Pemaparan Ibnu Sina tentang Amirul Mukminin Ali as

Ibnu Sina di dalam kitab Mi’rojnomeh halaman 15 menuliskan:

“Manusia paling mulia, nabi paling tinggi, dan penutup para rasul (Nabi Muhammad Saw) bersabda kepada “Pusat Hikmat”, “Falak Hakikat”, dan “Khazanah Akal” Amirul Mukminin Ali as:

يا علی! اذا رأيت الناس يتقربون الی خالقهم بأنواع البر تقرب اليه بأنواع العقل تسبقهم

Sabda seperti ini tidak benar kecuali ditujukan kepada insan mulia seperti beliau (Amirul Mukminin Ali as).

Beliau bersabda: “Wahai Ali! Jika kau lihat orang-orang berjerih-payah dalam memperbanyak ibadah, berjerih-payahlah engkau dalam mencerap penalaran, niscaya engkau akan mendahlui mereka semua.”

Sudah barang tentu, karena beliau telah sampai pada cerapan rahasia-rahasia dengan mata bashirah akal, maka dia telah memperoleh semua hakikat dan mencapai sebuah putusan yang menyatakan “Law kusyifal ghithou ma zdadtu yaqina” (Sandainya tersibakkan tabir, tak bertambah padaku keyakinan.); dimana bagi manusia tidak ada kedudukan yang lebih utama daripada cerapan hal-hal penalaran (ma’qul).”

Ayatullah Jawadi Amuli di dalam kitab Hukmate Alawi halaman 40 mengatakan bahwa pemaparan tentang kedudukan Amirul Mukminin Ali as seperti ini adalah sesuatu yang luar biasa ketika disampaikan oleh selain manusia suci. Ibnu Sina menyebut beliau di antara para sahabat Nabi Muhammad Saw seperti penalaran di antara pengindraan, beliau adalah akal sedangkan yang lain adalah indra. Semua indra butuh kepada akal, dan akal adalah pemimpin mereka. Amirul Mukminin Ali as adalah pemimpin para sahabat, dan mereka butuh kepadanya. (WF)

Hits: 30

Headline, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat