Ayatullah Alawi Gurgani: Kita Harus Konsentrasi pada Pandangan Pemimpin Revolusi Islam

Marjik Taklid Ayatullah Sayid Muhammad Ali Alawi Gurgani, Sabtu (6/1) malam, dalam perkumpulan spontanitas para kyai, santri, dan rakyat Qom menegaskan bahwa, “Kerusuhan sama dengan menyiapkan latar bagi musuh. Sebab, musuh ingin sekali membuat kekacauan. Karena itu, kita semua harus waspada dan konsentrasi pada pandangan Pemimpin Revolusi Islam (Imam Khamenei) serta marjik-marjik taklid.”

Beliau menuturkan bahwa ajaran Al-Qur’an tidak berguna bagi orang sesat. Beliau mengatakan, “Agar kita dapat menggunakan ajaran ini, kita harus punya hati yang selamat dan siap.”

Sembari mengapresiasi simpati para santri dan ruhaniawan terhadap bangsa dan negara, Ayatullah Alawi Gurgani mengatakan, “Gerakan ini menunjukkan bahwa para santri berusaha seirama dengan rakyat. Kenikmatan ini akan berwarna indah manakala kita memperhatikan Allah Swt dan menjadikan keridoan-Nya sebagai poros utama.”

Marjik Taklid ini mengingatkan bahwa setelah para Imam Suci as, kita harus taat kepada Wali Faqih dan berada di bawah naungannya. Beliau mengatakan, “Sebagaimana tanpa Wilayatul Faqih dan ketaatan pada asas ini kita di awal perjalanan tidak akan mampu menyukseskan Revolusi Islam, pada kondisi sekarang juga kita akan membentur masalah apabila tidak memperhatikan asas ini.”

Beliau menjelaskan bahwa santri harus serius memperhatikan hadis-hadis Ahli Bait as. Beliau mengatakan, “Peristiwa-peristiwa ini selalu ada. Tapi kita harus senantiasa awas dan waspada agar di setiap peristiwa kita dapat mengambil langkah yang semestinya. Sekiranya masyarakat di negeri ini mematuhi instruksi Wali Faqih, maka kita pasti bisa menang di dunia.”

Ayatullah Alawi Gurgani melanjutkan, “Sebagaimana Islam bersifat global, gerakan Islam juga harus menyebar ke seluruh dunia. Dengan mengikuti Wali Faqih kita pasti bisa menang dan melakukan perbaikan-perbaikan. Kalau pun di dalam negeri kadang terdapat kendala, maka hal itu menunjukkan bahwa ada sisi tertentu dari pekerjaan ini yang bermasalah dan berarti kita sedang mengambil jarak dari garis Wilayatul Faqih. Semua ini bukan hanya kembali pada pejabat-pejabat pemerintah, sebagiannya juga kembali kepada saya dan kalian.”

Seraya menekankan pentingnya evaluasi kinerja dan identifikasi sisi-sisi lemah, Ayatullah Alawi Gurgani mengatakan, “Dengan cara itulah kita dapat menanggulangi berbagai kendala. Para santri selain harus senantiasa meningkatkan bashirah dan kewaspadaannya, mereka juga harus selalu bergerak di garis Wali Faqih dan menindaklanjuti perkara-perkara penting dengan izin beliau. Kita harus berusaha agar garis kepemimpinan ini terus terjaga.”

Beliau menyatakan bahwa semua berhutang budi kepada Revolusi Islam. Lalu beliau berkata, “Orang-orang yang mengorbankan darah, harta dan nyawanya adalah pemilik asli Revolusi Islam. Saya dan kalian tidak berbuat apa-apa.”

Beliau menambahkan, “Sekiranya kita bahu-membahu mensyukuri nikmat-nikmat Ilahi niscaya kita tidak akan membentur masalah. Adanya masalah kembali kepada diri kita sendiri. Dan untuk menanggulangi masalah kita tidak boleh memilih jalan syiar dan mengambil langkah yang salah. Melainkan dengan tujuan-tujuan suci kita harus melanjutkan gerakan ini secara prinsipal dan disiplin sampai berhasil.”

Guru Besar Hauzah Ilmiah ini menekankan bahwa tidak ada satu bangsa pun yang bisa bertahan tanpa pemimpin. Beliau mengatakan, “Kita mesti berbangga di negeri Iran terdapat pemimpin besar yang selama berapa tahun terakhir ini dengan sangat baik mampu mengambil langkah-langkah maju dalam rangka merealisasikan tujuan-tujuan Sistem Islam.”

Beliau menegaskan bahwa pejabat-pejabat negeri ini termasuk presiden dan para menteri harus lebih serius menangani tuntutan rakyat. Beliau mengatakan, “Para pejabat negara harus memperhatikan matapencaharian rakyat dan menyiapkan lahan kerja bagi mereka. Hal ini jangan sampai ditangani hanya sebatas kata-kata. Karena apabila mereka melihat kerja kita di bidang pasar dan ekonomi maka ketika itulah kita bisa mencapai hasil yang diinginkan.”

Beliau melanjutkan, “Sekarang di negeri ini kita melihat berbagai pengeluaran dan pemborosan yang sama sekali tidak perlu. Tidak semestinya di negeri ini kita begitu jauhnya disibukkan dengan hal-hal marjinal dan biaya-biaya besar. Pejabat-pejabat negara harus berhati-hati dengan uang dan mengurangi kesibukan mereka dengan hal-hal yang marjinal.”

Marjik Taklid Dunia Syiah ini menyatakan, “Kita selalu menyukai pejabat-pejabat negara dan mendoakan mereka agar berhasil dalam bekerja. Seruan persatuan dan bantuan kepada pejabat negara hendaknya diperhatikan oleh para santri. Setelah perkumpulan-perkumpulan ini juga kita harus senantiasa menyaksikan gerakan positif santri. Dan demi haq dan kebenaran Imam Zaman af! Mudah-mudahan kita bisa mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi.”

Beliau menjelaskan bahwa tanpa perhatian kepada Imam Zaman af di Negara Islam, sudah barang tentu kita tidak akan punya apa-apa. Beliau mengatakan, “Dengan inayah Ilahi yang karena itu selama ini kita berhasil bertahan melawan musuh, apabila rakyat bertahan niscaya kita diliputi insayah-inayah Ilahi.” (WF)

Hits: 65

Berita, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat