Ayatullah Nuri Hamadani: Tidak Ada Artinya Kritik kepada Nabi dan Imam

Marjik Taklid Ayatullah Uzma Nuri Hamadani, Rabu (17/1), di sela-sela Daras Kharijnya di Masjid Adzam menegaskan kesucian Nabi Muhammad Saw dan para Imam as serta berkata, “Ungkapan bahwa Nabi Saw dan Imam as bisa dikritik adalah falasi. Mereka memperkanankan bertanya. Sedangkan kritik kepada mereka tidak ada maknanya. Mereka ditanya dan menjawab. Mereka adalah orang-orang yang suci. Sehingga tidak ada artinya mengkritik mereka.”

Marjik Taklid ini menuturkan, “Orang muslim harus mencari tahu tengan keadaan Muslimin. Sekiranya ada orang muslim yang minta bantuan kepada kalian, lantas kalian tidak membantunya, maka keislaman kalian bermasalah. Banyak sekali hadis yang menjelaskan hak-hak orang muslim terhadap sesamanya. Dan Islam mengajarkan agar orang-orang muslim saling berhubungan, menyayangi dan mencintai.”

Beliau menjelaskan juga bahwa Hauzah Ilmiah, pesantren, ulama, dan santri harus berhubungan dengan masyarakat. Jangan pernah mereka lalai akan situasi dan kondisi mereka. Beliau mengatakan, “Kehidupan masyarakat punya banyak dimensi. Termasuk dimensi budaya, politik dan ekonomi. Semua itu harus diperhatikan. Jangan hanya satu sisi yang diperhatikan sisanya diabaikan.”

Guru Besar Hauzah Ilmiah ini menuturkan, “Hauzah Ilmiah dan ulama juga perlu mencari informasi tentang berbagai aspek kehidupan Muslimin dan isu-isu yang berkembang di dunia dan menjalankan tugasnya.”

Kemudian beliau menyinggung masalah kesucian Nabi Saw dan Imam as yang baru-baru ini dilontarkan oleh sebagian pejabat pemerintah. Beliau mengatakan, “Ungkapan bahwa Nabi Saw dan Imam as bisa dikritik adalah falasi. Mereka memperkanankan bertanya. Sedangkan kritik kepada mereka tidak ada maknanya. Mereka ditanya dan menjawab. Mereka adalah orang-orang yang suci. Sehingga tidak ada artinya mengkritik mereka.”

Beliau melanjutkan, “Para ulama dan santri telah menjawab persoalan ini. Karena itu, jangan berfalasi lagi. Para Imam as adalah suci. Dan tidak ada keraguan lagi soal ini. Sifat-sifat mereka telah dijelaskan oleh Imam Hadi as di dalam Doa Ziarah Jamiah Kabirah.”

Kemudian Ayatullah Nuri Hamadani menekankan persoalan dalam negeri dan mengatakan, “Para pejabat pemerintah mestinya segera bertindak dalam menanggulangi pelonjakan harga barang, pengangguran dan kesulitan matapencaharian rakyat. Sudah seyogianya rakyat merasakan kesejahteraan. Data statistik, angka dan kata-kata tidak ada gunanya. Dari tahun ke tahun kesulitan mereka bertambah dan matapencaharian mereka semakin susah.”

Beliau menjelaskan, “Dengan masuknya barang selundupan, pengangguran semakin meningkat. Kalau saja pejabat-pejabat pemerintah menjalankan tugas ekonomi mereka tidak mungkin kondisi ini terjadi. Pelonjakan harga barang dan peningkatan jumlah pengangguran tidak akan terjadi. Rakyat sudah tidak tahan lagi. Mau tidak mau mereka protes. Tapi kemudian musuh ingin menyalahgunakan protes itu demi kepentingan mereka sendiri.”

Ayatullah Nuri Hamadani menambahkan, “Selama tidak ada luka di tubuh, lalat pun tidak akan hinggap. Musuh telah menyalahgunakan situasi dan memprovokasi rakyat. Rakyat seyogianya merasakan kesejahteraan, kemurahan harga barang, dan lapangan kerja. Data statistik, angka dan kata-kata tidak akan membawa mereka kemana-mana. Pekerjaan kalian pejabat pemerintah adalah pengabdian ekonomi, produksi dan pengadaan lapangan kerja. Rakya ini telah mengabdi dan merealisasikan sistem pemerintahan ini.”

Beliau mengingatkan bahwa musuh senantiasa membuat konspirasi. Jangan pernah sedikit pun lengah terhadap mereka dengan segenap konspirasinya.

Marjik Taklid ini juga mengingatkan, “Jangan pernah diam terhadap masalah Yaman, Bahrain, Saudi, dan rencana-rencana AS serta zionis. Sebagaimana dituturkan oleh Pemimpin Revolusi Islam (Imam Khamenei), kita harus bersatu dan menjaga persatuan. Seluruh negeri ini harus berporos kepada pikiran dan tuntunan beliau.”

Beliau kemudian menyinggung masalah zionis dan berkata, “Ribuan orang Palestina cedera, syahid dan disandra. Rezim zionis terus menerus menindas mereka dengan kekuatan. Karena itu, kita harus bersatu menghadapinya.”

Beliau kembali mengingatkan, “Kita jangan sampai disibukkan dengan isu-isu seperti kesucian para nabi dan imam. Ada kemungkin itu juga bagian dari rencana musuh. Mungkin mereka yang menggulirkan masalah ini untuk menyibukkan Muslimin dan mengalihkan perhatian mereka dari musuh.”

Setelah itu, beliau menyinggung masalah dunia maya dan menekankan pentingnya memenuhi tuntutan rakyat kepada pemerintah yang membuka lebar cyber space untuk menjamin keamanan dunia ini. (WF)

Hits: 51

Berita, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat