Pidato Lengkap Imam Khamenei di Pertemuan dengan Para Pemuja Ahli Bait as

Berikut pidato lengkap Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Kamis (8/3/18) pagi menjelang ulang tahun Hari Kelahiran Sayidah Fathimah Zahra a:

بسم الله الرّحمن الرّحيم
و الحمدلله ربّ العالمين و الصّلاة و السّلام علي سيدنا و نبينا ابي‌القاسم المصطفي محمّد و علي آله الاطيبين الاطهرين المنتجبين سيما بقيةالله في الارضين

(Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puja dan puji ke Hadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam atas tuan kita dan nabi kita Abul Qasim Al-Musthafa Muhammad serta keluarga beliau yang paling bagus, paling suci, dan terpilih, terutama Baqiyatullah di muka bumi.)

Saudara dan saudari yang tercinta! Selamat Hari Raya! Insyaallah kalian senantiasa berkhidmat pada keluarga kenabian dan wilayah serta menjadi suara lantang tuntutan kebenaran di masa hegemoni kezaliman dan kebatilan. Sebagaimana Alhamdulillah sekarang –kalian- demikian. Pemuda-pemudi mukmin kita, orang-orang tercinta kita, himpunan pemuja Ahli Bait Ismah dan kesucian, betul-betul merupakan suara lantang kebenaran di dunia yang penuh kezaliman dan penindasan.

Mengenai kedudukan tinggi dan tak terdeskripsikan putri Nabi Muhammad Saw, mulut saya dan orang-orang seperti saya tidak mampu menerangkannya. Manusia tidak bisa menyifati kedudukan-kedudukan maknawi dan keagungan rohani insan mulia Ilahi dan samawi seperti Sayidah Fathimah Zahra as. Harus disimak dan dipelajari dari firman Allah Swt dan dari mulut hamba-hamba agung serta para wali-Nya. Sejauh yang terjangkau oleh pemahaman kita, kedudukan-kedudukan itu hendaknya diraba. Nabi Muhammad Saw bersabda tentang Sayidah Fathimah Zahra as:

سَيدَةُ نِساءِ اَهلِ الجَنَّة

(Penghulu wanita ahli surga. (Kamil al-Ziyarot, hal. 310)

Di riwayat lain disebutkan:

سَيدَةُ نِساءِ ‌العالَمين؛ سَيدَةُ نِساءِ الدُّنيا

(Penghulu wanita alam semesta; penghulu wanita dunia. (Manaqib Alu Abi Thalib as, 3/358).

Semua hadis ini diriwayatkan dengan sanad yang kuat, baik dari jalur Syiah maupun jalur Ahlus Sunnah. Bukan hanya Syiah yang meriwayatkannya. Dan menurut saya, yang paling utama dari itu semua adalah “Penghulu wanita ahli surga.” Perhatikan bahwa Allah Swt di dalam ayat Al-Qur’an –yang baru saja dibacakan oleh Qari terhormat- berfirman:

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱمۡرَأَتَ فِرۡعَوۡنَ

(Artinya: “Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Firaun …” (QS. At-Tahrim [66]: 11).

Istri Firaun menjadi teladan bagi semua orang mukmin, bukan hanya bagi orang-orang perempuan, melainkan bagi semua orang yang beriman. Artinya, Allah Swt menetapkan dua wanita sebagai teladan bagi seluruh orang mukmin. Yang pertama adalah istri Firaun, Yang Mulia Asiah yang selanjutnya diterangkan dalam berapa kalimat. Setelah itu:

وَمَرۡيَمَ ٱبۡنَتَ عِمۡرَٰنَ

(Artinya: “Dan istri putri Imran … ” (Ibid.: 12).

Jadi yang satu lagi adalah Hadirat Maryam.

Baik. Dua wanita ini adalah teladan bagi semua orang. Bagi seluruh orang yang beriman. Dua orang ini dan semua wanita agung serta wali Ilahi perempuan, semuanya ada di surga. Tempat mereka surga. Lalu, Sayidah Fathimah Zahra as adalah penghulu wanita-wanita ahli surga. Penghulu bagi mereka semua. Kita-kita tidak bisa memahami kedudukan-kedudukan itu lebih dari ini. Iya, para pujangga tercinta kita, para penembang terhormat kita hari ini, telah menyampaikan penjelasan-penjelasan, dan bagus sekali. Namun, semua ini kurang dari tingkat mulia Sayidah Shiddiqah Thairah Fathimah Zahra as. Keterangan Nabi Muhammad Saw, sabda beliau, dan firman Allah Swt lebih fasih dari semua itu –dalam menerangkannya-.

Waktu telah berlalu. Saya mencatat berapa hal di sini untuk saya sampaikan. Tapi sudah menjelang zuhur. Saya sampaikan secara global saja. Hari kelahiran Sayidah Shiddiqah Thahirah Fathimah as adalah Hari Wanita. Wanita di dalam logika Islam dan makrifat Islam mempunyai model tersendiri. Ada kerangka yang telah ditentukan untuk wanita. Kerangka ini sempurna. Artinya, wanita Islami adalah makhluk yang beriman, berkesucian, bertanggungjawab atas bagian terpenting dari pendidikan manusia, berpengaruh sosial, berkembang secara intelektual dan spiritual, direktur pusat keluarga yang sangat penting, dan faktor ketenangan bagi jenis laki. Semua itu di samping ciri-ciri khas mereka sebagai perempuan. Seperti kelembutan, kelunakan hati, kesiapan untuk menerima cahaya Ilahi. Inilah model wanita muslim. Yaitu ciri-ciri yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad Saw dalam berbagai keterangan beliau mengenai pengagungan Sayidah Fathimah Zahra as atau Sayidah Khadijah Kubra as atau secara umum tentang wanita. Inilah model wanita Islam.

Sebaliknya, ada model menyimpang yang bermacam-macam di setiap periode zaman. Sekarang, model menyimpang itu adalah model wanita Barat. Di masa hidup kita ini, sebagai ganti dari seluruh ciri khas mulia dan istimewa yang kita saksikan dalam Islam, ciri-ciri khas wanita Barat zaman sekarang pada umumnya adalah mampu menarik perhatian orang-orang laki dan tersedia untuk kenikmatan orang-orang laki. Karena itu, kalian menyaksikan ciri-ciri wanita Barat sekarang adalah ketelanjangan. Di acara resmi yang diikuti oleh orang-orang laki dan perempuan, orang laki harus betul-betul tertutup, sedangkan orang perempuan harus sebisa mungkin cenderung telanjang. Itu padahal di acara-acara resmi! Adapun di lingkungan umum jelas sekali apa jadinya. Kondisi ini berhubungan dengan masa-masa Barat –Eropa dan AS- yang terkini. Dulu tidak begini. Sejauh yang kami tahu dan dapatkan informasinya, sampai 150 tahun atau 120 tahun yang lalu memang di sana tidak ada hijab dengan makna islaminya. Namun, di sana tidak ada keseenakan, ketelanjangan, dan ketidakteraturan seperti yang sekarang ada pada wanita Barat. Soal apa politik yang menggiring masyarakat Barat ke arah ini dan apa target mereka adalah pembahasan yang panjang dan terperinci. Tapi sekarang faktanya demikian: wanita Barat manifestasi konsumsi, rias, pameran di depan orang-orang laki, dan sarana pemuasan birahi bagi jenis laki. Hal-hal lain yang mereka utarakan, seperti isu keadilan seksual dan lain-lain, seluruhnya hanya kata-kata dan lahiriah saja. Adapun batin persoalannya adalah itu tadi. Kalian tentu dengar bahwa pejabat-pejabat perempuan yang jumlahnya lumayan banyak, dalam berapa bulan sebelum ini, satu persatu menyatakan diri bahwa pada masa mudanya dan di sela-sela urusan kantor tempat kerja, mereka pernah menjadi korban penyalahgunaan secara paksa dan kasar. Hal ini mereka utarakan sendiri. Mereka katakan. Mereka bukan perempuan biasa, mereka tokoh perempuan Barat. Islam, melalu hijab, menutup pintu ke arah yang mengantarkan jenis wanita ke titik penyimpangan ini. Islam tidak memperkenankan hal itu terjadi. Hijab Islami adalah sarana keterjagaan wanita. Hijab bukanlah sarana keterbatasan wanita.

Sekarang, panji kemerdekaan identitas dan kebudayaan wanita berada di tangan perempuan-perempuan Iran. Sekarang, orang-orang perempuan Iran dengan menjaga hijab mereka sedang mendeklarasikan kemerdekaan jati diri dan kemerdekaan kebudayaan mereka. Mereka sedang mengekspornya ke dunia. Artinya, dunia sedang mendengarkan kata-kata baru. Wanita bisa hadir secara aktif di kancah-kancah sosial, mempuyai pengaruh sosial dan dalam. Sekarang, orang-orang perempuan negeri kita mempunyai pengaruh ini di berbagai bidang. Pada saat yang sama, hijab dan kesucian serta sisi pembeda antara laki dan perempuan, jarak antara laki dan perempuan, tidak terbuka untuk disalahgunakan oleh orang-orang laki, tidak menurunkan dan menghinakan diri sebatas sarana bagi kenikmatan orang-orang laki asing dan serakah, adalah termasuk ciri khas wanita Iran dan wanita Muslim zaman sekarang. Orang-orang perempuan kita ada yang hidup pada tingkat yang sangat bagus dari model ini, sebagian berada pada level yang sangat tinggi, dan ada pula yang berada pada tingkat menengah. Bagaimana pun, model ini ada. Dan inilah dasar kerja bagi wanita Iran.

Orang-orang yang merendahkan lembaga keluarga, adalah orang-orang yang berkhianat. Baik kepada bangsa, maupun kepada wanita; kepada komunitas wanita. Orang-orang yang berpura-pura menunjukkan bahwa keadilan seksual adalah hendaknya orang-orang permpuan juga masuk ke tempat-tempat masuknya orang laki. Mereka sedang mengkhianati kepercayaan, kehormatan, kepribadian, dan identitas wanita. Wanita adalah terhormat. Tidak ada satu orang pun yang mengatakan bahwa wanita dilarang masuk ke kancah-kancah sosial, memegang tanggungjawab, atau menuntut ilmu. Tidak! Sekarang, di antara ilmuan-ilmuan terbaik kita, di antara penulis-penulis terbaik kita, di antara tokoh-tokoh kebudayaan terbaik kita, terdapat orang-orang perempuan kita yang hadir di tengah masyarakat. Ini juga merupakan seni Revolusi [Islam]. Ketahuilah juga bahwa sebelum Revolusi [Islam], tidak ada hal seperti ini! Sangat-sangat langka orang perempuan yang bisa mencapai tingkat tinggi keilmuan, kebudayaan, sastra, dan sebagainya. Sekarang, banyak sekali jumlah mereka. Ini seni Revolusi [Islam] yang telah membuatnya jadi demikian. Ini karena memang demikianlah pada prinsipnya model perempuan Muslim. Pada saat yang sama, manajer rumah tangga adalah wanita, poros keluarga adalah wanita, dan yang lebih penting dari semua kesibukan perempuan adalah peran keibuan, peran sebagai istri, dan menciptakan ketenangan.

وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا لِيَسۡكُنَ إِلَيۡهَاۖ

(Artinya: “Dan menjadikan darinya pasangannya agar dia tenang padanya.” (QS. Al-A’raf [7]: 189).

Faktor ketenangan dan ketenteraman. Inilah ciri khas wanita di dalam Islam. Dan di Hari Wanita, hendaknya orang memperhatikan hal-hal ini. Tentunya, kepada putri-putri terhormat Iran, Muslim, dan yang mengimani konsep-konspe Islami serta Qur’ani ini, saya wasiatkan agar mereka menjaganya, semakin hari semkin meningkatkannya; menghindari penyakit-penyakit seperti israf (berlebihan), seperti main mata negatif atau persaingan negatif, seperti menjadikan wanita Barat yang menyimpang sebagai idola dan model. Hendaknya mereka berhati-hati dan menjaga diri. Sekarang, wanita Muslim di negeri kita adalah terhormat dan bangga. Keistimewaan wanita Iran adalah dia mempunyai identitas kultur yang mandiri dan tidak terpengaruh oleh yang lain. Hal ini harus kalian jaga.

Baik. Kondisi ini tentu punya musuh. Saya katakan kepada kalian bahwa satu bagian yang sangat besar dari perang lunak dan perang psikologis musuh di negeri ini adalah berhubungan dengan masalah ini. Kalian adalah penyeru kebenaran. Hal-hal ini harus kalian sebarkan di dalam keterangan-keterangan kalian, pernyataan-pernyataan kalian, puisi-puisi kalian. Alhamdulillah hal itu terdapat di dalam beberapa keterangan dan puisi yang tadi dibacakan. Ini tugas yang sangat penting bagi kalian. Kalian sendiri media. Salah satu media paling penting adalah media para pemuja dan pengidung religi-agamis yang Alhamdulillah di negeri kita sekarang telah berkembang luas. Media ini sangat penting!

Saya ingin menyampaikan satu hal di sini dan menggunakan kesempatan. Insyaallah sesingkat mungkin. Kalian coba perhatikan; musuh-musuh Revolusi [Islam] terus-menerus sibuk konspirasi. Ini membuat kita bangga. Artinya, selama empat puluh tahun tanpa henti terjadi konspirasi terhadap Sistem Islam, terhadap Iran yang Islami. Bermiliar-miliar uang dikeluarkan, tokoh-tokoh pemikir duduk rapat untuk menghantam sistem ini, untuk mendongkel sistem ini sampai ke akar-akarnya. Namun, selama empat puluh tahun ini dari hari ke hari pohon yang diberkati ini, pohon yang bagus ini, terus menerus berkembang. Ini membuat kita bangga. Seandainya mereka tidak beraktivitas melawan kita, maka kita tidak akan merasakan betapa besarnya karunia lembut Ilahi terhadap kita. Sekian banyak kegiatan anti Republik Islam ini tidak pernah ditujukan ke bangsa mana pun dalam jumlah sebanyak itu, tidak ada satu pun negara yang menghadapi konspirasi sebesar ini. Pun demikian, mereka tidak bisa berbuat galat apa-apa dan Republik Islam tetap maju, berkembang dan menyempurna di jalannya. Konspirasi ini ada, sekarang pun ada. Dalam berapa bulan lalu sampai sekarang, menurut perkataan mereka sendiri, mereka duduk berkumpul di kamar berpikir –yakni tim-tim khusus pemikir-, membahas, berusaha, membuat rencana untuk menghancurkan Republik Islam, bahkan menentukan waktu, bulan Dey, bulan Bahman, bulan Isfand –yakni pada hari-hari dimana saya dan kalian ada sekarang-; di bulan Dey kita akan melakukan ini, di bulan Bahman kita kerjakan ini, di bulan Isfand kita buat ini, sampai akhir tahun kita akan gulung tikar Republik Islam ini. “Unta di dalam mimpinya melihat kapas biji!” [Pribahasa bagi orang yang berfantasi hidup mewah dan begitu dia sadar seketika itu pula kemewahan tersebut hilang dan dia harus bekerja dari awal.] Di bulan Dey kalian menyaksikan sendiri bagaimana Bangsa Iran memberikan jawaban; di bulan Bahman kalian menyaksikan sendiri bagaimana Bangsa Iran memmberikan jawaban! Di bulan Isfand yang mana kita sekarang berada ini juga Bangsa Iran siap siaga; Bangsa Iran akan mendudukkan pada tempatnya siapa pun arogan, siapa pun orang yang hendak melampaui batas dan berbuat galat dan berlebihan.

Apa yang ingin saya sampaikan bukan ini. Ini sudah berulang kali saya utarakan. Kita semua pun tahu. Semua orang tahu. Musuh-musuh kita juga tahu bahwa Republik Islam kekokohannya bersandar kepada rakyat, bersandar kepada iman mereka, bersandar kepada anak-anak muda yang bersemangat dan cinta, bersandar kepada garis dan jalan benar yang digambarkan oleh Imam [Khumaini] ra. Kita sedang bergerak. Pihak-pihak lain pun mau berbuat apa saja berbuatlah, mau berkata apa pun berkatalah; tapi mereka tidak akan bisa berbuat galat apa pun. Ini pasti. Saya ingin menyebutkan dan mengisyaratkan pada masalah Hijab. Banyak sekali uang yang mereka keluarkan, banyak pula aktivitas yang mereka lakukan. Ratusan media –dengan segala macam dan bentuknya- mereka kerahkan untuk dapat mempengaruhi titik sensitif ini; yakni titik jati diri kebudayaan wanita Muslim yang mandiri. Musuh-musuh kita betul-betul membunuh diri mereka di luar negeri untuk melakukan hal ini. Melalui berbagai cara. Lalu, betapa banyak uang yang dikeluarkan untuk mengerahkan televisi-televisi, radio-radio, dunia maya dan situs-situs internet agar senantiasa menyebarkan, mengiklankan, mengatakan, mengutarakan, ratusan kali dan seterusnya. Tapi untuk apa? Agar pada akhirnya –sebagai contoh- empat orang perempuan tertipu lalu melepas hijabnya di jalan raya?! Sekian banyak pengeluaran, sekian banyak pikiran, melatarbelakangi pekerjaan ini, mereka sedang bekerja keras, tapi usaha mereka mandul. Hasilnya adalah empat orang –anggap saja empat orang perempuan di sudut sana dan sini- tertipu dan terdorong oleh aneka motivasi, sebagian dari mereka mungkin karena menerima uang –saya tidak tahu, tidak bisa juga saya mengatakannya secara pasti-, lalu mereka melepas kerudung untuk menunjukkan diri jadi begini! Hasil dari semua usaha itu tersimpul hanya pada hal yang kecil dan remeh ini.

Baik. Sampai di sini tidak ada masalah. Tapi, apa yang membuat saya jadi sensitif adalah tiba-tiba kalian menyaksikan muncul isu “Hijab Paksaan” dari mulut sekelompok orang yang termasuk khusus (elite). Itu artinya ada sekelompok orang yang tidak tahu –sekarang saya menyebutnya tidak tahu; insyaallah memang tidak tahu- sedang mengikuti garis yang mana musuh dengan semua pengeluarannya tidak mampu mencapai target di negeri ini, mereka sedang melanjutkan garis ini; di antara mereka terdapat wartawan, di antara mereka ada tampang-cendikiawan, di antara mereka juga ada akhund (kyai) bersorban. Mereka mengatakan bahwa “Imam [Khumaini] ketika mengatakan orang-orang perempuan harus berhijab kan bukan maksudnya semua orang perempuan!” Kata-kata mereka salah kaprah! Ketika itu kami hadir, kami tahu persis, bagaimana kejadiannya. Imam [Khumaini] berdiri tegak seperti gunung di hadapan sebuah kemungkaran nyata yang dimunculkan oleh Pahlevi dan antek-anteknya di negeri ini. Beliau mengatakan harus ada hijab. Demikian kokoh dan tegaknya Imam berdiri melawan semua kemungkaran. Ketika itu juga muncul pembahasan mengenai perdagangan minuman-minuman beralkohol. Kami ketika itu di Dewan Revolusi, kami mengadakan rapat-rapat bersama dengan pemerintah, ketika itu juga ada orang-orang yang berpendapat bahwa perdagangan minuman-minuman beralkohol akan menguntungkan bagi negara, bagaimana mungkin kita berpaling dari keuntungan ini. Mereka ingin perdagangan ini dilanjutkan, minuman-minuman itu diimpor dari luar. Imam [Khumaini] berdiri tegak dan kuat; di hadapan keharaman Ilahi, Imam ra berdiri dan bertahan. Ini adalah keharaman Ilahi. Lalu, seseorang datang dari arah sana dan mengatakan, “Pak! Dosa ini kan tidak lebih besar dari –contohnya- ghibah (pengumpatan); lalu kenapa kamu tidak memburu orang karena mengumpat, tapi kamu memburu orang karena –contohnya- membuka kerudung atau tak berhijab!” Coba perhatikan, apa ini? Gagal identifikasi; apa yang membuat orang menderita adalah di sini tidak ada identifikasi. Kita tidak pernah mengatakan apabila ada orang di dalam rumahnya membuka kerudung di hadapan selain muhrim maka kita akan memburunya. Tidak! Kita tidak akan memburunya. Dia di rumahnya sendiri, dia melakukan perbuatan perivat.

Perbuatan yang dilakukan di hadapan umum, di lakukan di jalanan, adalah perbuatan publik, sebuah tindakan sosial, dan pembelajaran umum. Hal ini, bagi pemerintahan yang datang dengan nama Islam menimbulkan taklif (kewajiban). Haram tidak ada kecil dan besar. Apa yang haram menurut syariat jangan sampai dilakukan secara terang-terangan di negeri ini. Kalau ada orang yang berbuat galat untuk dirinya, pinggirkan saja (biarkan saja), itu urusan dia dengan Tuhan. Namun, apa yang terjadi di hadapan mata rakyat, di lingkungan masyarakat, maka pemerintahan Islam –seperti pemerintahan Amirul Mukminin Ali as, seperti pemerintahan Nabi Muhammad Saw- berkewajiban untuk berdiri melawannya. Logika yang mengatakan bahwa “Pak! Biarkan masyarakat memilih sendiri” juga berlaku pada jual-beli minuman keras; bebaskan juga minuman keras di negeri ini, yang mau silakan minum, yang tidak mau jangan minum! Apa ini perkataan? Berkenaan dengan semua dosa sosial, perkataan ini ada. Apa ini perkataan? Pembuat Syariat Yang Maha Suci mengharuskan Pemerintahan Islam untuk mencegah tersebarnya keharaman Ilahi di tengah masyarakat. Pemerintahan Islam berkewajiban untuk berdiri melawan keharaman, berdiri melawan dosa. Sekarang, kita di dalam negeri, bangga dengan hijab wanita-wanita kita. Orang-orang perempuan kita dengan cadur (kerudung besar) –yang merupakan hijab Irani; cadur adalah hijab Irani- dan dengan hijab Islami, telah mencapai tingkat-tingkat keilmuan yang paling tinggi, telah sampai pada tingkat-tingkat kesenian dan kebudayaan yang paling tinggi, termasuk orang-orang yang terkemuka, berpengaruh dalam isu-isu sosial; pada saat yang sama mereka juga melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, mereka didik anak-anak, mereka berkhidmat kepada suami. Prihal bahwa kita begini terus memutar undang-undang untuk dengan cara tertentu merealisasikan keinginan galat dan sesat budaya Barat di negeri kita adalah kesalahan besar. Ada sekelompok orang yang sedang melakukan kesalahan ini.

Masalah perbanyakan generasi dan pembiakan anak muncul ke permukaan. Pejabat-pejabat negara pun sejalan, mereka setuju. Tapi saya mendengar di sudut sana dan sini mereka melakukan hal yang bertentangan. Inilah hal yang diinginkan oleh Barat. Barat menentang pertumbuhan populasi Muslimin. Terhadap peningkatan populasi bangsa yang anak-anak mudanya bisa tampil ke permukaan dan membawa negara sampai ke puncaknya, tentu saja mereka menentang. Kita jangan sampai maju sekiranya membuat target mereka terealisasi. Kalian harus bergerak sekiranya target-target Islam terealisasi. Ini tugas kita. Tugas pejabat-pejabat negara kita.

Budaya kita adalah budaya Ilahi. Budaya ini menjamin kemerdekaan kita, menjamin kebebasan kita. Orang-orang yang atas nama kebebasan menyebarkan kelalaian dan kekeacauan di tengah masyarakat bukan orang-orang yang bebas, mereka adalah tawanan dengan tangan terikat budaya Barat. Budaya Baratlah yang sedang menyetir mereka. Kebebasan apa ini? Kebebasan adalah hendaknya kalian mempunyai niat kalian sendiri, iman kalian sendiri, pikiran kalian sendiri, Al-Qur’an kalian sendiri, model Islami kalian sendiri dan mengikutinya. Inilah kebebasan. Inilah keagungan. Inilah kemerdekaan. Inilah yang harus dijamin dan direalisasikan.

Di bidang pendidikan, saya pernah bicara soal 2030. Sebagian orang menindaklanjuti pembicaraan itu. Ada beberapa hal bagus yang telah dilakukan. Namun, ada juga laporan yang sampai kepada saya dari sana-sini mengenai penyimpangan-penyimpangan. Ini harus dicegah. Pejabat-pejabat negara berkeharusan untuk mencegah setiap pelanggaran dari sesuatu yang merupakan kebijakan Islami negara; di bidang pendidikan, di bidang hal-hal yang berhubungan dengan perempuan.

Tema keadilan seksual dan lain sebagainya juga perkataan. Ini perkataan orang-orang lain. Baratlah yang mengatakannya. Sebagian orang menuliskan sesuai tangan orang-orang asing itu. Mereka menjadi speaker orang-orang asing itu. Keadilan apa ini? Apakah ini keadilan? Sekarang, pelanggaran seksual kekerasan paling banyak terjadi di Barat –di AS dan Eropa-. Lebih dari negara-negara yang lain. Padahal di sana juga, secara lahiriah dan menurut perkataan mereka sendiri, terdapat kebebasan wanita. Kekerasan lelaki terhadap perempuan di dalam rumah tangga juga paling banyak terjadi di sana. Terbukti oleh data statistik yang ada. Lalu, di dalam data-data statistik itu juga mereka menyebutkan bahwa banyak sekali wanita yang tidak berani datang untuk mengajukan pengaduan. Data-data yang ada ini berhubungan dengan kasus-kasus yang mana mereka mau datang untuk mengadu. Apalagi, ini bukan seluruhnya. Di sanalah yang bermasalah; mereka punya masalah kehidupan, mereka punya masalah kebudayaan, mereka punya masalah manajemen masyarakat. Keadilan apa ini? Bukan keadilan! Mereka usung nama keadilan seksual agar bisa merealisasikan niat-niat mereka. Di dalam Islam, keadilan seksual adalah hendaknya wanita dihormati dan tidak dilanggar; lelaki karena kekuatan fisiknya yang lebih daripada perempuan dan karena tubuhnya yang lebih kekar daripada perempuan jangan pernah merasa berhak untuk memaksa perempuan atau melakukan kekerasan padanya. Inilah keadilan.

Harus dibuatkan undang-undang di negeri ini. Tentunya hal-hal tersebut harus dijaga di dalam undang-undang. Saya dengar bahwa mereka (pejabat-pejabat negara) sedang menyusun rancangan undang-undang untuk masalah-masalah keluarga dan kekerasan terhadap wanita; baik pejabat-pejabat pemerintah maupun pejabat-pejabat parlemen harus berhati-hati jangan sampai ingin kembali menerapkan budaya Barat ini di sini; contohnya kalian anggap bahwa apabila di dalam urusan perkawinan anak perempuan sang ayah campur tangan maka itu berarti kekerasan, dan kekerasan diartikan demikian. Tidak. Soal apa saja kekerasan dan apa saja bukan kekerasan jangan belajar dari Barat. Hendaknya hal itu dimengerti dari logika rasional kita sendiri, harus dipelajari dari pemikiran Islami kita sendiri. Kita sekarang berhadapan dengan musuh-musuh yang busuk seperti ini. Kita harus berhati-hati.

Di akhir pembicaraan ini, saya ingin mengatakan kepada kalian komunitas pemuja Ahli Bait as bahwa sebagaimana telah saya katakan sebelumnya, pekerjaan kalian penting sekali. Kalian adalah media yang sangat penting. Tugas komunitas pemuja Ahli Bait as adalah tugas yang berat. Kalian pergi ke semua tempat, bertatap muka dengan semua orang, kalian punya lahan dan kesempatan untuk bicara, dan telinga-telinga siap mendengarkan kata-kata kalian. Hal ini membuat tugas kalian menjadi berat. Apa yang saya catat di sini untuk saya sampaikan kepada kalian adalah:

Pertama-tama, hendaknya kalian meningkatkan makrifat dan iman para audien kalian. Pilihlah puisi dan keterangan yang sekiranya meningkatkan makrifat dan iman audien. Baik makrifat rasional agamanya maupun iman kalbunya. Peningkatan makrifat dan iman.

Pencerahan politik. Aneka persoalan politik kita sekarang butuh pencerahan yang jelas dan memuaskan. Hendaknya kalian mempelajarinya dan mentransfernya kepada masyarakat.

Penyebaran akhlak dan perilaku Islam. Hendaknya kalian mempelajari akhlak Islam dan perilaku Islam dari buku-buku akhlak dan para ulama akhlak lalu mentransfernya kepada masyarakat. Dengan menggunakan seni yang merupakan pekerjaan kalian –puisi dan tembang adalah seni-, sebarkanlah akhlak Islami, sebarkanlah perilaku Islami yang benar, sebarkanlah persaudaraan di antara masyarakat, sebarkanlah cinta dan kasih sayang, sebarkanlah persatuan nasional. Ingatkanlah kepada audien-audien kalian tentang keharmonisan dengan Al-Qur’an, keharmonisan dengan shalat, konsentrasi kepada Allah Swt, dan penghindaran diri dari dosa. Peringatan-peringatan ini sangat berharga. Baik untuk para audien kalian, maupun untuk diri kalian sendiri. Buat kami juga berharga. Ketika kita menasihati orang lain, pada kenyataannya kita juga sedang menasihati diri sendiri. Buat kami juga berharga.

Musuh-musuh kita sekarang terus menerus menciptakan kerancuan di berbagai bidang politik. Mengenai kenapa Iran hadir di kawasan. Sekarang siapa pendakwanya? AS! yang hadir di semua tempat dan membuat fitnah serta kerusakan di sana. Di mana ada AS di sanalah terdapat kerusakan. Di mana ada AS di sanalah terdapat fitnah. Pemerintah AS yang pembuat fitnah dan kerusakan ini mengatakan kepada kita kenapa kalian hadir di kawasan! Baik, memangnya kalau kita hadir di kawasan harus izin pada kalian? Kita untuk hadir di kawasan harus bernegosiasi dengan pemerintah-pemerintah kawasan, berdialog dengan mereka. Untuk apa harus berdialog dan bernegosiasi dengan kalian? Sewaktu kita ingin hadir di Amerika maka kita akan berdialog dengan kalian. Begitu juga negara-negara Eropa; mereka mengatakan bahwa kita ingin bernegosiasi dengan Iran tentang kehadirannya di kawasan! Apa hubungannya dengan kalian? Kenapa kalian ada di kawasan? Di sini kawasan kita atau kawasan kalian? Kalau ini kawasan kita, ada apa kalian di sini? Ini adalah kawasan kita. Kita sendiri akan berbicara dengan masyarakat kawasan dan bernegosiasi dengan pemerintah-pemerintah kawasan. Kita sendiri akan bicara. Kita sendiri akan membuat perjanjian. Alhamdulillah kita telah membuat kesepakatan. Alhamdulillah kita juga sukses. Alhamdulillah kita juga maju. Insyaallah setelah ini juga kita akan lebih maju. Persoalan-persoalan politik yang saya paparkan bukan sekedar masalah sayap, internal, atau sebagainya. Ini persoalan-persoalan politik, dan masyarakat harus mengetahuinya.

Semoga Allah Swt memberikan taufik kepada kalian, membantu kalian, agar kalian dapat menjalankan tugas penting zaman sekarang.

Wassalamualaikum Wr. Wb. (WF)

Hits: 24

Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat