Imam Khumaini: Siapkan Diri Sejak Bulan Rajab untuk Bertamu kepada Tuhan

Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Imam Sayid Ruhullah Musawi Khumaini, Sabtu (12/7/1980), di Husainiah Jamaran Tehran mengatakan:

“Doa-doa yang ada pada bulan, hari, dan khususnya Bulan Rajab, Syakban, dan Bulan Berkah Ramadan, membuat ruh manusia – yang memang ahlinya, kalau kami kan bukan ahlinya- sangat kuat dan membuka jalan bagi dia serta meneranginya. Doa-doa itu seperti mukjizat mengeluarkan manusia dari kegelapan dan memasukkannya kepada cahaya.

Perhatikanlah doa-doa ini. Jangan ketipu oleh sebagian penulis dan orang-orang seperti Kisrawi yang melemahkan doa. Pelemahan ini sama dengan pelemahan Islam. Mereka tidak mengerti. Mereka sengsara. Mereka tidak tahu apa isi buku [doa] ini. Kandungan-kandungan Al-Qur’an dengan bahasa lain, dengan bahasa para imam as.

Bahasa Al-Qur’an satu bentuk bahasa. Bahasa doa juga satu bentuk bahasa. Begitu pula bahasa ulama, urafa, dan sebagainya adalah satu bentuk bahasa yang lain. Sesuatu yang membuat manusia jadi ringan dan keluar dari rumah kegelapan serta mengeluarkan diri dari kesengsaraan dan kebingungan yang ada di sana, adalah doa-doa yang diriwayatkan dari para imam as ini.

Imam-imam as kita, yang kira-kira semuanya tertimpa adidaya-adidaya zaman mereka sehingga tidak bisa melakukan hal-hal yang nyata, selain memberikan petunjuk-petunjuk bawah tanah mereka juga membekali masyarakat dengan doa-doa ini untuk menghadapi pemerintah-pemerintah diktator. Doa-doa ini ketika dibaca orang maka orang itu akan mendapatkan kekuatan rohani, menjadi ringan beban, dan kesyahidan bagi jadi mudah bagi mereka.

Doa-doa di bulan berkah Rajab dan terutama di bulan berkah Syakban adalah pengantar dan riasan yang membuat manusia sesuai kadar hatinya jadi siap untuk pergi bertamu; bertamu kepada Allah Swt. Pertamuan yang mana jamuannya di sana adalah Al-Qur’an, dan tempat jamuannya yang paling penting adalah Lailatul Qadar. Pertamuan penyucian diri, pertamuan pengukuhan dan pendidikan. Mempersiapkan diri sejak hari pertama bulan berkah Ramadan dengan puasa, dengan mujahadah, dengan doa untuk sampai pada jamuan yang harus digunakannya, yaitu Lailatul Qadar dimana Al-Qur’an turun.” (Shohifehye Emom, jld. 13, hal. 32-33). (WF)

Hits: 28

Headline, Imam Khumaini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat