Istiftaat Bulan Ini

Amar Makruf Nahi Mungkar

Soal:

Terkadang, ketika kita memasuki mobil atau rumah, di sana sedang disiarkan lagu-lagu haram. Bisakah (bolehkah) kita hadir di tempat itu tapi tidak mendengarkan lagu-lagu tersebut atau tidak; melainkan kita harus melakukan amar makruf dan nahi mungkar?

Jawab:

Apabila syarat-syarat nahi mungkar terealisasi, maka wajib bagi Anda untuk melakukannya secara lisan. Di samping itu, apabila kehadiran dalam acara lagu dan musik hura-hura yang sesuai dengan acara-acara hura-hura serta dosa membuat orang jadi mendengarkan –lagu dan musik itu- atau menyebabkan pembenaran terhadap hal tersebut, maka hukumnya tidak boleh. Akan tetapi, apabila Anda terpaksa hadir di tempat itu maka wajib bagi Anda untuk menghindari pendengaran terhadap lagu dan musik haram. Dan jika secara tidak dikehendaki suara musik dan lagu haram itu sampai ke telinga Anda maka Anda tidak punya tugas apa-apa karena itu.

Investasi di Bank

Soal:

Apa hukumnya menaruh uang di bank-bank Republik Islam untuk mendapatkan keuntungan darinya?

Jawab:

Operasi perbankan yang dilakukan oleh bank berdasarkan undang-undang yang disahkan oleh Majelis Syura Islami dan dikonfirmasi oleh Dewan Pengawal UUD adalah tidak bermasalah (sah).

Penghalang dalam Wudu

Soal:

Apakah letak hansaplast bermasalah untuk wudu?

Jawab:

Jika itu menghalangi sampainya air ke anggota wudu maka harus disingkirkan.

Khumus

Soal:

Saya kerja tapi belum dapat gaji. Sekarang tahun khumus saya tiba, jika saya menerima gaji setelah tahun khumus saya tersebut apakah saya harus membayarkan khumusnya atau tidak?

Jawab:

Jika sebelum tahun khumus gaji itu bisa diperoleh tanpa susah-payah, maka terkena khumus. Jika tidak, maka itu termasuk pendapatan tahun yang baru. Dan sekiranya sampai akhir tahun khumus itu uang tersebut dibelanjakan untuk kebutuhan, maka tidak terkena khumus.

Pergaulan dan Transaksi dengan Orang Bahai

Soal:

Apa hukumnya pergaulan dan transaksi dengan orang Bahai?

Jawab:

Segala pergaulan dan transaksi dengan kelompok sesat dan menyesatkan ini (Bahai) harus dihindari.

Batas Perkenan

Soal:

Musafir yang pergi ke watannya ketika dia sampai batas perkenan (Haddut Tarokhus), bagaimana hukum salatnya?

Jawab:

Kesampaian musafir pada batas perkenan watan adalah cukup untuk salat secara tamam. Tapi, ihtiyat mustahab bagi dia untuk menunda sampai masuk ke dalam kota, atau menggabungkan antara salat qasar dan tamam di antara batas perkenan dan watan.

Soal:

Musafir yang pergi ke selain watan dan ingin tinggal sepuluh hari di sana, ketika sampai di batas perkenan, bagaimana hukum salatnya?

Jawab:

Kesampaian musafir pada batas perkenan kota yang ingin dia tinggali selama sepuluh hari, menurut ihtiyat wajib, tidak mengharuskan salat tamam. Dan ihtiyat wajib bagi dia untuk menggabungkan antara salat qasar dan salat tamam atau menunda salat sampai masuk ke dalam kota.

Jarak Syari

Soal:

Apa taklif salat orang yang bepergian ke suatu tempat dimana dari satu jalur –jarak ke- tempat itu kurang dari batas syari –safar yang mengharuskan salat qasar-, sedangkan dari jalur lain sudah sampai batas syari?

Jawab:

Apabila dia bepergian melalui jalur yang jaraknya sampai batas syari, maka dia dihukumi sebagai musafir.

Anti Filter

Soal:

Apa hukumnya menggunakan –aplikasi- anti filter?

Jawab:

Secara umum, penggunaan anti filter dan sebagainya tergantung pada undang-undang dan peraturan Sistem Republik Islam.

Lagu dan Musik

Soal:

Apa hukumnya mendengarkan pelantun perempuan?

Jawab:

Apabila suara perempuan itu berupa lagu, atau mendengarkan suaranya dengan niat menikmati dan syahwat, atau pendengaran itu berdampak kerusakan, maka tidak boleh.

Permainan Backgammon

Soal:

Apa hukumnya permainan backgammon apabila sekedar hiburan?

Jawab:

Apabila backgammon pada umumnya terhitung sebagai alat judi, maka secara mutlak hukum permainannya adalah haram, walau pun tanpa taruhan.

Parabola

Soal:

Mohon jelaskan sedikit tentang penggunaan dan jual-beli parabola?

Jawab:

Secara umum, penggunaan yang haram terhadap parabola secara mutlak hukumnya tidak boleh. Adapun penggunaan yang halal maka tunduk pada undang-undang dan peraturan Sistem Republik Islam. Begitu pula halnya dengan jual-beli untuk penggunaan yang halal; tunduk pada undang-undang dan perarturan.

Datang Uzur Syari Saat ke Haram

Soal:

Saya, dengan harapan kepada Allah Swt, berangkat safar ke Atabat (Haram). Tapi, sayangnya berapa hari setelah perjalanan, saya kedatangan uzur syari (baca: datang bulan). Pertanyaan saya adalah apa tugas saya untuk ziarah? Apa saja dan masuk ke tempat mana saja yang bermasalah bagi saya? Apakah saya boleh masuk ke dalam Haram?

Jawab:

Menurut ihtiyat wajib, Anda tidak boleh berhenti di dalam Haram Maksumin as; yakni di bawah kubah dan sekitar zarih suci mereka. Namun, tidak apa-apa berhenti di beranda-beranda atau bagian-bagian yang bersambung dengan Haram asalkan bukan masjid.

Horoskop (Peramalan)

Soal:

Apakah horoskop (peramalan) untuk diri sendiri atau untuk orang lain tidak dibolehkan?

Secara syari, bolehkah kita mendatangi orang lain untuk peramalan?

Apakah penghasilan dari jalan ini halal?

Jawab:

Horoskop (peramalan) secara syari tidak ada nilainya, dan penghasilan dari jalan itu tidak dibolehkan.

Riba

Soal:

Saudara saya punya uang ditaruh di bank dan dia mengambil untung darinya. Saya ingin meminjam uang itu dan menaruhnya di bank untuk hipotek, saya mengasih dia keuntungan yang diberikan oleh bank. Saya ingin tahu pandangan marjik taklid yang mulia tentang hal ini?

Jawab:

Itu riba dan haram. (WF)

Hits: 51

Fatwa, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat