Sayidah Zahra dalam Tinjauan Imam Khumaini (1)

Imam Khumaini, Minggu (2/3/86), dalam pidatonya di hadapan para tamu dari Jamiah Az-Zahra, Universtas Az-Zahra, Basiji, Sepah Pasdaran, Radio, dan kaum hawa dari berbagai lapisan masyarakat lainnya menjelaskan:

“Saya memandang diri saya lemah untuk berbicara mengenai Sayidah Shiddiqah Fathimah Zahra as. Saya cukupkan dengan mengutip sebuah hadis dalam kitab Al-Kafi yang diriwayatkan dengan sanad valid. Imam Jakfar Shadiq as bersabda bahwa Hadirat Fathimah as hidup di dunia ini selama 75 hari setelah kepergian bapaknya, kesedihan dan lara merundung beliau, dan Malaikat Jibril Al Amin datang kepada beliau untuk melipur lara, mengucapkan salam dan mengutarakan beberapa hal tentang masa depan. (Lihat: Al-Kafi, jld. 1, hal. 457, hadis 1).

Secara lahiriah, hadis ini menunjukkan bahwa hilir-mudik ini berlangsung selama 75 hari. Artinya, Malaikat Jibril berkali-kali datang kepada beliau. Saya tidak mengira ada orang selain para nabi agung level paling tinggi yang berpengalaman seperti ini; dalam waktu 75 hari Malaikat Jibril Al Amin berkali-kali datang dan pergi kepada beliau menyampaikan berbagai persoalan masa depan, memaparkan hal-hal yang berhubungan dengan keturunan beliau di masa akan datang, dan Amirul Mukminin Ali as mencatatnya. Amirul Mukmini Ali as seorang penulis wahyu. Sebagaimana beliau penulis wahyu bagi Rasulullah Saw –tentu saja wahyu yang menyampaikan [risalah] hukum telah berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad Saw-, beliau juga penulis wahyu bagi Hadirat Shiddiqah Fathimah Zahra as selama 75 hari ini.

Soal datang dan perginya Malaikat Jibril kepada seseorang bukan hal yang sederhana. Jangan dikira bahwa Malaikat Jibril datang ke setiap orang dan bisa datang ke semua orang. Hal ini butuh keselarasan antara ruh orang yang hendak didatangi Malaikat Jibril dan kedudukan Malaikat Jibril yang merupakan ruh paling agung. Baik kita berpendapat bahwa prihal penurunan atau turunnya Malaikat Jibril itu terjadi oleh ruh paling agung wali atau nabi; yakni beliau yang menurunkannya dan memasukkannya sampai ke tingkat bawah, atau kita berpendapat tidak demikian, melainkan Allah Swt yang memerintahkannya untuk pergi dan memaparkan hal-hal tersebut. Baik kita berpendapat pertama sebagaimana yang dikatakan oleh Ahli Nazar maupun pendapat kedua sebagaimana diutarakan oleh Ahli Dzahir, yang pasti bahwa selama tidak terdapat keselarasan antara ruh orang yang didatangi Malaikat Jibril dan Malaika Jibril yang merupakan ruh paling agung maka–pertemuan- itu tidak mungkin terjadi.

Makna dan keselarasan ini terdapat di antara Malaikat Jibril yang merupakan ruh paling agung dan para nabi level tertinggi seperti Rasulullah Saw, Nabi Musa as, Nabi Isa as, Nabi Ibrahim as dan sebagainya. Tidak semua orang. Setelah mereka pun tidak terdapat pada orang lain. Bahkan mengenai para Imam as juga saya tidak melihat dalil yang menyebutkan Malaikat Jibril datang kepada mereka seperti ini. Hanya tentang Sayidah Zahra as saya melihat bukti hilir-mudik Malaikat Jibril selama 75 hari seraya menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan keturunan beliau di masa depan. Hal-hal itu disampaikan, dan Amirul Mukminin Ali as mencatatnya. Mungkin salah satu hal yang disampaikan adalah kejadian-kejadian pada masa panjang keturunan mulia beliau Imam Zaman as, dan termasuk di dalamnya persoalan Iran. Siapa tahu. Mungkin saja.

Bagaimana pun, saya memandang kemuliaan dan keuatamaan ini lebih utama dari seluruh keutamaan yang disebutkan mengenai Sayidah Zahra as, walau pun ketutamaan-keutamaan itu juga besar. Keutamaan ini tidak dimiliki kecuali oleh para nabi, itu pun tidak semua nabi, melainkan para nabi level paling tinggi as dan para wali yang sederajat dengan mereka.

Datang-perginya Malaikat Jibril dalam waktu 75 sebagaimana disinyalir oleh hadis tersebut sampai saat ini belum terjadi bagi siapa pun. Dan ini merupakan salah satu dari keutamaan khas Sayidah Fathimah Zahra as.” (WF)

Hits: 34

Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat