Jawaban Imam Khamenei atas Surat Ismail Haniyah Kepala Biro Politik Hammas

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Kamis (4/4/18), dalam jawabannya atas surat yang berapa waktu lalu dikirimkan oleh Ismail Haniyah Kepala Biro Politik Hammas, menekankan sikap permanen Republik Islam dalam memberikan dukungan secara sempurna kepada Palestina dan para pejuangnya.

Beliau menyebutkan bahwa solusi masalah Palestina adalah menguatkan sayap perjuangan dan Muqawama di Dunia Islam serta meningkatkan perlawanan terhadap rezim penjajah serta pendukung-pendukungnya.

Pemimpin Revolusi Islam menekankan bahwa gerak-gerik ke arah negosiasi dengan rezim penipu, pembohong, dan penjajah adalah kesalahan besar yang tak terampuni, akan menunda kemenangan Bangsa Palestina, dan hanya akan menyebabkan kerugian bagi bangsa.

Redaksi lengkap surat Imam Khamenei sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحيم
والحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام علي سيدنا الرسول الاعظم الامين و علي آله الطاهرين و صحبه المنتجبين و من تبعهم باحسان الي يوم الدين

(Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Segala puja dan puji kehadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam atas tuan kita Rasulullah Yang Paling Agung dan Al-Amin serta keluarga suci beliau, sahabat terpilih beliau, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai Hari Pembalasan.

Saudara pejuang yang tercinta Bapak Dr. Ismail Haniyah –damat tawfiqotuh

Saya memulai surat ini dengan firman bercahaya Allah Swt yang seolah-olah sekarang juga turun ditujukan kepada Anda dan kami:

وَ لا تَهِنُوا فِي ابتِغاءِ الْقَومِ اِنْ تَکُونُوا تَأْلَمُونَ فَاِنَّهُمْ يأْلَمُونَ کَما تَأْلَمُونَ وَ تَرْجُونَ مِنَ اللّه‌ِ ما لا يرجُونَ و کانَ اللهُ عَليماً حَکيماً

(Dan janganlah kalian berhati lemah dalam mengejar kaum [musuh] itu. Jika kalian kesakitan maka sesungguhnya merekapun kesakitan sebagaimana kalian kesakitan, sedangkan kalian mengharapkan dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa [4]: 104).

‘Aliman hakima; yakni Maha Tahu akan kemenangan kalian atas mereka dengan izin Allah, dan Maha Bijaksana dalam melarang kalian dari kelemahan hati dan patah semangat di jalan ini.

Pada hari-hari meningkatnya kezaliman dan kekerasan musuh zionis di Gaza membuat sedih dan marah para pemerhati masalah Palestina, perlu untuk kesekian kalinya saya menekankan sikap permanen Republik Islam tentang masalah penting yang menduduki puncak persoalan Umat Islam.

Tidak diragukan lagi bahwa perjuangan dan Muqawama adalah satu-satunya jalan penyelamatan Palestina yang tertindas dan satu-satunya resep manjur untuk luka-luka yang mencederai tubuh bangsa pemberani dan mulia Palestina.

Anda, di dalam surat penuh cinta, telah mengisyaratkan pada tantangan-tantangan besar Umat Islam dan pengkhianatan serta kemunafikan sebagian negara Arab di kawasan dan rencana-rencana busuk mereka dalam mengikuti setan besar (AS). Di dalam surat itu Anda juga menyebutkan para mujahid Palestina sebagai pejuang-pejuang garis terdepan melawan tekanan, kezaliman, dan kejahatan musuh. Apa yang Anda tuliskan tentang hal ini adalah hakikat murni dan kami benarkan. Kami memandang diri berkewajiban untuk mendukung kalian dengan segala macam cara.

Ini adalah kewajiban keagamaan sekaligus fardu kemanusiaan dan lebih tinggi dari sekedar peristiwa serta pergolakan politik. Insyaallah, kalian akan menjalankan tugas ini seperti masa lalu. Negara-negara dan bangsa-bangsa Muslim serta arus-arus Islami, seluruhnya terkena kewajiban untuk menjalankan tugas ini.

Sekarang, kembalinya kehormatan dan kekuatan bagi Umat Islam tergantung hanya pada Muqawama di hadapan arogansi dan rencana-rencana busuknya. Dan masalah Palestina tetap berada di puncak semua masalah internasional Islam terhadap istikbar.

Gerak-gerik ke arah negosiasi dengan rezim penipu, pembohong, dan penjajah adalah kesalahan besar yang tak terampuni, akan menunda kemenangan Bangsa Palestina, dan hanya akan menyebabkan kerugian bagi bangsa yang tertindas. Pengkhianatan beberapa tokoh Arab yang secara berangsur-angsur mulai terungkap juga sedang mengejar target ini.

Solusi semua ini adalah menguatkan sayap perjuangan dan Muqawama di Dunia Islam serta menguatkan perlawanan terhadap rezim penjajah dan pendukung-pendukungnya. Bangsa-bangsa, terutama anak-anak muda pemberani negara-negara Islam dan Arab, begitu pula pemerintah-pemerintah yang merasakan tanggungjawab terhadap Palestina, harus betul-betul menyeriusi kewajiban besar ini, dan memaksa musuh dengan perjuangan yang heroik serta tertur untuk berbalik ke titik sirna.

Saya berdoa kepada Allah Swt agar memberikan pertolongan kepada kalian dan semua kekuatan Muqawama serta mendekatkan hari kemenangan kalian sebagai hal yang pasti.

Wassalamualaikum Wr.

Sayid Ali Khamenei

15 Farwardin 1397 Hs (17 Rajab Al-Murajjab 1439 H / 4 Maret 2018 M)

Berapa waktu lalu, Ismail Haniyah di dalam suratnya kepada Wali Faqih Zaman Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei mengisyaratkan dimensi-dimensi besar arogansi terhadap Quds dan Bangsa Palestina dengan target menggulingkan Gaza sebagai benteng Muqawama, mengakhiri perjuangan anti rezim penjajah, dan menormalkan hubungan antar penguasa yang bergantung kepadanya di kawasan. Sembari itu, dia mengapresiasi dukungan-dukungan Bangsa Iran serta petunjuk-petunjuk Pemimpin Revolusi Islam terhadap Gerakan Muqawama Hammas dan mengatakan, “Kami, dengan memulai Intifada Hebat Rakyat di Tepi Barat dan Quds, dengan izin Allah Swt akan melumpuhkan konspirasi tagut kontemporer (Trump) dan penguasa-penguasa munafik di ibukota-ibukota jauh dan dekat untuk mengakhiri masalah Palestina. (WF)

Hits: 45

Berita, Headline, Imam Khamenei, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat