Pidato Lengkap Imam Khamenei dalam Pertemuan dengan Komandan dan Staf  Angkatan Udara

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Kamis (8/2) pagi, bertemu dengan sejumlah komandan, perwira, dan pilot Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran serta Basis Pertahanan Udara Khatamul Anbiya dalam rangka memperingati Hari 19 Bahman; hari bersejarah baiat Angkatan Bersenjata Iran dengan Imam Khumaini ra.

Berikut pidato lengkap beliau:

بسم الله الرّحمن الرّحيم
الحمدلله ربّ العالمين و الصّلاة و السّلام علي سيدنا و نبينا ابي‌القاسم المصطفي محمّد و علي آله الاطيبين الاطهرين المنتجبين سيما بقيةالله في الارضين.

(Artinya: Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Segala puja dan puji kehadirat Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam atas junjungan dan nabi kita Abul Qasim al-Musthafa Muhammad dan keluarganya yang bagus, suci, dan mulia, terkhusus Baqiyatullah di seluruh muka bumi.)

Selamat datang saudara-saudara tercinta, pemuda-pemuda tercinta, putra-putra Sistem Republik Islam yang sangat tercinta dan sibuk khidmat di salah satu posisi kekuatan negara dan Sistem Republik Islam yang sangat sensitif dan paling penting. Insyallah kalian semua suskes, mendapat pertolongan dan anugerah Ilahi, serta esok hari kalian semua senantiasa berapa kali lipat lebih baik daripada hari ini. Saya juga mengucapkan terimakasih atas sambutan yang sangat bagus dan lengkap oleh komandan yang terhormat, begitu pula atas lagu pemuda-pemuda tercinta ini; dimana puisinya bagus, dan pelaguannya juga sangat bagus. Insyaallah kalian semua mendapat taufik dan pertolongan Ilahi.

Saya gunakan kesempatan ini untuk menyampaikan berapa kalimat kepada kalian yang tercinta. Baik. Hari 19 Bahman adalah hari yang penting bagi negara. Dan kebanggaan yang penting bagi Angkatan Udara Republik Islam Iran. Ini tepat! Karena itu, setiap tahun di hari ini, baik saya maupun kalian sama-sama memuliakan dan memperingatinya serta duduk bersama membahasnya. Poin pentingnya adalah 19 Bahman bukan sekedar kenangan yang manis dan membanggakan. Iya memang merupakan kenangan manis dan membanggakan. Tapi, lebih dari itu, 19 Bahman adalah penambahan kas dan modal Revolusi Islam. Seluruh Hari-Hari Allah demikian. 22 Bahman juga demikian. Masing-masing dari Hari-Hari Allah ini termasuk hari-hari yang patut dikenang. Hari-hari dimana menivestasi keagungan, kemanusiaan, dan pengorbanan memancar gemilang apabila setiap tahun diperingati dan diperhatikan maka akan menambah salah satu dari kekayaan Revolusi Islam dan menambah kekokohan pondasi-pondasi Revolusi Islam. Karena itu, 19 Bahman adalah termasuk darinya.

Revolusi adalah keberadaan yang hidup. Ini saya nyatakan kepada kalian. Insyaallah saya akan berbicara tentang hal ini. Tapi tidak hari ini. Insyaallah di waktu yang tidak lama lagi dan pada momen tertentu. Revolusi adalah keberadaan yang hidup. Orang-orang yang berkhayal bahwa revolusi hanya sebuah percikan yang menyala dan selesai adalah orang-orang yang berjarak jauh sekali dari pengenalan terhadap hakikat revolusi. Sama sekali tidak. Revolusi adalah hakikat yang hidup, keberadaan yang hidup, dimana ia lahir, tumbuh, menguat, dan berumur panjang dalam keadaan tertentu. Begitu pula sakit, mati, dan sirna dalam keadaan yang lain. Demikianlah revolusi. Seperti halnya keberadaan hidup lainnya. Dan mengingat bahwa revolusi adalah keberadaan yang hidup, maka ia mengalami penambahan, pertumbuhan, pengukuhan, dan penyempurnaan. Perhatikan Al-Qur’an mensinyalir firman Allah Swt:

وَمَثَلُهُمۡ فِي ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡ‍َٔهُۥ فَ‍َٔازَرَهُۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ

(Artinya: “Dan perumpamaan mereka dalam Injil, seperti benih mengeluarkan tunasnya, lalu menguatkannya, lalu menjadi kokoh, lalu tegak di atas batangnya.” (QS. Al-Fath [48]: 29).

Perumpamaan sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw, masyarakat Islam –yakni para revolusioner itu-, adalah seperti sebuah tanaman yang muncul dari tanah, menunjukkan dirinya, lalu secara bertahap ia tumbuh, secara bertahap batangnya menguat, secara bertahap tambah tinggi, secara bertahap menjadi satu keberadaan yang kokoh, penuh berkah dan menakjubkan. Dari mana kemenakjubannya? Kelanjutan ayat itu menyebutkan:

يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ

Menakjubkan bagi orang yang menanam benih itu di tanah.

لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَۗ

Membuat dongkol musuh.

Iya demikianlah revolusi. Semakin hari semakin tumbuh dan menyempurna.

Baik. Kalian anak-anak muda yang merupakan mayoritas hadirin di pertemuan ini dan merupakan orang-orang tercinta saya serta terhitung sebagai anak-anak saya sendiri, mayoritas kalian tidak menyaksikan hari-hati itu. Jangankan hari-hari sebelum revolusi, hari-hari pertama revolusi pun kalian tidak menyaksikan. Penuh gelora, penuh semangat. Namun hari ini, kekuatan revolusi dan kekokohannya lebih dari hari-hari itu. Para revolusioner yang hati mereka penuh dengan iman kepada revolusi, hari ini lebih kokoh, lebih sadar, lebih berbashirah dalam menempuh jalan dan dalam memperhatikan target akhir serta tujuan yang mereka kejar. Hari ini demikian faktanya. Revolusi terus maju. Revolusi terus menyempurna. Karena itu, saya berulangkali mengatakan bahwa perubahan dan dinamikan adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Berarati, bagian dari revolusi itu sendiri juga. Hanya saja, perubahan dan dinamikan seperti apa? Perubahan dan dinamikan yang mana prinsip dan dasar-dasarnya tetap kokoh dan mengakar.

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ

(Artinya: “Tidakkah kamu lihat bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat bagus seperti pohon bagus, akarnya kuat dan cabangnya di langit.” (QS. Ibrahim [14]: 24).

Ashluha tsabit yakni akarnya kuat. Pondasi-pondasinya kokoh dan kuat. Hasil, buah, dan cabang-cabangnya membaharu dari hari ke hari dan mengejawantah di alam kehidupan, di lingkungan hidup manusia dan masyarakat, menyuguhkan dan menghadiahkan buah-buah yang baru. Inilah ciri khas Revolusi [Islam]. Revolusi [Islam] kita punya ciri khas yang seperti ini.

Apabila kalian perhatikan revolusi-revolusi dunia, maksud saya pada abad-abad revolusi, adapun sebelum itu dan pada abad-abad kuno kita tidak tahu banyak, dan kita juga tidak begitu berurusan dengannya. Maksud saya adalah dua-tiga abad terakhir dimana terjadi berbagai revolusi di dunia. Contohkan saja kemerdekaan AS dari Inggris, atau revolusi besar Prancis, atau revolusi oktober Uni Soviet, dan lain sebagainya sampai dengan revolusi kecil-kecil yang terjadi di berbagai negara. Saya kenal detil dengan semua revolusi ini. Kalian akan melihat bahwa tidak ada satu pun dari revolusi itu yang mempunyai ciri khas-ciri khas yang ada pada Revolusi [Islam] kita. Prinsip-prinsipnya kuat dan tetap kokoh, sementara buah-buahnya baru dan terus menerus bermunculan dari pohon yang kuat dan mengakar di tengah masyarakat ini. 39 tahun berlalu dari revolusi ini, dan kita sedang memasuki tahun yang ke-40. Ini peristiwa yang sangat penting. Ini berhubungan dengan Revolusi [Islam].

Tentu saja musuh menentang hal ini. Musuh, maksudnya siapa? Maksudnya adalah pihak-pihak yang terpukul oleh Revolusi [Islam]; yaitu mereka yang dulu punya pemerintahan budak yang patuh di kawasan yang sangat sensitif ini, taat kepada mereka dan segala-segalanya mereka kendalikan. Baik politiknya, maupun ekonomi dan pendapatannya. Mereka kehilangan semua ini, dan mereka rugi. Pucuk mereka adalah AS. Begitu pula sebagian negara lain di Eropa seperti Inggris dan lain sebagainya. Mereka inilah musuh. Tujuan musuh adalah mencegah keberlangsungan dan keteguhan ini. Segala macam usaha sedang mereka lakukan untuk tujuan ini. Mereka gunakan segala cara dan sarana yang mereka bisa: Cendikiawan-cendikiawan bayangan; sebagian orang merupakan cendikiawan bayangan, mereka duduk dan istilahnya mengajukan ide dan gagasan yang bertentangan dengan dasar-dasar Revolusi [Islam]. Kalian terkadang bisa melihat artikel-artikel dan tulisan-tulisan mereka di sebagian media cetak, elektronik dan lain sebagainya. Orang-orang ini mereka gunakan. Mereka beri uang, mereka katakan kepadanya, “Duduklah kalian untuk memproduksi pikiran anti Revolusi [Islam] dan pondasi-pondasinya.” Mulai dari cendikiawan-cendikiawan bayangan itu sampai dengan teorisian-teorisian palsu, jurnalis-jurnalis dan penulis-penulis bayaran, sampai dengan fasilitas dunia maya, sampai dengan badut-badut, apa pun yang mereka bisa, dan siapa pun yang mereka mampu. Semuanya mereka gunakan untuk memperluas jangkauan audein mereka. Semua ini sedang dilakukan. Semua ini sekarang juga ada. Bukan sekarang saja, tapi sejak awal Revolusi [Islam]; yakni sejak 39 tahun yang lalu semua ini dilakukan, hanya saja semakin hari semakin intensif; sarana-sarana yang sekarang ada dulu tidak ada, semua sarana ini mereka gunakan. Kalian sudah mendengar bahwa pada peristiwa fitnah tahun 88 (2009), salah satu jaringan aktif internet yang rencanya setiap tahun direparatis, mereka katakan, “Jangan! Tundalah reparasi itu untuk mengabid kepada kami”. Hal itu agar pengabdian mereka terhadap CIA di AS dan badan-badan politik AS tidak terhenti. Semua ini mereka lakukan.

Baik. Semua upaya ini mereka lakukan. [Tapi] tiba-tiba datang sebuah 22 Bahman! Baik, mereka memperhitungkan auden. 22 Bahman datang dan kalian menyaksikan di Tehran, di kota-kota, di semua daerah negara, timur, barat, utara, selatan, banjir massa datang dan menyuarakan slogan-slogan yang sama di musim dingin, di atas es, di bawah derasnya salju dan hujan. Atau ambillah contoh lain, 9 Dey datang, itu pun demikian. Apabila terjadi peristiwa seperti 9 Dey 1388 Hs (30 Desember 2009) atau 9 Dey tahun ini (30 Desember 2017), maka semua orang datang. Kalian sendiri menyaksikan pada tanggal 9 Dey tahun ini masyarakat turun ke jalan, betapa semangatnya! Betapa hebatnya! Hal itu karena mereka merasakan kehadiran musuh. Ini juga merupakan khasiat keberadaan yang hidup! Ketika dia merasakan kehadiran musuh, maka semakin sensitif, semakin aktif. Kehadiran massa di seluruh penjuru negeri pada tanggal 9 Dey, setelah itu pada tanggal 13 sampai 18 Dey, empat hari atau lima hari secara berturut-turut, di berbagai kota, secara spontan mereka datang berdemonstrasi. Pada tanggal 19 Dey (9/1/18) saya telah menyampaikan laporan global tentang kehadiran massa tercinta ini kepada hadirin yang ketika datang ke Husainiah ini. Perhatikan, hidup artinya ini! Tumbuh berkembang maksudnya ini! Semua usaha –musuh- itu, semua aktivitas –musuh- itu –tidak efektif-! Dan tidak terbatas pada upaya di dunia maya dan semisalnya. Contohkan saja embargo. Jelas embargo berpengaruh pada kehidupan rakyat; membawa masalah-masalah ekonomi, dan rakyat sedang berjibaku dengan masalah-masalah ini. Tapi pada saat yang sama, kerinduan terhadap Revolusi [Islam], kecintaan terhadap Revolusi [Islam], ikatan dengan Revolusi dan Sistem Islam menciptakan reaksi yang hebat seperti ini.

Baik. Maka dari itu, Hari-Hari Allah ini kita percaya sebagai faktor kekokohan. Saya nyatakan kepada kalian bahwa tahun ini juga dengan karunia Ilahi, dengan daya dan kekuatan Ilahi, 22 Bahman tahun ini (11/2) akan menjadi salah satu dari 22 Bahman yang spektakuler. Sebab dengan mendengar kata-kata lancang dari sebagian pejabat AS, masyarakat merasakan bahwa musuh sedang mengintai dan siap menyerang. Tidak berarti harus berupa serangan militer. Melainkan memusuhi. Ketika masyarakat merasakan hal ini, maka mereka pasti datang ke medan. Tahun ini Insyaallah dan dengan taufik Ilahi, dengan daya dan kekuatan Ilahi kehadiran massa akan lebih panas dan lebih semangat dari kapan pun. Dengan taufik Ilahi mereka semua akan datang. Ini satu hal.

Hal berikutnya adalah mengenai persoalan-persoalan mendasar Sistem Republik Islam. Tentunya saya tadi katakan bahwa ada yang saya ingin sampaikan tentang persoalan-persoalan ini. Nanti Insyaallah. Dengan jarak yang tidak lama saya akan menyampaikannya. Hari ini, saya sampaikan secara global. Baik. Sistem yang lahir dari Revolusi Islam telah menggariskan kebijakan-kebijakan mendasar untuk dirinya. Revolusi Islam, mengajukan sistem politik dan sosial, merealisasikan dan menerapkannya. Lahir pula prinsip-prinsip tertentu untuk sistem ini atas dasar Revolusi [Islam]. Sebagai contoh, kemerdekaan. Kemerdekaan ekonomi, kemerdekaan budaya, kemerdekaan politik, kemerdekaan keamanan. Ini termasuk hal-hal yang dulu tidak ada. Sebelum Revolusi [Islam], tidak ada satu pun darinya yang ada. Kita juga telah menempuh kemajuan yang cukup jauh. Iya tentu saja kita masih harus bekerja di sebagian bidang. Ada kemerdekan. Ada kebebasan.

Kemajuan negara merupakan salah satu prinsip dasar Revolusi [Islam]. Di berbagai bidang; di bidang sains, di bidang teknologi, di bidang akhlak, di bidang-bidang material, di bidang-bidang spiritual, di bidang-bidang yang lain, negara harus maju. Di bidang-bidang ini juga sudah terjadi kemajuan-kemajuan yang baik. Iya memang masih ada jarak dengan apa yang kita inginkan dan yang semestinya. Jarak ini harus ditempuh.

Keadilan, keadilan sosial, penyingkiran jarak-jarak yang jauh antara berbagai lapisan masyarakat. Di bidang ini kita masih kurang, kita masih terbelakang. Apa yang harus dilakukan di bidang ini masih belum dilakukan sebagaimana layak dan mestinya. Kita harus serius menindaklanjutinya. Dan ketahuilah bahwa dengan taufik Ilahi kita akan menindaklanjutinya. Kita tidak mungkin berpaling dari hal ini. Ini salah satu prinsip dasar Sistem Republik Islam. Caranya adalah berjuang melawan kezaliman dan memberantas kerusakan (korupsi dsb.). Keadilan punya makna yang sangat luas dan banyak. Baik di pada tahap internal masyarakat, maupun pada tahap internasional. Baik di bidang –bidang ekonomi, maupun di bidang-bidang politik. Di semua bidang, keadilan merupakan kategori yang sangat penting. Keadilan juga merupakan nilai yang mutlak. Artinya, nilai-nilai lain semuanya relatif dari satu makna. Sedangkan keadilan adalah nilai mutlak. Bagaimana pun juga harus dan mesti ditindaklanjuti. Kerusakan harus diberantas, kezaliman harus diperangi. Tentu saja sangat susah. Berapa tahun yang lalu saya pernah sebutkan bahwa kerusakan (korupsi dsb.) adalah seperti naga tujuh kepala dalam dongeng-dongeng. Dalam dongeng-dongeng, apabila kamu pukul satu kepala dari naga tujuh kepala maka dia akan tetap bergerak dengan enam kepala yang lain. Membinasakannya tidak mudah. Beginilah kerusakan. Menindak dan bertanding dengan orang-orang yang di tengah masyarakat mendapat keuntungan dari kerusakan adalah pekerjaan yang sangat sulit. Betul-betul pekerjaan yang berat. Tapi termasuk pekerjaan-pekerjaan susah yang mau tidak mau harus dilakukan. Termasuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak mau tidak mesti dilaksanakan. Semua masa pemerintahan Amirul Mukmini Ali bin Abi Thalib as yang merupakan imam dan teladan kita, kira-kira dilalui untuk masalah yang penting ini, untuk kategori yang penting ini. Tentu saja belum selesai. Iya, apabila naudzu billah di antara pegawai pemerintah terjadi kezaliman, terjadi kerusakan, maka tindakan terhadap mereka harus lebih serius dan dengan ketegasan yang lebih. Semua badan pemerintahan, seluruh direktur negara, seluruh kita semua di manapun negara ini harus memperhatikan hal ini dan jangan sampai mengabaikannya; jangan sampai mereka membiarkan kezaliman.

Pada tingkat internasional juga demikian. Kezaliman arogansi harus diungkap. Sekarang ini, himpunan dunia yang paling zalim dan paling kejam adalah pemerintah AS. Lebih zalim daripada semua yang lain. Perhatikanlah ISIS, betapa buruk, zalim dan buasnya mereka? Pemerintah AS lebih buruk dari itu. Pemerintah AS adalah badan yang menciptakan ISIS-ISIS. Bukan hanya satu ISIS itu, dan bukan hanya memudahkan pekerjaan mereka. Bahkan pembuatnya. Ini bukan lagi klaim kita. Pengakuan mereka sendiri. Orang yang sekarang menjadi presiden AS, di kampanye pemilunya berulang-kali menyebut pembuatan ISIS ini sebagai salah satu pekerjaan kubu Demokrat –partai lawannya-. Terus dia mengulang-ulangnya. Dan apa yang dia katakan pun betul. Dokumen dan buktinya ada untuk hal ini. Sekarang juga ada. Merekalah yang membuat ISIS. Mereka jugalah yang menguatkannya. Merekalah yang menyokong senjata, harta dan lain sebagainya. Kemungkinan, sebagian cara-cara yang dilakukan ISIS juga mereka yang mengajarkan. Himpunan-himpunan buas AS yang bergantung kepada pemerintah –seperti Blackwater dan lain sebagainya- juga melakukan hal-hal seperti ini. Mereka pandai sekali dalam hal ini, mereka spesialis kebuasan-kebuasan ini terhadap umat manusia. Mungkin sekali mereka yang mendidik ISIS. Karena kalau bukan mereka yang mengajari, si fulan konyol yang datang dari Kaukasus mana mungkin bisa –katakan sebagai contoh- menyiksa orang, atau menyiksa dengan cara meneggelamkan secara perlahan-lahan atau membakar secara perlahan-lahan?! Kemungkinan mereka yang mengajarinya.

Walaupun AS merupakan pemerintahan dunia yang paling jahat dan keras hati, tapi di propaganda-propaganda media mereka adalah pendukung HAM, pendukung hak-hak kaum yang tertindas, pendukung hak-hak binatang! Ini semua harus diungkap. Ini semua harus disampaikan. Ini semua harus diketahui seluruh dunia. Kezaliman yang mereka lakukan terhadap Palestina! Sekarang setiap hari mereka menzalimi dan menindas orang-orang Palestina. Setahun, dua tahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun, tujuh puluh tahun mereka melanjutkan kezaliman ini. Dan AS di balik semua itu. sekarang pun demikian. Semua ini harus disampaikan. Kezaliman terhadap rakyat Yaman! Sekarang setiap hari yaman dibombardir, rakyat dibombardir, acara-acara dan peringatan dibombardir, pasar dibombardir, infrastruktur-infrastruktur negara dibombardir. Oleh siapa? Oleh sekutu-sekutu AS dan didukung AS. Senjatanya pun AS yang menyiapkan. Bantuan pun mereka berikan. Dengan indah sekali mereka menyaksikan. Dan sedikit pun mereka tidak protes atau merengut. Iya memang, di dalam negeri mereka ada sebagian orang seperti sebagian penulis yang protes. Tapi pemerintah AS sama sekali tidak peduli dengan semua ini. Lalu, dengan kelancangan penuh dia (1) letakkan berapa potong besi rusak di sana dan mengatakan bahwa ini bagian dari rudal yang diberikan Iran kepada pejuang-pejuang Yaman! Klaim yang sama sekali tak beralasan. Para pejuang dan mujahidin Yaman sedang diblokade. Tidak bisa mengantar apa-apa ke mereka. Seandainya bisa, maka jangankan satu rudal, seratus rudal pun kita akan berikan. Namun, tidak bisa mengantar sesuatu ke mereka. Mereka tertindas.

کُن للظّالِمِ خَصمًا وَ لِلمَظلومِ عَونا

(Artinya: “Jadilah bagi orang zalim lawan, dan bagi orang yang tercalimi kawan.” (Nahjul Balaghah, surat 47, dengan sedikit perbedaan.).

Sekiranya kamu bisa membantu pihak yang terzalimi maka bantulah. Kita bertahan. Dalam hal Muqawama, AS berkeputusan untuk mencabut Muqama di Asia Barat sampai ke akar-akarnya. Mereka dulu yakin betul bahwa mereka akan berhasil melakukannya. Kita bertahan, kita katakan bahwa kita tidak akan membiarkan. Sekarang telah terbukti bagi seluruh dunia bahwa dia (AS) ingin tapi tidak bisa, sedangkan kita ingin dan bisa. Hal ini sekarang dimengerti oleh semua di dunia. Terhadap kezaliman harus bertahan dan melawan. Ini mengenai kezaliman-kezaliman eksternal. Adapun kezaliman internal juga demikian. Dan mungkin dari beberapa sisi lebih prioritas.

Satu hal lagi yang harus saya sampaikan di sini adalah soal rakyat. Salah satu keistimwaan Sistem Republik Islam adalah kerakyatannya. Salah satu keistimewaan terbesar adalah kerakyatan dan religiusitas Revolusi [Islam] ini. Revolusi Islam ini sejak awal adalah Revolusi Keagamaan, berurusan dengan keyakinan masyarakat, sistem yang lahir pun sistem keagamaan dan kerakyatan. Rakyat karena meyakini Islam maka mereka turun ke medan. Sebab itu, kalian menyaksikan anak-anak mereka, kekasih-kekasih mereka pergi ke front-front perang, bertempur, berjuang, dan gugur. Hati bapak dan ibu mereka terbakar, tapi mereka bersabar, bersyukur, dan tidak mengeluh. Karena itu di jalan Allah Swt, karena itu demi Imam Husain as. Ini termasuk keistimewaan Revolusi [Islam]. Revolusi ini adalah revolusi kerakyatan. Di seluruh programnya juga rakyat yang harus berada pada tingkat pertama.

Baik. Nama rakyat dibawa; sering orang mendengar itu. Memang baik pejabat-pejabat negara bersandar kepada rakyat dan membawa nama mereka. Prihal bersandar kepada rakyat adalah hal yang sangat baik. Hanya saja, mereka harus mengenal rakyat. Kita semua harus mengenal rakyat. Perhatikanlah bahwa di masa rezim tagut –dimana kalian tidak ingat hal itu, sedangkan kami menghabiskan masa muda, aktivitas dan usaha di periode tagut-, ada satu tipe orang cendikiawan, atau sekelompok orang cendikiawan. Mereka aktif. Dan ketika itu kami sering sekali berhubungan dengan mereka. Mereka selalu membawa-bawa nama rakyat. Dalam setiap kesempatan, begitu ada pembicaraan mereka langsung mengatakan, “Rakyat, demi rakyat, bela rakyat”! kata-kata seperti itu. Padahal mereka keliru. Artinya, tidak bisa dikatakan bahwa mereka berbohong. Tapi persoalannya keliru bagi mereka. Mereka tidak kenal rakyat, dan rakyat pun tidak kenal mereka. Mereka tidak mengerti kata-kata rakyat, dan rakyat pun tidak mengerti kata-kata mereka. Sekian banyak artikel intelektual mereka tulis di majalah-majalah dan surat kabar-surat kabar. Rezim tagut pun tahu bahwa rakyat rakyat tidak akan terpengaruh oleh kata-kata seperiti ini. Sebab, mereka sama sekali tidak mengerti kata-kata itu. Dan mereka hanya merajut sesuatu dan mengarang-ngarang. Karena itu dia juga tidak terlalu mempersulit. Saya dulu di Masyhad melihat buku-buku komunis nyata didistribusikan dengan enaknya di toko-toko buku. [Namun,] tidak ada satu buku Islami pun tentang sebuah persoalan Islam, tentang Palestina, tentang isu-isu seperti ini. Selalu dicegah dengan segala cara dan macam tekanan. Sebabnya adalah apa yang mereka tuliskan, kata-kata yang mereka sampaikan, sama sekali tidak bisa diterima oleh rakyat. Mereka tidak kenal rakyat, dan rakyat pun tidak kenal mereka. Imam Khumaini ra ketika pada tahun 1341 Hs (1962/1963 M) mulai memasuki kancah perjuangan, beliau kenal rakyat, dan rakyat pun kenal Imam, mereka mengerti, menindaklanjuti, samai lahirlah revolusi. Maka dari itu, rakyat harus dikenali.

Siapakah rakyat? Rakyat adalah orang-orang yang menciptakan gelora 22 Bahman. Mereka itulah rakyat. Apabila kalian ingin mengerti kata-kata rakyat, maka simaklah dan perhatikan apa yang mereka katakan. Rakyat adalah orang-orang yang setelah tahu ada sekelompok perusuh yang turun ke jalan maka walau pun mereka sendiri punya protes, tapi begitu melihat slogan-slogan perusuh maka mereka langsung memisahkan diri. Baru kemudian pada hari 9 Dey mereka (rakyat) turun ke medan dan menyuarakan slogan-slogan mereka. Mereka inilah rakyat. Jangan salah mengambil rakyat. Hendaknya mengenal rakyat dengan syiar-syiar mereka, mengerti kata-kata mereka, dan bekerja untuk mereka; “Mukhilshon lillahi wa li wajhihil karim” (tulus demi Allah dan demi wajah-Nya yang mulia.). Prihal untuk rakyat tidaklah bertentangan dengan prihal demi Allah Swt. Tidaklah apabila kita mengatakan kerja untuk rakyat berarti tidak demi Allah Swt. Tidak! Allah Swt sendiri berfirman hendaknya kalian bekerja untuk rakyat. Allah Swt menghendaki para pejabat untuk berkhidmat kepada rakyat, jadilah kita pembantu rakyat, hendaknya kita bekerja untuk rakyat. Suara rakyat haruslah didengar; suara rakyat adalah keluhan terhadap kerusakan, keluhan terhadap diskriminasi. Ini suara rakyat. Rakyat menahan banyak sekali masalah. Tentu saja mereka tidak menerima kerusakan (korupsi dsb.) dan diskriminasi, mereka mengeluhkan hal itu. Keluhan rakyat adalah tentang korupsi dan diskriminasi yang harus ditindak secara serius oleh pejabat-pejabat negara – baik itu pejabat-pejabat Badan Eksekutif maupun pejabat-pejabat Badan Yudikatif dan Legislatif.

Adapun mengenai angkatan-angkatan bersenjata, kata-kata terakhir saya adalah: angkatan-angkatan bersenjata harus semakin hari semakin menambah pembangunannya. Pembangunan apa? Pembangunan jati diri mereka, pembangunan diri mereka. Hendaknya mereka membina diri. Hendaknya mereka membangun diri sebagai manusia Islami yang istimewa dan militer Islami yang istimewa. Militer Islami yang istimewa adalah beriman, berani, berdedikasi, bertadbir, berdiri melawan dengan kekuatan penuh di hadapan musuh, tapi di hadapan kawan sama sekali tidak menyosokkan diri dan tida menyombongkannya. Ini keistimewaan militer Islam. Contohnya adalah Malik Asytar. Dia di hadapan musuh seperti itu, dan di hadapan bocah kecil biadab di Kufah seperti itu –ceritanya populer-. Bocah kecil itu tidak kenal bahwa orang ini adalah Malik Asytar, dia lecehkan orang tersebut, dan ketika tahu orang tersebut Malik Asytar maka dia kikuk, lari mengejarnya, sampai menemukannya sedang shalat di masjid. Dia minta maaf. Dan malik mengatakan kepadanya bahwa, “Pada dasarnya aku pergi ke masjid ini adalah untuk mendoakanmu.” Seorang panglima perang, seorang Malik Asytar di Perang Shiffin dengan segenap pekerjaan agungnya, bersikap demikian di hadapan bocah kecil yang kurang ajar! Ini artinya membangun diri.

Dan membangun peralatan. Iya, apa yang tadi dikatakan oleh komandan angkatan udara tadi benar, bahwa angkatan udara adalah pertama dari kalangan militer yang memulai pembangunan infrastruktur dan jihad keswadayaan. Sangat bagus dan aktif. Angkatan udara telah melakukan banyak hal. Banyak sekali kisah tentang angkatan udara. Ini salah satunya. Kalianlah yang memulia pembangunan, di angkatan kalian sendiri, orang-orang semangat yang ada pada waktu itulah yang memulai. Sekarang pun Alhamdulillah ada orang-orang seperti itu, kalian ada dan bisa melakukan hal itu. Hendaknya kalian memperbaharui peralatan dan sekaligus membuat peralatan. Buatlah. Kalian pasti bisa. Potensi kalian anak-anak muda sangat bagus. Mengenai salah satu negara-negara ini saya pernah mengatakan bahwa dia hanya punya uang. Selain uang dia tidak punya apa-apa. Tidak punya agama, tidak punya akhlak, tidak punya akal, tidak punya kemampuan, tidak punya keahlian. Hanya punya uang. Sebagian mereka demikian. Kalian boleh jadi tidak punya banyak uang, tapi segala sesuatu yang lain kalian punya: potensi kalian punya, kemampuan intelektual kalian punya, kekuatan inovasi kalian punya, kekuatan pembangunan kalian punya. Kalian bisa. Buatlah. Maka, baik dalam membangun diri, dimana itu lebih utama dari semua, maupun dalam membuat peralatan dan membangun organisasi, kalian harus berusaha keras. Tumbuhkanlah organisasi kalian sekuat mungkin. Ketahuilah Insyaallah kemenangan bersama kalian. Dalam semua persoalan yang terjadi di beberapa tahun ini, dengan Ilahi kekuatan-kekuatan revolusioner mendapat kemenangan. Di masa yang akan datang pun kemenangan bersama kalian dan bangsa muqawama Iran.

Wassalamualaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh

(1) Nikki Haley Duta Besar AS untuk PBB.

(WF)

Hits: 25

Berita, Headline, Imam Khamenei, Muqawama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat