Pidato  Sayidah Fathimah Zahra As di Masjid Nabi Saw (Khutbah Fadakiyah 5)

وَ أَنْتُمْ‏ تَزْعُمُونَ أَلَّا إِرْثَ لَنَا أَفَحُكْمَ الْجاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَ مَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْماً لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ‏ أَ فَلَا تَعْلَمُونَ؟! ب
بَلَى، تَجَلَّى‏ لَكُمْ كَالشَّمْسِ الضَّاحِيَةِ أَنِّي ابْنَتُهُ
أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أَ أُغْلَبُ عَلَى إِرْثِيَهْ‏؟! ی
يَا ابْنَ أَبِي قُحَافَةَ، أَ فِي كِتَابِ اللَّهِ أَنْ تَرِثَ أَبَاكَ وَ لَا أَرِثَ أَبِي؟! لَقَدْ جِئْتَ‏ شَيْئاً فَرِيًّا

Kalian beranggapan bahwa tiada warisan bagi kami. “Apakah hukum Jahiliah yang mereka mau? Dan siapa lebih baik daripada Allah hukumnya bagi kaum yang yakin.” (QS. Al-Maidah [5]: 50). Apa kalian tidak tahu?!

Tentu, gamblang sekali bagi kalian seperti matahari pagi di langit yang cerah bahwa aku adalah putri beliau.

Wahai Muslimin! Apa aku harus dikalahkan dalam hal warisanku?!

Hai putra Abu Quhafah! Memangnya di dalam Kitab Allah diatur bahwa kamu mewarisi ayahmu sedangkan aku tidak mewarisi ayahku?! “Sungguh engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.” (QS. Maryam [19]: 27).

أَ فَعَلَى عَمْدٍ تَرَكْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ وَ نَبَذْتُمُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ إِذْ يَقُولُ: وَ وَرِثَ سُلَيْمانُ داوُدَ؟! وَ قَالَ فِيمَا اقْتَصَّ مِنْ خَبَرِ يَحْيَى بْنِ زَكَرِيَّا (ع) إِذْ قَالَ: رَبِ‏ هَبْ‏ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا يَرِثُنِي وَ يَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ‏، وَ قَالَ: وَ أُولُوا الْأَرْحامِ بَعْضُهُمْ أَوْلى‏ بِبَعْضٍ فِي كِتابِ اللَّهِ‏، وَ قَالَ: يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ‏، وَ قَالَ: إِنْ تَرَكَ خَيْراً الْوَصِيَّةُ لِلْوالِدَيْنِ‏ وَ الْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ‏،
وَ زَعَمْتُمْ أَلَّا حُظْوَةَ لِي وَ لَا أَرِثَ مِنْ أَبِي وَ لَا رَحِمَ بَيْنَنَا، أَ فَخَصَّكُمُ اللَّهُ بِآيَةٍ أَخْرَجَ مِنْهَا أَبِي‏ (ص)؟! ا

Apa kalian sengaja meninggalkan Kitab Allah dan membuangnya ke belakang? Sebab, Allah Swt berfirman: “Dan Sulaiman mewarisi Dawud”. Dan di dalam kisah tentang Yahya bin Zakaria as Dia Swt berfirman bahwa Yahya berdoa, “Tuhanku! Anugerahkanlah untukku dari sisi-Mu seorang anak (wali) yang akan mewarisiku dan mewarisi dari keluarga Yakub.” (QS. Maryam [19]: 5-6). Dia Swt juga berfirman: “Dan orang-orang yang mempunyai hubungan rahim (darah) satu sama lain berhak –untuk waris mewarisi- di dalam Kitab Allah.” Dan berfirman: “Allah mewasiatkan (mewajibkan) kepada kalian tentang –pembagian warisan untuk- anak-anak kalian, bagi anak laki seperti bagian dua anak perempuan.” (QS. An-Nisa [4]: 11). Dan berfirman: “Jika dia meninggalkan kebaikan (harta), berwasiat untuk kedua orangtua dan para kerabat secara pantas, maka itu hak (kewajiban) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 180).

Sementara kalian beranggapan bahwa tiada kedudukan bagiku dan tiadalah aku mewarisi dari ayahku serta tiada hubunga rahim (darah) di antara kami. Apakah Allah Swt mengkhususkan kalian dengan ayat tertentu yang mana Dia keluarkan ayahku darinya?!

أَمْ هَلْ تَقُولُونَ أَهْلُ‏ مِلَّتَيْنِ لَا يَتَوَارَثَانِ؟!، أَ وَ لَسْتُ‏ أَنَا وَ أَبِي مِنْ أَهْلِ مِلَّةٍ وَاحِدَةٍ؟! ا
أَمْ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِخُصُوصِ الْقُرْآنِ وَ عُمُومِهِ مِنْ أَبِي وَ ابْنِ عَمِّي؟! ا
فَدُونَكُمَا مَخْطُومَةً مَرْحُولَةً تَلْقَاكَ يَوْمَ حَشْرِكَ، ف
فَنِعْمَ الْحَكَمُ اللَّهُ، وَ الزَّعِيمُ مُحَمَّدٌ، وَ الْمَوْعِدُ الْقِيَامَةُ، وَ عِنْدَ السَّاعَةِ مَا تَخْسَرُونَ (يخسر المبطلون)، وَ لَا يَنْفَعُكُمْ إِذْ تَنْدَمُونَ، وَ لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ وَ سَوْفَ‏ تَعْلَمُونَ مَنْ يَأْتِيهِ عَذابٌ يُخْزِيهِ وَ يَحِلُّ عَلَيْهِ عَذابٌ مُقِيمٌ

Ataukah kalian mengatakan bahwa ahli (pengikut) dua agama tidak saling mewarisi?! Bukankah aku dan ayahku sama-sama termasuk ahli satu agama?!

Ataukah kalian lebih tahu tentang kekhususan Al-Qur’an dan keumumannnya daripada ayahku dan putra pamanku?!

Kalau begitu, rebut –dan tunggangilah unta kekuasaan- yang siap dan terkendali itu! –tapi ketahuilah bahwa- ia akan menemuimu di Hari Mahsyar.

Maka sebaik-baik hakam adalah Allah Swt, jaksa adalah Muhammad Saw, dan janji pertemuan adalah Hari Kiamat. Saat itu, merugilah kalian (“merguilah pelaku-pelaku kebatilan” (QS. Al-Jasiyah [45]: 27), dan tidak akan berguna bagi kalian apabila kalian menyesal. Dan “Untuk setiap megaberita ada –waktu- terjadinya dan kelak kalian akan mengetahui.” (QS. Al-An’am [6]: 67) “Siapa yang didatangi siksa yang menghinakannya dan diselimuti siksa yang kekal.” (QS. Az-Zumar [39]: 40). (WF)

Hits: 32

Headline, Wahyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat