Pidato  Sayidah Fathimah Zahra As di Masjid Nabi Saw (Khutbah Fadakiyah 4)

فَلَمَّا اخْتَارَ اللَّهُ لِنَبِيِّهِ دَارَ أَنْبِيَائِهِ، وَ مَأْوَى أَصْفِيَائِهِ، ظَهَرَ فِيكُمْ حَسِيكَةُ النِّفَاقِ، وَ سَمَلَ‏ جِلْبَابُ‏ الدِّينِ‏، وَ نَطَقَ كَاظِمُ الْغَاوِينَ، وَ نَبَغَ خَامِلُ الْأَقَلِّينَ، وَ هَدَرَ فَنِيقُ الْمُبْطِلِينَ، فَخَطَرَ فِي عَرَصَاتِكُمْ، وَ أَطْلَعَ الشَّيْطَانُ رَأْسَهُ مِنْ مَغْرَزِهِ هَاتِفاً بِكُمْ، فَأَلْفَاكُمْ لِدَعْوَتِهِ مُسْتَجِيبِينَ، وَ لِلْغِرَّةِ فِيهِ مُلَاحِظِينَ، ثُمَّ اسْتَنْهَضَكُمْ فَوَجَدَكُمْ خِفَافاً، وَ أَحْمَشَكُمْ‏ فَأَلْفَاكُمْ غِضَاباً، فَوَسَمْتُمْ غَيْرَ إِبِلِكُمْ، وَ أَوْرَدْتُمْ غَيْرَ شِرْبِكُمْ‏

Lalu ketika Allah Swt memilihkan rumah para nabi dan tempat para shafi (manusia terpilih-Nya) bagi Nabi Muhammad Saw, tampaklah pada diri kalian duri-duri dengki kemunafikan, usanglah kerudung agama, bercakaplah orang-orang sesat yang selama ini menahan marah, memancurlah minoritas –yang dulu- tak bernama tak bergelar, dan lepaslah pekik unta pembatilan, maka menyebarlah –unta pembatilan itu- di semua kancah kalian. Barulah setan menongolkan kepala dari persemayamannya mengontak kalian, lalu ternyata dia lihat kalian menerima seruannya, dan menyambut tipu dayanya. Kemudian dia bangkitkan kalian, dan ternyata dia temukan kalian ringan, dia provokasi kalian dan ternyata dia dapati kalian murka. Maka mulailah kalian mengecap selain unta kalian, dan memasuki selain tempat minum kalian.

هَذَا وَ الْعَهْدُ قَرِيبٌ، وَ الْكَلْمُ رَحِيبٌ، وَ الْجُرْحُ لَمَّا يَنْدَمِلْ، وَ الرَّسُولُ لَمَّا يُقْبَرْ، ابْتِدَاراً زَعَمْتُمْ خَوْفَ الْفِتْنَةِ أَلا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا وَ إِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكافِرِينَ‏، فَهَيْهَاتَ مِنْكُمْ! وَ كَيْفَ بِكُمْ؟! وَ أَنَّى تُؤْفَكُونَ؟ وَ كِتَابُ اللَّهِ بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ، أُمُورُهُ ظَاهِرَةٌ، وَ أَحْكَامُهُ زَاهِرَةٌ، وَ أَعْلَامُهُ بَاهِرَةٌ، وَ زَوَاجِرُهُ لَائِحَةٌ، وَ أَوَامِرُهُ وَاضِحَةٌ، قَدْ خَلَّفْتُمُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ، أَ رَغْبَةً عَنْهُ تُرِيدُونَ‏ ..؟، أَمْ بِغَيْرِهِ تَحْكُمُونَ؟! بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا، وَ مَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلامِ دِيناً فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَ هُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخاسِرِينَ‏

Ini. Padahal waktu meninggalnya Nabi Muhammad Saw masih sangat dekat, luka ini masih lebar, sayatan ini belum pulih, dan jasad Rasulullah Saw belum dikubur, kalian sudah bergesa-gesa –meraih kekuasaan-. Kalian menganggap takut fitnah. “Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah, dan sungguh jahannam betul-betul meliputi orang-orang kafir.” (QS. At-Taubah [9]: 49).
Sungguh jauh –tindakan-tindakan seperti ini- dari kalian! Bagaimana bisa hal-hal seperti itu muncul dari kalian?! Kenapa kalian pergi ke selain jalan yang benar?! Padahal Kitab Allah Swt ada di antara kalian, perintah-perintahnya tampak, hukum-hukumnya cemerlang, tanda-tandanya gamblang, peringatan-peringatannya berkilau, dan perintah-perintahnya jelas.
Sungguh kalian telah meninggalkan dan membelakanginya. Apakah karena benci kepadanya, sementara kalian menginginkan yang lain? Ataukah kalian menghukumi dengan selainnya?! “Betapa buruknya pengganti bagi orang-orang zalim.” (QS. Al-Kahfi [18]: 50), “Dan barangsiapa mencari agama selain Islam niscaya itu tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang rugi.” (QS. Ali Imran [3]: 85).

ثُمَ‏ لَمْ تَلْبَثُوا إِلَّا رَيْثَ أَنْ تَسْكُنَ نَفْرَتُهَا، وَ يَسْلَسَ قِيَادُهَا، ثُمَّ أَخَذْتُمْ تُورُونَ وَقْدَتَهَا، وَ تُهَيِّجُونَ جَمْرَتَهَا، وَ تَسْتَجِيبُونَ لِهُتَافِ الشَّيْطَانِ الْغَوِيِّ، وَ إِطْفَاءِ أَنْوَارِ الدِّينِ الْجَلِيِّ، وَ إِهْمَادِ سُنَنِ النَّبِيِّ الصَّفِيِّ، تُسِرُّونَ حَصْواً فِي ارْتِغَاءٍ، وَ تَمْشُونَ لِأَهْلِهِ وَ وُلْدِهِ فِي الْخَمَرِ وَ الضَّرَاءِ، وَ نَصْبِرُ مِنْكُمْ عَلَى مِثْلِ حَزِّ الْمُدَى، وَ وَخْزِ السِّنَانِ فِي الْحَشَا

Kemudian kalian tidak sabar menunggu kecuali sebatas kiranya kendaraan fitnah ini tenang, dan kekangnya terkendali. –Begitu kalian mampu mengendalikannya,- kalian segera mengobarkan apinya, meletup-letupkan percikannya, dan menyambut panggilan setan yang sesat, pemadaman cahaya-cahaya agama yang terang, serta pembasmian sunnah-sunnah Nabi Terpilih Saw. Dengan berdalih membersihkan kerak susu, kalian meminumnya teguk demi teguk (Seolah-olah kalian mendukung agama, padahal di balik itu kalian berbuat untuk kepentingan kalian sendiri). Kalian jalankan keluarga dan keturunan beliau Saw dalam kesulitan serta bahaya. Dan kami bersabar atas apa yang menimpa kami dari kalian seperti orang yang tubuhnya tersayat-sayat pisau dan perutnya tertusuk ujung tombak sampai ke dalam. (WF)

Hits: 56

Headline, Wahyu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat