Pidato Lengkap Imam Khamenei dalam Pertemuan dengan Para Pejabat RII dan Dubes Negara-Negara Islam

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Sabtu (14/4/18) pagi, berpidato di pertemuan dengan para pejabat Republik Islam Iran dan para dubes negara-negara Islam dalam rangka memperingati Hari Mabas (Pengutusan Nabi Muhammad Saw pada tanggal 27 Rajab) seraya mengingatkan semua untuk kembali kepada Tauhid sebagai intisari pengutusan Nabi.

Berikut pidato lengkap beliau:

بسم‌الله‌الرّحمن‌الرّحيم
و الحمدلله ربّ العالمين و الصّلاة و السّلام علي سيدنا ابي‌القاسم‌ المصطفيٰ محمّد و علي آله الطّيبين الطّاهرين و صحبه المنتجبين و من تبعهم باحسان الي يوم الدّين

(Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puja dan puji kehadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam atas tuan kita Abul Qasim Al-Musthafa Muhammad dan keluarga beliau yang bagus dan suci, sahabat beliau yang terpilih, dan siapa pun yang mengikuti mereka dengan baik sampai Hari Pembalasan.)

Saya ucapkan selamat Hari Raya besar dan tiada tandingan Mabas (pengutusan) Nabi Muhammad Saw kepada semua hadirin dan hadirat yang terhormat, para tamu undangan tercinta yang berada di Republik Islam, para dubes terhormat negara-negara Islam, seluruh bangsa Iran, dan semua orang muslim serta segenap orang-orang yang merdeka di dunia.

Bisah (pengutusan Nabi) adalah peristiwa satu-satunya dan tidak ada duanya yang betul-betul tidak ada peristiwa lain dalam sejarah manusia yang sepenting dan seagung ini. Pengutusan Nabi adalah puncak rahmat Allah Swt kepada umat manusia dan kemanusiaan. Pengutusan para nabi untuk menghidayahi manusia, untuk mengantarkan manusia ke titik puncak, adalah rahmat Tuhan yang paling besar bagi manusia. Dan puncak gerakan ini adalah pengutusan Nabi Muhammad Saw yang paling mulia. Terbukalah jalan bagi manusia dimana jalan ini sampai akhir dunia punya kekuatan dan kapasitas yang mampu membawa maju manusia. Sebagaimana sejak waktu itu sampai sekarang, manusia terus maju. Pemikiran manusia, benak manusia, banyak sekali hakikat yang dijelaskan oleh agama-agama telah menjadi kebiasaan bagi umat manusia dan Alhamdulillah, hati satu persatu dari mereka cenderung kepada hal-hal yang maknawi.

Di dalam Bisah Nabi, intisarinya adalah Tauhid. Tauhid artinya penghambaan kepada Allah Swt secara eksklusif. Artinya, berbagai hawa nafsu, birahi, syahwat, dan emosi tidak mendominasi kehidupan manusia. Artinya, berbagai kediktatoran, penindasan, dan keakuan tidak mengatur kehidupan manusia. Sumber manajemen kehidupan manusia hendaknya adalah ilmu Ilahi, kekuasaan Ilahi, rahmat Ilahi, karunia Ilahi, dan hidayah Ilahi. Inilah makna Tauhid.

Pada tingkat pertama, semua orang yang ingin menguasai urusan masyarakat manusia dan masyarakat-masyarakat manusia dengan keakuan, dengan keangkuhan, dengan kesewenangan, dan dengan kezaliman, akan terpukul mundur dengan syiar Tauhid. Karena itulah mereka memusuhi.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا شَيَٰطِينَ ٱلۡإِنسِ وَٱلۡجِنِّ يُوحِي بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ زُخۡرُفَ ٱلۡقَوۡلِ غُرُورٗاۚ

(Artinya: “Dan demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi musuh –yang terdiri dari- setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan.” (QS. Al-An’am [6]: 112).

Semua nabi berhadapan dan berjuang melawan para penguasa harta dan tahta, tiran, penindas, dan firaun di dunia. Tanpa perjuangan haq, kebatilan tidak akan terdesak untuk mundur. Kenyataan bahwa umat manusia sejak awal sejarahnya sampai sekarang semakin hari semakin dekat dengan ajaran-ajaran Ilahi adalah karena perjuangan. Sebab, haq memang harus berjuang.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱلطَّٰغُوتِ

(Artinya: “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan tagut.” (QS. An-Nisa’ [4]: 76)

Tanpa perjuangan melawan tiran, penindas, musuh umat manusia, dan orang-orang yang zalim maka haq tidak mungkin dibawa maju. Perjuangan adalah keniscayaan. Dan para nabi telah melakukannya. Tauhid mengandung hal-hal umum, prinsip-prinsip, dan garis-garis pokok perjuangan ini.

“La ilaha illalloh” bukan sekedar masalah kepercayaan dan pikiran murni. “La ilaha illalloh” merupakan sumber akibat, muara tindakan. Pemerintah Islami yang muncul di Madinah sebagaimana diisyaratkan oleh bapak presiden tadi adalah bersumber dari “La ilaha illalloh”. Artinya, pemerintahan selain oleh Allah Swt dan utusan-utusan-Nya menurut agama-agama Ilahi tidaklah ada artinya. Karena itu pula begitu Nabi Muhammad Saw bersabda, “Qulu la ilaha illalloh tuflihu” (Artinya, “Katakanlah tiada Tuhan kecuali Allah niscaya kalian beruntung.” [1]), maka para penguasa harta dan tahta di lingkungan terbatas dan kecil Mekkah berbaris melawan beliau. Lalu, di Madinah begitu berdiri Pemerintah Islam maka pemerintahan-pemerintahan, imperium-imperium, dan kekuatan-kekuatan dunia berbaris melawan Islam. Barisan perlawanan ini sudah ada sejak hari pertama sampai sekarang. Dan sejak hari pertama sampai sekarang, nasib kebatilan dalam pertentangan ini adalah mundur, sedangkan nasib haq adalah maju. Komunitas terbatas yang hidup dalam tekanan di Mekkah, sekarang merupakan masyarakat agung yang mempunyai banyak kebanggan, fasilitas yang berlimpah, harapan yang besar, dan masa depan yang cerah. Hal ini harus dimengerti bahwa Umat Islam seyogianya kembali kepada Tauhid sampai ke akar-akarnya.

Kita apabila mempercayai Tauhid maka tidak mungkin rela berada di bawah beban penindasan, tidak mungkin rela berada di bawah beban kezaliman, tidak mungkin diam saja di hadapan penindas. Ini tabiat Tauhid. Prihal Republik Islam menyatakan bahwa di mana pun ada pihak yang terzalimi dan butuh pertolongan maka kami akan hadir di sana, adalah karena alasan ini. Prihal kita sangat bersikukuh terhadap masalah Palestina, adalah karena alasan ini. Sebab, konsekuensi Tauhid adalah orang harus berdiri bersama orang tertindas melawan kezaliman para penindas. Inilah hakikat Tauhid. Dan Bisah Nabi mengingatkan hal ini kepada kita. Dan ini sudah barang tentu akan maju. Sekarang memang banyak tekanan terhadap rakyat Palestina, di hari-hari ini, dan di hari-hari sebelumnya –selama tujuh puluh tahun ini- sering terjadi. Namun, kalian perhatikan bahwa komunitas terzalimi yang terbatas itu, dimana zionis dulu bisa dengan mudah mengalahkan mereka, mengasingkan satu bangsa dari negara mereka sendiri, mematahkan tangan mereka, dan menguasai negara mereka; bangsa yang lemah itu sekarang berubah menjadi sebuah Palestina kuat yang mengancam pemerintahan zionis, membuat pemerintahan zionis jadi merasa lemah dan tak mampu untuk menghadapinya. Tidak diragukan lagi bahwa rakyat Palestina akan menang terhadap zionis, dan Palestina akan kembali ke tangan rakyat Palestina.

Keberdirian kita bersama kelomopok-kelompok Muqawama di kawasan Asia Barat adalah karena alasan ini. Kehadiran kita di Suriah, dalam melawan teroris-teroris yang diciptakan oleh AS dan agen-agennya di kawasan adalah karena alasan ini. Ujaran-ujaran seperti bahwa Republik Islam Iran ingin memperluas wilayah kekuasaannya, ingin menguasai daerah tertentu; adalah omong kosong, tidak berarti, tidak sesuai kenyataan, dan bohong. Sama sekali tidak! Kami sama sekali tidak punya pandangan dan maksud untuk memperluas wilayah kekuasaan ke titik dunia mana pun. Dan kita juga tidak membutuhkannya. Alhamdulillah bangsa Iran punya negara yang besar, makmur, dan penuh kapasitas. Kehadiran ini adalah karena di kawasan Suriah, di Asia Barat, Muqawama berhadap-hadapan dengan kezaliman, dulu maupun sekarang. Karena itu, kami hadir di sana. Karena itu kalian perhatikan bahwa berkat taufik Ilahi, [Front] Muqawama berkat bantuan-bantuan yang telah dilakukan, dan berkat keberanian angkatan-angkatan Suriah itu sendiri, mereka berhasil menang atas teroris-teroris yang didukung bahkan diciptakan oleh AS, Barat, dan anak buah mereka di kawasan –seperti Saudi dan lain sebagainya-. Muqawama berhasil mengalahkan mereka.

Orang-orang yang kemarin mendukung ISIS secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, sekarang mereka mengaku ikut serta dalam memerangi dan mengalahkannya. Itu pun klaim dusta! Itu tidak benar. Mereka tidak ikut apa-apa. Dalam pidato presiden AS [2] berapa jam yang lalu, dia mengatakan bahwa “Kami berhasil mengalahkan ISIS di Suriah”. Ini kebohongan yang nyata dan memalukan. Kapan saja diperlukan, mereka datang membantu [ISIS]; ketika elemen-elemen utama ISIS berada dalam kepungan, mereka datang dan menyelamatkannya. Sebelumnya pun mereka yang berpengaruh sekali dalam menciptakan ISIS. Dengan uang Saudi dan pihak-pihak seperti Saudi, mereka berhasil menciptakan makhluk-makhluk jahat ini dan menimpakannya kepada bangsa Irak serta Suriah. Akan tetapi, Muqawama melawan AS dan agen-agennya serta berhasil menyelamatkan dua negara ini. Setelah ini pun akan demikian yang terjadi.

Serangan ke Suriah dini hari tadi adalah kejahatan. Saya secara tegas menyatakan bahwa Presiden AS, Presiden Prancis [3], dan PM Inggris [4] adalah penjahat. Mereka telah melakukan kejahatan. Tentu saja mereka tidak akan dapat apa-apa. Mereka tidak akan untung. Sebagaimana kejahatan-kejahatan serupa yang mereka lakukan selama bertahun-tahun hadir di Irak, Suriah, dan Afganistan, mereka tidak akan dapat untung –dari serangan itu-. Berapa hari yang lalu, Presiden AS mengatakan bahwa kami telah menghabiskan uang tujuh triliun di kawasan Asia Barat –dia menyebutnya Timur Tengah- dan tidak dapat apa-apa. Memang betul apa yang dia katakan. Mereka tidak dapat apa-apa. Setelah ini pun AS harus tahu bahwa seberapa pun uang yang akan mereka keluarkan, betapa pun upaya yang mereka lakukan, pasti mereka tidak akan dapat apa-apa di kawasan ini.

Kita harus sadar terhadap peristiwa-peristiwa ini. Kita harus waspada dan siaga. Bangsa-bangsa Islam, negara-negara Islam, pemerintah-pemerintah Muslim, harus belajar dari pengalaman, harus mengerti apa yang sedang mereka (AS dan sekutu) lakukan. Mereka ingin menghantam Umat Islam. Target mereka bukan hanya negara Suriah, Irak atau Afganistan. Yang mereka sasar adalah kehadiran Islam di kawasan ini. Mereka ingin mencederai kehadiran ini. Negara-negara Islam hendaknya mengerti hal ini. Pemerintah-pemerintah Islam jangan menyerahkan diri untuk mengabdi kepada target-target AS dan sejumlah negara-negara agresor Barat. Ini bukan kebanggaan bagi sebuah negara muslim ketika Presiden AS secara terang-terangan mengatakan bahwa “Kami lihat dulu sapi perah!” Dia melihat mereka seperti sapi perah. Apakah ini sebuah kebanggan?! Di kampanye pemilu terakhir tahun lalu, presiden AS ini menyatakan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa kami melihat Saudi seperti sapi perah!. Apa ada kehinaan yang lebih dari ini? Itu pun bagi sebuah pemerintah, bagi sebuah bangsa, apakah ada kehinaan yang lebih dari ini? Mereka peras uangnya lalu menyebutnya sebagai sapi perah dan menistakannya. Tidak ada kehinaan yang lebih dari ini bagi sebuah negara dan pemerintah.

Islam menentang kehinaan-kehinaan ini.

وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ

(Artinya: “Dan hanya bagi Allah kemuliaan, dan bagi utusan-Nya, serta bagi orang-orang beriman.” (QS. Al-Munafiqun [63]: 8).

Kalau saja mereka beriman, maka seharusnya mereka mulia. Kehinaan ini pertanda mereka tidak beriman. Mereka bukan mukmin. Mereka bohong. Sebagaimana tuan-tuan mereka juga berbohong. Presiden AS mengaku bahwa “Kami menyerang Suriah untuk memerangi penggunaan senjata kimia!” Ini dusta. Merekalah orang-orang yang tidak menentang penggunaan senjata kmia –tidak menentang senjata kimia maupun kejahatan yang lain terhadap kemanusiaan-. Sekarang, Yaman setiap hari dibombardir. Merekalah yang mendukung –bombardir ini-. Di berbagai kawasan dunia, Muslimin berada di bawah tekanan. Mereka malah mendukung penindas dan membantunya. Mereka tidak sedih menyaksikan rakyat tertindas dan menderita. Merekalah yang mendukung dan melindungi Shaddam si penjahat. Ribuan orang dari rakyat Iran dan Irak gugur dan menderita akibat senjata kimia yang digunakan Shaddam. Sekarang pun masih ada di antara rakyat kita anak-anak muda yang ketika itu terkena senjata kimia, mereka masih ada dan menderita. Mereka (AS dan sekutu) bukan penentang senjata kimia. Demi tujuan-tujuan kolonial dan kediktatoran internasional, mereka terjun dan melangkah, menuduh ini dan itu sebagai diktator, padahal mereka sendirilah yang merupakan diktator internasional. Walau demikian, di mana pun di dunia ini, para diktator dan tiran tidak akan sukses. Mereka (AS dan sekutu) juga tidak akan sukses. Sudah pasti AS akan kalah dan gagal dalam mencapai target-target mereka, di kawasan ini maupun di kawasan mana saja mereka berbuat zalim. Sudah pasti bangsa-bangsa akan menang terhadap mereka Insyaallah. Di kawasan ini pun akan demikian.

Bangsa kita Alhamdulillah bertahan dan melawan. Bangsa Iran, dengan pengalamannya selama empat puluh tahun, tetap teguh dalam Muqawama dan resistensinya. Kita telah menguji hal ini: Mundur di hadapan musuh adalah pendorong bagi musuh –untuk lebih maju-. Sedangkan Muqawama terhadap musuh membuat mereka mundur.

وَلَوۡ قَٰتَلَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوَلَّوُاْ ٱلۡأَدۡبَٰرَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرٗا سُنَّةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلُۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗا

(Artinya: “Dan sekiranya orang-orang yang kafir itu memerangi kalian, pastilah mereka akan berbalik melarikan diri (kalah), dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong. (Demikianlah) sunnah (hukum) Allah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu.” (QS. Al-Fath [48]: 22-23).

Ini sunnah Ilahi. Apabila kalian berdiri melawan kezaliman, tirani, penindasan, kebusukan, dan kejahatan para penjahat dunia ini maka mereka akan terpaksa mundur. Ini Al-Qur’an Al-Karim yang menyebutnya sebagai sunnah pasti sejarah dan sunnah Ilahi. Sunnah ini insyaallah akan terealisasi. Mudah-mudahan Bangsa Iran, Bangsa Suriah, Bangsa Irak, Bangsa Palsestina yang tertindas, Bangsa Kisymir dan Myanmar, serta seluruh kawasan dunia yang mana Muslimin di sana tertindas, insyaallah di masa akan datang yang tidak jauh lagi akan meraih kesuksesan, dan insyaallah akan berhasil memaksa musuh untuk mundur.

Ya Allah! demi Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad! Puaskanlah arwah suci Syuhada –syuhada jalan haq dan hakikat- serta ruh suci Imam Rahil [Khumaini] dengan karunia dan anugerah-Mu!

Wassalamualaikum Wr. Wb.

[1] Bihar al-Anwar, jld. 18, hal. 202
[2] Donald Trump
[3] Emmanuel Macroon
[4] Teresa

(WF)

Hits: 26

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat