Ayatullah Bahjat: Ya Itu Sudah Jawabannya!

Almarhum Ayatullah Uzma Qadhi ra adalah guru Almarhum Ayatullah Uzma Bahjat ra. Imam Khumaini ra menyebut Ayatullah Behjat sebagai “Gunung Irfan”.

Ayatullah Bahjat sebagaimana dilansir oleh kantor berita Hauzahnews, Kamis (25/1), berulang kali dalam nasihatnya mengutip perkataan Ayatullah Qadhi, “Kalau seseorang menunaikan shalat-shalat wajibnya di awal waktu lalu tidak sampai ke makam-makam mulia, maka hendaknya dia melaknat saya.” Di tempat lain beliau mengatakan, “Maka hendaknya dia meludahi muka saya.”

Ada seorang ulama menceritakan, “Berapa tahun lalu, di suatu hari saya pergi menemui Ayatullah Uzma Bahjat. Saya katakan kepada beliau, “Mohon tunjukkan kami jalan supaya bisa jadi manusia (yang sesungguhnya).” Beliau menjawab, “Tunaikanlah shalat pada awal waktu!”

Ulama itu melanjutkan, “Dalam hati, saya bergumam –sepertinya- Yang Mulia tidak menyambut saya. Saya kan menunaikan shalat pada awal waktu!”

“Setahun kemudian,” terus ulama itu, “saya bermaksud datang ke sebuah pertemuan dan saya ingin menyempatkan diri untuk bertemu lagi dengan beliau. Di jalan saya berbisik dalam hati, “Kali ini saya akan tanya lagi kepada Yang Mulia, saya ingin lihat apa jalan yang beliau akan tunjukkan supaya saya bisa sampai kemana-mana, kira-kira apa jalan yang akan beliau tunjukkan?”

Saya dan sekelompok orang sampai ke tempat beliau. Ketika itu beliau sedang berbicara. Saya belum mengutarakan apa-apa tiba-tiba di tengah pembicaraan beliau mengatakan, “Ada orang datang kepada saya dan bertanya apa yang harus saya lakukan supaya jadi manusia (yang sesungguhnya) dan berkembang? Saya sudah katakan kepada dia tunaikanlah shalat pada awal waktu. Dia pergi dan setahun kemudian datang lagi. Dalam diri dia berbisik “Yang Mulia tidak menyambut saya! Saya akan tanya lagi apa yang harus saya lakukan?”. Dia tidak mendengarkan kata-kata saya itu dengan teliti dan tidak menjaganya lalu sekarang dia ingin tanya lagi! Hai Pak Yang Terhormat! Ya itu sudah jawabannya. Dan selalu itu jawabannya.”

Ulama besar itu melanjutkan, “Ketika itu, saya tidak jadi mengutarakan apa-apa. Betul apa yang beliau tuturkan. Ada sebagian shalat wajib yang sebelumnya tidak saya tunaikan pada awal waktunya. Sejak itu, mulailah saya memperbaikinya.”

Maka ulama besar itu sampai ke makam-makam mulia yang dia inginkan. Bahkan lebih dari apa yang dia bayangkan. (Kutipan dari buku “Ceguneh Yek Namoze Khub Bekhonim” karya Ali Ridha Panahiyan). (WF)

Hits: 114

Headline, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat