Imam Khamenei: Imam Khumaini Berdiri Tegar Seperti Gunung Melawan Anti Hijab

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khemenei, Kamis (8/3/18) pagi menjelang ulang tahun Hari Kelahiran Ummul Aimmah Sayidah Fathimah Zahra as, dalam pidatonya di hadapan para pemuja Ahli Bait as menegaskan bahwa Imam Khumaini ra berdiri tegar seperti gunung melawan anti hijab. Beliau mengatakan:

“Sekarang ini banyak sekali biaya yang mereka keluarkan, aktivitas yang mereka lakukan, dan ratusan media mereka kerahkan demi mempengaruhi identitas merdeka wanita muslim. Semua cara mereka tempuh untuk itu.

Semua biaya, usaha, dan pikiran ada di balik pekerjaan ini. Tapi upaya mereka mandul. Hasil pekerjaan mereka adalah empat orang perempuan di sudut sana dan sini tertipu atau terdorong oleh ini dan itu untuk membuka hijab dan menyatakan diri bahwa kami begini dan begitu.

Seluruh jerih payah itu hasilnya tersimpulkan pada masalah yang remeh temeh ini. Sampai di sini tidak ada masalah.

Hal yang yang membuat saya sensitif adalah ketika kalian menyaksikan dari mulut sekelompok orang elite terlontarkan masalah “Hijab Paksaan”.

Ini artinya adalah ada sekelompok orang –yang insyaallah karena tidak tahu- sedang melanjutkan garis yang mana musuh gagal mencapai target dengan sekian biaya yang mereka keluarkan. Di antara kelompok itu ada penulis surat kabar, intelektual, dan juga akhund (kyai).

Mereka mengatakan bahwa ketika Imam Khumaini ra berkata “Hendaknya orang-orang perempuan berhijab”, maksud beliau bukan semua orang perempuan!. Ini omong kosong. Ketika itu kami hadir. Kami tahu persis kejadiannya.

Imam Khumaini ra, di hadapan kemungkaran nyata yang disebarkan oleh Pahlavi dan antek-anteknya, berdiri tegar seperti gunung.

Ada orang yang mengatakan bahwa dosa ini kan tidak lebih besar daripada ghibah (pengumpatan), kenapa Anda tidak mengejar orang yang mengumpat! Di sinilah orang merasakan sakit karena menyaksikan kegagalan identifikasi.

Kita kan tidak mengatakan bahwa akan mengejar orang yang membuka hijabnya di hadapan selain muhrim di dalam rumah. Perbuatan yang dilakukan di hadapan umum adalah tindakan sosial dan pembelajaran publik. Dan itu menimbulkan kewajiban bagi pemerintahan yang datang dengan nama Islam. Sesuatu yang haram, tidak ada kecil dan besar.

Anggap saja sekarang ada orang yang dalam kesendiriannya sedang melakukan sebuah kesalahan, itu urusan dia dan Tuhan. Adapun sesuatu yang terjadi di hadapan mata publik, maka pemerintahan Islam –seperti pemerintahan Nabi Muhammad Saw dan pemerintahan Amirul Mukminin Ali as- punya kewajiban untuk berdiri di hadapannya.

Ada yang berlogika bahwa izinkan masyarakat untuk memilih. Baiklah! Itu berarti akan berlaku juga pada kedai arak. Itu berarti bisa digunakan terhadap seluruh dosa-dosa besar sosial. Apa ini logika?

Pembuat Syariat Yang Maha Suci telah mengharuskan pemerintahan Islam untuk mencegah penyebaran haram Ilahi dan dosa di tengah masyarakat.” (WF)

Hits: 22

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat