Empat Kali Peringatan dalam Dua Bulan

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei dalam dua bulan lalu sebanyak empat kali memperingatkan bahaya kebangsawanan di tengah masyarakat, khususnya di antara para pejabat negara.

Pertama kali pada bulan Februari beliau menjelaskan bahaya kekolotan lalu mengatakan, “Saya punya kewajiban untuk memperingatkan bahaya kepada masyarakat tercinta kita. Kita apabila bergerak ke arah kebangsawanan, maka itu berarti pergi menuju kekolotan.” (18/2/18).

Kira-kira sebulan setelah itu, Pemimpin Revolusi Islam Imam Khamenei di dalam pertemuan dengan para anggota Dewan Ahli Kepemimpinan sekali lagi menekankan persoalan ini dan berkata, “Satu hal lain, yang dari sisi urgensi apabila tidak lebih penting dari tablig ini –dan menurut kami memang lebih penting- maka tidak kalah penting, adalah amal kita sendiri. Bukan amalan yang mesti dilakukan di depan mata orang lain; tidak, -melainkan- amalan baik kita pasti berpengaruh; peninggalan dosa, peninggalan cinta dunia, peninggalan terhadap kebangsawanan … .” (15/3/18).

Sepekan kemudian, beliau di pidato pertamanya pada tahun 1397 Hs di Haram Imam Ridha as –pidato yang seolah merupakan road map tahun ini- kembali memperingatkan penyakit kebangsawanan di tengah masyarakat. Beliau mengatakan, “Kita punya berbagai kendala di dalam gaya hidup: Salah satu kendala kita adalah kebangsawanan. Sayangnya, -gaya hidup- kebangsawanan ini tumpah ruah dari kelas-kelas tinggi sampai ke kelas-kelas bawah; orang menengah –yakni- orang dari kalangan kelas menengah juga ketika ingin membuat undangan jamuan, ketika ingin membuat acara perkawinan, dia menggelarnya seperti bangsawan. Ini aib. Ini keliru. Ini pukulan terhadap negara.” (21/3/18).

Pada akhirnya, Rabu dua pekan lalu di dalam pertemuan dengan menteri, manajer dan staf Departemen Intelijen negara Wali Faqih Zaman Imam Khamenei juga memperingatkan hal ini dan mengingatkan bahwa gaya hidup Imam Khumaini ra adalah menghindari kebangsawanan dan menjaga semangat hidup sederhana. Beliau mengatakan, “Masalah pemberantasan korupsi harus sangat diseriusi dan arteri-arteri utamanya harus dilawan. … Korupsi seringkali muncul dari mental keserakahan, kebangsawanan, dan kemewahan. Bahwa Imam [Khumaini] berkali-kali menekankan pemeliharaan gaya hidup santri dan pola hidup sederhana kepada pejabat-pejabat negara adalah karena hal ini.” (18/4/18). (WF)

Hits: 20

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat