Pertemuan Imam Khamenei dengan Masyarakat Azarbaijan Timur

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Minggu (18/2) pagi, bersamaan dengan ulatang tahun keempat puluh Kebangkitan Rakyat Tabriz pada tanggal 29 Bahman 1356 Hs (18 Februari 1978 M) bertemu dengan ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat provinsi Azarbaijan Timur.

Berikut berapa poin dari pidato beliau yang nanti akan dirilis secara lengkap:

• Imam Khamenei menjelaskan bahwa Pawai 22 Bahman tahun ini (11/2/18) di seluruh penjuru negeri berbeda dengan biasanya. Setelah 39 tahun dari gerakan agung massa, Pawai 22 Bahman tahun ini sungguh mirip dengan mukjizat.

Di ddunia mana pun, tidak ada hal yang seperti ini. Dimana setelah empat dekade, masyarakat sendiri turun memenuhi jalan, meneriakkan slogan, membuktikan kehadiran, dan membela revolusi mereka. Hal seperti ini tidak pernah ada dalam revolusi-revolusi yang terjadi selama berapa abad terakhir. Di dunia pun tidak pernah ada yang seperti ini. Ini khusus Iran.

• 40 tahun tempat berlindung masyarakat adalah bendera mulia Revolusi [Islam]. Padahal, dalam beberapa urusan negara mereka punya kritik. Kami sepenuhnya mengikuti keluhan-keluhan rakyat. Hal itu disampaikan dan dilaporkan kepada kami. Walau pun demikian, ketika asas Revolusi dan Sistem [Islam] yang terancam bahaya, mereka begitu hebatnya turun ke jalan dan bergerak.

Telah muncul sebuah kesadaran revolusioner dan kesempurnaan politik pada Bangsa Iran, dimana mereka dapat memilah antara “Sistem Revolusioner Umat dan Imam” dan “Struktur Birokrasi”. Di satu sisi mereka mengkritik, tapi pada saat yang sama mereka sepenuhnya membela pokok Sistem [Islam] yang karena itu terjadi revolusi.

• Kritik masyarakat bukan hanya kepada badan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Tidak! Boleh jadi mereka juga mengkritik saya pribadi. Namun, kritik ini bukan berarti bertentangan dengan resistensi asas Sistem Islam dan Sistem Revolusioner yang lahir berkat pengorbanan bangsa ini.

• Sangat banyak jasa Revolusi [Islam] kepada Iran. Daftarnya panjang sekali mengenai hal ini. Namun demikian, pekerjaan paling penting dan paling mendasar Revolusi [Islam] adalah mengubah Sistem Tagut menjadi Sistem Kerakyatan, itu pun berdasarkan ajaran Islam dan Al-Qur’an.

Dampak Sistem Kerakyatan antara lain adalah menghidupkan taletan-talenta. Ketika rakyat terjun ke medan dan mereka diberi kepercayaan, maka demikianlah hasilnya; rasa percaya diri nasional menjadi hidup di tengah masyarakat. Akibatnya, mereka maju di berbagai kancah ilmu pengetahuan dan industri, maju di berbagai ilmu-ilmu baru, dan maju dalam pengaruh politik di kawasan. Semua ini disebabikan oleh kehadiran rakyat dan pengaruh mereka terhadap kejadian-kejadian negara. Dengan demikian, bangsa menemukan keagungannya.

• Dampak Sistem Kerakyatan adalah kemajuan negara. Kita menamai dekade ketiga Revolusi [Islam] dengan “Dekade Kemajuan dan Keadilan”. Kemajuan betul-betul terjadi di negeri ini. Adapun mengenai keadilan, saya tidak bisa mengatakan demikian. Kita masih terbelakang dalam hal keadilan. Ini harus kita akui.

Di semua bidang telah terjadi kemajuan. Adapun di bidang keadilan, kita masih harus bekerja keras dan kita mesti mohon ampun kepada Allah Swt dan minta maaf kepada rakyat. Kita masih punya masalah dengan keadilan. Insyaallah dengan semangat orang-orang laki dan perempuan yang efisien di bidang ini, kita juga akan maju di bidang keadilan. (WF)

Hits: 35

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat