Pidato Lengkap Imam Khamenei dalam Pertemuan dengan Masyarakat Azarbaijan Timur

Berikut pidato lengkap Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan masyarakat Azarbaijan Timur pada hari Minggu (18/2/18) yang bertepatan dengan ulang tahun keempat puluh Kebangkitan Rakyat Tabriz pada tanggal 29 Bahman 1356 Hs (18 Februari 1978 M):

بسم الله الرّحمن الرّحيم
و الحمدلله ربّ العالمين و الصّلاة و السّلام علي سيدنا و نبينا ابي‌القاسم المصطفي محمّد و علي آله الاطيبين الاطهرين المنتجبين سيما بقيةالله في الارضين و لعنةالله علي اعدائهم اجمعين

(Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puja dan puji ke Hadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam atas junjungan kita dan nabi kita Abul Qasim Al-Musthafa Muhammad dan atas keluarga beliau yang paling bagus, paling suci, dan terpilih, khususnya Baqiyatullah di muka bumi (Imam Mahdi af). Dan laknat Allah Swt atas musuh-musuh mereka semua.)

Selamat datang saudara-saudara tercinta, saudari-saudari tercinta; salah satu hari dan acara yang dialami Husainiyah ini adalah hari dimana kalian saudara-saudari tercinta Azarbaijan datang dari Tabriz kemari. Hari ke-29 Bahman setiap tahun. Azarbaijan adalah besar, masyarakatnya orang-orang yang besar, peristiwa-peristiwanya juga besar, jalan dan pola masyarakat tercinta Tabriz serta Azarbaijan selalu menimbulkan inovasi, cara-cara baru, dan kejadian-kejadian yang menakjubkan. Semoga rahmat Allah Swt meliputi kalian, semoga karunia Allah Swt lestari atas kalian.

Saya ingin menyampaikan satu dua patah kata mengingat ketepatan hari-hari ini dengan hari-hari kesyahidan Sayidah Fathimah Zahra Shiddiqah Al-Kubra as. Tentunya acara yang tadi diselenggarakan adalah acara yang bagus, berpengaruh, dan berfaedah. Saya hanya ingin menuturkan satu kalimat bahwa semua Umat Islam; Syiah maupun Sunni sepakat tentang keutamaan Hadirat Shiddiqah Al-Kubra as. Di dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah dan Syiah terdapat hadis yang menyebutkan:

فَاطِمَةُ سَيدَةُ نِسَاءِ اَهلِ‌ الجَنَّة

(Fathimah penghulu wanita ahli surga. (Amali Syaikh Shaduq, hal. 125).

Ini lebih tinggi daripada:

سَيدَةِ نِساءِ العالَمين

(Penghulu wanita semesta alam. (Al-Kafi, 1/459)

Penghulu wanita ahli surga. Siapa orang-orang yang berada di surga? Para wanita yang paling utama, yang paling beriman, yang paling berjuang, yang syahid, para wanita yang diagungkan oleh Allah Swt di dalam Al-Qur’an. Mereka semua berkumpul di surga. Lalu, Sayidah Fathimah Zahra as adalah penghulu wanita ahli surga. Ini kedudukan yang sangat tinggi.

Pelajaran keberanian, pelajaran pengorbanan, pelajaran zuhud dalam dunia, pelajaran tuntut makrifat dan transfer makrifat ke opini audien serta yang lain, berada pada posisi sebagai guru ilmuan manusia, adalah pelajaran-pelajaran Sayidah Fathimah Zahra as untuk semua orang. Mudah-mudahan kalian semua, seluruh masyarakat tercinta Azarbaijan, seluruh Bangsa Iran, dan seluruh Umat Islam mendapatkan berkah dari putri dua alam ini.

Keagungan Hari 29 Bahman sungguh tidak bisa disampaikan dengan ungkapan-ungkapan singkat yang kita utarakan. Hari 29 Bahman sungguh agung. Walau pun arus perjuangan pada tahun 1356 Hs (1978 M) bermula dari Qom dan setelah Tabriz juga terjadi di daerah-daerah yang lain, tapi saya berani mengatakan bahwa seandainya peristiwa 29 Bahman Tabriz pada tahun 56 Hs (Sabtu 18 Februari 1978 M) tidak terjadi maka kemungkinan besar peristiwa 19 Dey kota Qom akan terlupakan, dan setelah itu tidak akan muncul peristiwa-peristiwa beruntun lainnya. Dengan kata lain, perjalanan sejarah negara akan berubah. Masyarakat Tabriz, dengan kejadian-kejadian 29 Bahman, dengan kebangkitan mereka, dengan pemahaman mereka yang benar, dengan langkah mereka yang tepat dan pada waktunya, berhasil menciptakan gerakan agung yang berujung pada 22 Bahman 1357 Hs (Minggu 11 Februari 1979 M). Demikianlah keagungan kisah ini.

Saya juga ingin mengisyaratkan pada Pawai 22 Bahman tahun ini (Minggu 11 Februari 2018 M). Betul-betul 22 Bahman, baik di Tabriz maupun di kota-kota yang lain, baik di Tehran maupun di seluruh penjuru negeri, tahun ini merupakan 22 Bahman yang berbeda. Setelah 39 tahun dan menjelang 40 tahun kemenangan Revolusi [Islam], gerakan agung massa ini mirip mukjizat. Di dunia mana pun tidak ada yang seperti ini; bahwa setelah sekian tahun –nyaris empat dekade- dari hari kemenangan Revolusi [Islam], bukan badan pemerintah melainkan rakyat itu sendiri turun ke medan dan memadati jalan-jalan, mereka sendiri yang berselogan, mereka sendiri yang menunjukkan kehadiran dan membela Revolusi [Islam] yang mereka lakukan. Hal ini tidak pernah terjadi di revolusi mana pun dari berbagai revolusi yang kita tahu pada dua atau tiga abad terakhir. Pada masa-masa sebelum itu juga tentu saja, berdasarkan asas prioritas, tidak pernah terjadi. Sekarang juga di belahan dunia mana pun tidak ada yang seperti ini. Ini kekhasan Iran. Ini keistimewaan kalian. Dan tahun ini berbagai peristiwa permusuhan dan langkah musuh, dari luar, dari dalam, dari AS, dari sebagian tetangga yang tidak baik dan tidak tepat janji, membuat masyarakat jadi termotivasi lebih besar untuk terjun ke medan, sehingga 22 Bahman Tahun ini menjadi 22 Bahman yang berbeda. Semua ini pelajaran bagi kita.

Kalimat yang kalian sampaikan dan lantunkan di sini bahwa “Enqelobiyn pok alami qeyrukh il ulub ma’mani miz” (Bahasa Azari yang artinya: Panji suci Revolusi [Islam], empat puluh tahun menjadi tempat perlindungan kita) adalah fakta yang sebenarnya. Empat puluh tahun sudah panji mulia dan tinggi Revolusi [Islam] menjadi tempat perlindungan masyarakat. Ucapan mulut kalian ini adalah suara hati Bangsa Iran. Benar sekali apa yang kalian utarakan. Dan ini semua benar di saat rakyat punya kritik terhadap sejumlah persoalan yang berkembang di negara. Ini semua bukan berarti sama sekali mereka tidak punya kritikan. Kami betul-betul mengikuti kritikan-kritikan masyarakat, keluhan-keluhan masyarakat, dan pengaduan-pengaduan masyarakat. Mereka juga menyampaikannya kepada kami. Begitu pula kepada yang lain, lalu disampaikan kepada kami. Namun, ketika isu Revolusi [Islam] dan Sistem [Islam] yang muncul maka masyarakat terjun ke medan dan bergerak bersama. Sebuah kesadaran revolusioner, sebuah kesempurnaan politik, dengan taufik Ilahi terdapat pada Bangsa Iran, dimana mereka mampu memilah antara Sistem Revolusioner “Umat dan Imamah” dan organisasi birokrasi. Meskipun di satu sisi mereka punya kritikan, tapi mereka membela pokok sistem yang lahir dari Revolusi [Islam] dengan seluruh eksistensi mereka. Ketika kami mengatakan bahwa mereka punya kritikan, maksudnya bukanlah hanya kritikan terhadap pemerintah atau Badan Yudikatif dan Parlemen. Tidak demikian. Boleh jadi orang juga punya kritikan terhadap saya pribadi. Kritikan ini tidak bertentangan dengan keteguhan di dalam membela Sistem Islam, Sistem Revolusioner, Sistem “Umat dan Imamah”; sistem yang lahir dari revolusi dan pengorbanan bangsa ini, ratusan ribu syahid selama empat puluh tahun ini menyongsong syahadah di jalan sistem ini.

Pada kesempatan tatap muka dengan kalian yang datang dari jauh ini, saya ingin memaparkan berapa hal sekiranya waktu memungkinkan. Kalian adalah orang-orang tercinta yang mana orang seperti saya tentu saja mencintai kalian dari hati yang paling dalam dan tulus. Artinya, ketulusan yang ada pada kalian, semangat yang ada pada kalian, gerakan revolusioner nyata yang ada pada kalian, dan dirasakan, bukan hanya diutarakan di mulut, melainkan orang menyaksikannya secara praktis. Semua ini membuat orang lain tertarik. Saya sendiri sejak pertama kali pasca Revolusi [Islam] pergi ke Tabriz, atau pulang-pergi ke Azarbaijan, dimana hal itu tejadi berulang kali, betul-betul merasakan hal tersebut. Ketika itu juga saya datang kepada Imam [Khumaini] ra dan saya sampaikan bahwa Tabriz adalah sesuatu yang berbeda. Ketika itu saya datang ke Tabriz sebagai presiden. Masyarakat Tabriz menunjukkan hakikat revolusioner yang penuh semangat, penuh kekuatan, dan badai yang berbeda kepada seseorang. Walau pun seluruh Bangsa Iran ketika itu mempunyai semangat revolusi, namun Tabriz adalah sesuatu yang berbeda. Kami sekarang bertatap muka di sini dengan kalian orang-orang tercinta dari Tabriz dan Azarbaijan, begitu juga dari kota-kota lain Azarbaijan. Saya akan paparkan beberapa hal pada kalian. Tentunya, saya tujukan kepada seluruh Bangsa Iran.

Satu hal tentang Revolusi [Islam] dan fungsi utamanya. Satu hal tentang patologi revolusi. Satu hal –kalau masih ada waktu- tentang prioritas dan hal-hal yang pada zaman sekarang menurut Revolusi [Islam] harus diperhatikan. Satu hal juga tentang masa depan Revolusi [Islam]. Ini hal-hal yang penting. Hal-hal yang harus. Pemaparannya di hadapan kalian saudara-saudari tercinta –yang betul-betul revolusiner dan pendukung Revolusi [Islam]- juga nampaknya paling tepat. Artinya, betul-betul pekerjaan yang paling bagus untuk dilakukan di sini adalah mengutarakan hal-hal seperti ini kepada orang-orang seperti kalian.

Mengenai Revolusi [Islam] dan fungsinya, Revolusi [Islam] sungguh merupakan gerakan yang sangat besar. Saya yakin bahwa kita setelah nyaris empat puluh tahun berlalu dari kemenangan Revolusi [Islam], masih belum memahami dimensi-dimensi dan keagungan revolusi ini secara benar. Nanti-nanti, ketika mereka duduk dan menyaksikan geometri Revolusi [Islam] dari jauh maka akan dapat diketahui lebih banyak bahwa apa sebenarnya revolusi ini, apa yang telah dilakukanya, dan apa yang telah terjadi. Fungsi Revolusi [Islam] sangat banyak. Jasa yang diberikan Revolusi [Islam] terhadap Iran banyak sekali. Ada daftar yang panjang mengenai hal ini. Musuh ingin sekali mengingkarinya, tapi semua ini hakikat yang nyata dan terang benderang. Pun demikian, pekerjaan fundamental yang telah dilakukan oleh Revolusi adalah mengubah Sistem Ketagutan menjadi Sistem Kerakyatan. Ini pekerjaan paling penting yang dilakukan oleh Revolusi. Itu pun dengan mengambil inspirasi dari Islam, mengambil inspirasi dari Al-Qur’an:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱلطَّٰغُوتِ

(Artinya: “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut.” (QS. An-Nisa [4]: 76).

Sistem Ilahi di hadapan Sistem Tagut. Republik Islam dan Revolusi Islam memaknai Sistem Ilahi dengan Sistem Kerakyatan Religius. Inilah arti Republik Islam. Mengubah Sistem Ketagutan menjadi Sistem Kerakyatan adalah pekerjaan paling penting Revolusi [Islam].

Sistem Kerakyatan artinya rakyat adalah pokok. Pokoknya adalah rakyat. Bukan hanya di dalam menentukan pemerintah. Sebab, begitu kita mengatakan Sistem Kerakyatan maka yang terlintas di benak semua orang adalah kotak-kotak suara. Memang ini juga benar; penentuan presiden, penentuan para anggota Dewan Ahli Kepemimpinan dan pada kenyataannya penentuan pemimpin, penentuan badan-badan yang lain, semua itu pada faktanya dilakukan oleh rakyat. Dan ini sesuatu yang menentukan. Ini benar. Namun bukan hanya ini. Yang penting adalah Sistem Kerakyatan menempatkan rakyat di seluruh urusan kehidupan sebagai pemilik suara, pemilik tadbir, dan pemilik keputusan. Persis kebalikan dari apa yang berlaku selama berabad-abad di negeri ini sebelum Revolusi [Islam]. Berabad-abad lamanya negeri ini menderita kesewanangan pendapat para tagut dan sultan. Rakyat tidak berperan apa-apa. Tagut dan tagut-tagut di sekitar tagut utamalah yang mengambil keputusan. Itu artinya kesewenang-wenangan mutlak. Rakyat menjadi sarana untuk disewenangi. Pada akhirnya, ketika ada orang yang ingin sewenang-wenang maka harus ada orang yang disewenangi. Orang itu adalah rakyat. Tagut menahan rakyat untuk dapat disewenangi. Sejak periode Qajar, ada penyakit lain yang ditambahkan. Yaitu hegemoni asing, infiltrasi asing, dan penjajahan asing. Sebelumnya semua ini tidak ada. Anggap saja periode Safawi, atau era Nadir Syah dan lain-lain, memang terjadi tirani, tapi tidak ada penyusupan asing. Namun sejak pertengahan periode Qajar –sejak akhir periode Nasirudin Syah kemari-, dominasi asing mulai masuk. Yakni, secara teliti bahwa sejak tahun 1800 M, infiltrasi Inggris di Iran dimulai. Perwakilan Pemerintah India –yang merupakan pemerintah Inggris- masuk ke dalam negeri. Dalam beberapa kesempatan saya pernah mengisyaratkannya, dan ada beberapa topik mengenai hal ini yang pernah saya bicarakan secara terperinci. Saya tidak ingin membahasnya lagi. Bersamalah infiltrasi dengan tirani, hegemoni asing mulai ditambahkan terhadap hegemoni tagut. Hal itu terus berkembang sampai akhirnya silsilah Qajar yang semula berada di bawah dominasi Inggris disinggkirkan oleh Inggris itu sendiri. Muncullah silsilah baru. Inggrislah yang mengangkat Reza Khan. Setelah itu, karena alasan tertentu mereka juga menyingkirkannya dan menggantikannya dengan anaknya. Lalu, ketika AS masuk di pertengahan dan menjadi segela-galanya di negeri ini, ribuan mentor dan konsultan AS berdatangan. Kerakyatan adalah titik kebalikannya. Yakni, tidak memperkenankan tirani, tidak mengizinkan hegemoni asing. Inilah keraykatan.

Sebagaimana saya terangkan, kerakyatan ini bukan hanya di dalam pengelolaan politik negara, melainkan terdapat juga di dalam jasa kota dan desa; di dalam menghidupkan mental pekerjaan-pekerjaan besar di dalam negeri. Dimana kalian menyaksikan contohnya, fakta konkritnya terdapat di dalam pembentukan Sepah Pasdaran, di dalam pembentukan Jihad Pembangunan, di dalam pembentukan Basiji. Tiba-tiba di negeri ini muncul sebuah hakikat seperti Jihad Pembangunan, melakukan sekian banyak pekerjaan-pekerjaan besar selama bertahun-tahun. Begitu pula Sepah Pasdaran dan Basiji. Ini muncul karena kehadiran rakyat di dalam membina dan mengaktualkan potensi-potensi kerakyatan dan kepasitas-kapasitas kemanusiaan negara. Kalian, anak-anak muda zaman sekarang tidak pernah menyaksikan zaman itu. Orang-orang lama tahu. Dari Filipina, dari India dan sebagainya mereka mendatangkan dokter untuk kita. Bukan di desa-desa dan jalan-jalan yang jauh terpencil, terkadang di kota-kota yang sangat dekat sekali pun dokter Filipina –contohnya- yang datang pada kita. Sebuah negara yang dari sisi sumber daya manusia dulunya berada pada batas tak berdaya, sekarang begitu menonjolnya sehingga ambil saja –sebagai contoh- di bidang keselamatan menjadi kutub keselamatan yang punya daya tarik di kawasan, sekarang orang-orang berdatangan dari kawasan ke negeri ini untuk pengobatan penyakit-penyakit yang sulit. Mereka ditangani dan disembuhkan di rumah sakit-rumah sakit kita dan oleh dokter-dokter kita. Talenta-talenta kemanusiaan bermunculan. Tiba-tiba kalian lihat di bidang-bidang ilmu langka dan baru dunia, negeri ini menduduki peringkat keempat dan kelima dunia di antara dua ratus sekian negara. Inilah kerakyatan tersebut. Pengaruh kerakyatan antara lain menghidupkan potensi-potensi. Ketika rakyat terjun ke medan, ketika rakyat diberi kepercayaan, ketika rakyat diperhatikan, maka inilah yang akan terjadi. Rasa percaya kepada diri nasional menjadi hidup di tengah rakyat. Ketika itulah mereka akan maju di medan-medan ilmu pengetahuan, maju di bidang-bidang industri, modern di dalam ilmu-ilmu baru, maju di dalam pengaruh politik di kawasan. Semua ini muncul dari kehadiran rakyat dan pengaruh mereka terhadap peristiwa-peristiwa negara. Negara dan bangsa menjadi agung.

Sekarang kalian lihat contohnya si fulan negara yang bergantung kepada AS, katakan setiap harinya menjual sepuluh juta barel minyak, dan punya banyak uang di kas, tapi negaranya miskin, negaranya terbelakang, bangsa negara itu sama sekali tidak punya nama dan tidak dikenang. Di negara itu, apa yang menonjol adalah berapa gelintir tagut di pucuk, sedangkan dari bangsa negara itu tidak ada pengaruh dan berita apa pun di dunia; berita bahwa bangsa ini telah melakukan fulan pekerjaan atau fulan gerakan. Beda halnya ketika kerakyatan religius –seperti Republik Islam, seperti negara tercinta kita- berlaku, di dalam pandangan masyarakat dunia terhadap negara Iran rakyat adalah sesuatu yang menonjol. Karena itulah permusuhan para musuh tertuju kepada rakyat. Sekarang, di mana AS memusuhi kita, mereka tidak sedang bermusuhan dengan saya pribadi atau dengan berapa orang pejabat pemerintah, melainkan mereka bermusuhan dengan bangsa, sebab bangsa di sini adalah segala-galanya. Segala sesuatu yang membuat mereka marah, memaksa mereka murka, adalah tindakan-tindakan bangsa, adalah keagungan bangsa. Di dalam kerakyatan, urgensi bangsa jadi meningkat. Artinya, bangsa memperoleh jati dirinya, mendapatkan kehormatan publik dan dunia, menemukan martabat dan kehormatan. Semua ini dulu tidak ada pada masa tagut. Semua ini muncul di masa Republik Islam berkat Revolusi [Islam].

Baik. Hasil kerakyatan adalah kemajuan negara. Kemajuan-kemajuannya juga sungguh luar biasa. Kami memberi nama dekade keempat Revolusi [Islam] sebagai dekade kemajuan dan keadilan. Kemajuan yang sesungguhnya betul-betul terjadi di negeri ini. Saya tidak mengatakan keadilan. Dalam hal keadilan, kita masih terbelakang. Itu tidak diragukan. Kami sendiri mengakuinya, menyatakannya. Di dasawarsa kemajuan dan keadilan, semestinya kita sukses baik dalam kemajuan maupun keadilan. Dalam kemajuan, kita betul-betul sukses. Sungguh kita maju, dan kemajuan ini terjadi di semua bidang. Tapi dalam hal keadilan, kita harus berusaha, kita harus bekerja keras, kita harus mohon ampun kepada Allah Swt dan minta maaf kepada rakyat tercinta. Dalam hal keadilan kita masih bermasalah. Dan insyaallah dengan semangat orang-orang laki dan perempuan yang cermat dan mukmin, kita juga akan maju dari sisi ini. Adapun di bidang kemajuan material, sungguh banyak sekali pekerjaan penting yang telah dilakukan.

Kemajuan bukanlah orang-orang asing datang memboyong uang sebuah negara dan membangunkan menara untuknya. Ini bukan kemajuan. Sebagian orang melihat sebagian negara di sekitar kita yang kaya minyak, dan melihat bahwa di sana ada airport yang begini dan menara yang begitu! Tidak, ini bukan kemajuan. Bahwa pihak-pihak asing datang mengeruk uang sebuah negara, menghinakan rakyat sebuah negara, dan membangunkan menara bagi mereka, ini bukan kemajuan. Ini kemunduran. Ini kerugian. Sekarang, menara paling tinggi berada di negara paling tidak becus di kawasan! Ini bukan kemajuan namanya! Kemajuan adalah sebuah negara, sebuah bangsa, dengan kemampuannya sendiri, dengan kehendaknya sendiri, dengan keputusannya sendiri, dengan ilmunya sendiri, dengan kapasitasnya sendiri, membawa maju dirinya ke baris terdepan. Ini kemajuan. Dan ini Alhamdulillah terjadi di negeri kita. Kita sekarang menjadi kutub kedokteran dan pengobatan. Kita punya peringkat intelektual yang tinggi di dunia. Kita punya pendapat dalam persoalan-persoalan regional. Kita mencapai ilmu tinggi di bidang nuklir. Kita sampai pada ilmu tinggi di bidang nano. Kita meraih ilmu tinggi di bidang bioteknologi. Kita menduduki peringkat yang tinggi di bidang ilmu-ilmu terkait dunia maya. Inilah kemajuan. Banyak sekali anak-anak muda kita yang disebabkan oleh talenta yang luar biasa betul-betul menunggu isyarat untuk mencuat. Kita para direktur agak kendur dalam hal ini. Seandainya tidak demikian, dan sekiranya kita lebih dari itu dalam menyertai anak-anak muda maka mereka betul-betul terbang di bidang-bidang ilmu, teknologi, jasa, dan berbagai pekerjaan. Sebagaimana mereka juga terbang di bidang-bidang spiritual. Kita di bidang keamanan, di bidang pertahanan, di bidang pertanian, di bidang keselamatan, di bidang ilmu pengetahuan, di bidang jalan, dan sebagainya sangatlah maju. Kemajuan kita Alhamdulillah bagus. Dekade kemajuan dan keadilan, kemajuannya bagus. Dan ini muncul dari Revolusi [Islam]. Namun, karena pemberitaan kita lemah maka mungkin saja rakyat negara-negara lain tidak mengetahuinya. Tapi musuh banyak sekali yang mengetahuinya. Perlu saya paparkan juga bahwa kita terhitung kuat di banyak hal. Tapi dalam pemberitaan kita lemah. Dalam penyiaran, dalam penerangan apa yang terjadi, kita masih kurang aktif, lemah, dan kurang inovatif. Dalam hal ini kita harus maju. Adapun pihak-pihak yang memusuhi kita dan memantau persoalan-persoalan kita, mereka menyaksikan kemajuan-kemajuan negara kita, mereka tahu betul betapa negara kita bergerak, betapa negara kita maju dan berkembang.

Karena itu, Revolusi [Islam] telah melakukan hal yang besar di negeri ini: menyelamatkan negara dari kesengsaraan, membebaskan bangsa dari keterpurukan, kehinaan dan malu. Bangsa kita sekarang bangga. Dan ini hasil paling penting bagi sebuah negara dan bagi sebuah bangsa. Tentu saja hal yang seperti ini banyak sekali. Ada daftar panjang untuk hal ini. Namun, sebagaimana yang tadi saya katakan, pemberitaan kita lemah. Saya imbau kepada para pejabat pemerintah agar memaparkan laporan yang benar tentang aneka ragam kemajuan negara ini bukan dengan pola bahasa yang berlebihan, bukan hanya dengan laporan lisan, melainkan secara praktis dan secara artistik. Sehingga, baik orang-orang yang ragu dan lalai akan menjadi sadar –walau pun sebagian orang memang tidak lalai, melainkan sengaja membuat masalah-, maupun rakyat-rakyat di tempat lain akan mengerti apa yang telah diciptakan oleh Revolusi [Islam]. Ini hal yang berhubungan dengan Revolusi [Islam].

Mengenai patologi revolusi, karena waktu mepet dan sudah dekat zuhur, saya sampaikan satu kalimat singkat saja. Salah satu penyakit paling penting bagi semua revolusi adalah kekolotan. Apa maksudnya kolot? Maksudnya adalah, gerakan yang telah dimulai oleh revolusi, dan rakyat sedang bergerak cepat di jalur ini dengan kekuatan revolusioner, pada titik-titik tertentu mereka melemah, lalu berhenti, dan setelah itu mundur ke belakang. Inilah kekolotan. Kolot artinya kembali ke belakang. Seluruh revolusi besar sejarah yang kita kenal –seperti Revolusi Prancis, seperti Revolusi Rusia, dan revolusi-revolusi yang terjadi di negara-negara Afrika, Amerika Latin, serta tempat-tempat yang lain- hampir tanpa pengecualian pada tahun-tahun pertamanya sudah menderita penyakit ini. Fakta bahwa empat puluh tahun berlalu, sedangkan slogan-slogan revolusi tidak berubah sedikit pun, tidak bergeming sedikit pun, tidak pernah ada di dalam satu pun dari revolusi-revolusi itu. Tapi kita mampu menjaga syiar-syiar ini. Tentu saja berbahaya. Saya punya kewajiban untuk memperingatkan bahaya kepada rakyat yang tercinta. Apabila kita bergerak menuju keningratan (aristokrasi), maka ini sama dengan jalan mundur menuju kekolotan. Apabila sebagai ganti dari perhatian kepada lapisan masyarakat lemah, kita malah mengabdi kepada kelas-kelas masyarakat borjuis dan tamak di dalam negeri, maka ini sama dengan jalan mundur menuju kekolotan. Apabila sebagai ganti dari bersandar kepada rakyat, kita malah bertumpu kepada orang-orang asing, kita menaruh harapan kepada pihak-pihak asing, maka ini sama dengan jalan mundur menuju kekolotan. Hal ini jangan sampai terjadi. Elite masyarakat harus waspada. Direktur-direktur masyarakat harus waspada. Para pengatur negara harus berhati-hati. Rakyat juga hendaknya memperhatikan, mengawasi tingkah laku kita secara sensitif, tingkah laku para direktur dan pengatur, dengan sensitivitas. Kekolotan adalah sesuatu yang berbahaya. Kekolotan ketika terjadi, itu artinya orang-orang dulu revolusioner tetap berada pada posisinya tapi garis mereka berubah, mereka mengubah jalan; seolah-olah revolusi terjadi supaya mereka sampai pada posisi-posisi itu sedangkan kita tetap dipermainkan! Sudah barang tentu revolusi terjadi bukan untuk ini. Revolusi artinya perubahan. Revolusi artinya perubahan jalan. Revolusi artinya menetapkan cita-cita mulia dan bergerak ke sana. Apabila kita melupakan cita-cita itu maka bukan revolusi lagi namanya.

Sebagian orang mengira bahwa Revolusi [Islam] hanyalah pada tahun 57 (1979 M) dan selesai. Ini salah. Revolusi [Islam] dimulai pada tahun 57, bukan selesai pada tahun itu. Awal perubahan, awal gerakan perbaikan dalam masyarakat terjadi pada tahun 57, terjadi pada tanggal 22 Bahman (11 Februari). Itu permulaannya. Secara bertahap gerakan ini harus berlanjut semakin dalam, semakin luas, semakin menyebar, dan semakin bijaksana. Bukan malah berhenti. Jangan sampai ketika kami mengatakan si fulan adalah orang yang revolusioner maka hal itu dipahami secara negatif, atau ketika kami katakan si fulan adalah orang revolusioner maka hal itu dipahami artinya dia adalah orang yang bukan intelek, orang yang bodoh. Tidak! Sama sekali bukan demikian. Iya, sistem pengelolaan negara adalah terhormat, Undang-Undang Dasar adalah terhormat, seluruh asas UUD harus dijaga. Revolusi [Islam] dituangkan dalam bingkai ini. Karena itu, bingkai ini harus senantiasa dihormati dan dijaga. Ini harus.

Begitu juga halnya apabila kita mengira bahwa Revolusi [Islam] akan berarti tanpa sistem. Ini sebuah kesalahan yang lain. Dimana dari sisi itu sebagian orang beranggapan bahwa orang harus punya bahasa protes, kritis, dan sebagainya terhadap segala sesuatu, terhadap semua peristiwa, terhadap setiap bagian dari Sistem Islam dan atas nama revolusi. Tidak! Ini tidak benar. Revolusi yakni Sistem Revolusioner; Sistem Islami ini harus berupa Sistem Umat dan Imamah serta Sistem Kerakyatan Religius, dengan cita-cita Revolusi [Islam], dengan gerakan revolusioner, dan dengan orientasi revolusioner. Ini harus terjadi. Baik. Untungnya kita punya banyak orang yang revolusioner, dan di di tengah masyarakat. Alhamdulillah Revolusi [Islam] merupakan logam yang resmi dan populer di tengah rakyat, di antara para direktur dan manajer juga tidak sedikit orang-orang yang betul-betul pendukung Revolusi [Islam]. Sensitivitas-sensitivitas ini jangan sampai hilang.

Saya di salah satu perjalanan saya pada waktu menjadi presiden pergi ke sebuah negara Afrika, berapa tahun –sekitar tujuh sampai sepuluh tahun- pasca kemenangan revolusi di negeri itu. Lelaki pemimpin negara itu seorang kulit hitam yang merupakan pemimpin revolusi, panglima revolusi, dan sekarang pun menjadi kepala pemerintah. Saya menyaksikan pemimpin negara yang menjadi tuan rumah kita ini perilakunya di negeri sendiri seperti perilaku jenderal Portugal yang sebelum revolusi berkuasa di negeri tersebut. Perilaku tetap perilaku itu. Nampaknya negara ini punya latar belakang jajahan Spanyol atau Portugal. Tentunya, seorang politikus militer Portugal yang bertahun-tahun memerintah di negeri itu. Lalu, orang yang merupakan pemimpin revolusi perilakunya sama dengan perilaku politikus militer tersebut! Revolusi apa ini? Pandangannya terhadap rakyat, pandangannya terhadap sekitar, sikapnya terhadap orang lain masih tetap seperti sebelumnya. Republik Islam sungguh jauh dari kondisi seperti ini. Alhamdulillah sampai saat ini tetap jauh, dan setelah ini juga akan tetap jauh –dari kondisi seperti itu-. Keningratan dan aristokrasi pejabat-pejabat negara, pinta saham pejabat-pejabat negara, ketidakpedulian terhadap Baitul Mal, pengabaian terhadap lapisan masyarakat lemah, semua itu merupakan gerakan anti Revolusi [Islam]. Seluruh organisasi Sistem [Pemerintahan Islam] harus bergerak dengan memperhatikan cita-cita Revolusi [Islam].

Baiklah. Salah satu masalah penting yang mengemuka sekarang adalah masalah ekonomi. Di sini saya ingin memaparkan sesuatu. Semua pejabat, orang-orang yang tahu, orang-orang yang sadar, dan masing-masing rakyat mungkin percaya bahwa sekarang salah satu persoalan utama negara adalah masalah ekonomi negara. Baik. Apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki ekonomi negara? Satu jalannya adalah bersandar kepada rakyat; artinya, Ekonomi Muqawama. Ini kami telah umumkan. Semua pejabat negara juga sudah membenarkan. Artinya, tidak ada satu pun yang menentang. Walau pun sekarang mungkin saja terdengar kasak kusuk di sudut sana dan sini. Tapi, ketika kebijakan Ekonomi Muqawama diumumkan, seluruh pejabat negara setuju dan mengakui bahwa inilah jalannya dan cukup ini. Ekonomi Muqawama bukan berarti keterkurangan di keterpenjaraan di dalam negeri. Jangan mereka mengatakan bahwa “Kami ingin berhubungan dengan dunia”! Baik. Di dalam Ekonomi Muqawama terdapat hubungan dengan dunia. Hanya saja, dikatakan bahwa kepercayaan harus ditujukan kepada rakyat; ekonomi interproduktif dan eksternalis. Gejolak gerakan ekonominya dari dalam negeri; potensi-potensi rakyat, fasilitas-fasilitas rakyat, modal-modal rakyat. Harus dilakukan tadbir untuk mengelola modal, potensi, dan kapasitas ini dalam kerja dan produksi dalam negeri yang berujung pada penciptaan kekayaan di dalam negeri. Ini butuh tadbir. Jangan sampai pandangan kita ke arah luar. Tentu saja apabila kita ingin ekonomi dalam negeri berkembang, maka kita harus punya ekspor yang baik, impor yang tepat, dan hubungan ekonomi. Tidak ada keraguan dalam hal ini. Investasi asing perlu ada di dalam negeri, saya tidak menentang pihak-pihak asing datang untuk investasi. Namun, tadbir kerjanya, kendali kerjanya harus berada di tangan direktur-direktur dalam negeri, mereka yang harus mengambil keputusan, mereka yang harus menghendaki. Jangan sampai pekerjaannya dipasrahkan kepada asing. Apabila pekerjaannya diserahkan kepada asing, maka kendalinya akan lepas dari tangan direktur-direktur dalam negeri. Banyak peristiwa penuh pelajaran yang terjadi mengenai hal ini.

Di Tehran ini sendiri, salah satu kepala negara yang populer di kawasan –saya tidak ingin menyebut namanya; salah satu negara Asia yang relatif maju dan betul-betul punya kemajuan ekonomi yang bagus dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi-, sekitar dua belas atau tiga belas tahun yang lalu datang ke sini. Datang kemari dan bertemu dengan saya. Ketika itu terjadi gempa besar ekonomi di negara-negara timur Asia. Orang ini salah satu dari kepala negara itu. Dia datang ke saya, begitu masuk ruangan, salah satu kalimat yang pertama dia ucapkan adalah, “Dalam semalam kami jadi pengemis”. Ekonomi apabila bergantung pada modal dan kehendak sipemodal Yahudi, Barat, dan AS, maka akibatnya demikian. Sebuah negara yang berdiri tegak, giat ekonomi, dan punya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemimpinnya mengatakan kepada saya bahwa, “Dalam semalam kami jadi pengemis!”. Inilah akibat bersandar kepada luar. Kita sendiri telah menyaksikan –dampak- bersandar kepada asing dalam kasus Rencana Komprehensif Langkah Bersama (JCPOA). Dalam kasus negosiasi nuklir kita percaya kepada mereka, dan kita tidak untung apa-apa dari kepercayaan kita kepada mereka. Untungnya saya melihat pejabat-pejabat negara menyikapi mereka secara tepat, dan saya sungguh harus berterimakasih kepada Menteri Luar Negeri kita. Sikapnya terhadap kebusukan pihak AS dan kemunafikan Eropa adalah sikap yang tepat dan tegas. Sebagiannya sudah disiarkan dan sebagian yang lain belum disiarkan, tapi kami tahu. Sikap yang sangat kuat dan tepat. Iya, memang inilah jalannya. Harus disikapi. Kemuliaan Nasional harus mereka tunjukkan di dalam hubungan keluar. Bersandar kepada asing adalah membahayakan. Bersandar kepada asing membuat mereka secara bertahap menguasai nasib negara dengan berbagai cara. Jangan pernah bersandar kepada asing. Dari asing harus didapatkan keuntungan, harus digunakan, tapi jangan pernah bersandar kepadanya, jangan pernah mempercayakan kepadanya. Ini termasuk hal sangat penting yang betul-betul harus diperhatikan oleh semua pejabat negara.

Baik. Sekarang kita berada di ambang empat puluh tahun kemenangan Revolusi [Islam]. Empat puluh tahun bukan waktu yang lama. Di dalam sejarah sebuah bangsa, empat puluh tahun bukan sesuatu yang banyak. Itu sesuatu yang sedikit. Dalam empat puluh tahun ini, bangsa kita telah berjerih payah, sungguh mereka bergerak di atas bebatuan cadas; kita pada tahun pertama –kira-kira sejak hari pertama- sudah diembargo, dan embargo ini berlanjut serta bertambah dengan bentuk yang bermacam-macam. Semua yang telah terjadi, seluruh kemajuan-kemajuan ini, terjadi pada masa embargo. Artinya, kita dari dulu diembargo, tapi kita melakukan kemajuan-kemajuan ini. Ini menunjukkan kekuatan Revolusi [Islam] dan kemampuan Bangsa Iran.

Kita punya prioritas-prioritas: Kita harus mengutamakan manajemen jihadi daripada birokrasi usang. Ini salah satu prioritas kita; bersikukuh pada manajemen jihadi. Pejabat-pejabar negara di dalam Badan Eksekutif, Badan Yudikatif, dan di bagian-bagian yang lain harus menindaklanjuti manajemen jihadi. Manajemen jihadi bukan berarti ketidakdisiplinan; melainkan bekerja penuh, bergerak dengan tadbir, tidak kenal siang dan malam, dan terus menindaklanjuti pekerjaan. Inilah yang dimaksud dengan manajemen jihadi.

Di dalam politik dalam negeri, matan (arus utama) rakyat harus diutamakan atas minoritas-minoritas partai dan kelompok-kelompok sayap atau lain sebagainya. Matan rakyat harus didahulukan atas semua.

Dalam hal jasa dan pelayanan, kaum mustadafin, daerah-daerah yang tertindas, daerah-daerah terpencil, harus diutamakan atas orang-orang yang mewah. Untungnya selama bertahun-tahun ini banyak sekali daerah yang sebelumnya tidak pernah menyaksikan pembangunan telah mendapatkan perhatian; baik oleh badan-badan yang bertanggungjawab, maupun oleh badan-badan yang secara langsung tidak punya tanggungjawab itu. Sepah Pasdaran –contohkan saja di Sistan dan Balujistan- telah melakukan pekerjaan-pekerjaan jasa yang besar. Padahal, tugas Sepah Pasdaran bukanlah jasa dan pelayanan. Namun, jasa yang diberikan oleh Sepah kepada rakyat di fulan daerah yang tak tersentuh sungguh kasat mata. Pekerjaan-pekerjaan ini ada dan harus dilanjutkan. Seluruh badan pemerintah harus memperhatikan prioritas ini.

Di dalam kebijakan pertahanan negara, semua cara dan semua sarana yang dibutuhkan negara sekarang dan akan datang harus ditindaklanjuti dan diperbarukan. Sejenak pun kita tidak boleh ragu bahwa negara untuk mempertahankan diri harus bergerak menuju apa yang dibutuhkannya. Walau pun seluruh dunia menentangnya. Orang-orang yang mereka sendiri mempunyai berbagai sarana atom dan nuklir yang membinasakan manusia, dan selalu mengancam manusia, sekarang duduk dan mempersoalkan rudal-rudal Republik Islam, “Kenapa kalian membuat rudal?”! Baiklah. Apa hubungannya dengan kalian? Ini adalah sarana pertahanan kita. Ini adalah fasilitas pertahanan negara. Bangsa ini harus mampu membela dirinya. Mereka mengatakan bahwa kalian jangan punya sarana pertahanan agar kami bisa memaksa kalian semaunya. Ini yang harus kita turuti?! Tentunya, kita sendiri meyakini ada hal-hal yang haram, dan kita tidak mengejarnya . Seperti sarana nuklir dan pembasmi massal, kita tidak mengejarnya. Namun, dalam hal lain yang kita butuhkan, kita tidak merenungkannya lagi, kita tidak meragukannya lagi.

Di dalam politik luar negeri, salah satu satu prioritas kita sekarang adalah memberatkan Timur atas Barat, mendahulukan tetangga daripada yang jauh, mengedepankan bangsa-bangsa dan negara-negara yang punya sisi kesamaan dengan kita daripada yang lain.

Di dalam ekonomi, masalah yang paling tinggi adalah lapangan kerja. Masalah yang paling tinggi adalah produksi. Saya tahun ini telah mengumumkan “Produksi dan Lapangan Kerja”. Dalam hal ini harus diusahakan, harus dikerjakan. Seluruh pejabat negara harus berusaha dalam hal ini. Tahun ini tentunya ada beberapa hal yang telah dilakukan, statistik-statistik telah dilaporkan, tapi apa yang dimaksudkan masih sangat butuh usaha yang lebih besar. Kita harus melakukan sesuatu sekiranya statistik lapangan kerja di negeri ini meningkat, produksi dalam negeri kita harus meningkat. Inilah solusi ekonomi di negeri ini.

Saya juga ingin memaparkan sesuatu untuk masa depan negara. Ketahuilah pertama-tama bahwa anak-anak muda harus mempersiapkan diri mereka; dari sisi keilmuan, dari sisi keyakinan, dari sisi motivasi revolusioner. Anak-anak muda harus selalu siap. Anak-anak muda adalah motor kemajuan revolusi. Sejak awal memang selalu demikian. Sampai sekarang pun demikian. Untungnya anak-anak muda kita yang memiliki tekad, semangat dan bashirah sekarang lebih banyak daripada awal Revolusi [Islam]. Tidak dengan kualitas awal Revolusi [Islam]. Tidak! Bashirah anak-anak muda sekarang, kedalaman makrifat anak-anak muda sekarang, lebih banyak daripada sebagian besar anak-anak muda awal Revolusi [Islam]. Dari sisi ini kita tidak punya kekurangan apa pun. Alhamdulillah ini ada. Anak-anak muda harus mempersiapkan diri mereka. Anak-anak remaja yang sedang tumbuh menjadi muda harus mempersiapkan diri mereka; pemikiran revolusioner, motivasi revolusioner, bashirah revolusioner, langkah revolusioner, termasuk bab-bab yang harus selalu diingat oleh anak-anak muda kita.

Mereka juga perlu tahu bahwa Republik Islam kuat. Republik Islam sangat kuat. Bukti kekuatan Republik Islam adalah selama empat puluh tahun seluruh pemerintah arogan dan busuk dunia ingin menghancurkannya tapi mereka tidak bisa berbuat galat apa pun. Bukti kekuatan Republik Islam adalah kelestarian Republik Islam dalam empat dekade ini. Dengan kondisi yang tidak mendukung, dengan situasi yang tidak mendukung, dengan sekian banyak permusuhan yang besar, Republik Islam tetap hidup. Karena itu, ini bukti bahwa tunas ini sekarang telah berubah menjadi pohon kokoh yang tidak bisa mereka goyang. Bangunan ini adalah bangunan yang sangat tinggi dan kuat, dan akan bertambah kuat. Kalian juga perlu tahu bahwa Republik Islam akan semakin kuat. Kita mengatahui ancaman-ancaman, kita mendengar perkataan-perkataan; perkataan-perkataan yang secara terang-terangan diutarakan maka sampai ke telinga kita, dan perkataan-perkataan yang terkadang diutarakan secara sembunyi-sembunyi di acara-acara juga terkadang sampai ke telinga kita. Kami tahu konspirasi apa yang sedang mereka lakukan terhadap kita. Namun, dengan semua ini, saya ulang perkataan Imam [Khumaini] ra bahwa “AS tidak bisa berbuat galat apa pun” (Shohifah Imam, 10/515).

Saya sungguh senang bertemu dengan kalian saudara-saudari tercinta, dan sampaikan salam saya kepada rakyat tercinta kami di Tabriz.

Wassalamualaikum Wr. Wb. (WF)

Hits: 40

Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat