Imam Khamenei di Pertemuan dengan Para Pemuja Ahli Bait as: Wanita dalam Logika Islam Punya Pola dan Kerangka Yang Sempurna

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Kamis (8/3/18) pagi, menjelang ulang tahun Hari Kelahiran Ummul Aimmah Sayidah Fathimah Zahra as bertemu dengan para pemuja dan pengidung pujian-pujian Ahli Bait Nabi Muhammad Saw dan menjelaskan pola sempurna wanita dalam logika Islam.

Berikut kutipan pidato beliau dalam pertemuan ini:

* Wanita di dalam logika Islam mempunyai pola dan kerangka yang sempurna. Wanita adalah makhluk yang beriman dan berkesucian, bagian terpenting dalam pendidikan manusia, berpengaruh dalam masyarakat, memiliki perkembangan intelektual dan spiritual, manajer sebuah pusat yang utama; yaitu keluarga, dan faktor ketenangan lelaki.

Semua ini terdapat di samping ciri-ciri khas perempuannya, seperti kelembutan, kelunakan hati, dan kesiapan untuk menerima cahaya Ilahi. Inilah model wanita Islam.

Sebaliknya, di dalam sejarah selalu ada model yang menyimpang. Sekarang, model menyimpang itu adalah adalah wanita Barat. Di mana ciri-cirinyanya bukan hal-hal istimewa yang saya sebutkan tadi mengenai wanita Muslim, melainkan ciri-cirinya adalah dia bisa menarik perhatian para lelaki dan memberikan kenikmatan kepada mereka. Karena itu, ciri-ciri wanita Barat adalah ketelanjangan. Kalian lihat bagaimana di dalam acara-acara, para lelaki harus berpakaian setertutup mungkin, sedangkan para wanita harus setelanjang mungkin.

* Wanita Barat adalah manifestasi konsumsi, rias diri, pamer di hadapan orang-orang laki dan sarana pemuasan birahi mereka. Hal-hal lain yang mereka utarakan seperti keadilan gender, seluruhnya hanya sebuah kata-kata dan tampilan luar masalah. Sedangkan batinnya sama sekali hal yang berbeda.

Kalian tentu dengar bahwa sebagian pejabat perempuan Barat yang jumlahnya lumayan, berapa bulan lalu satu persatu menyatakan bahwa pada masa mudanya mereka pernah jadi korban penyalahgunaan di sela-sela kerja kantor. Secara paksa dan kekerasan! Padahal mereka adalah orang-orang yang besar di Barat.

Islam menutup jalan penyimpangan seksual wanita melalui Hijab.

* Hijab adalah sarana keterjagaan wanita. Bukan keterbatasan. Sekarang, panji kemerdekaan jati diri dan kebudayaan wanita berada di tangan perempuan-perempuan Iran. Putri-putri Iran dengan menjaga hijab tengah menyatakan kemerdekaan identitas dan kebudayaan mereka serta mengekspornya ke dunia. Artinya, dunia sedang mendengarkan sesuatu yang baru.

Wanita bisa hadir secara aktif dan berpengaruh secara mendalam di berbagai kancah sosial –sebagaimana dibuktikan oleh perempuan-perempuan di negeri kita-, pada saat yang sama mereka tetap menjaga hijab, kesucian, sisi perbedaan, penolakan terhadap penyalahgunaan oleh para lelaki, keengganan untuk merendahkan diri sehingga menjadi sarana kenikmatan bagi lelaki-lelaki asing dan serakah. Inilah ciri-ciri wanita Iran zaman sekarang. Inilah model dan kerangka yang kita punya. Di antara perempuan-perempuan kita ada yang memperhatikan model ini dengan sangat baik, ada pula yang memperhatikannya setengah-setengah. (WF)

Hits: 42

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat