Obor Penerang

Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei, Jumat (12/4/85), dalam Khutbah Jumatnya mengisyaratkan pada beberapa sisi dari kehidupan Imam Musa Kadzim as dan antara lain mengatakan:

“Penangkapan Imam Musa Kadzim as yang terakhir kali adalah penangkapan dengan maksud membunuh beliau. Pada akhirnya mereka pun melakukannya.

Namun, sosok Imam Musa bin Jakfar Al Kadzim as di penjara masihlah merupakan sosok obor penerang yang menyinari segala sesuatu di sekitarnya. Perhatikan inilah kebenaran. Gerakan pemikiran Islami dan jihad yang berdasarkan pada Al-Qur’an adalah gerakan yang seperti ini. Tidak akan pernah berhenti. Bahkan dalam situasi dan kondisi yang paling sulit sekali pun.

Di zaman kita juga, di masa cekaman rezim penguasa yang sangat ketat, kita menyaksikan ada orang-orang yang diasingkan, disiksa di penjara, berada di situasi yang susah, bahkan dalam kondisi yang paling berat, tapi pada saat yang sama diri mereka bukan saja tidak kalah melainkan mereka berhasil mengalahkan musuh, mereka bukan saja tidak terpengaruh bahkan mereka mempengaruhi para sipir.

Inilah yang dilakukan oleh Imam Musa bin Jakfar Al-Kadzim as. Banyak sekali kisah dan riwayat tentang hal ini.

Salah satunya yang paling menarik kisah Sind bin Syahik yang terkenal. Kalian tahu bahwa dia adalah seorang sipir yang sangat kasar dan keras. Dia termasuk pesuruh Dinasti Abbasiah dan orang yang setia terhadap kerajaan dan kekhalifahan zaman itu. Dialah sipir Imam Musa bin Jakfar as. Dia memenjarakan beliau di rumahnya sendiri. Di bawah tanah yang sangat menyusahkan.

Keluarga Sindi bin Syahik kadang-kadang mengintip penjara dari sebuah celah, pola hidup Imam Musa bin Jakfar as membuat mereka terpengaruh, benih cinta Ahli Bait as tertabur di antara keluarga Sindi bin Syahik. Salah satu anaknya bernama Kusyajam, dia termasuk pembesar dan tokoh Syiah. Mungkin dua atau satu generasi setelah Sindi bin Syahik, salah satu dari anak keturunannya bernama Kusyajam adalah seorang sastrawan dan pujangga terkemuka serta tokoh Syiah pada zamannya. Semua menyebutkan kenyataan ini. Nama dia adalah Kusyajam Sindi.

Inilah kondisi hidup Imam Musa bin Jakfar as di dalam penjara. Demikianlah beliau menjalaninya. Tentu saja mereka berkali-kali datang ke penjara dan mengancam beliau, merayu beliau, ingin merebut hati beliau. tapi, insan mulia ini bertahan dengan kesolidan Ilahi, dengan bersandar kepada Allah Swt, dan dengan kelembutan Ilahi.

Muqawama inilah yang telah menjaga Al-Qur’an, menjaga Islam, sampai sekarang.

Perlu kalian ketahui bahwa istikama para imam suci kita terhadap arus-arus kerusakan inilah yang menyebabkan kita sekarang dapat menggapai Islam yang sejati. Sekarang, generasi-generasi muslim dan generasi-generasi manusia dapat mengakses sesuatu yang bernama Islam, bernama Al-Qur’an, bernama Sunnah Nabi Saw di dalam kitab-kitab; baik itu kitab-kitab Syiah maupun kitab-kitab Ahlus Sunnah. Seandainya bukan karena gerakan perjuangan getol para imam suci as sepanjang masa dua ratus lima puluh tahun, yakinlah bahwa pena-pena bayaran dan mulut-mulut bayaran era Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiah akan berhasil secara bertahap mengubah dan mengubah Islam sekiranya satu atau dua abad setelah itu tidak akan tersisa apa-apa dari Islam, atau tidak akan tersisa apa-apa dari Al-Qur’an, atau hanya Al-Qur’an yang terdistorsilah yang akan tinggal.

Panji-panji mulia ini, obor-obor penerang ini, dan menara-menara tinggi inilah yang bertahan dalam sejarah Islam menyebarkan cahaya Islam sehingga para pendistorsi dan orang-orang yang ingin memutarbalikkan hakikat di lingkungan yang gelap tidak mampu mencapai target.

Murid-murid para imam suci as adalah berasal dari semua kelompok dan aliran Islam. Tidak terkhusus pada orang-orang Syiah. Banyak juga di antara murid-murid mereka mereka yang tidak meyakini cita-cita Syiah –yakni imamah Syiah-; mereka belajar tafsir, Al-Qur’an, hadis, dan sunnah Nabi Saw dari para imam as.

Muqawama-muqawama inilah yang menjaga Islam sampai sekarang.” (WF)

Hits: 56

Headline, Imam Khamenei, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat