Lima Bulan Sebelum Kemenangan Revolusi Islam (13)

Sujud Syukur

Ayatullah Khamenei melewati Hari 22 Bahman 1357 Hs (Minggu 11 Februari 1979 M) bersama pegawai-peg pabrik General. Bedanya, ketika itu para pegawai telah mengusir orang-orang komunis dan urusannya selesai.

Sore harinya, beliau bergerak meninggalkan pabrik menuju Madrasah Alawi. Radio mobil ketika itu nyala. Tiba-tiba terdengar suara orang yang dikenal; yaitu suara Hujjatul Islam Fadhlullah Mahallati. Beliau atur gelombang radionya. Suara radio itu berbunyi demikian, “Perhatian! Perhatian! Di sini Tehran, Suara Rakyat Iran yang sesungguhnya; Suara Revolusi [Islam]!”

Cita-cita yang selama bertahun-tahun diperjuangkan, dengan masuk penjara, dengan pengasingan, pada akhirnya terealisasi juga. Rezim kerajaan tumbang. Dan semua ini tidak mungkin terjadi kecuali dengan karunia dan taufik Ilahi. Karena itu, harus hanya kepada-Nya orang bersyukur dan bersujud.

“Di perjalanan pulang dari pabrik itu”, terang Ayatullah Khamenei, “saya dengar radio menyiarkan Suara Revolusi Islam Iran. Saat itu juga saya hentikan mobil, saya turun dari mobil, tunduk di atas jalan, dan sujud. Artinya, bagi saya peristiwa ini sangatlah menakjubkan. Walau pun setelah kedatangan Imam [Khumaini ra], belum tentu tidak akan terjadi sesuatu –yang menggagalkan rencana-. Tapi ketika suara ini terdengar di telinga saya dari Suara Iran dan melalui gelombang resmi negara, maka bagi saya ini merupakan sesuatu yang sungguh luar biasa.” (WF)

Hits: 14

Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat