Garis Hizbullah: Organisasi-Organisasi Hindari Akhlak Buruk dan Penghinaan

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei mengatakan:

“Muqawama hanya dapat diperoleh melalui pengukuhan fundamen-fundamen. Banjir besar ketika sampai pada batu karang yang kokoh maka tidak akan berpengaruh apa-apa padanya. Kita harus mengukuhkan diri dan menguatkan dasar-dasar kebudayaan, ekonomi, dan politik kita sendiri. Segala pekerjaan yang dilakukan dalam rangka peneguhan adalah sakral, bagus, dan mendapatkan pahala Ilahi. Segala sesuatu yang berada dalam rangka menggoyahkan pondasi-pondasi ini adalah buruk. Ini tidak lagi berhubungan dengan sayap, partai, kelompok, atau organisasi. Menurut saya, ini standar dan tolok ukurnya.

Untuk mengukuhkan fundamen-fundamen politik, ekonomi dan kebudayaan kita, prakebutuhan utama dan pasti kita adalah menciptakan permufakatan dan kesatuan kalimat. Semua harus berusaha untuk permufakatan. Permufakatan bukan berarti kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, dan sayap-sayap yang bermacam-macam mendeklarasikan pembubaran diri. Tidak! Sama sekali tidak ada kelaziman itu. Yang dimaksud dengan permufakatan adalah hendaknya kita berpandangan baik terhadap sesama; ruhama’ bainahum terhadap sesama; toleran satu sama yang lain; saling membantu dalam menggariskan tujuan-tujuan mulia dan dalam mencapainya, menghindari faktor-faktor ketegangan, akhlak buruk, pertikaian, penghinaan, dan tuduhan. (28/5/2002)

Ruhama’ bainahum artinya ketika berada di tengah diri sendiri, maka di sini lahannya lunak, lembut. Di sini bukan lagi tempatnya kekerasan dan kekuatan. Di sini tempat untuk memberi dan meraih hati. Di sini semua harus saling berlemah lembut.” (30/7/2008). (WF)

Hits: 40

Headline, Imam Khamenei, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat