Surat Pernyataan Jamiatul Mudarisin Terhadap Ujaran Pejabat Pemerintah tentang Kritik Nabi dan Imam

Jamiatul Mudarisin Hauzah Ilmiah Qom, Minggu (14/1), mengeluarkan pernyataan kritik terhadap ujaran Presiden Ruhani mengenai kritik terhadap Nabi Muhammad Saw dan para Imam Suci as.
Redaksi surat pernyataan Jamiatul Mudarisin Hauzah Ilmiah Qom sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim
Pada hari-hari ini terdengar kata-kata dari sebagian pejabat negara tentang boleh mengkritik Nabi Muhammad Saw dan Imam-Imam Suci as. Hal yang kembali lagi mengingkari salah satu dari keyakinan pasti yang secara ijmak dipercaya oleh seluruh Muslimin, begitu pula salah satu prinsip yang pasti bagi Mazhab Haq Syiah Itsna Asyariah. Karena itu, kami memandang sebagai tugas syari kami untuk mengingatkan berapa hal berikut:
1. Dari sisi rasional, kritik logis tanpa parameter kritik adalah tidak mungkin. Parameter kritik itu ialah hakikat-hakikat pasti yang tidak mungkin salah. Firman Allah Swt, yakni Al-Qur’an, dan Sunnah Rasulullah Saw serta para Imam Suci as adalah termasuk dari hakikat pasti yang tidak mungkin salah tersebut. Bahkan itulah parameter kritik terhadap tindakan dan perkataan yang lain. Dan kritik terhadap parameter kritik secara logis adalah batil serta kesalahan yang nyata.
2. Prihal firman Allah Swt tidak mungkin salah adalah sesuatu yang jelas. Ayat suci “La ya’tihil bathilu min bayni yadahi wa la min kholfihi” (Tiada mendatanginya kebatilan dari depan maupun belakang.) telah menegaskannya. Prihal kesucian Nabi Muhammad Saw dalam sabda dan tindakan juga termasuk keyakinan yang tidak diragukan lagi dalam agama Islam dan disepakati oleh seluruh Muslimin. Ayat-ayat suci “wa man yuthi’ir rosula faqod atho’al loh” (Barangsiapa mematuhi Rasul maka sungguh dia memathui Allah.), “wa ma kana limukminin wa la mukminatin idza qodhol loha wa rasulahu amron any yakuna lahumul khiyarotu min amrihim” (Dan tiada bagi pria mukmin dan wanita mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah memutuskan sesuatu, pilihan bagi mereka tentang urusan mereka.), “wa ma yanthiqu ‘anil hawa” (Dan tiadalah dia bicara dari hawa nafsunya.), “In huwa illa wahyun yuha” (Sunggua ia –tiada lain- kecuali wahyu yang diwahyukan.), dan puluhan ayat suci Al-Qur’an lainnya yang menegaskan kesucian Nabi Muhammad Saw bahkan kesucian seluruh Nabi Allah as. Di samping itu, ratusan hadis sahih yang telah dipastikan kemunculannya dari Nabi Muhammad Saw dan para Imam Suci as juga menekankan kesucian para Nabi Allah as, khususnya Nabi Muhammad Saw dan dua belas imam as. Adapun kesucian para imam Ahli Bait as juga terbukti melalui ayat-ayat Al-Qur’an seperti Ayat Tathhir dan hadis-hadis sahih serta mutawatir seperti Hadis Tsaqalain; “Inni tarikun fikumuts tsaqolain kitabal lohi wa ‘itroti, ma in tamassaktum bihima lan tadhillu ba’di: Kitabul lohi fihil huda wan nur hablum mamdudum minas samai ilal ardhi wa ‘itroti ahli bayti, wa innal Lathifal Khobiro qod akhbaroni annahuma lay yaftariqo hatta yarida ‘alal hawhdhi wan dzuru kayfa tukhallifuni fihima.” (Sungguh kutinggalkan di antara kalian dua pusaka; Kitab Allah dan Itrahku. Selama kalian berpegang teguh pada keduanya niscaya kalian tidak akan tersesat setelahku. Kitab Allah di dalamnya hidayah dan cahaya adalah tali memanjang dari langit ke bumi. Dan Itrahku adalah Ahli Baitku. Sesungguhnya Yang Maha Lembut dan Mahatahu telah memberitahuku bahwa keduanya tidak akan berpisah sampai datang ke Haudh. Perhatikanlah bagaimana kalian memperlakukan mereka setelahku.). Hadis ini disepakati oleh seluruh Muslimin dan semua mazhab serta kelompok Islam. Dan masih ada puluhan hadis pasti lain yang membuktikan hal ini.
Karena itu, menolak kesucian Rasulullah Saw dan para Imam Suci as berarti penolakan nyata terhadap Islam dan Mazhab Syiah.
3. Kami wasiatkan secara tegas kepada sebagian pejabat negara untuk tidak mengusik persoalan-persoalan keyakinan dan hal-hal itelektual yang bersifat spesialis dalam ujaran mereka. Sebagai gantinya, hendaknya mereka mengkonsentrasikan kerja keras mereka pada penanggulangan masalah kehidupan dan kendala ekonomi rakyat. Apa yang dinantikan oleh rakyat dari kalian adalah penyelesaian terhadap peroblem-problem kehidupan mereka. Bukan pernyataan tentang persoalan-persoalan yang bersifat keyakinan dan spesialis. Hal itu bukan saja tidak akan membuka simpul apa pun dari masalah rakyat, bahkan menambah masalah duniawi mereka dan membahayakan agama mereka.
Wassalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
Muhammad Yazdi
Ketua Dewan Tertinggi Jamiatul Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom

(WF)

Hits: 338

Berita, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat