Pidato Lengkap Imam Khamenei dalam Pertemuan dengan Menteri Wakaf dan Ulama Suriah

Berikut pidato lengkap Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Kamis (1/2/18) siang, dalam pertemuan dengan Menteri Wakaf dan sejumlah ulama Suriah:

بسم‌اللّه‌الرّحمن‌الرّحيم
الحمدللّه ربّ العالمين و الصّلاة و السّلام علي سيدنا محمّد و آله و صحبه. المطهّرين و عليٰ متابعيهم الي يوم الدّين

(Artinya: Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puja dan puji ke Hadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam atas tuan kita Nabi Muhammad dan keluarga serta sahabat beliau yang disucikan, dan atas para pengikut mereka sampai Hari Pembalasan.)

Pertama-tama saya ucapkan selamat datang kepada seluruh hadirin yang terhormat; Menteri Wakaf yang terhormat, para ulama yang terhormat, dan semua hadirin yang tercinta. Terimakasih atas keterangan menteri terhormat yang sangat berguna dan fasih. Begitu pula terimakasih atas tim nasyid; baik atas tilawatul Qur’an maupun atas lantunan-lantunan nasyidnya. Kandungan maknanya bagus, bingkainya pun indah. Mereka lakukannya dengan baik.

Kami berada di sebelah Suriah. Suriah sekarang berada di garis terdepan. Adalah tugas kami, mendukung resistensi Suriah. Bapak Basyar Assad Presiden Suriah yang terhormat muncul sebagai sosok pejuang dan pemuqawama yang besar. Tidak ada keraguan padanya. Dia berdiri tegar. Dan ini penting sekali bagi sebuah bangsa. Bangsa-bangsa Muslim yang kalian saksikan ini sedang hidup dalam kondisi terhinakan, bangsa-bangsa tidaklah hina, pemimpin-pemimpin merekalah yang hina. Apabila sebuah bangsa punya pemimpin yang merasa mulia dengan Islam dan identitas mereka, maka bangsa itu akan mulia, dan musuh tidak akan mampu berbuat apa-apa terhadap bangsa seperti ini.

Kita memasuki empat puluh tahun Revolusi [Islam]. Sejak hari pertama, seluruh kekuataan nomor satu dunia kompak melawan kita; baik AS maupun Uni Soviet, Nato, dan pemerintah-pemerintah kolot Arab serta kawasan, semuanya menyatukan tangan untuk menyerang. Tapi kita tidak hancur. Kita tumbuh berkembang. Ini apa artinya?

Artinya yang pertama adalah apa yang diinginkan oleh kekuatan-kekuatan besar tidak pasti terjadi. Yakni, semua bertekad untuk menghancurkan kita, tapi kita tidak hancur. Karena itu, jelas sekali bahwa apa yang diinginkan AS, apa yang dikehendaki Eropa, dan apa yang dimaukan oleh kekuatan-kekuatan atom dunia tidak pasti akan terealisasi. Baik. Pemahaman ini, pengetahuan ini, kesadaran ini memberikan harapan dan kekuatan kepada bangsa-bangsa. Karena itu, apabila kita, kalian dan seluruh elemen ahli Muqawama di kawasan punya tekad yang bulat, maka musuh tidak akan mampu berbuat galat apa pun. Ini satu hal.

Hal berikutnya adalah Islam telah menjanjikan kepada kita bahwa kemenangan milik orang mukmin yang berjuang. Apabila tidak ada iman, maka kemenangan tidak akan didapatkan secara sempurna. Apabila ada iman tapi tanpa perjuangan dan usaha, maka tidak akan ada hasil. Tugas kita adalah melindungi Islam dan membela gerakan Islam. salah satu mukadimahnya adalah kita harus menyingkirkan perselisihan sektarian dan antar kelompok. Baik. Apabila kita ingin menyingkirkan perselisihan, maka ada orang-orang yang menentang hal ini dan tidak akan membiarkannya terjadi. Mereka provokasi beberapa orang di antara kita, mereka pancing sebagian saudara kita, dan mendorong mereka untuk berbicara, bersikap dan berbuat anti persatuan. Orang-orang yang memainkan peran ini apabila tidak tergantung pada politik-politik global dan arogansi, yakni apabila tidak bersumber dari politik-politik ini, maka hendaknya mereka diabaikan. Hendaknya kita tidak mempedulikan mereka. Tapi, apabila seperti pihak-pihak Saudi dan seperti yang lain, perselisihan yang mereka cetuskan muncul dari politik-politik arogansi maka semua itu harus dilawan, harus dihadapi dengan kuat. Syiah yang didukung London bukanlah Syiah yang kita terima. Sunni yang didukung AS dan israel tidak kita pandang sebagai Muslim [yang sebenarnya]; kita sama sekali tidak melihatnya sebagai Muslim [yang sebenarnya]. Islam adalah menentang kekafiran, kezaliman, dan keangkuhan. Inilah titik-titik kesamaan kita. Titik kesamaan kita adalah Tauhid. Titik kesamaan kita adalah Ka’bah. Titik kesamaan kita adalah sosok suci Nabi Muhammad Saw. Titik kesamaan kita adalah cinta kepada Ahli Bait as. Dan masih banyak sekali titik-titik kesamaan yang lain. Kewajiban-kewajiban kita seluruhnya titik kesamaan. Bahwa di dalam shalat saya membaca doa qunut sedangkan Anda tidak bukanlah sesuatu yang patut membuat perselisihan. Pokok persoalannya adalah kita percaya kepada Tuhan Yang Maha Satu dan Maha Esa, kita percaya kepada kenabian, kita percaya kepada pertolongan Ilahi, kita percaya kepada Hari Kiamat. Inilah pokok persoalannya.

Mudah-mudahan insyaallah hari dimana Anda-Anda sekalian menyelenggarakan shalat berjamaah di Quds, kalian dapat menyaksikannya, dan kami dapat menyaksikannya. Insyaallah. Kami yakin bahwa hari itu akan datang. Mungkin saja saya atau orang-orang seperti saya sudah tidak ada lagi. Tapi hari itu akan datang, dan tidak akan lama lagi. Berapa tahun lalu, pemerintah zionis tetangga kalian mengatakan bahwa Iran akan kita begini dan begitukan dalam waktu –contoh- 25 tahun lagi. Saya katakan bahwa kalian (zionis) tidak akan mengalami 25 tahun lagi sehingga ketika itu kalian ingin melakukan pekerjaan teresebut! Insyaallah hari ini akan segera tiba. (WF)

Hits: 35

Headline, Imam Khamenei, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat