Persetujuan Imam Khamenei atas Syarat dan Ketentuan Pengampunan atau Remisi Tahanan

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Jumat (9/3/18), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kelahiran Sayidah Fathimah Zahra as, menjelang Hari Raya Tahun Baru, dan menjalankan ayat 11 pasal 110 UUD, membalas surat permohonan Ayatullah Amuli Larijani Kepala Badan Yudikatif dan menyetujui syarat serta ketentuan pengampunan atau remisi bagi para terpidana yang hukuman mereka telah terbukti sampai tanggal 29/12/1396 Hs (20/3/18 M) dan teridentifikasi telah memenuhi syarat untuk mendapatkan pengampunan atau remisi hukuman.

Redaksi surat Kepala Badan Yudikatif dan jawaban Pemimpin Revolusi Islam Imam Khamenei sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim

Kpd. Yth. Ayatullah Uzma Khamenei ‚Äďadamallohu dzillahul warif-

Pemimpin Revolusi Islam

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan hormat dan ucapan selamat dalam rangka Ulang Tahun Hari Kelahiran Sayidah Farhimah Zahra as dan menjelang Hari Raya Tahun Baru, dalam rangka menjalankan ayat 11 pasal 110 UUD Republik Islam Iran dan mengurangi dampak buruk penjara bagi keluarga para tahanan serta mengembalikan mereka kepada masyarakat, maka dengan demikian kami mengajukan syarat dan ketentuan pengampunan atau remisi, dan apabila yang terhormat mengesahkannya maka para tahanan Pengadilan Publik dan Revolusi, Badan Peradilan Angkatan Bersenjata, dan Badan Takzir Pemerintah yang masa hukuman mereka sudah pasti sampai tanggal 29/12/1396 dan sebagaimana akan disebutkan mereka telah diidentifikasi memenuhi syarat penggunaan pengampunan atau remisi hukuman, akan mendapatkan pengampunan atau remisi dan kelembutan Islami.

A. Terpidana tahanan penjara:

1. Tiga perempat hukuman terpidana tahanan sampai satu tahun.
2. Seperdua hukuman terpidana tahanan lebih dari satu tahun sampai dua puluh tahun.
3. Sisa hukuman terpidana tahanan lebih dari dua puluh tahun apabila telah menjalani masa hukuman selama minimal sepuluh tahun penjara.
4. Sisa hukuman terpidana tahanan selama-lamanya untuk orang-orang laki apabila telah menjalani masa hukuman selama minimal lima belas tahun penjara, dan untuk orang-orang perempuan telah menjalani masa hukuman minimal dua belas tahun penjara.
5. Sisa masa hukuman penjara para terpidana kejahatan-kejahatan yang tidak disengaja, kecuali kasus-kasus yang tersebut di dalam ayat 718 dan 719 Undang-Undang Pidana Islam (Takzir dan Hukuman-Hukuman Pencegahan yang disahkan pada tanggal 2/3/1375).
6. Sisa masa hukuman penjara (selain penjara selama-lamanya) untuk orang-orang perempuan yang berdasarkan keputusan undang-undang mereka bertanggungjawab sebagai wali atau pengasuh anak-anak mereka, apabila telah menjalani seperlima dari masa hukuman penjara mereka.
7. Sisa masa hukuman tahanan terpidana penderita penyakit yang sulit disembuhkan atau penderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan, dimana penyakit mereka sampai tanggal 31/3/1397 telah dikonfirmasi oleh Komisi Kedokteran Forensik dan menurut pandangan Komisi tersebut mereka tidak mampu untuk menjalani hukuman penjara.
Tentunya, langkah-langkah pengadilan dalam menjalankan ayat 502 dan 522 Undang-Undang Acara Pidana tidak akan menghalangi pelaksanaan pengampunan ini.
8. Sisa masa hukuman sampai dua tahun penjagaan di Pusat Pemasyarakatan dan empat perlima masa hukuman lebih dari dua tahun penjagaan di Pusat Pemasyarakatan tahanan di bawah umur 18 tahun penuh (pada waktu melakukan kejahatan) berdasarkan dokumen resmi, dan berdasarkan konfirmasi forensik bagi warga asing yang tidak punya dokumen resmi.
9. Sisa masa hukuman tahanan terpidana laki di atas umur 70 tahun penuh dan perempuan di atas umur 65 tahun berdasarkan dokumen resmi, dan berdasarkan konfirmasi forensik bagi warga asing yang tidak punya dokumen resmi, dengan syarat bagi masa hukuman penjara lebih dari satu tahun telah menjalani minimal seperlima dari masa hukuman, dan bagi masa hukuman penjara selama-lamanya telah menjalani minimal lima tahun.

B. Terpidana Uang Tunai:

1. Sisa hukuman terpidana uang tunai sampai lima ratus juta rial yang mana dikarenakan tidak mampu membayar uang tunai dia dipenjara.
2. Seperdua hukuman terpidana uang tunai dari lima ratus juta satu rial sampai dengan satu miliar rial yang mana dikarenakan tidak mampu membayar uang tunai dia dipenjara.
3. Hukuman terpidana uang tunai sampai lima juta rial yang karena alasan apa pun sampai saat ini belum diberlakukan.

C. Syarat-Syarat Menggunakan Pengampunan

1. Tidak punya lebih dari dua macam latar belakang hukuman pidana yang efektif.
2. Tidak melakukan kejahatan sengaja baru yang menyebabkan hukuman tingkat pertama sampai lima poin ayat 19 Undang-Undang Pidana Islam yang disahkan pada tanggal 1/2/1392 pada hari-hari penanggungan penjara atau pada waktu cuti kompensasi.
3. Tidak punya penggugat pribadi, pinta kepuasaan penggugat pribadi, atau kompensasi kerugian penggugat pribadi dan pihak yang dirugikan (baik orang personal maupun lembaga) sampai tanggal 31/3/1397.
4. Tidak menggunakan pengampunan pada hukuman yang sebelumnya atau yang sekarang.

D. Pelaku kejahatan-kejahatan di bawah ini dikecualikan dari orang-orang yang terliputi pengampunan:

1. Penyelundupan narkoba secara bersenjata atau dalam jumlah yang besar (yang dimaksud dengan dalam julmah yang besar adalah kejahatan-kejahatan pada butir 6 ayat 5 dan butir 6 ayat 8 Undang-Undang Perbaikan Undang-Undang Pemberantasan Narkoba dan Penambahan Ayat Kepadanya).
2. Penyelundupan senjata dan amunisi.
3. Penculikan orang.
4. Penyemprotan asid.
5. Pemerkosaan secara paksa dan kekerasan.
6. Penyelenggaraan pusat kerusakan dan kekejian.
7. Pencurian, korupsi, suap, penipuan, dan pendapatan harta yang tidak legal.
8. Pembuatan uang kertas palsu dan koin palsu.
9. Pencucian uang.
10. Pengacauan dalam sistem ekonomi.
11. Kejahatan-kejahatan yang berhubungan dengan minuman keras.
12. Penyelundupan barang dan mata uang asing secara terorganisir, profesional, dan dalam jumlah yang besar.

Catatan: Penolong kejahatan-kejahatan poin butir 1, 2, 5 dan 11 bagian ini juga dikecualikan dari orang-orang yang tercakup pengampunan.

Wal Amru Ilaikum Wassalamualaikum Wr. Wb.

Shadiq Amuli Larijani

16/12/96 Hs (7/3/2018 M)

Bismihi Ta’ala

Dengan mengucapkan salam dan selamat, pengajuan Anda disetujui.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sayid Ali Khemenei

18/12/96 Hs (9/3/18 M)

Hits: 27

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat