Pidato Lengkap Imam Khamenei dalam Pertemuan dengan Masyarakat Qom

Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Ali Khamenei, Selasa (9/1) pagi, berpidato dalam pertemuan dengan masyarakat Qom memperingati Hari Kebangkitan 19 Dey 1356 Hs (9 Januari 1978 M).

Pidato lengkap beliau sebagai berikut:

 

بسم الله الرّحمن الرّحيم
و الحمدلله ربّ العالمين و الصّلاة و السّلام علي سيدنا و نبينا ابي‌القاسم المصطفي محمّد و علي آله الاطيبين الاطهرين المنتجبين الهداة المهديين سيما بقيةالله في الارضين

 

Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Segala puja dan puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam –semoga tercurahkan- kepada tuan kita dan nabi kita Abul Qasim Al-Musthafa Muhammad serta keluarga beliau yang bagus, suci, mulia, menghidayahi dan dihidayahi, terutama Baqiyatullah di muka bumi.

Selamat datang saudara-saudara tercinta, saudari-saudari tercinta, para pemberani Qom dan para ruhaniawan yang terhormat serta para ulama yang mulia. Hari 19 Dey setiap tahun membawa berita gembira kepada saya akan ada pertemuan di sini dengan kalian; orang-orang mukmin, pemberani, dan mulia.

Qom penuh motivasi. Penuh harapan. Optimis dan memberi harapan. Qom adalah kota maju dan tentu masyarakatnya juga orang-orang yang maju di negeri kita ini. Sejak hari tanggal 19 Dey tahun 1356 Hs (9 Januari 1978 M) – dimana kami mendengar peristiwa-peristiwa Qom dari jauh dan ketika itu masih belum ada berita apa-apa di negeri ini tentang perkumpulan-perkumpulan massa dan hiruk-pikuk publik. Tapi Qom bangkit, pasang dada, dan memberi korban serta syahid- sampai sekarang yang sudah empat puluh tahun, Qom melanjutkan perjalanan kontinunya di Jalan Yang Lurus. Tahun ini juga kalian menyaksikan pada tanggal 9 Dey masyarakat Qom menggelar long march sebagaimana tradisi –yang berlaku di semua penjuru negeri-. Bahkan mereka tidak cukup hanya dengan itu; pada tanggal 13 Dey –juga- mereka menggelar long march penuh gairah dan membuat gerakan agung.

Ya inilah kata-kata bangsa kita selalu. Kata-kata bangsa tercinta kita, lapisan-lapisan masyarakat kita, kota-kota kita, pemuda-pemudi kita, adalah kata-kata Revolusi dan Sistem Islam serta perlawanan terhadap arogansi dan tidak mau ditekan oleh kekuasaan-kekuasaan lain. Kata-kata bangsa semasa bertahun-tahun lamanya ini adalah satu. Dan sekarang, setelah empat puluh tahun berlalu dari hari-hari itu, bangsa kita masih mengikuti logika, jalur, dan tujuan itu. Hanya saja, sekarang lebih matang, lebih berpengalaman, dan lebih pandai. Dari sisi motivasi juga kalau tidak kita sebut bahwa pemuda-pemuda sekarang lebih bermotivasi dari zaman itu, minimal mereka punya motivasi yang serupa dengan kala itu. Ditambah lagi jumlah mereka jauh lebih besar. Artinya, sekarang jumlah anak-anak muda yang beriman, penuh semangat, dan siap pasang dada di medan-medan bahaya berapa kali lipat lebih banyak daripada anak-anak muda kita menjelang Revolusi dan pada tahun-tahun pertama Revolusi. Ini garis kontinu negeri ini. Iya, saya memang selalu mengutarakan kata-kata ini. Dan selalu juga ada bukti serta tanda-tanda untuk itu. Tapi apa yang terjadi pada hari-hari ini adalah bukti nyata dan gamblang tentang hal ini. Sebagaimana telah saya sampaikan, Bangsa Iran di titik-titik negeri yang paling jauh, di kota-kota besar, di kota-kota kecil, sejak tanggal 9 Dey (30/12/17) –di saat permainan api dan kebiadaban orang-orang yang nanti akan saya jelaskan baru mulai- telah mengawali gerakan ini di seluruh penjuru negeri. Tapi begitu mereka melihat tidak! Orang-orang bayaran musuh itu tidak kunjung berhenti, sejak itu pula berturut-turut dan dari hari ke hari mereka menggelar long march. Sejak tanggal 13 Dey (3/1/18) di Qom, di Ahwaz, di Hamadan, di Kirmansyah, sampai tanggal 14, 15, 16, dan 17 di kota-kota lain, di kota-kota besar, dan lagi di Masyhad, di Syiraz, di Isfahan, serta di Tabriz.

Ini bukan peristiwa biasa. Ini tidak ada di tempat lain di dunia. Saya mengatakan ini berdasarkan data. Gerakan agung dan serempak massa melawan konspirasi musuh, itu pun secara teratur, dengan basirah, dan semangat serta motivasi, tidak ada di tempat lain. Dan ini sudah berjalan selama empat puluh tahun. Persoalannya bukan satu, dua, atau lima tahun. –Melainkan sudah empat puluh tahun lebih-. Ini perang Bangsa melawan anti-Bangsa, perang Iran melawan anti-Iran, perang Islam melawan anti-Islam. ini terus berlanjut. Dan tentu setelah ini juga akan ada. Namun, kesibukan Bangsa Iran dalam perjuangan, pertahanan, dan keteguhan, tidak membuatnya lalai akan berbagai dimensi dan aspek kehidupan yang lain. –Bahkan- Anak-anak muda kalian dan remaja-remaja kalian inilah yang menciptakan kemajuan-kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Patugas-petugas kalian inilah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar demi kehormatan Bangsa Iran, baik di dalam negeri maupun di kawasan. Itu artinya, bangsa ini membuktikan diri sebagai bangsa yang hidup, bangsa yang ceriah, bangsa yang bersama Tuhan, dan Tuhan pun menolong mereka.

Baik. Faktanya, seluruh gerak-gerik yang dilakukan musuh selama empat puluh tahun ini adalah serangan balik mereka terhadap Revolusi Islam. Revolusi Islam telah mencabut musuh secara politik di negeri ini sampai ke akar-akarnya. Sekarang, musuh terus-menerus melakukan serangan balik. Dan setiap kali, mereka kalah. Mereka melangkah, tapi tidak bisa maju. Karena ada perlawanan. Karena bendungan kuat massa dan bangsa. Kali ini juga rakyat dengan kekuatan penuh menyatakan kepada AS, Inggris dan orang-orang yang tinggal di London! bahwa kali ini juga kalian tidak bisa, dan nanti pun kalian tidak akan bisa. Miliaran dolar mereka keluarkan. Ini fakta bahwa mereka telah mengeluarkan miliaran dolar. Bertahun-tahun mereka buat jaringan, mereka bina orang-orang bayaran, dengan harapan bisa membuat masalah dari dalam. –Sebelumnya– Mereka tidak menyatakan. Pejabat-pejabat AS sekarang, kepolosan mereka dalam urusan politik tampak sekali. Mereka bocorkan diri mereka sendiri dan mengatakan, “Dari luar kita tidak bisa berkelahi dengan Iran. Kita harus merusaknya dari dalam.” Maksudnya, apa yang selama bertahun-tahun mereka lakukan. Yaitu: membuat jaringan, mendidik orang-orang bayaran; lalu untuk biayanya mereka perah negara-negara yang bergantung, mereka datang kemari dan menghampiri si fulan pemerintah kaya di Teluk Persia dan memerasnya untuk dapat memenuhi biaya pengeluaran mereka di sana-sini. Sampah-sampah pelarian dari Iran mereka daur ulang, lalu mereka terjunkan lagi ke medan sekiranya memang bisa didaur ulang. Ribuan jaringan dunia maya mereka luncurkan. Puluhan saluran televisi mereka kerahkan. Kanal-kanal satelit mereka aktifkan. Pleton-pleton teror dan ledakan mereka ciptakan lalu mereka kirim ke perbatasan, baik itu dari tenggara maupun dari barat laut. Bombardir dusta, tuduhan, dan hoax mereka tumpahkan ke bangsa ini. Siapa tau bisa mengubah pikiran masyarakat, khususnya mengubah anak-anak muda kita yang baru dewasa. Anak-anak muda kita yang tercinta. Anak-anak muda yang tidak pernah lihat Imam Khumaini ra, tidak menyaksikan Revolusi, tidak mengalami masa Perang Pertahanan Suci, dan tidak pernah bertemu dengan Syuhada ternama kita. Mereka ingin sekali mempengaruhi benak anak-anak muda ini. Tapi apa hasilnya? Hasil yang muncul malah Syahid Hujaji. Syahid mulia terakhir Najaf Abad dan syahid-syahid lain yang gugur dua tiga hari ini, semuanya adalah anak-anak muda. Ditambah lagi dengan rayuan dan suap kepada orang-orang di dalam negeri, penyusupan di beberapa pilar. Tentunya mereka sendiri juga masuk secara langsung. Kalian sendiri menyaksikan –nanti saya akan jelaskan- intervensi pejabat-pejabat AS selama berapa hari ini, melalui jaringan-jaringan internet dan semisalnya. Tapi tetap saja mereka tidak bisa. Dengan semua kerja keras ini, mereka tetap gagal.

Saya perlu mengucapkan terimakasih kepada bangsa kita yang mulia. Ribuan kali saya harus berterimakasih. Bukan sekali. Bangsa yang betul-betul merupakan bangsa yang dewasa, setia, berbasirah, bersemangat, kenal waktu, kenal saat, dan tahu kapan saatnya harus bergerak. Hari Kamis (28/12/17), di Masyhad, kejadian itu dimulai. Hari Sabtu (30/12), long march menakjubkan berlangsung, dimana mungkin sudah sekian tahun tidak pernah ada long march sehebat dan sesemangat ini di Masyhad. Lalu, sehari dua hari terjadi hal-hal lain secara seporadis. Kalian semua tahu itu. Kemudian, dari tanggal 13 sampai 17 Dey (3-7/1/18), minimal lima hari berturut-turut masyarakat turun ke jalan. Sungguh, kesetiaan bangsa ini, kewaspadaan mereka pada saat demi saat, bahwa mereka sadar betul kapan harus berbuat apa, adalah sesuatu yang patut sekali untuk disyukuri.

Baik. Pihak-pihak lain pasti menangkap pesan-pesan ini. Iya. Di propaganda-propaganda mereka, ratusan perusuh dan perusak mereka beritakan sebagai ribuan. Sementara itu, gerakan jutaan orang dari bangsa ini dalam demonstrasi-demonstrasi mereka beritakan sebagai kelompok kecil atau hanya berapa ribu orang! Inilah yang mereka utarakan dalam propaganda. Tapi mereka sendiri tahu. Pemegang langkah dan keputusan mereka  pasti sudah lihat, tapi tidak mereka tunjukkan. Artinya, bangsa ini terus melaksanakan pekerjaannya, memberikan pengaruhnya, merasukkan ketakutan di hati para pengambil keputusan musuh dengan gerakan agungnya. Bangsa ini betul-betul telah mengantar basirah mereka sampai ke puncaknya. Sungguh dalam berapa hari ini mereka telah menunjukkan motivasi yang sebenarnya dengan baik.

Adapun analisis. Hari-hari ini, aneka ragam analisis bermunculan dari macam-macam orang dan pihak mengenai persitiwa-peristiwa ini. Di surat kabar-surat kabar, di jaringan-jaringen internet. Dalam analisis-anlisis ini, ada satu poin yang kurang lebih sama. Dan poin itu benar. Yaitu pemilahan antara tuntutan yang jujur dan berhak dari masyarakat serta aksi brutal dan anarkis sekelompok orang. Dua ini harus dipilah. Bahwa si fulan orang terhalangi dari haknya lalu protes atau berapa orang pemrotes – anggap seratus orang, lima ratus orang- datang berkumpul di suatu tempat dan mengungkapkan kata-kata mereka adalah satu hal. Dan bahwa ada sekelompok orang yang menyalahgunakan perkumpulan dan motivasi ini lalu mencaci-maki Al-Qur’an, mencela Islam, menistakan bendera, membakar masjid, merusak, dan membakar adalah hal yang berbeda. Ini dua kategori. Jangan sampai dicampuraduk. Harapan-harapan rakyat, protes-protes publik, atau tuntutan-tuntutan mereka selalu ada di negeri ini, sejak dulu, dan sekarang pun ada. Iya; kas-kas yang bermasalah, atau contoh sebagian yayasan keuangan yang bermasalah, atau sebagian lembaga yang bermasalah, memang telah membuat rakyat kesal. Sekarang, setahun atau mungkin lebih dari setahun –kita mendengar beritanya, berita-berita itu pada umumnya sampai kepada kami- mereka berkumpul di fulan kota di depan fulan yayasan, di depan kantor gubernur, di depan kantor parlemen di sini. Semua ini ada, sejak dulu sampai sekarang juga selalu ada. Dan tidak ada satu pun yang menentangnya. Suara-suara itu memang harus diperhatikan, harus didengar, harus disimak, dan harus ditanggapi sekuat tenaga. Namun, di antara sekian tuntutan, anggap saja sepuluh tuntutan, bisa jadi ada dua tuntutan yang tidak tepat. Tapi, tuntutan-tuntutan yang tepat, yang benar, kita semua harus menindaklanjutinya. Saya tidak mengatakan bahwa, “Kalian harus menindaklanjutinya.” Saya sendiri juga bertanggungjawab. Kita semua harus menindaklanjutinya. Tentu ada hal-hal yang ingin saya sampaikan kepada pejabat-pejabat negara, dan akan saya sampaikan. Ini satu hal. Tapi, ini tidak ada hubungannya dengan orang-orang yang datang membakar bendera negara, orang-orang yang mengambil keuntungan dari perkumpulan massa, menyuarakan ujaran-ujaran anti keyakinan publik dan berteriak-teriak; anti Al-Qur’an, anti Islam, anti Sistem Republik Islam!

Saya jelaskan kepada kalian; ada satu segitiga aktif dalam peristiwa-peristiwa ini. Bukan persoalan hari ini atau kemarin saja. Ini sudah diorganisir sejak lama. Apa yang saya paparkan ini seluruhnya berdasarkan data. Sebagiannya terbuka dan kata-kata mereka sendiri, sebagian yang lain didapatkan melalui jalur-jalur intelijen. Ada segitiga aktif: Rancangan yang dibuat oleh AS dan zionis; mereka yang membuat rancangan. Berbulan-bulan mereka melakukannya. Bahwa “Kita mulai dari kota-kota kecil, kemudian kita bergerak ke pusat, mengaktifkan massa dengan tuntutan-tuntutan mereka dan membakar emosi mereka.” Ini skenario yang mereka rancang. Dan berbulan-bulan mereka membuatnya. Jadi, rancangan dibuat oleh AS dan agen-agen rezim zionis.

Adapun uangnya, kepunyaan salah satu dari negara-negara keledai uang di sekitar Teluk Persia. Tentu saja semua ini butuh biaya. Mereka harus mengelurkan uang. AS tidak mau keluar uang selama mereka (keledai uang itu) masih ada. Jadi, uangnya mereka yang keluarkan. Ini dua sisi. Sisi ketiganya adalah orang-orang suruhan. Mereka berasal dari Organisasi Munafikin; organisasi para pembunuh. Merekalah aktor bayaran di peristiwa ini. Sejak berapa bulan sebelum ini mereka sudah bersiap-siap. Media-media Munafikin pada hari-hari ini mengakui hal itu. Mereka sendiri mengatakan bahwa sejak berapa bulan lalu kita berhubungan dengan AS untuk hal ini; untuk menjalankan rencana, mengorganisir, pergi melihat ini dan itu, menandai orang-orang di dalam negeri dan menemui mereka, membantu mereka untuk menyeru massa, mereka yang membuat seruan, mereka juga yang membuat slogan “Tidak! Kenaikan harga”. Tentu saja ini slogan yang disukai semua orang. Dengan slogan ini mereka merekrut beberapa orang. Kemudian mereka sendiri terjun ke lapangan mengejar target-target busuk mereka serta menggiring massa untuk itu. Inilah target mereka.

Apa yang telah dilakukan oleh masyarakat adalah: Pertama, sekelompok orang turun ke jalan. Jumlah mereka tidak banyak. Tapi, begitu mereka menyaksikan apa target orang-orang tersebut dan jelas apa slogan-slogannya, mereka memisahkan barisan. Orang-orang yang pada hari Kamis dan Jumat (28-29 Desember 2017) ikut perkumpulan dan menyuarakan tuntutan dengan slogan “Tidak! Kenaikan harga” dan slogan-slogan yang serupa, pada tanggal 9 Dey (30/12/17) turun ke jalan dan berpartisipasi dalam demonstrasi agung massa serta meneriakkan slogan anti terhadap orang-orang bayaran tersebut; anti AS, anti Munfaikin. Masyarakat memisahkan barisan dari orang-orang suruhan itu.

Mereka (musuh) membuat dua markas komando di lingkungan tetangga Iran. Ini hal yang mereka sendiri mengakuinya. Ini pengakuan mereka sendiri. Bukan pengakuan di sini, melainkan mereka sendiri membocorkannya di media-media, dalam wawancara mereka ungkapkan, beberapa hal mereka utarakan. Mereka sendiri yang mengatakan bahwa AS dan agen-agen rezim zionis mendirikan dua markas komando operasi media massa dan manajemen kerusuhan di lingkungan tetangga Iran. Ini hal yang mereka sendiri mengakuinya. Itu berarti segala sesuatunya telah mereka siapkan jauh hari. Sejak awal mereka membayangkan mereka pasti menang. Alhamdulillahil ladzi ja’ala a’daana minal humaqo’; segala puji  bagi Allah yang menjadikan musuh-musuh kita dari kalangan orang-orang dungu. Puji syukur kehadirat Allah Swt! Dengan semua peristiwa yang silih berganti, mereka belum juga mengenal bangsa ini, mereka belum juga mengerti apa maknanya bendungan kokoh iman nasional, muqawama nasional, dan keberanian nasional. Mereka belum sampai ke lubuknya. Lalu, orang-orang yang malang, dipermainkan, celaka, dan hina di dalam negeri ini, dari satu sisi mengatakan “Nyawaku tebusan Iran”, di sisi lain mereka membakar bendera Iran! Orang-orang tak berakal ini tidak mengerti bahwa dua hal ini tidak bisa ketemu. Mereka bilang “Nyawaku tebusan Iran”; baiklah insyaallah kalian jadi korban demi Iran! Tapi, sejak kapan memangnya kalian-kalian –orang-orang dengan gaya, tipe dan model seperti ini- pasang dada melawan musuh-musuh Iran?! Di hadapan musuh-musuh Iran, anak-anak muda Hizbulllahilah yang pasang dada, pemuda-pemudi revolusionerlah yang pasang dada. Tiga ratus ribu syahid masa Perang Pertahanan Suci, siapa saja orang-orangnya? Setelah itu, syuhada yang kita punya siapa-sapa saja orangnya? Ya anak-anak mukmin dan revolusioner inilah yang membela negara melawan anti-Revolusi, melawan agresor asing, melawan AS. Memangnya kapan kalian pergi berkorban untuk Iran sehingga kalian mengatakan “Tebusan Iran”? Ketika itu mengatakan “Tebusan Iran”, setelah itu membakar bendera Iran! Bukankah ini betul-betul menunjukkan ketidakberakalan?! Menunjukkan kementahan?!

Adapun AS. AS marah. Sangat marah. Marah kepada siapa? Bukan hanya marah kepada saya, kepada kalian juga AS marah. Marah kepada Bangsa Iran. Marah kepada pemerintahan Iran. Marah kepada Revolusi –Islam- Iran. Kenapa? Karena mereka kalah. Mereka kalah dari gerakan agung ini. Sekarang pejabat-pejabat AS mulai ngomong kosong! Presiden AS mengatakan, “Pemerintahan Iran ketakutan pada rakyatnya.” Tidak! Pemeirntah Iran lahir dari masyarakat ini, milik mereka, lahir dengan perantara mereka, dan bersandar kepada mereka. Kenapa mesti takut? Seandainya tidak ada mereka, maka pemerintahan ini pun tidak akan ada. Bahwa pemerintahan ini berdiri melawan kalian selama empat puluh tahun, adalah dengan bantuan masyarakat ini. Masyarakat inilah yang bisa membantu pemerintahan sehingga mampu berdiri melawan kalian. Dia mengatakan, “Pemerintahan Iran takut pada kekuasaan AS.” Baiklah. Kalau memang kita takut pada kalian, lalu kenapa pada tahun lima puluhan (tahun tujuh puluhan M.) kita usir kalian dari Iran, dan pada tahun sembilan puluhan kita usir kalian dari seluruh kawasan. Dia mengatakan, “Rakyat Iran kelaparan dan butuh makanan.” –Di AS menurut data statistik mereka sendiri ada lima puluh juta orang yang kelaparan dan butuh roti malam. Lalu dia mengatakan bahwa “Rakyat Iran –yang kelaparan-“! Rakyat Iran hidup dengan hormat dan mulia. Insyaallah dengan taufik Ilahi, dengan pertolongan Ilahi, dari hari ke hari akan menjadi lebih baik, kendala-kendala ekonomi mereka juga akan tersingkirkan dengan kesengsaraan kalian (AS).

Presiden AS mengungkapkan kekhawatiran!. Dalam lima hari ini, hampir setiap hari dia mengutarakan pandangannya. Mengungkapkan kekhawatirannya atas perlakuan terhadap para pemrotes, contohnya “Kami tidak tahu apa yang dilakukan pemerintah Iran terhadap para pemrotes”. Apa mereka tidak malu? Kalian dalam satu tahun, polisi kalian membunuh delapan ratus orang dari penduduk negeri kalian sendiri! Di satu  negeri, dalam satu tahun, polisi yang menjamin terjaganya keamanan rakyat telah membunuh delapan ratus orang? Kalian adalah orang-orang yang dalam peristiwa Kebangkitan Wall Street telah melakukan apa saja yang kalian bisa lakukan terhadap rakyat, kalian tendang, kalian pukul, kalian bunuh orang hanya berdasarkan tuduhan atau kemungkinan. Seorang supir perempuan sedang mengemudi di dalam mobilnya, lalu polisi curiga padanya dan membunuhnya di dapan anaknya! Ini kasus-kasus yang silih berganti terjadi di AS.

Adapun Inggris! Pejabat-pejabat negara Inggris yang busuk juga mengungkapkan kekhawatiran. Hakim Inggris dalam peristiwa penyerangan terhadap Muslimin dan pembelaan diri mereka –yang baru-baru saja terjadi- memutuskan apabila orang muslim mengambil batu dan tidak melemparkannya maka dikenai hukuman empat tahun penjara, apabila melemparkannya maka dijerat hukuman tujuh tahun penjara! Ini hakim kalian. Yang mulia-yang mulia yang terkadang pengadilan mereka ditampilkan di film-film Holywood, di film-film bioskop, -bahwa hakim berkata begini dan polisi bertindak begitu-; orang-orang percaya dan mengira bahwa badan peradilan Barat memang seperti itu. Orang-orang perlu tahu fakta-fakta ini: hakim Inggris memutuskan apabila kamu mengambil batu dan tidak melemparkannya maka kamu akan dihukum empat tahun penjara, apabila kamu melemparkannya maka tujuh tahun penjara; jika kamu membuat koktail molotov dan mengambilnya tapi tidak melemparkannya maka hukumannya tujuh tahun penjara, adapun jika kamu melemparkannya maka lima belas tahun penjara. Inilah perlakuan mereka. Lantas orang-orang itu tiba-tiba khawatir terhadap nasib para pemrotes di Iran jangan-jangan dianiaya!

Tujuan akhir mereka jelas. Memang, pemerintah AS yang sebelumnya tidak mengungkapkan tujuan itu. Dia mengatakan yang sebaliknya. Tapi, tujuan mereka waktu itu juga sama. Yaitu subversi Republik Islam. Pemerintah sebelumnya bersikeras dan mengulang-ulang bahwa kami menerima Republik Islam. Berapa kali menulis surat kepada saya. Dan di surat-surat itu juga selalu mengulang bahwa kami menerima Republik Islam. Tapi, kita menyaksikan; orang yang matanya terbuka pasti tahu; tindakannya adalah tindakan subversif. Adapun sekarang, mereka mengungkapkan kata-kata ini secara tegas dan tanpa pertimbangan. Mereka menegaskan bahwa kita harus menggulingkan Republik Islam. Ini tujuannya.

Lalu, apa sarananya? Perhatikan poin ini dengan baik! Sarananya adalah merebut instrumen-instrumen kekuasaan nasional dari Republik Islam. Kekuasaan nasional punya segenap instrumen: Salah satu instrumen kekuasaan nasional yang paling penting adalah perasaan rakyat dan opini publik yang bergerak menuju maslahat dan hikmat, baik untuk masyarakat maupun pemerintahan. Ini opini publik. Mereka ingin merebutnya dari Republik Islam.

Salah satu instrumen kekuasaan nasional kita –sekarang saya secara khusus menyebutnya karena mereka sering mengulangnya- adalah kehadiran kita di kawasan. Kehadiran kuat Republik Islam di kawasan merupakan salah satu instrumen kekuasaan nasional. Menunjukkan bangsa ini kuat, dan memang kenyataannya demikian. Mereka ingin menghancurkan hal ini. Baik. Si fulan presiden Eropa (1) –kalau AS tidak berani menyebut nama negosiasi dengan kita- mengatakan bahwa “Kita ingin membahas kehadiran Iran di kawasan.” Baik. –Kita memang harus– membahas tentang kehadiran kalian di kawasan; kalian kenapa ingin hadir di kawasan. Ini termasuk instrumen kekuasaan nasional. Dan mereka ingin merebutnya dari Republik Islam.

Salah satu instrumen kekuasaan nasional adalah kekuatan pertahanan negara. Ini juga ingin mereka rebut dari Republik Islam. Bahwa kalian melihat betapa mereka membuat keributan mengenai masalah rudal, membuat keramaian, adalah karena hal ini. Apabila sebuah bangsa mampu memberi balasan setimpal kepada pihak yang dari jarak jauh menembakkan rudal kepadanya, maka itu sebuah kekuasaan baginya. Kekuasaan ini sekarang dimiliki oleh Republik Islam. Dan mereka maunya tidak demikian. Mereka ingin merebut instrumen-instrumen kekuasaan nasional ini.

Salah satu instrumen penting kekuasaan nasional adalah pemuda-pemuda mukmin kita. Mereka ingin merebut iman ini dari anak-anak muda. Anak muda mukminlah yang dalam persoalan nuklir, dalam hal kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan, dalam nano, dalam embrio, dan dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan yang lain, begadang dan bekerja keras untuk memembawa kemajuan ilmu pengetahuan ini ke puncaknya. Anak muda mukminlah yang melakukannya. Mereka adalah anak-anak mukmin kita, dan banyak sekali dari mereka yang kita kenal dari dekat. Mereka (musuh) ingin merebut iman dari anak-anak muda ini, ingin merebut motivasi dari anak-anak muda ini.

Baik. Sekarang saya paparkan berapa hal supaya pembicaraan saya tidak terlalu lama. Hal yang saya tujukan kepada AS adalah: Pertama, kepada yang mulia-yang mulia di badan pemerintah AS! Kali ini kepala kalian membentur batu; mungkin saja kalian mengulanginya, dan yakinlah bahwa kepala kalian akan kembali membentur batu. Kedua, kalian telah merugikan kami dalam berapa hari ini. Mungkin saja di masa yang akan datang kalian akan merugikan lagi. Tapi yakinlah bahwa itu tidak akan tanpa balasan. Ketiga, baik orang yang berada di puncak kekuasaan di sana –meskipun kelihatannya bukan orang yang seimbang, dan hari-hari ini di AS sendiri menjadi pembahasan mengenai masalah psikologis dan kebutuhan dia pada psikeater, psikolog dan sebagainya. Dan kita juga mendengar berita-berita itu- maupun bagian-bagian lain dari pemerintahan AS dan orang-orang sekelilingnya! perlu tahu bahwa permainan-permainan gila yang kalian tampilkan ini juga tidak akan tanpa balasan. Republik Islam berdiri tegak di atas tonggak-tonggak dan prinsip-prinsipnya, membelanya, dan membela bangsanya, membela kepentingan-kepentingannya, dan tidak akan pasrah terhadap arogansi, penindasan dan sebagainya. Ini hal yang berhubungan dengan mereka. Ini ditujukan kepada AS.

Orang-orang yang suka duduk, berdiri, dan bermalam dengan pihak-pihak AS serta menjalin ikatan dengan mereka –baik itu di luar Iran, maupun sayang sekali sekarang sebagian orang di dalam negeri juga mungkin berpikir dan bergerak demikian-, semua harus mendengar apa yang saya katakan tadi kepada yang mulia-yang mulia. Mereka harus tahu bahwa bangsa ini dan Sistem ini berdiri kuat. Dan dengan taufik Ilahi akan menyingkirkan semua kendala serta kelemahan. Sistem ini punya kemampuan dan insyaallah akan melakukannya. Ini ditujukan kepada AS beserta kawan-kawannya.

Hal berikutnya saya tujukan kepada pejabat-pejabat pemerintahan kita –yang tentunya ini juga mencakup diri saya- dan elemen-elemen politik, elemen-elemen yang aktif dalam perpolitikan, memikirkan, menulis, mengutarakan, dan melangkah. Kepada mereka, dan kepada pejabat-pejabat pemerintah. Pertama, kita sudah bicara tentang musuh luar. Apa yang telah kami paparkan bukan analisis. Melainkan fakta, berita, dan data. Musuh luar itu ada. Tapi jangan sampai menyebabkan kita lalai akan kelemahan-kelemahan diri kita sendiri. Kita juga punya kelemahan. Kita di beberapa tempat punya masalah, kendala, dan kekurangan. Tidak demikian bahwa kita sama sekali tidak punya masalah, tidak ada kendala dalam pekerjaan kita, melainkan musuh luar yang sedang membuat masalah. Tidak! Lalat itu hinggap di atas luka. Sembuhkan luka itu. Jangan biarkan luka itu muncul. Kita seandainya tidak punya masaalah di dalam, jaringan-jaringan ini tidak akan bisa memepengaruhi, AS juga tidak akan bisa berbuat galat apa pun. Kita sendiri harus menanggulangi masalah-masalah ini. Masalah-masalah dalam negeri harus kita selesaikan. Kelemahan-kelemahan kita harus kita atasi. Kita punya kelemahan. Pembelaan terhadap hak-hak orang-orang yang tertindas adalah tugas kita semua; terutama pembelaan terhadap orang-orang yang lemah dan hak-hak bangsa adalah tugas kita. Terkhusus lagi pembelaan terhadap kelas-kelas masyarakat yang lemah. Kita semua harus berhati-hati. Ada kelas-kelas yang makmur, masalah-masalah kehidupan tidak menghimpit mereka. Namun, ada juga kelompok penting di negeri ini yang terhimpit oleh tekanan-tekanan kehidupan. Semangat kita semua harus dikerahkan untuk menyelamatkan mereka dari tekanan ini. Inilah usaha yang harus kita lakukan.

Hal berikutnya adalah setiap dari tiga badan negara ini harus mengenal masalah-masalah negaranya dan fokus pada masing-masing masalah mereka. Sekiranya kita mendaftar masalah-masalah ini, anggap saja mungkin ada sepuluh atau lima belas masalah utama dan kita menuliskannya di atas kertas. Kita bagi kerja. Kita fokus pada masalah ini, kita luangkan waktu untuk itu dan kita selesaikan. Saya berapa kali gelar rapat untuk kendala-kendala sosial. Sekarang sudah berjalan sekitar dua tahun atau dua tahun setengah. Berapa waktu sekali. Di sini kita mengadakan rapat tentang kendala-kendala sosial dengan pejabat-pejabat utama dan ring pertama negara, mulai dari menteri, anggota parlemen, pengurus lembaga-lembaga, sampai dengan kepala tiga badan negara dan lain sebagainya. Kita bahas soal kendala-kendala sosial. Kita membicarakannya. Di sana saya sudah katakan kepada tuan-tuan bahwa masing-masing dari mereka harus membagi kerja. Tentunya, di beberapa kerjaan mereka betul-betul bergerak dengan baik, mereka maju, mereka fokus pada sebagian masalah, mereka bekerja, mereka melangkah kedepan. Kita di negeri ini tidak punya masalah yang tidak bisa diselesaikan sehingga kita dapat mengatakan bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan. Atau –mengatakan bahwa- simpul ini tidak mungkin terurai. Kita tidak punya yang seperti ini. Ini harus diketahui oleh kita semua. Semua simpul-simpul ini bisa diurai. –Hanya saja,- Kita sadikit harus lebih mempersiapkan diri, lebih siaga gerak, lebih banyak kerja, dan lebih teliti dalam mengerjakan.

Hal berikutnya adalah semua harus bersama. Pejabat-pejabat negara seluruhnya harus bersama. Iya, setiap bagian dari negara punya bidang tanggungjawab tersendiri yang harus mereka pertanggungjawabkan. Bidang lain itu tidak ada hubungannya dengan ini. Ini kita tahu. Majelis Permusyawaratan Islami, Badan Yudikatif, Badan Eksekutif dan bagian-bagian serta lembaga-lembaga yang lain, masing-masing punya bidang tanggungjawabnya sendiri. Pekerjaan bidang lain tidak berhubungan dengan mereka. Mereka tidak akan ditanya. Tapi, ini untuk kondisi normal. Ketika kalian melihat musuh sedang mengancam kalian – itu pun musuh yang keras kepala dan cengkal- dan membuat berbagai masalah dengan apa yang mereka lakukan di dalam negeri, maka semua harus bergandengan tangan satu dengan yang lain, semua harus bahu-membahu satu dengan yang lain. Hal ini saya tujukan kepada semua; baik kepada pejabat-pejabat negara, maupun kepada himpunan-himpunan politik negara. Semua harus bekerjasama, berusaha, menguatkan satu sama yang lain, dan tidak menggembosi satu sama yang lain. Jangan sampai satu ini mengatakan sesuatu yang menggembosi yang lain, yang lain itu juga mengatakan sesuatu yang menggembosi yang satu tersebut. Semua harus saling menguatkan. Sistem ini kesatuan; Sistem Republik Islam adalah satu Sistem Kesatuan. Memang setiap bagian punya tanggungjawab tersendiri, tapi Sistem adalah satu sistem, Badan Eksekutif juga milik Sistem ini, Badan Yudikatif juga milik Sistem ini, Badan Legislatif juga milik Sistem ini, angkatan-angkatan bersenjata juga milik Sistem ini, pasukan-pasukan keamanan juga milik Sistem ini, badan-badan ilmu pengetahuan juga milik Sistem ini. Semua bersama.

Hal berikutnya adalah semua harus menjadikan undang-undang sebagai parameter. Kita pasti rugi kalau tidak patuh undang-undang. Kita pasti tercederai. Kalian lihat sendiri tahun 1388 Hs (2009 M); bagaimana negara pada tahun 88 mengalami kerugian. Pada tahun 88, kita rugi secara materi, dan martabat kita di dunia terancam bahaya. Karena apa itu semua? Karena ketidakpatuhan kepada undang-undang. Kepada mereka sudah saya katakan ayo kita berjalan sesuai undang-undang. Undang-undangnya jelas. Kalian mengatakan bahwa pemilu ini bermasalah. Baiklah, ketika pemilu bermasalah maka tugas undang-undang jelas bagaimana harus meneyelesaikan masalah. Marilah kita berjalan sesuai undang-undang. Mereka tidak menjalankannya. Mereka tidak tunduk pada undang-undang. Mereka buat masalah. Mereka buat masalah untuk negara. Mereka buat masalah untuk diri mereka sendiri. Meerka buat masalah untuk masyarakat. Tujuh sampai delapan bulan terus menerus mereka buat ketidakamanan dan macam-macam masalah. Ini karena mereka tidak tunduk kepada undang-undang. Pesan saya, penekanan saya, permintaan saya dari semua badan dan lembaga adalah hendaknya mereka patuh kepada undang-undang.

Hal selanjutnya adalah: kritik itu sesuatu yang baik dan perlu. Mengingatkan itu pekerjaan yang baik dan perlu. Tapi mengingatkan dan mengkritik jangan dilontarkan seperti “Satu gagak empat puluh gagak”. (2) Kita punya berapa ribu direktur di Badan Eksekutif. Baiklah. Di antara sekian ribu direktur, mungkin saja sebagai contoh ada sepuluh atau dua belas orang di antara mereka yang bejat. Ini, kalau ingin kita besar-besarkan, kita tonjolkan, dan kita generalkan ke semua direktur, maka anak-anak muda kita apabila mendengarnya dari saya dan kalian tentu akan kecewa dan mengatakan, “Wow! Semua direktur kita bermasalah.” Tidak tuan! Di antara sekian ratus atau sekian ribu pegawai Badan Eksekutif atau pegawai Badan Legislatif hanya berapa gelintir orang yang rusak. Di Badan Legislatif pun demikian. Sedemikian banyaknya hakim yang mulia dan sibuk bekerja keras. Iya, tentu saja ada berapa hakim yang rusak. Kita tahu itu. Setiap zaman juga ada, dulu, dan sekarang juga ada. Mereka pun ditindak, dan pada prinsipnya orang-orang yang rusak itu akan ditindak di Badan Eksekutif, pada prinsipnya orang-orang seperti itu juga akan ditindak di Badan Yudikatif, dan pada prinsipnya orang-orang seperti itu juga akan ditindak di Badan Legislatif. Di Majelis. Anggap saja contohnya di antara dua ratus atau tiga ratus anggota parlemen ada satu atau dua orang yang tidak melaksanakan tugas-tugasnya atau berjalan semaunya, kita tidak bisa menggeneralkannya kepada semua. Karena itu, apabila kita mengingatkan, apabila kita mengkritik, maka peringatan dan kritik itu harus adil. Jangan sampai kita melebih-lebihkan, menggeneralkan, dan membuat kampanye hitam. Kampanye hitam artinya “Satu gagak empat puluh gagak” itu. Ini kampanye hitam.

Poin berikutnya adalah pejabat-pejabat negara harus memperhatikan masalah lapangan kerja dan produksi –dimana tahun ini (1396 Hs) kami beri nama dengan Tahun Lapangan Kerja dan Produksi Dalam Negeri-. Ini semua masalah utama. Hal ini lebih ditujukan kepada pejabat-pejabat eksekutif. Tentunya pejabat-pejabat yang lain juga bisa berperan. Kami sudah berulang kali mengingatkan masalah impor kepada pejabat-pejabat Badan Eksekutif yang terhormat. Sebagian orang mengeluhkan kenapa si fulan tidak mengingatkan. Tidak! Saya sudah seringkali mengingatkan. Bahwa kalian melihat saya kadang mengatakan sesuatu secara terbuka, ketahuilah ini tidak sampai sepersepuluh dari peringatan, pengalaman pahit, dan warning kami terhadap tuan-tuan ini. Di rapat-rapat pemerintahan, saya pada umumnya sering mengingatkan, memperingatkan dan menyampaikan tuntutan. Tidak benar kalau dikatakan bahwa kami tidak tahu persoalan. Sebagian orang mengatakan bahwa si fulan tidak tahu persoalan ini. Mengenai persoalan-persoalan sosial, publik, dan utama yang diketahui oleh masyarakat, saya harus sepuluh kali lipat lebih tahu daripada mereka. Dan Alhamdulillah saya demikian. Banyak sekali laporan dari berbagai tempat – baik itu masyarakat maupun pemerintah, baik itu resmi maupun tidak resmi- yang sampai kepada kami. Kami menelaahnya, kami mengerti persoalan-persoalan, dan kami mengetahui kendala-kendala. Apa yang saya kejar adalah hendaknya poin-poin kunci ditindaklanjuti, hendaknya diprioritaskan. Masalah lapangan kerja adalah salah satunya. Banyak sekali kerusakan sosial yang akan hilang manakala ada lapangan kerja. Banyak sekali dari kerusakan itu yang muncul akibat pengangguran anak-anak muda. Kalau kita ingin tercipta lapangan kerja, maka kita harus memprioritaskan masalah produksi, dan kita majukan produksi dalam negeri dengan cara-cara yang benar serta kebijakan-kebijakan yang teliti. Menyemprotkan uang tanpa perhitungan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Kita harus perhitungkan, dan kita harus bertindak dengan teliti. Alhamdulillah kumpulan pejabat di Badan Eksektuif sedang menindaklanjuti persoalan-persoalan ini, insyaallah mereka sedang menindaklanjutinya, dan kami pun membantu mereka semampunya. Insyaallah akan memberikan hasil.

Hal berikutnya adalah aparat kepolisian kita, aparat keamanan kita, pasukan Sepah kita, Basiji kita. Dalam peristiwa-peristiwa ini mereka telah menjalankan tugas mereka, mereka melakukannya dengan baik. Pejabat-pejabat tinggi negara juga telah berterimakasih kepada mereka. Saya juga berterimakasih kepada mereka. Tapi perlu diperhatikan: bahwa anak muda atau remaja yang terprovokasi oleh sebuah jaringan internet di dunia maya, lalu melakukan sesuatu, atau mengatakan sesuatu, harus dibedakan dari orang yang terlibat dengan lembaga-lembaga yang terorganisir dan termasuk kelompok suruhan itu. Jangan sampai disamaratakan. Sebagian orang memang ada yang menggunakan nama mahasiswa; tidak ada bedanya mahasiswa atau bukan; lingkungan universitas kita Alhamdulillah merupakan salah satu lingkungan yang paling baik dan paling selamat. Kita punya berapa juta mahasiswa sekarang yang sibuk belajar, sibuk penelitian, dan sibuk bekerja. Universitas-universitas kita tidak punya masalah apa-apa. Mungkin saja berapa orang dari mereka ikut dan melibatkan diri dalam peristiwa-peristiwa ini. Jangan konyol membawa-bawa nama mahasiswa dalam hal ini. Kalau memang seseorang betul-betul kriminal, santri atau mahasiswa, bersurban atau tidak, pintar atau bodoh, tidak ada bedanya. Namun, aparat-aparat yang terkait hendaknya membedakan antara orang yang seperti saya katakan tadi; contoh, anggap saja dia terprovokasi oleh dunia maya sehingga melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu, dan orang yang terlibat dengan jaringan orang-orang suruhan AS atau terlibat dengan kelompok Munafikin. Mereka tidak sama rata. Ini satu hal lagi. Kelompok pertama itu harus diberi pencerahan, harus diajak bicara. Sedangkan orang yang membunuh, orang-orang yang di Durud, di Tuysirkan, di Khumainisyahr melakukan pembunuhan, merusak, lain lagi urusannya. Meerka tidak bisa disamaratakan. Ini satu hal lagi yang ingin saya sampaikan kepada aparat.

Untuk masyarakat tercinta juga ada dua atau tiga hal yang ingin saya sampaikan. Tentunya, seluruh paparan saya ditujukan kepada mereka juga. Kepada masyarakat saya ingin sampaikan bahwa mudah-mudahan Allah Swt rela atas kalian; kalian telah bertindak dengan baik; kalian telah bertindak dengan baik. Selama bertahun-tahun ini, setiap kali negara membutuhkan, kalian terjun ke medan; tanpa mengungkit, tanpa ekspektasi, dan dengan basirah kalian terjun ke medan. Bangsa tercinta kita telah bertindak dengan baik sekali. Semoga Allah Swt menurunkan taufik-Nya, rahmat-Nya, dan karunia-Nya kepada bangsa ini. Kalian telah pasang dada. Negara ini kalian yang telah menyelamatkan; Bangsa Iran yang telah menyelamatkan. Baik pada peristiwa-peristiwa Perang Pertahanan Suci bangsa ini yang telah menyelamatkan, mapun pada peristiwa-peristiwa politik, dan pada peristiwa-peristiwa ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan juga anak-anak muda kalian yang memajukan. Sebagaimana telah saya isyaratkan, di lembaga-lembaga yang di dalamnya terdapat kemajuan ilmu pengetahuan, mayoritasnya diisi oleh anak-anak muda bangsa ini, mereka semua anak-anak muda bangsa, anak-anak kalian yang sedang melakukan aktivitas keilmuan. Kehadiran kalian telah memberi martabat kepada negara. Setiap kali kehadiran masyarakat diperlukan –baik itu tanggal 22 Bahman, maupun Hari Quds, atau dalam peristiwa-peristiwa seperti 9 Dey dan sebagainya- mereka hadir. Kalian telah memberikan martabat dan kehormatan kepada negara. Di pemilu-pemilu, di demonstrasi-demonstrasi, di setiap saat kehadiran masyarakat diperlukan. Kehadiran masyarakat telah berhasil mempengaruhi. Martabat negara, kalianlah yang menjaganya.

Apa yang perlu kalian perhatikan adalah: sekarang ini salah satu trik utama musuh-musuh kita adalah menebar isu. Sebagaimana telah saya paparkan, opini publik adalah faktor kekusaan nasional. Untuk menggantikan opini publik ini, apa yang mereka lakukan? Mereka tebar dusta, mereka sebar isu. Kalian pertama-tama hendaknya tidak menyebarkan isu-isu musuh; dimana kita mendengar sesuatu yang tidak berdasar, lalu kita menukilnya ke lima tempat, ke enam tempat. Ini persis pekerjaan yang diinginkan musuh. Karena itu, jangan melakukannya. Isu-isu yang disebarkan oleh musuh jangan kita ulang-ulang. Lalu, hendaknya kita tidak mempercayai isu-isu itu selama tidak ada bukti yang benar, selama tidak ada hal yang logis dan rasional. Kata-kata musuh tentu tidak seyogianya dipercaya.

Satu hal lagi bahwa semua harus tahu sesungguhnya pejabat-pejabat senior negara sedang bekerja. Bahwa kita mengira mereka santai tidur dan tidak bekerja adalah keliru. Tidak demikian. Saya menyaksikan dari dekat. Saya melihat. Pejabat-pejabat senior sedang bekerja sekuat tenaga. Iya memang, di beberapa tempat ada keteledoran, ada kesalahan. Kita tidak mengingkari semua itu; saya sendiri juga punya keteledoran dan kesalahan; semoga Allah Swt mengampuni. Tapi, pejabat-pejabat negara sedang bekerja. Mereka sedang berusaha. Bahwa diisukan “Tuan! Percuma! Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak mungkin dilakukan. Semua tempat terkunci.”, tidak demikian. Sebagian masalah sedang dalam proses penyelesaian. Sebagian masalah bisa diselesaikan. Sebagian masalah penyelesaiannya butuh waktu lama. Semua ini harus diperhatikan. Banyak sekali kendala yang apabila orang melihatnya dari jauh seakan dengan sederhana bisa menyelesaikannya. Tapi waktu kita dekati, ternyata tidak sesederhana itu. Saya ingat pada masa hidup Imam Khumaini ra, sebagian orang datang kepada beliau dan mengadukan –contoh- si fulan pejabat pemerintah –ketika itu saya yang menjadi presiden; mengadukan saya, atau perdana menteri, atau si fulan menteri-. Mereka mengadukan Tuan! Mereka -contoh anggap saja- mestinya mengerjakan hal ini tapi tidak mereka lakukan. Hal-hal seperti ini. Imam mendengarkan. Setelah pengaduan itu selesai, beliau mengatakan bahwa mengelola sebuah negara itu susah. Memang betul-betul demikian ketika itu. Sulit. Pekerjaan yang susah. Bukan pekerjaan yang mudah. Perlu kerja keras, perlu inovasi, perlu update, perlu tepat waktu, perlu kesiapan fisik, perlu kesiapan mental. Mereka adalah pejabat-pejabat yang kira-kira seluruhnya secara langsung atau tidak langsung dipilih oleh rakyat. Mereka sedang bekerja. Dan harus dibantu. Semua harus membantu pejabat-pejabat negara agar dapat melakukan pekerjaan yang baik.

Saya tentu terus mengingatkan. Sebagaimana saya telah paparkan, apa yang terkadang saya utarakan secara terbuka tidak sampai sepersepuluh dari apa yang saya sampaikan kepada tuan-tuan di rapat khusus. Kadang saya memberikan peringatan, kadang saya tengkar. Biasanya, berbagai persoalan yang saya ingatkan. Namun, seperti yang sudah saya katakan, semampunya. Saya perlu sampaikan kepada semua bahwa saya betul-betul menerima kerakyatan religius, kita sungguh-sungguh menerima kerakyatan religius. Siapa pun orang yang dipilih oleh masyarakat ini, kami memandangnya sebagai presiden, kami memandangnya sebagai pejabat, kami memandang harus untuk membantunya, dan menurut kami itu adalah tugas kami. Demikianlah pandangan kami terhadap semua pemerintah. Dengan pemerintah ini juga demikian. Semua pemerintah saya bantu. Tentunya, saya tidak mencampuri pekerjaan-pekerjaan rinci mereka, saya tidak mengintervensi tugas-tugas khusus mereka, tapi saya bantu mereka. Semua pemerintah saya bantu. Pemerintah terhormat ini juga demikian; saya bantu.

Harapan dan pandangan saya terhadap masa depan negara ini sangat jelas. Saya tahu bahwa Allah Swt menghendaki untuk membawa bangsa ini ke derajat-derajat yang paling tinggi. Dan ketahuilah bahwa insyaallah Bangsa Iran dengan berkat Islam, dengan berkat Sistem Islami, tidak diragukan sama sekali akan sampai pada derajat-derajat yang paling tinggi dari sebuah bangsa dan pada tingkat yang selayaknya bagi Bangsa Iran. Ketahuilah bahwa konspirasi musuh, perusakan musuh, serangan musuh, pukulan musuh, tidak akan berpengaruh apa-apa dan dengan makna kalimat yang sesungguhnnya “Musuh tidak akan bisa berbuat galat apa pun”.

Wassalamualaikum Wa Rahmatullah

 

(1) Emanuel Macron, Presiden Prancis.

(2) “Yek kalogh chehel kalogh”, pribahasa Persia yang mengisahkan ada anak burung gagak yang belum bisa terbang. Suatu hari, ibunya berkata kepadanya kalau ingin pergi mencari makanan. Sebelum pergi dia berkata kepadanya, “Jangan keluar dari sarang sampai aku pulang!”

Anak gagak itu tidak mendengarkan pesan ibunya. Dia pergi, melompat dari sarangnya ke ranting pohon, dan dari ranting ke ranting berikutnya sampai turun ke tanah. Kemudian melompat lagi dan bertengger di atas pohon. Dia senang sekali melihat dirinya bisa melompat naik dan turun. Dia mengira terbang pun semudah ini. Dia bentangkan sayapnya dan ingin terbang dari pohon. Tapi baru mengepakkan sayap berapa kali dia tidak sudah bisa melanjutkannya dan jatuh tersungkur ke semak berduri. Apa pun dia lakukan tapi tetap tidak bisa keluar dari semak berduri.

Kebetulan ada gagak lewat. Matanya menatap anak gagak yang terjatuh. Dia berbisik dalam diri, “Apa yang harus kuperbuat? Apa yang tidak semestinya kuperbuat? Aku pergi saja untuk memberitahu yang lain!”

Dia kepakkan sayap dan pergi sampai ke gagak kedua, ketiga, keempat dan kelima. Dia berkata, “Kenapa kalian duduk saja sementara anak gagak ibu itu jatuh ke semak berduri!”

Gagak kelima terbang dan pergi ke gagak keenam, ketujuh, … dan kesepuluh lalu berkata, “Kenapa kalian duduk saja sementara anak gagak ibu itu jatuh ke semak berduri. Jangan-jangan paruhnya patah!”

Gagak kelima meneteskan air mata. Dia terbang dan pergi ke gagak kesebelas, keduabelas, … dan keduapuluh lalu berkata, “Kenapa kalian duduk saja sementara anak gagak ibu itu jatuh ke semak berduri, paruhnya patah, dan jangan-jangan sayapnya juga patah!”

Gagak keduapuluh menamparkan kedua sayapnya ke kepala lalu terbang ke gagak keduapuluh satu, kedua puluh dua dan … kedua puluh sembilan lalu berkata, “Kenapa kalian duduk saja sementara anak gagak ibu itu jatuh ke semak berduri, paruhnya patah, sayapnya patah, dan jangan-jangan bulu-bulunya rontok!”

Gagak keduapuluh sembilan berteriak-teriak sambil terbang ke gagak ketigapuluh, ketigapuluh satu, ketigahpuluh dua dan … keempatpuluh lalu berkata, “Kenapa kalian duduk saja sementara anak gagak ibu itu jatuh ke semak berduri, paruhnya patah, sayapnya patah, bulu-bulunya rontok dan jangan-jangan sudah tidak bernyawa lagi!”

Gagak keempatpuluh berteriak sekencang-kencangnya dan jangan tanya lagi! Dia terbang dan pergi mengumpulkan semua gagak serta mengajak mereka ke sarang gagak ibu itu untuk mengucapkan belasungkawa kepadanya.

Empat puluh gagak terbang menuju sarang gagak ibu. Tapi sebelum sampai ke sana, mereka melihat anak gagak sedang terperangkap di semak berduri dan gagak ibu sedang berusaha untuk mengeluarkan anaknya dari sana.

Gagak-gagak itu bersuara hedan sambil melihat satu sama yang lain. Gagak keempatpuluh mengatakan, “Inikan anak gagak itu! Paruhnya tidak patah, sayapnya juga tidak patah, bulu-bulunya tidak rontok, dan masih hidup terperangkap di semak berduri!”

Gagak kelima mengatakan, “Kirain paruhnya patah!”. Gagak kesepuluh mengatakan, “Kirain sayapnya juga patah!”. Gagak keduapuluh mengatakan, “Kirain bulu-bulunya rontok!”. Gagak keduapuluh sembilan mengatakan, “Kirain sudah mati!”.

Ketika itu, seluruh empat puluh gagak itu membantu gagak ibu untuk mengeluarkan anaknya dari semak berduri. Dan setelah itu, mereka sama-sama berjanji untuk tidak mengatakan sesuatu yang mereka tidak tahu, supaya beritanya tidak seperti “Satu gagak empat puluh gagak”.

(WF)

 

 

Hits: 226

Berita, Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat