri kalian, masyarakat kalian – yaitu masyarakat revolusioner kalian sendiri – dapat merealisasikan takwa, keutamaan, akhlak, keberagamaan, kezuhudan, dan kedekatan maknawi kepada Allah Swt, berarti kalian telah mengukuhkan dasar dan fondasi kemunculan Wali Ashr as. Begitu pula semakin kalian dapat meningkatkan jumlah orang muslim yang mukmin dan ikhlas, maka kalian semakin dekat dengan Imam Zaman af dan masa kemunculan Wali Ashr as. Karena itu, kita bisa selangkah demi selangkah mendekatkan masyarakat kita, zaman dan tanggal kita kepada tanggal kemunculan Wali Ashr – sholawatulloh wa salamuhu ‘alaih -. Ini satu hal.

Hal kedua adalah kita sekarang, di dalam Revolusi [Islam] kita sendiri, punya berbagai gerakan dan metode. Metode-metode ini harus bergerak ke arah mana? Hal ini sangat patut untuk diperhatikan. Kita ambil contoh anak sekolah. Katakan dia ingin menjadi guru matematika. Sekarang, bagaimana kita harus mempersiapkan keperluan-keperluan dia untuk itu? Orientasi pembelajaran yang kita berikan kepadanya harus orientasi matematika. Tidak ada artinya kita menginginkan seseorang untuk menjadi ahli matematika lalu kita ajari dia –contohnya- pelajaran fikih. Atau orang yang ingin jadi fakih kita ajari dia –contohnya- ilmu alam. Pengantar-pengantarnya harus sesuai dengan hasil dan tujuan. Tujuannya adalah Masyarakat Ideal Mahdawi dengan ciri-ciri yang telah saya sebutkan. Maka kita pun harus mempersiapkan pengantar-pengantarnya sesuai dengan itu. kita tidak boleh kompromi dengan kezaliman, kita harus bergerak tegas melawan kezaliman, segala bentuk kezaliman, dan oleh siapa pun. Orientasi kita harus orientasi menegakkan had-had Islami. Di masyarakat kita sendiri jangan sampai kita memberi peluang untuk penyebaran pemikiran-pemikiran non Islami atau anti Islam. Saya tidak mengatakan dengan kekuatan, saya tidak mengatakan dengan kekerasan dan pemaksaan. Karena kita tahu bahwa pemikiran tidak bisa dilawan kecuali dengan pemikiran. Melainkan kami katakan bahwa pemikiran Islami harus disebarluaskan melalu cara-cara yang benar, logis, dan masuk akal.

Seluruh undang-undang kita, peraturan-peraturan negara, instansi-instansi negara, dan lembaga-lembaga pelaksana, semua dan semuanya harus Islami baik dari sisi tampilan maupun isi, dan semakin hari semakin lebih dekat kepada keislaman. Inilah orientasi yang diberikan oleh penantian Wali Ashr af kepada kita dan kepada gerakan kita. Di dalam Doa Nudbah kalian membaca bahwa Imam Zaman af melawan kefasikan, kezaliman, penindasan, dan kemunafikan. Beliau membasmi kemunafikan, ketagutan, kemaksiatan, dan perpecahan. Kita sekarang di masyarakat kita sendiri juga harus bergerak dan maju ke arah sana. Inilah sesuatu yang akan mendekatkan kita secara maknawi kepada Imam Zaman – sholawatulloh ‘alaih – dan semakin mendekatkan dan terus lebih mendekatkan masyarakat kita kepada masyarakat Wali Ashr – sholawatulloh ‘alaih -; yaitu Masyarakat Mahdawi Ilwi Tauhidi. (27/6/1980).

Pengaruh lain dari penggambaran dunia ini untuk kita adalah memisahkan keputusasaan dari hati bangsa-bangsa. Kita tahu bahwa perjuangan kita efektif dan menghasilkan. Adakalanya orang-orang yang tidak kenal dengan dimensi pemikiran Islami mengalami kebingungan dan keputusasaan saat menghadapi perhitungan megabesar materialis dunia. Dia merasa dengan kekuatan-kekuatan besar ini, dengan teknologi modern ini, dengan senjata-senjata pemusnah ini, dengan adanya bom atom di dunia, maka sebuah bangsa anggap saja melakukan sebuah revolusi, memangnya seberapa ia bisa bertahan? Mereka merasa bahwa istikamah dalam menghadapi tekanan kekuatan zalim dan arogansi adalah sesuatu yang tidak mungkin. Tetapi, keyakinan kepada Imam Mahdi af, keyakinan kepada masa Daulat Islami dan Ilahi oleh salah satu dari keturunan Nabi Muhamamd Saw dan Imam Zaman af menimbulkan harapan pada manusia bahwa tidak, kita berjuang karena akibatnya adalah milik kita, karena akhir dari perjuangan kita adalah situasi yang mana dunia harus tunduk pasrah di hadapan beliau, dan memang akan demikian. Hal itu karena perjalanan sejarah sedang menuju sesuatu yang sekarang kita telah membangun fondasinya, kita telah membuat contohnya, walau pun berupa contoh yang kurang. Harapan ini, apabila bersemi di hati bangsa-bangsa pejuang – khususnya bangsa-bangsa Islam – maka akan menimbulkan situasi yang tidak kenal lelah pada diri mereka, sehingga tidak ada faktor apa pun yang bisa memalingkan mereka dari medan perjuangan dan membuat mereka mengalami kekalahan dalam diri.

Ada satu hal bahwa propaganda yang salah telah sekian tahun lamanya menanamkan pada benak masyarakat bahwa sebelum kebangkitan Imam Mahdi – ‘ajjalallohu ta’ala farojahus syarif – segala langkah dan gerakan reformasi pasti sia-sia. Mereka berargumentasi bahwa dunia harus dipenuhi kezaliman sebelum Imam Mahdi af muncul, selama dunia belum dipenuhi kezaliman maka Imam Mahdi af tidak akan muncul. Mereka mengatakan bahwa beliau akan muncul setelah dunia dipenuhi kezaliman.

Perlu diketahui bahwa di semua hadis tentang Imam Mahdi af kalimat yang adalah:

يَملَأُ اللهُ بِهِ الأَرضَ قِسطًا وَ عَدلاً كَمَا مُلِئَت ظُلمًا وَ جَورًا [1

Di satu tempat pun sampai saat ini saya tidak pernah melihat – dan saya mengira tidak mungkin ada- kalimat (بَعدَ مَا مُلِئَت ظُلمًا وَ جَورًا) di dalam hadis. Dengan memperhatikan poin ini, saya telah merujuk berbagai hadis di berbagai bab, tidak ada satu pun yang menyebutkan (بَعدَ مَا مُلِئَت ظُلمًا وَ جَورًا), di semua tempat menyebutkan (كَمَا مُلِئَت ظُلمًا وَ جَورًا). Artinya, pemenuhan keadilan oleh Imam Mahdi af bukanlah langsung setelah dunia dipenuhi kezaliman. Tidak. Melainkan, sebagaimana sepanjang sejarah berkali-kali, bukan hanya sekali, bukan hanya di suatu periode, -melainkan- di berbagai periode, dunia telah dipenuhi kezaliman; -seperti- pada masa firaun-firaun, pada masa pemerintahan-pemerintahan tagut, pada masa kerajaan-kerajaan zalim yang mana seluruh dunia berada di bawah tekanan kezaliman dan tertutupi oleh naungan awan gelap penindasan, gelap dan tidak ada cahaya sama sekali yang menunjukkan keadilan dan kebebasan, zaman yang seperti ini sebagaimana telah dialami dunia, suatu hari dunia juga akan mengalami zaman di mana seluruh penjuru dunia yang luas dipenuhi keadilan sehingga tidak ada satu tempat pun yang luput dari cahaya keadilan. Tidak ada satu tempat pun yang didominasi oleh kezaliman. Tidak ada satu tempat pun yang mana orang-orangnya menderita intimidasi, tirani, penindasan pemerintah, kezaliman orang-orang kuat, dan diskriminasi. Dengan kata lain, kondisi yang sekarang dominan di dunia dan sudah barang tentu pernah menyeluruh di dunia ini pasti akan berubah menjadi keadilan yang menyeluruh. (10/4/1987).

[1] Al-Kafi, jld. 1, hal. 341. (Allah Swt memenuhi bumi –dengan- keadilan sebagaimana telah dipenuhi kezaliman.).

(WF)

Hits: 53

Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat