Allamah Misbah Yazdi: Di Antara Para Ulama Besar, Saya Tidak Menemukan Sosok Selengkap Imam Khamenei

Allamah Ayatullah Misbah Yazdi ketua Yayasan Pendidikan dan Penelitian Imam Khumaini, Selasa (24/4/18), di dalam pertemuan dengan Hujjatul Islam Rabbani ketua Pusat Pelayanan Hauzah-Hauzah Ilmiah beserta rombongan, mengingatkan kebangkitan Imam Khumaini sebagai salah nikmat Ilahi seraya mengatakan, “Allah Swt telah mengaruniai kita kenikmatan dan itu melalui seorang rohaniawan. Beliau melakukan sesuatu yang membuat tokoh-tokoh dunia keheranan. Memangnya siapa orang tua ini dan seberapa kekuasaannya sehingga orang-orang berkumpul di sekitarnya rela mengorbankan jiwa agar beliau duduk di tampuk kekuasaan? Kalau saja orang memandang realitas ini sebagai mukjizat terbesar sejarah maka dia tidak sedang beromong kosong. Allah Swt menciptakan fenomena terbesar sejarah melalui sosok orang yang tidak punya apa-apa dari sarana dan prasarana lahiriah, sehingga dengan demikian Dia tunjukkan kekuasaan-Nya.”

Pertama-tama beliau menjelaskan bahwa di masa lalu, kesempatan untuk memberikan pelayanan seorang ulama secara luas kepada masyarakat jarang tersedia. Beliau mengatakan, “Khajeh Nashirudin Thusi bisa disebut sebagai salah satu ulama yang berhasil membuat sistem untuk identifikasi para ulama, para pengkhidmat agama, dan bantuan untuk mereka. Akan tetapi, pelayanan itu masih sangat terbatas, dan tidak begitu luas. Dengan berani dapat dinyatakan bahwa sekarang untuk pertama kalinya di dalam sejarah seorang ulama besar agama seperti Pemimpin Revolusi Islam (Imam Khamenei) melakukan pelayanan secara sistematik kepada kerohaniawanan dan para pengkhidmat terhadap agama.”

Kemudian beliau mengingatkan kepada nikmat Ilahi pemimpin dan mengisyaratkan pada keistimewaan-keistimewaan unik Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei seraya mengatakan, “Di antara para ulama besar, saya tidak menemukan sosok selengkap beliau (Imam Khamenei). Beliau adalah sosok yang mencapai kesempurnaan di semua bidang ilmu, administrasi, akhlak, maknawiyah, tawasul, dan taakul (keberakalan). Beliau perhatian pada semua aspek ini. Beliau dengan welas asih, keluasan pandang, dan kelapangan dada memperhatikan bahkan terhadap detil-detil pekerjaan. Dan ini merupakan nikmat besar Ilahi atas kita.”

Beliau melanjutkan, “Keberadaan sosok seperti Pemimpin Revolusi Islam (Imam Khamenei) dengan kepalangan dada, kecerdasan, dan kejeliannya merupakan salah satu karunia yang diberikan oleh Allah Swt kepada masyarakat kita; sosok yang pada usinya yang ke-80 tahun bahkan masih perhatian terhadap detil-detil berbagai persoalan masyarakat. Program disiplin untuk menjalankan macam-macam perkerjaan beliau, di samping sekian banyak kesibukan pikiran dan permusuhan-permusuhan yang luas terhadap Sistem [Pemerintahan] Islam, adalah sesuatu yang mirip mukjizat. Beliau di usia ini bekerja dan berencana seperti sekian anak muda.”

Sembari mengingatkan pentingnya syukur atas nikmat Ilahi, Allamah Misbah Yazdi mengatakan, “Salah satu nikmat Ilahi adalah keberadaan sosok Pemimpin Revolusi Islam (Imam Khamenei). … Memang salah satu tahab syukur adalah syukur secara lisan. Tapi, syukur yang hakiki adalah sesuatu yang tampak dalam tindakan. Artinya, hendaknya kita menggunakan kenikmatan-kenikmatan itu untuk pertumbuhan diri, keridoan Allah Swt dan khidmat kepada makhluk-makhluk-Nya, jangan sampai kita berpikir untuk menyalahgunakan kenikmatan-kenikmatan itu untuk memuaskan hawa nafsu.” (WF)

Hits: 39

Berita, Headline, Imam Khamenei, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat