Pernyataan Pusat Manajemen Hauzah Ilmiah tentang Pencabutan Kewarganegaraan Syaikh Isa Ahmad Qasim

Pusat Manejemen Hauzah Ilmiah, Minggu (4/1), dalam pernyataannya mengecam keputusan munafik yang mencabut kewarganegaraan Syaikh Isa Ahmad Qasim dan menyebutnya sebagai hal yang bertentangan dengan hukum Ilahi serta Al-Qur’an. PMHI menyeru para ulama dan Umat Islam serta lembaga-lembaga keagamaan untuk sama-sama mengutuk bidah ini.

Redaksi pernyataan PMHI sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim

وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ

(Artinya: Dan jangan kau kira Allah lengah dari apa yang diperbuat orang-orang zalim, hanyasanya Dia menangguhkan mereka untuk hari yang terbelalak pada waktu itu mata-mata –mereka-. (QS. Ibrahim [14]: 42).

Berapa bulan pasca penyerangan zalim agen-agen bayaran Alu Khalifah ke rumah kediaman Ayatullah Syaikh Isa Ahmad Qasim, sekarang kita menyaksikan badan yudikatif zalim negeri ini mengonfirmasi hukuman penjara dan pencabutan kewarganegaraan atas beliau berdasarkan tuduhan-tuduhan palsu serta hukum syari khumus. Di samping itu, kita juga menyaksikan pengasingan sejumlah warga asli Bahrain dari negeri dan tempat lahir mereka sendiri. Dan ini juga dilakukan berdasarkan keputusan mahkamah yang sewenang-wenang.

Khumus adalah hukum syariat sebagaimana hukum-hukum lain. Seperti shalat, puasa, haji, dan zakat. Dimana hal itu telah dinyatakan secara tegas di dalam Al-Qur’an. Allah Swt berfirman:

وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا غَنِمۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُۥ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا يَوۡمَ ٱلۡفُرۡقَانِ يَوۡمَ ٱلۡتَقَى ٱلۡجَمۡعَانِۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ

(Artinya: Dan ketahuilah sesungguhnya apa yang kalian peroleh (ghanimah) berupa sesuatu maka sungguh untuk Allah seperlimanya, dan untuk Rasul, dan untuk Dzul Qurba, dan anak-anak yatim, dan orang miskin, dan Ibnu Sabil, -demikian- jika kalian beriman kepada Allah dan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di Hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan, dan Allah atas segala sesuatu Mahakuasa. (QS. Al-Anfal [8]: 41)

Karena itu, putusan hukum yudikatif atas seorang ulama agama dengan alasan mengamalkan hukum syariat khumus tiada lain merupakan perlawanan terhadap hukum Allah Swt yang tertera di dalam Al-Qur’an. Bidah semacam ini dalam mengeluarkan keputusan hukum yudikatif terhadap orang yang mengamalkan hukum Al-Qur’an adalah bukti nyata atas kezaliman dan penindasan Alu Khalifah serta para tagut yang menistakan ayat-ayat Ilahi dengan dukungan AS dan zionis. Dukungan itulah yang membuat mereka lancang melawan hukum Al-Qur’an dan menghukum orang-orang yang mengamalkan hukum Al-Qur’an.

Hauzah Ilmiah mengutuk hukum munafik ini pada dasarnya bertentangan dengan hukum Ilahi dan ayat suci Al-Qur’an. Hauzah Ilmiah menyerukan kepada para ulama dan Umat Islam serta lembaga-lembaga keagamaan untuk mengecam bidah-bidah ini. Sebab, tidak boleh diam terhadap hal seperti ini, sangat mungkin diktator-diktator lain juga ingin menyalahgunakan hukum-hukum yudikatif seperti ini demi mencegah terlaksananya hukum Islam. Hauzah Ilmiah juga mengimbau kepada masyarakat internasional, utamanya organisasi-organisasi HAM untuk mengambil sikap tegas dalam mengecam putusan hukum yang zalim ini.

Hauzah Ilmiah juga mengapresiasi Muqawama Bangsa Bahrain dan kelanjutannya di garis pembelaan terhadap tuntutan-tuntutan yang adil serta pemimpin-pemimpin agama. Kami sampaikan berita gembira kepada mereka dengan:

وَأُخۡرَىٰ تُحِبُّونَهَاۖ نَصۡرٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَتۡحٞ قَرِيبٞۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

(Artinya: Dan –ada lagi- karunia lain yang kalian menyukainya, -yaitu- pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin. (QS. As-Shaff [61]: 13)

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Hauzah Ilmiah – Qom Muqaddas

(WF)

Hits: 71

Berita, Headline, Muqawama, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat