Pidato Lengkap Imam Khamenei dalam Pertemuan dengan Panitia Kongres Syuhada Sistan dan Balujistan

Pidato lengkap Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan panitia Kongres Syuhada Provinsi Sistan dan Balujistan pada hari Senin (5/2) pagi hari ini, Selasa (13/2), baru disebarkan di tempat kongres, kota Zahedan.

Redaksi pidato lengkap beliau sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim

Penghargaan terhadap syuhada yang tercinta dan berjasa merupakan salah satu kebaikan yang Alhamdulillah ada mulai populer pada periode ini. Bahwa di berbagai provinsi diadakan peringatan dan pengagungan terhadap syuhada setempat adalah pekerjaan yang sangat berguna dan harus dilakukan.

Namun, di sejumlah pusat dan provinsi negara terdapat karakteristik tertentu yang membuat perbuatan baik dan amal saleh ini di tempat itu menjadi seolah-olah berlipat ganda. Salah satu dari pusat itu adalah provinsi Sistan dan Balujistan. Bagi saya menarik sekali menyaksikan sekelompok orang dari para tokoh berbagai lapisan masyarakat provinsi Sistan dan Balujistan serta pejabat-pejabat provinsi yang terhormat berkumpul untuk mempersiapkan acara peringatan dan penghargaan terhadap syuhada provinsi –yang termasuk provinsi yang tertindas-. Buat saya ini sangat menarik dan bagus sekali.

Manariknya hal ini buat saya karena berapa faktor. Faktor pertama adalah kecintaan saya terhadap provinsi ini. Saya sempat singgah dan tinggal di provinsi Sistan dan Balujistan. Tidak lama. Tapi, Allah Swt membuat kondisinya jadi saya akrab sekali dengan provinsi dan penduduk provinsi ini, seolah-olah keakraban setelah sekian tahun lamanya. Ini perbuatan Allah Swt. Karena saya hanya tinggal sebentar di sana. Iransyahr bagi saya ketika itu sangatlah menarik, sampai-sampai ketika itu juga saya berwasiat seandainya dalam perjalanan ini, dalam kesempatan ini saya meninggal dunia maka pasti makamkan saya di Iransyahr. Jangan bawa saya keluar Iransyahr. Saya pergi dan lihat kuburan di sana (Kuburan Iransyahr). Tapi belum menjadi bagian saya untuk dikuburkan di sana.

Warga Baluj adalah orang-orang yang penuh cinta dan kasih sayang, orang-orang yang hangat, akrab, ramah, dan bertalenta. Banyak sekali talenta di provinsi ini. Namun, sepanjang sejarah –baik itu pada periode Dinasti Qajar maupun pada periode Pahlavi- selama bertahun-tahun daerah ini dan warga daerah ini ditindas, diabaikan. Pada waktu saya di sana, saya akrab dengan masyarakat dan sering bincang-bincang dengan mereka. Tidak ada satu pun petugas setengah waktu yang mau menginjakkan kaki ke kota seperti Iransyahr. Kota yang terletak di pusat politik dan geografis Balujistan. Begitu pula kota Saravan yang merupakan pusat intelektual dan spiritual Balujistan. Satu pejabat pun –katakan orang seperti gubernur- tidak ada yang menginjakkan kaki ke sana.

Namun pasca Revolusi [Islam], presiden-presiden datang, pejabat-pejabat datang, semua datang ke kota-kpta ini. Bahkan ke desa-desa, padahal jaraknya sangat jauh.

Pada periode sebelumnya, warga setempat tidak perhatikan. Persoalan-persoalan Balujistan tidak dibedulikan. Telenta warga setempat tidak muncul dan mengaktual. Tidak ada peluang untuk itu. di daerah Sistan pun demikian kondisinya. Warga Sistan adalah orang-orang yang dari sisi latar belakang sejarah adalah langka dan luar biasa di antara kaum-kaum Iran lainnya. Latar belakang Sistan adalah latar belakang yang luar biasa menonjol dan cemerlang. Di sana pun kondisinya demikian. Tidak diperhatikan, dan tidak dipedulikan. Sudah gitu, ketidakpedulian ini disertai dengan datangnya bencana-bencana alam.

Apa yang dirasakan seseorang saat berhadapan dengan masyarakat ini adalah mereka orang-orang yang butuh cinta dan kasih sayang. Allah Swt menaruh cinta kepada mereka dalam hati saya. Begitu pula dalam hati para pejabat negara. Banyak hal yang telah dilakukan untuk Sistan dan Balujistan. Seluruh pekerjaan yang dikatakan oleh bapak gubernur adalah pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Tapi, saya pesankan kepada dia untuk tidak mencukupkan sebatas apa yang Anda sampaikan kepada saya di pertemuan ini. Saya kan bukan pelaksana pekerjaan-pekerjaan ini. Pelaksananya adalah pejabat-pejabat pemerintah. Baik itu rel kereta api, maupun pemanis air, dan masih banyak lagi hal-hal yang lain. Pergi dan tindaklanjutilah. Pergi dan mintalah secara serius dari pejabat-pejabat tinggi kalian untuk menindaklanjutinya. Mereka tahu caranya. Sekiranya betul-betul ada jalannya –dan memang ada- maka mereka tahu bagaimana caranya. Perhatikan apa saja pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan di provinsi.

Contohnya, anggap saja kota Iransyahr dimana saya sedikit lebih tahu tentang masalah-masalahnya dibanding tempat lain di provinsi ini, kenapa Baft Baluj (Pabrik Tenun Balujistan) harus berhenti dan gulung tikar? Kenapa? Ini hal yang sejak awal saya tanyakan, saya tindaklanjuti, aktif lagi dan bagus. Tapi kemudian diabaikan kembali. Pergi dan tangulangilah persoalan-persoalan ini. Pergi dan carikan orang untuk itu, temukan sektor swasta untuk memikul tanggungjawab ini dan menjalankan pekerjaan-pekerjaan ini. Kemudian mereka bisa menggunakan Dana Pembangunan –sektor swasta-. Tidak apa-apa. Pergi dan tindaklanjutilah persoalan-persoalan ini. Karena itu, salah satu sebab saya bahagia karena perkumpulan kalian untuk syuhada adalah saya sendir mencintai provinsi itu dan penduduknya. Dan bukan cinta tanpa logika. Melainkan cinta atas dasar logika, berdasarkan argumentasi. Bukan sekedar keakraban sekilas dengan warga. Bukan. Betul-betul patut orang untuk mencintainya.

Yang pertama adalah provinsi merupakan manivestasi syiar persatuan Islam kita. Ada berapa daerah di negeri ini –provinsi Kurdistan, bagian Turkamansahra di provinsi Gulestan, provinsi Sistan dan Balujistan- yang di sana Sunni dan Syiah hidup berdampingan. Kita ingin mengajarkan kepada dunia dan menyatakan agar saudara-saudara muslim bekerjasama dan hidup berdampingan. Contohnya adalah di Sistan dan Balujistan. Apalagi musuh menitikberatkan hal ini, menunjuk daerah ini dan ingin menciptakan perpecahan.

Ketika kalian datang dan menyampaikan bahwa ada remaja Sunni usia dua belas-tiga belas tahunan yang syahid di Syalamceh untuk membela Republik Islam, maka ini merupakan berita paling besar tentang persatuan dan kerukunan Syiah dan Sunni di Sistan dan Balujistan. Ini bukan hal yang kecil. Ini hal yang sangat penting! Ketika anggap saja si fulan Maulawi Sunni (Kyai Sunni) diserang musuh karena pembelaannya terhadap Republik Islam dan syahid dibunuh oleh pelaku anti Revolusi [Islam], maka kalian harus membesarkannya, hal-hal seperti ini harus kalian munculkan, harus kalian tonjolkan. Kita punya hal-hal seperti ini di Sistan dan Balujistan. Penting sekali kalian di provensi ini untuk menampilkan persatuan yang sesungguhnya dan nyata. Tunjukkan kepada masyarakat. Caranya adalah seperti yang tadi disampaikan oleh Sardar yang terhormat. Yakni, aneka ragam kegiatan kebudayaan, mulai dari pembuatan buku, kenang-kenangan, dan komoditas kebudayaan. Baik itu berhubungan dengan seni gambar, maupun dengan seni suara, dan lain sebagainya. Gunakan semua ini.

Ragakanlah hakikat ini, tonjolkanlah, agar semua menyaksikan bahwa di Republik Islam saudara-saudara Sunni dan Syiah hadir bersama di medan-medan yang paling sulit. Saya berapa kali safar ke Balujistan dan di sana –di Zahedan, di Iransyahr, di Khasy, di Sarawan, di Cabahar, di Zabul itu sendiri dan di tempat-tempat lain dari provinsi ini-, saya pergi dan jalan di sana. Ketika seseorang masuk ke kota-kota itu maka dia akan merasakan bahwa masyarakat betul-betul akrab dan harmonis dengan Republik Islam. Ini orang dapat merasakannya dengan jelas. Di medan perang dan pengorbanan, semua ini lebih bisa ditonjolkan daripada di medan-medan yang lain.

Syuhada harus selalu diperingati. Negara dan sistem ini senantiasa perlu mengenang dan memperingati syuhada tercinta kita. Semua butuh hal ini. Dengan nama dan kenangan syuhadalah prestasi-prestasi Republik Islam dapat mendemonstrasikan diri. Republik Islam adalah sebuah sistem yang selama bertahun-tahun bertahan dan ber-Muqawama melawan sistem Jahiliyah Modern. Karena itu, Jahiliyah Modern memusuhinya dengan semua cara dan sarana. Dengan senjata militer, dengan senjata budaya, dengan embargo ekonomi, dengan cara-cara dan sarana-sarana baru.

Jahiliyah Modern ini – kebatilan yang sayang sekali mencengkram dan menyeluruh di dunia ini- telah menggunakan semua cara untuk melawan Republik Islam. Semuanya bangkit menentang Republik Islam tapi tidak bisa mengalahkannya. Tidak bisa memaksanya untuk kembali ke belakang. Tidak bisa mengembalikan Republik Islam dari kata-kata dan tuntutannya, tidak bisa memaksanya untuk mengatakan bahwa “Saya tarik kata-kata saya, saya tarik tuntutan saya.” Tidak bisa. Kenapa mereka tidak bisa? Karena Republik Islam sangat kuat. Apa faktor kekuatannya? Kekuatan iman dan Muqawama. Waktu kita sampai ke sini, kalian melihat bahwa ujung mata rantai ini sangatlah penting, ujungnya adalah syuhada, veteran, dan orang-orang yang telah berkorban. Mata rantai ini berujung kepada mereka. Hal inilah yang menyebabkan Republik Islam Alhamdulillah mampu menjaga wibawanya di dunia, dan dari hari ke hari semakin tampak jelas di dunia, dan seluruh konspirasi serta hal-hal yang serupa dengannya tidak bisa mempengaruhinya. Karena pengorbanan rakyat. Karena iman yang kokoh, dimana manivestasi sempurna dan tingginya adalah syuhada. Kalian sedang mengagungkan dan memuliakan syuhada, kalian sedang memperingati dan menjaga nama mereka tetap hidup. Kita butuh ini. Republik Islam butuh pengagungan dan pemringatan syuhada ini. Karena itu, pekerjaan kalian adalah pekerjaan yang sangat baik. Pekerjaan yang sepenuhnya benar dan perlu.

Semua harus bekerjasama. Tidak ada Syiah atau Sunni, pintar atau bodoh. Semua lapisan masyarakat, semua orang yang mampu, hendaknya bekerjasama dalam hal ini dan menjaga kenangan syuhada tercinta ini tetap hidup, meperingati mereka, dan menonjolkan mereka. Saya tentunya kenal dekat dengan sebagian syuhada yang makruf dari Sistan dan Balujistan. Sebagian yang lain saya baca biografinya di catatan-catatan, buku-buku, dan tulisan-tulisan. Tapi, walau pun begitu seluruh syuhada ini, tokoh-tokoh ini, dan terutama remaja-remaja ini – remaja dua belas tahun, remaja empat belas tahun, saya belum kenal dan belum dapat informasi tentang mereka – harus kalian kenalkan agar semua orang mengenal mereka.

Semoga Allah Swt memberi taufik dan kesuksesan kepada kalian semua.

Wassalamualaikum Wa Rohmatullah

(WF)

Hits: 28

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat