Ayatullah Jawadi Amuli: Think Tank Musuh-Musuh Kita adalah israel dan AS

Marjik Taklid Ayatullah Uzma Syaikh Abdullah Jawadi Amuli, Senin (8/1), dalam pertemuan dengan para santri dan ruhaniawan revolusioner mengatakan, “Allah Swt bersabda kepada Rasul-Nya, “Setiap hari musuh membuat rencana. Rencana-rencana mereka ini tidak pernah padam dan tidak akan.” Ketika Rasulullah Saw diperintahkan demikian, beliau pun memerintahkan para pengikutnya untuk senantiasa waspada terhadap musuh.”

Mufasir Al-Qur’an ini menjelaskan, “Amirul Mukminin Ali as sebagaimana disinyalir dalam Nahjul Balaghah bersabda kepada Malik Asytar, “Malik! Punya pemimpin yang baik itu perlu, tapi tidak cukup. Punya pemimpin yang baik itu baru setengah jalan. Selama masyarakat tidak hadir di medan dan tidak menolong pemimpinnya, maka kekalahan itu pasti. Karenanya, semua orang punya tugas waspada dan siap siaga.”

Beliau melanjutkan, “Kadang-kadang terjadi kelalaian kecil dan sesaat. Ini masih dimaklumi. Tapi, kelalaian yang terus menerus sama sekali tidak diperbolehkan. Sebab, musuh selalu bersembunyi siap menerkam kita. Ketidaklengahan ini harus berlaku terhadap seluruh Sistem dan Revolusi Islam agar jangan sampai mengalami kendala.”

Guru Besar Hauzah Ilmiah ini menekankan, “Di Perang Jamal, Amirul Mukminin Ali as mewanti-wanti, “Sesaat pun jangan pernah lengah dari think tank musuh.” Setelah itu beliau bersabda, “Hendaknya kalian punya pikiran dan basirah. Waspadailah think tank musuh.” Kita juga harus sadar bahwa think tank musuh-musuh kita adalah israel dan AS. Keniscayaan kita untuk selalu memperhatikan hal ini.”

Setelah itu, beliau menyinggung masalah pentingnya penukilan berita secara benar di media. Beliau mengatakan, “Masalah berikutnya adalah media. Keliru apabila kita mengira bahwa media-media ini maya. Sebab, pada dasarnya setiap tempat di mana di sana terdapat kritik, ide dan pikiran adalah ruang nyata. Kenapa kita tidak memegang kendali ruang ini?! Kenapa kita terjerat oleh dunia maya orang lain?! Kenapa kita tidak menyebarkan berita-berita yang benar dan menyembuhkan di media-media?!”

Ulama terkemuka ini menambahkan, “Musuh tidak punya masalah dengan kenaikan harga dan ekonomi. Bagi mereka, masalahnya adalah agama dan Islam. Karena itu, kita harus mengerti agama, mengimaninya, dan berusaha untuk memperoleh ruang yang nyata. Jangan sampai ruang ini dikendalikan oleh orang lain sehingga dengan itu mereka mengguncang masyarakat.”

Terakhir, mengenai Hauzah Revolusioner beliau mengatakan, “Hauzah akan revolusioner selama Nahjul Balaghah menjadi bagian dari kurikulum resminya, mempelajarinya secara mendalam, memahaminya, dan pejabat-pejabat memperhatikan nasihat-nasihatnya serta bertindak sesuai dengannya.” (WF)

Hits: 43

Headline, Muqawama, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat