Pernyataan Imam Khamenei tentang Serial Peristiwa Teroris Terakhir di Afganistan dan Pemindahan ISIS ke Sana

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Selasa (30/1) pagi, di pembukaan Daras Kharij Fikihnya mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas terbunuhnya rakyat tak berdosa dalam serial peristiwa teroris terakhir di Afganistan dan menjelaskan peran AS di dalamnya.

Pemimpin Revolusi Islam mengatakan, “Di sini saya ingin menggunakan kesempatan untuk menyampaikan duka dan kesedihan yang mendalam atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di tetangga kita; di Afganistan. Peristiwa itu dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Islam, sedangkan pada kenyataannya sedikit pun mereka tidak menghirup aroma Islam.”

Beliau melanjutkan, “Sekarang, yakni sekitar satu bulan terakhir, kira-kira tujuh atau delapan kali peristiwa teroris dan pembantaian massal terjadi di sana. Di satu peristiwa tujuh puluh orang syahid, di peristiwa yang lain lima puluh-enam puluh orang gugur, satu lagi merenggut nyawa dua puluh sekian orang, di Kabul, di Kandahar, dan di tempat-tempat lain. Itu pun mereka tandatangani. Mereka mengakui dan menyatakan, “Kami yang melakukaknya!”. Siapa mereka? ISIS.”

Imam Khamenei menjelaskan, “Perhatikan bahwa tangan-tangan yang membuat ISIS baik di Irak maupun di Suriah dan dengan itu melakukan berbagai kejahatan serta kezaliman terhadap rakyat, mereka itulah yang sekarang sedang memindahkan ISIS ke sini; yakni ke Afganistan. Di sana (Irak dan Suriah) mereka kalah, di sini (Afganistan) mereka ingn memulai. Peristiwa-peristiwa teroris ini permulaannya. Sejak sekitar satu bulan atau empat puluh hari ini mereka melakukan semua pembantaian ini.”

Ayatullah Uzma Khamenei menekankan, “Tentunya pembantaian ini menyasar Syiah dan Sunni. Seperti di Irak dan tempat-tempat lain. Korban kejahatan ini bukan hanya Syiah. Iya memang, sangat disayangkan bahwa di salah satu kejadian itu sekitar lima puluh santri Syiah atau lebih mati syahid. Tapi yang pasti bahwa sasaran kejahatan mereka bukan hanya Syiah. Sama sekali tidak. Mereka bunuh rakyat sipil Sunni dan Syiah di Kabul dan tempat-tempat lain. Buat mereka tidak ada bedanya. Karena buat AS tidak ada bedanya.”

Pemimpin Revolusi Islam menjelaskan peran dan tujuan AS dalam peristiwa ini seraya mengatakan, “Prioritas pertama AS di kawasan sekarang adalah kawasan ini jangan sampai merasakan stabilitas. Pemerintah dan rakyat di kawasan ini harus disibukkan satu dengan yang lain agar tidak pernah terpikir soal perlawanan terhadap agen busuk arogansi di kawasan, yaitu zionisme. Ini satu tujuan.”

Beliau melanjutkan, “Tujuan berikut AS adalah mereka ingin menjustifikasi kehadiran mereka di kawasan. Ketika Afganistan tidak aman, AS menggunakan hal itu sebagai alasan untuk hadir di kawasan, “Iya! Kami datang kemari untuk menegakkan keamanan!” Padahal, mereka sendiri yang menciptakan ketidakamanan. Ketidakamanan adalah ulah mereka. Peristiwa-peristiwa yang menimpa Afganistan adalah dilakukan secara langsung atau melalui perantara oleh agen-agen AS. Dan itu sudah mereka lakukan sejak dua puluh sekian tahun yang lalu. Merekalah penyebab terjadinya pembantaian atas nama mazhab di kawasan ini. Dan sekarang juga sedang melanjutkan hal itu. Target mereka, kawasan ini selalu ribut. Sehingga mereka bisa terus hadir di sini mengejar kepentingan politik dan ekonomi mereka sendiri.”

Wali Faqih Zaman menegaskan, “Laknat Allah Swt atas arogansi, atas agen-agen arogansi, atas pemerintah busuk dan penjahat zionisme, AS dan agen-agen mereka yang demikian menghancurkan umat Islam!” (WF)

Hits: 71

Berita, Headline, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat