Pesan-Pesan Imam Khamenei tentang Munajat Syakbaniyah

Cara Berbicara Yang Benar dengan Allah Swt

“Saya dan kalian, apabila ingin berbicara dengan Allah Swt, punya permintaan tertentu, dan memohon sesuatu dari-Nya, betul-betul kita tidak mampu [untuk mengungkapkannya secara baik dan benar]. Doa-doa ini, dengan bahasa yang paling fasih, mengajarkan kepada kita apa yang seyogianya kita mohon dari Allah Swt dan bagaimana sepatutnya berbicara dengan Dia. Munajat Syakbaniyah yang mulia ini, penggalan-penggalannya dari awal sampai akhir, masing-masing merupakan samudera makrifat. Di samping itu, munajat ini mengajarkan kepada kita bagaimana berbicara dengan Allah Swt dan apa yang seyogianya kita mohon dari Dia.” (26/3/2015).

Akrabkan Diri dengan Doa Kumail dan Munajat Syakbaniyah

“Perhatikan Munajat Syakbaniyah ini. Saya pernah bertanya kepada Imam [Khumaini] ra, di antara doa-doa yang teriwayatkan ini doa mana yang lebih Anda sukai? Beliau menjawab, “Doa Kumail dan Munajat Syakbaniyah.” Kebetulan, kedua doa ini berhubungan dengan Bulan Syakban. Kalian tahu bahwa Doa Kumali pada prinsipnya datang untuk Malam Pertengahan Syakban. Munajat Syakbaniyah yang diriwayatkan dari para imam as juga berhubungan dengan Bulan Syakban. Nada kedua doa ini juga berdekatan. Dua-duanya bernada cinta dan kerinduan … Kita harus akrab dengan doa-doa ini dan agak melembutkan hati.” (4/10/2004).

Berbicara dengan Allah Swt dengan Bahasa Munajat

“Mungkin di Bulan Syakban kita berbicara dengan Allah Swt dengan khazanah yang kita dapat dari bulan ini; membaca munajat pembakar hati yang sangat berbobot itu dengan jiwa yang hakiki –bukan hanya membaca kata-katanya-, betul-betul dari dalam hati dan dengan bahasa munajat. Dan apabila –insyaallah- semua ini telah tersedia, maka di Bulan Ramadan kita siap untuk datang ke meja perjamuan Ilahi dan memasuki puncak bulan berkah tersebut; yaitu Lailatul Qadar.” (13/1/1993).

Karunia di Tangan Kita

“Munajat Syakbaniyah ini karunia yang dianugerahkan kepada kita. Kita punya banyak doa. Seluruhnya penuh dengan kandungan yang tinggi. Tapi, sebagian dari doa-doa itu punya ciri khas yang menonjol … Bulan Syakban adalah bulan yang demikian; hati yang suci, hati yang bercahaya, hati anak muda, seyogianya menggunakan kesempatan ini. Kuatkan hubungan kalian dengan Allah Swt!” (12/6/2013).

Kuatkan Hubungan dengan Allah Swt

“Bertawakallah kepada Allah Swt. Mohonlah taufik dan kesuksesan dari Allah Swt. Kuatkanlah hubungan kalian dari ke hari dengan kemaknawian dan Allah Swt. Jangan sampai kesibukan-kesibukan kerja menghalangi kalian dari zikir, konsentrasi, dan urusan maknawi! Artinya, salah satu bahaya yang ada adalah kita hanyut dalam kesibukan kerja dan lalai akan hubungan kalbu kita. Hal yang mendukung keceriahan, semangat, gerak dan taufik kita adalah pertolongan Ilahi … Hargailah hari-hari Bulan Syakban ini!” (26/8/2007).

Siap-Siap Bulan Ramadan

“Hal ini harus selalu kita ingat bahwa kita harus menggunakan kesempatan-kesempatan yang dianugerahkan oleh Allah Swt kepada kita secara maksimal. Salah satu dari kesempatan ini adalah Bulan Berkah Syakban yang merupakan bulan doa, bulan munajat, bulan tawasul, bulan penantian. Nikmat besar lainnya adalah Bulan Berkah Ramadan yang sudah dekat, dan seyogianya sekali untuk di Bulan Syakban ini untuk mempersiapkan diri untuk Bulan Ramadan. Bulan Ramadan adalah bulan perjamuan Ilahi. Masuk ke perjamuan Ilahi butuh persiapan-persiapan. Dan sepatutnya kita melakukan persiapan-persiapan itu pada diri kita.” (17/5/2017). (WF)

Hits: 37

Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat