Ayatullah Uzma Makarim Syirazi: Maksumin as Garis Merah Kita

Ayatullah Uzma Nasir Makarim Syirazi, Kamis (17/1), dalam Daras Kharijnya di Masjid Adzam Qom menyinggung ujaran pejabat pemerintah tentang kritik Nabi Muhammad Saw dan Imam as seraya berkata, “Terlepas dari apa yang dikatakan oleh salah satu pejabat pemerintah mengenai Maksumin as, kami nyatakan bahwa Maksumin as adalah garis merah kita. Kesucian mereka as dari dosa dan kesalahan termasuk hal pasti yang tidak diragukan lagi dalam mazhab kita. Kenapa ketika ingin menggeneralkan masalah kritik ke semua orang kalian menyasar ke zaman Maksumin as?!”

Dia mengisyaratkan pada hadis Nabi Muhammad Saw dan berkata bahwa beliau bersabda, “Jauhilah kelesuan, kemalasan, dan ketidakbertanggungjawaban. Ketahuilah bahwa penundaan kerja terbilang faktor kehancuran umat.”

Marjik Taklid terkemuka ini menuturkan, “Orang harus serius dalam pekerjaannya dan tidak boleh lari dari tanggungjawab. Seringkali kita menunda-nunda pekerjaan sehingga membuat orang lain kesal.”

Beliau menjelaskan bahwa angan-angan panjang membuat manusia lupa akhirat. Lalu beliau mengatakan, “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Karena itu, jangan sampai buang-buang banyak waktu untuk angan-angan panjang. Karena itu akan menyebabkan keterbelakangan bangsa-bangsa.”

Ayatullah Makarim menuturkan, “Pejabat-pejabat negara hendaknya menuliskan apa yang ingin mereka katakan agar tidak terjebak dalam hal-hal yang merugikan. Banyak sekali pejabat di dunia yang melakukan persiapan itu.”

Beliau mengutarakan bahwa dalam seminggu ini banyak sekali dialog tentang ujaran salah satu dari pejabat pemerintah yang menarik-narik jangkauan kritik bahkan sampai ke Maksumin as. Akhir-akhir ini ada juga yang menyatakan sebetulnya tidak dimikian yang dikatakan. Lalu beliau menceritakan, “Banyak surat yang sampai kepada kami dan kontak ke kantor kami menanyakan kenapa ketika kehormatan Maksumin as dilanggar Anda berdiam saja?! Kami katakan bahwa kami tidak diam.”

Beliau mengatakan, ” Terlepas dari apa yang dikatakan oleh salah satu pejabat pemerintah mengenai Maksumin as, kami nyatakan bahwa Maksumin as adalah garis merah kita. Kesucian mereka as dari dosa dan kesalahan termasuk hal pasti yang tidak diragukan lagi dalam mazhab kita. Kenapa ketika ingin menggeneralkan masalah kritik ke semua orang kalian menyasar ke zaman Maksumin as?! Kami telah sampaikan kepada mereka jangan bawa-bawa persoalan ke garis merah, karena akan multitafsir dan berpotensi membuat keributan.”

Guru Besar Hauzah Ilmiah Qom ini melanjutkan, “Pada situasi seperti sekarang kita sangat memerlukan persatuan. Jangan sampai terlontar ujaran-ujaran yang membuat masyarakat berkobar. Katakan saja bahwa tidak ada satu pun pejabat negara yang suci, dan semuanya bisa dikritik. Kenapa kalian seret-seret sampai ke zaman Maksumin as dan membuat masalah?!”

Beliau melanjutkan bahwa dalam situasi seperti ini, pelemahan tiga badan legislatif, eksekutif dan yudikatif tidak maslahat bagi masyarakat. Beliau mengatakan, “Kadang sebagian orang membuat masalah untuk diri sendiri. Hal-hal seperti ini menimbulkan kepercayaan bahwa tujuan dari pelontarannya adalah mengalihkan perhatian publik dari persoalan-persoalan utama dan menggiring mereka ke masalah-masalah marginal. Jangan melakukan sesuatu yang menimbulkan kepercayaan seperti itu.”

Ayatullah Makarim menuturkan, “Mencegah kenaikan harga, menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak muda terutama alumni, dan pembenahan dunia maya serta menyuguhkan cyber space yang aman bagi masyarakat adalah bagian dari hal-hal yang penting saat ini.”

Beliau mengingatkan, “Dunia maya yang ada dan sudah tidak difilter lagi sekarang sudah pasti dikendalikan sepenuhnya oleh zionis dan AS. Memang semua orang diperkenankan masuk ke dalamnya, tapi sebagai budak yang tidak punya kendali.”

Marjik taklid ini menegaskan, “Pantaskah sebuah Bangsa Yang Penuh Kebanggaan ini menjadi budak yang tidak punya kendali bagi zionis?! Sekarang, cyber space kalian buka lagi secara lebar-lebar. Kalau sampai hal itu menyebabkan terjadinya kembali kerusuhan, maka rakyat tidak akan memaafkan kalian.”

Beliau menjelaskan bahwa sebagian orang mengatakan kenapa di zaman kita sekarang tidak ada sosok-sosok Syahid Mutahhari dan Allamah Thabathabai? Lalu beliau mengatakan, “Saya nyatakan bahwa sosok-sosok itu ada. Tapi tabir kesemasaan membuat kalian tidak melihatnya. Ketika sosok-sosok itu mereka taburi debu, kalian mengatakan betapa kita telah kehilangan berlian-berlian yang sangat berharga.”

Ayatullah Uzma Makarim Syirazi mengingatkan, “Situasi negara sekarang menuntut kita untuk bersatu dan tiga badan negara harus dijaga, tapi dengan syarat mereka juga menjaga diri mereka sendiri. Karena itu, kita harus menyatukan tangan untuk mencegah bahaya yang mengancam.” (WF)

Hits: 55

Berita, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat