Ayatullah Nuri Hamadani: DK PBB Jangan Jadi Alat Mustakbirin

Marjik Taklid Ayatullah Uzma Nuri Hamadani, Sabtu (6/1) pagi, di Daras Kharijnya di Masjid Adzam Qom mengucapkan terimakasih atas partisipasi besar rakyat dalam mengutuk fitnah terakahir dan meminta kepada para pejabat pemerintah untuk memenuhi tuntutan rakyat dalam ekonomi serta mengontrol dunia maya.

Beliau menyebut partisipasi rakyat sebagai bukti komitmen mereka terhadap Revolusi Islam, Imam Khumaini ra, dan Imam Khamenei. Beliau mengatakan, “Rakyat, di demonstrasi ini, telah menunjukkan kepada dunia bahwa mereka memisahkan antara tuntutan mereka dan musuh. Tuntutan rakyat adalah perbaikan matapencaharian dan kondisi ekonomi. Mereka meminta agar tuntutan-tuntutan Imam Khamenei tentang lapangan kerja dan produksi dalam negeri segera direalisasikan. Pada saat yang sama mereka tidak mengizinkan musuh untuk berselancar di atas tuntutan-tuntutan ini.”

Ayatullah Nuri Hamadani menjelaskan bahwa dengan terjun ke lapangan, rakyat akan senantiasa membalas ulah musuh-musuh mereka. Beliau menekankan, “Dewan Keamanan PBB jangan sampai lebih dari ini menjadi alat di tangan Mustakbirin dan AS serta dalam mencampuri urusan dalam negeri kami.”

Beliau menegaskan, “Kepada para pejabat pemerintah saya peringatkan agar mereka mempribumisasi dunia baya. Alhamdulillah para spesialis dalam negeri punya kemampuan untuk mengelola dunia maya mereka sendiri. Fasilitas pun ada. Kami sama sekali tidak menentang dunia maya. Tapi kami ingin agar hal-hal positif dunia maya dimanfaatkan.”

Marjik Taklid ini melanjutkan, “Dengan dunia maya yang kendalinya di tangan orang lain, keamanan rumah tangga dan masyarakat akan cedera, akibatnya angka perceraian meningkat, keyakinan rakyat melemah karena produksi falasi tanpa jawaban yang benar, hal-hal yang sakral terhina, dan melalui jalur ini pula musuh menyebarkan pemikiran-pemikiran mereka yang menyimpang serta mencetuskan fitnah.”

Beliau menekankan, “Sesegera mungkin hendaknya para pejabat pemerintah memperhatikan masalah ini. Dan ini merupakan tuntutan serius Hauzah Ilmiah.” (WF)

Hits: 20

Berita, Ulama & Marajik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat