Memangnya Cukup Kita Hanya dengan Cinta?!

Imam Musa Shadr dalam pidato Peringatan Hari Lahir Amirul Mukminin Ali as di kota Tirus Lebanon mengatakan:

“Memangnya cukup kita hanya dengan cinta? Cinta memang membuat orang lebih mudah untuk patuh dan mengikuti, tapi itu tidak cukup. Bahkan sebaliknya, itu menambah tanggungjawab kita. Sebab, tanggungjawab orang mencintai Imam as lebih besar daripada tanggungjawab orang yang tidak mencintai beliau atau tidak kenal.”

“Apa yang kita lakukan adalah memperkenalkan Imam as secara agung, lalu kita memamerkannya seperti barang mewah dan dekorasi, kemudian kita membangga-banggakannya. Tapi apa yang sebenarnya kita perbuat? Ketika kita mengatakan bahwa Ali as imamku, apa maksudnya imam? Siapakah imam shalat jamaah? Imam shalat jamaah adalah orang yang ketika dia bertakbir maka kita pun mesti bertakbir, ketika dia ruku maka kita pun mesti ruku, ketika dia bersujud maka kita pun mesti bersujud. Inilah imam. Yaitu orang yang harus kita ikuti. Bukankah demikian?!”

“Amirul Mukminin Ali as jalan lewat sini tapi kita jalan lewat sana, lalu kita menyebut beliau sebagai imam kita. Ini tidak lebih dari sebuah kebohongan dan klaim. Imam secara bahasa berarti tingkat merkuri atau alat untuk menunjukkan lurus-bengkoknya tembok. Amirul Mukminin Ali as juga menurut tafsir Al-Qur’an adalah Al-Qisthos Al-Mustaqim; yakni alat ukur lurus dan menyimpangnya kita.”

“Apa yang dimaksud dengan Qisthos? Ketika kita ingin menakar gula atau beras maka kita melakukannya dengan timbangan; ketika kita ingin mengukur suhu udara maka kita melakukannya dengan termometer; tapi ketika ingin menilai orang maka kita mengukurnya dengan Amirul Mukminin Ali as. Inilah yang dimaksud dengan Al-Qisthos Al-Mustaqim. Kita adalah syiah dan pengikut Imam Ali bin Abi Thalib as, dan orang-orang menghitung tingkah-laku kita atas nama beliau.”

“Kalau ada orang datang dan ingin mengenal Imam Ali bin Abi Thalib as melalui pengikut-pengikut beliau, bukan melalui telaah buku, maka dia akan melihat kepada kita. Sumpah demi Allah! apakah kondisi kita memperkenalkan Imam as sebagaimana adanya beliau kepada masyarakat?!” (WF)

Hits: 44

Headline, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat