Imam Khumaini: Buat Apa Ilmuan Yang Berbahaya Bagi Kemanusiaan?

Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Uzma Imam Sayid Ruhullah Khumaini, Selasa (19/3/18), dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan beserta staf, mengatakan:

“Apa yang Anda katakan bahwa anak-anak sekolah pada saat yang sama pergi perang dan belajar adalah hal yang patut disyukuri. Saya doakan mereka semua. Semua harus ikut perang [bela negara].

Persoalan yang penting adalah pelajaran dan pendidikan adalah bersamaan. Pelajaran saja tidak ada gunanya, dan terkadang malah membahayakan. Tingkat kerusakan yang diderita Iran dari pihak intelektual dan reformis alumni Barat tidak pernah dialami dari orang lain. Hal ini karena mereka belajar, tapi tidak terdidik. Padahal asasnya adalah pendidikan, tapi itu tidak dilakukan. Bahkan merekalah pula yang membina anak-anak kita sejak dasar sampai universitas sehingga jadi membahayakan bagi bangsa dan negara, tapi bagi orang-orang asing menguntungkan.

Kalian harus perhatian bahwa masa sekolahan lebih penting dari universitas. Sebab, pertumbuhan rasional anak-anak terbentuk di masa ini. Kita harus berusaha jangan sampai masuk ke sekolah dan universitas orang-orang yang merusak anak-anak kita. Dalam hal ini kita tidak boleh tenggang rasa. Boleh jadi sekarang mereka tidak bisa berbuat apa-apa, tapi sampai sepuluh tahun kemudian mereka akan melakukannya.

Kita menentang orang-orang yang memusuhi Islam. Kita hadapi mereka. Adapun terhadap orang-orang yang tidak memusuhi Islam dan hanya menjalankan pekerjaan mereka, kita tidak ada urusan. Persoalan kita adalah Islam dan negara Islam. Begitu banyak anak muda yang kita korbankan untuk Islam, karena itu jangan sampai kita biarkan darah mereka sia-sia.

Mau buat apa kita ilmuan yang berbahaya bagi kemanusiaan? Sekarang dunia sedang terbakar karena api pengetahuan para ilmuan yang berbahaya. Senjata-senjata pembunuh massal, bom, dan rudal-rudal ini mereka yang buat.

Karena itu, pengetahuan harus disertai dengan penyucian diri. Bahkan pada prinsipnya, penyucian diri lebih utama daripada pengetahuan.” (Shohifehye Emom, jld. 19, hal. 189-190). (WF)

Hits: 33

Headline, Imam Khumaini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat