Imam Khamenei: Sebagaimana di Indonesia

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Minggu (9/6/96) dalam pidatonya di hadapan para komandan Laskar 27 Muhammad Saw, menjelaskan peran ekstra penting elite masyarakat dalam menentukan nasib bangsa, negara dan agama seraya mengatakan:

“Perhatikan bahwa dari arah mana pun kita bergerak kita akan sampai kepada elite. Keputusan elite pada waktu yang tepat, identifikasi elite pada waktu yang diperlukan, kesabaran elite pada waktu yang semestinya, langkah elite demi Allah Swt pada saat yang betul. Inilah yang menyelamatkan sejarah dan nilai serta menjaganya. Gerakan yang tepat harus dilakukan pada waktu yang tepat pula. Jika kalian masih mikir sehingga waktu berlalu, maka tidak ada gunanya lagi.

Di Aljazair ketika itu, front Islam yang menang pemilu. Namun, karena provokasi AS dan lain-lain muncullah pemerintahan militer. Hari pertama terbentuknya pemerintahan militer di sana, masih belum punya kekuatan. Seandainya hari itu juga – … – dan pada saat-saat awal pemerintahan militer terbentuk para pejabat front Islam mengajak rakyat untuk turun ke jalan, maka kekuatan militer tidak akan mampu berbuat apa-apa dan pasti hilang. Dan seandainya itu terjadi, maka pemerintahan yang sekarang berdiri di Aljazair adalah pemerintahan Islam. Tapi mereka tidak melangkah. Pada waktu mereka harus mengambil keputusan, mereka tidak mengambil keputusan. Sebagian takut, sebagian lemah, sebagian mengacau, dan sebagian lagi bertikai saling memperebutkan kepemimpinan.

Sore tanggal delapan belas Bahman tahun 1357 Hs (Rabu 7 Februari 1979 M), di Tehran diumumkan pemerintahan militer. Imam Khumaini ra menyeru agar rakyat turun ke jalan. Seandainya ketika itu Imam tidak mengambil keputusan ini, sekarang Muhammad Reza (Syah) masih berkuasa di negeri ini. Artinya, kalau mereka muncul dengan pemerintahan militer, lalu masyarakat tetap tinggal di dalam rumah, maka pertama-tama mereka akan bantai Imam dan penghuni Madrasah Refah, setelah itu mereka bunuh penduduk daerah-daerah lain secara massal. Mereka bunuh lima ratus ribu orang di Tehran, selesai persoalan.

Sebagaimana di Indonesia … Tenang, seperti tidak terjadi apa-apa.

Imam mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat. Apabila elite masyarakat mengidentifikasi persoalan pada waktu yang tepat dan bertindak tanpa menyia-nyiakan waktu, maka sejarah akan selamat dan Imam Husain-Imam Husain tidak akan terseret ke Karbala. Namun, apabila elite gagal paham, telat mengerti, atau paham tapi berselisih, maka Karbala-Karbala akan terulang dalam sejarah.

Coba lihat Afganistan! …” (WF)

Hits: 60

Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat