Imam Khamenei dalam pertemuan dengan Menteri Wakaf dan Ulama Suriah: Hari Kalian Shalat Berjamaah di Quds Akan Segera Tiba

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Kamis (1/2/18) siang, dalam pertemuan dengan Menteri Wakaf dan sejumlah ulama Suriah mengisyaratkan pada dukungan Republik Islam terhadap Suriah di garis terdepan perjuangan melawan musuh-musuh Islam dan menyatakan bahwa kemenangan pasti diperoleh bangsa-bangsa yang mukmin dan mujahid.

Pemimpin Revolusi Islam mengapresiasi Presiden Suriah Basyar Asad dan mengatakan, “Suriah hari ini berada di garis terdepan. Karena itu, tugas kita adalah mendukung resistensi Suriah. Tentunya, Basyar Asad telah muncul sebagai sosok pejuang besar. Dia bertahan dengan teguh dan tanpa keraguan. Dan ini penting sekali bagi sebuah bangsa.”

Imam Khamenei menjelaskan bahwa kehinaan sebagian bangsa-bangsa adalah disebabkan oleh kehinaan para pemimpinnnya. Dan musuh tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap bangsa mulia yang para pemimpinnya merasa mulia dan bangga atas Islam serta identitas mereka. Beliau mengatakan, “Revolusi Islam Iran telah memasuki tahun keempat puluhnya padahal sejak hari pertama seluruh kekuatan nomor satu dunia seperti AS, Uni Soviet, dan NATO, serta para penguasa kolot di kawasan bersatu untuk menghancurkan Republik Islam. Namun, Revolusi [Islam] ini tetap lestari dan tumbuh berkembang.”

Beliau menjelaskan fakta yang memberikan optimisme dan kekuatan seraya mengatakan, “Kelestarian Revolusi [Islam] bangsa Iran membuktikan bahwa keinginan AS, Eropa, dan kekuatan-kekuatan atom dunia tidak mesti terealisasi. Apabila kita semua dan elemen-elemen Front Muqawama di kawasan tegas, maka musuh tidak akan bisa berbuat galat apa pun.”

Ayatullah Uzma Khamenei menyebutkan bahwa kemenangan menuntut iman dan perjuangan. Beliau mengatakan, “Kemenangan adalah milik orang mukmin yang berjuang. Dan tugas kita adalah mendukung serta membela Islam dan Gerakan Islam. Karena itu, kita harus menyingkirkan perselisihan. Hendaknya kita mengabaikan orang-orang yang bergerak dan melangkah bertentangan dengan persatuan selama mereka tidak berhubungan dengan politik global dan arogansi.”

Setelah itu, beliau menjelaskan tugas Umat Islam terhadap gerakan perpecahan yang bersumber dari politik arogansi seperti langkah-langkah Saudi adalah perlawanan yang tegas. Beliau mengatakan, “Kita tidak menerima Syiah yang didukung London dan Sunni yang didukung AS serta Israel. Karena Islam menentang kekafiran, kezaliman, dan arogansi.”

Pemimpin Revolusi Islam menekankan titik-titik kesamaan Islam dan mengatakan, “Mudah-mudahan kita semua menyaksikan hari dimana kalian menyelenggarakan shalat berjamaah di Quds. Dan hari itu tidak akan lama lagi. Hari itu akan segera tiba. Baik orang-orang seperti kami masih ada maupun tidak.”

Beliau menambahkan, “Berapa tahun lalu, rezim zionis mengatakan bahwa sampai 25 tahun kedepan kita akan begini dan bagitukan Iran. Ketika itu juga saya tegaskan bahwa kalian tidak akan menyaksikan 25 tahun yang akan datang.”

Pidato lengkap beliau dalam pertemuan ini akan dirilis menyusul. (WF)

Hits: 66

Berita, Headline, Imam Khamenei, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat