Tiga Hal Istimewa Yang Berkumpul dalam Diri Sayidah Zahra As

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei sekitar dua puluh sembilan tahun yang lalu, Rabu (13/12/89), dalam pidatonya menjelaskan salah satu poin gemilang dari kehidupan Sayidah Fathimah Zahra as seraya mengatakan:

“Dalam kehidupan sederhana insan yang mulia ini, terdapat sebuah poin penting. Yaitu, penyatuan antara kehidupan seorang wanita muslim dalam perilakunya terhadap suami, anak-anak, dan tugas-tugasnya di dalam rumah. Ini dari satu sisi. Dan tugas-tugasnya sebagai seorang pejuang pemberani yang tidak kenal lelah dalam menghadapi peristiwa-peristiwa politik penting pasca wafatnya Rasulullah Sawt; dimana beliau datang ke masjid lalu berpidato di sana, menyampaikan sikap, membela, dan berbicara lantang. Seorang mujahid sejati yang tidak kenal letih, teruji, dan tahan susah. Ini dari sisi yang lain.

Dari sisi yang ketiga, beliau adalah seorang abid dan penegak shalat di malam-malam yang gelap, orang yang berdiri bangun demi Allah Swt, tunduk dan khusyuk di hadapan-Nya. Di mihrab ibadah, wanita muda ini bermunajat dan beribadah laksana wali-wali senior Allah Swt.

Mengumpulkan tiga dimensi ini secara bersamaan adalah titik gemilang kehidupan Sayidah Fathimah Zahra as. Beliau tidak memisahkan antara tiga sisi ini. Sebagian orang mengira bahwa orang yang sibuk beribadah, adalah seorang abid, rendah hati, ahli doa dan zikir saja, sehingga tidak mungkin jadi seorang politikus.

Sebagian lagi mengira bahwa seorang yang ahli politik –baik laki maupun perempuan- dan aktif di medan jihad di jalan Allah Swt, apabila dia seorang perempuan maka tidak mungkin dia menjadi wanita rumah tangga dengan menjalankan tugas-tugas sebagai ibu, istri dan wanita rumah tangga. Dan apabila dia seorang lelaki, maka tidak mungkin dia menjadi pria rumah tangga, toko, dan kehidupan.

Mereka mengira bahwa semua itu saling bertentangan. Padahal menurut Islam, tiga hal itu tidak berlawanan satu sama yang lain. Di dalam sosok insan kamil, tiga hal itu bahkan saling mendukung.” [Bersambung] (WF)

Hits: 42

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat