Pidato Lengkap Imam Khamenei di Pertemuan Dewan Koordinasi Tablig Islam

Pidato lengkap Wali Faqih Zaman Ayatullah Uzma Imam Sayid Khamenei, Rabu (27/12) pagi, di pertemuan dengan Dewan Koordinasi Tablig Islam menjelang peringatan tahunan Hari Gelora 9 Dey 1388 Hs (30/12/2009) yang ke-8:(1)

بسم الله الرّحمن الرّحيم
و الحمدلله ربّ العالمين و الصّلاة و السّلام علی سيدنا و نبينا ابي‌القاسم المصطفی محمّد و علی آله الاطيبين الاطهرين المنتجبين سيما بقيةالله في الارضين و علی صحبه المکرّمين و من تبعهم باحسان الی يوم الدّين.

(Artinya:

Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Shalawat serta salam atas tuan dan nabi kita Abul Qasim Al-Mustafa Muhammad serta keluarganya yang bagus, suci, dan terpilih; khususnya Baqiyatullah di muka bumi. Begitu pula atas sahabatnya yang mulia serta orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari pembalasan.)

Selamat datang saudara-saudari yang tercinta, para pengurus gerakan megabesar tablig pada masyarakat sepanjang tahun, dan para pejabat lembaga-lembaga yang membantu Dewan Koordinasi Tablig Islam serta menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang besar ini. Saya ucapkan selamat atas kelahiran Yang Mulia Imam Hasan Askari as yang terjadi seperti pada hari ini. Dan menjelang Hari 9 Dey; hari gerakan agung massa, kami memperingati dan memuliakannya. Mudah-mudahan Allah Swt meliputi gerakan massal dan berkah-berkah yang muncul darinya dengan kelembutan, kasih sayang, restu, dan berkat-Nya.

Kerja penting Dewan Koordinasi Tablig Islam adalah tablig. Tablig punya akar Qur’ani. Bukan kerjaan yang kita inovasi atau kita pelajari dari seseorang di dunia ini. Allah Swt di dalam surat berkah Al-Ahzab berfirman:

ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخۡشَوۡنَهُۥ وَلَا يَخۡشَوۡنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبٗا

(Artinya: “-Orang-orang- Yang bertablig (baca: menyampaikan) misi-misi Allah dan menakuti-Nya serta tidak menakuti satu pun kecuali Allah, dan cukuplah dengan Allah sebagai penghisab.” (QS. Al-Ahzab [33]: 39)

Dan –berfirman- di surat berkah Al-Maidah:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ

(Artinya: “Wahai rasul! Tabligkanlah (baca: sampaikanlah) apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” (QS. Al-Maidah [5]: 67)

Allah Swt memerintahkan tablig kepada utusan-Nya.

Dan di dalam berbagai ayat mulia Al-Qur’an, dari kata-kata para nabi berulang kali dan berulang kali masalah tablig disebutkan:

أُبَلِّغُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَأَنصَحُ لَكُمۡ

(Artinya: “Kutabligi kalian (baca: kusampaikan pada kalian) misi-misi Tuhanku dan kunasihati untuk kalian.” (QS. Al-A’raf [7]: 62).

Apakah tablig? Artinya menyampaikan. Menyampaikan apa? Menyampaikan sebuah pesan, sebuah perkataan yang benar. Ini makna tablig Islami. Namun, syarat tablig ini adalah hendaknya dilakukan secara jujur, hormat, amanat, dan bertanggungjawab. Ini artinya tablig. Pada kenyataannya, pekerjaan agung yang kalian lakukan itu adalah ini. Di dalam pemerintahan-pemerintahan materialis –pada umumnya di Barat- juga ada tablig;–istilahnya- propaganda. Ini (tablig) dan itu (propaganda) berbeda secara prinsipal dan mendasar. Propaganda adalah untuk mengontrol pikiran publik masyarakat dalam rangka mencapai kekuasaan demi kepentingan, demi uang. Jujur saja, dalam hal ini Barat masuknya bagus sekali, betul-betul mahir. Mereka ahli sekali dalam tablig dalam terminologi barat (propaganda). Mereka raup uang. Mereka rebut kekuasaan. Dengan apa? Dengan mengontrol opini publik. –Adapun- tablig Islami bukan itu persoalannya. Tablig Islami adalah kesepahaman dengan massa. Bukan soal kontrol. Melainkan soal kesepahaman. Mengarahkan benak kepada sebuah tujuan yang tinggi dan mulia serta mendekatkan benak satu sama yang lain. Apa efek kesepahaman ini? Efeknya adalah masyarakat terjun sendiri dan secara bertanggungjawab dalam pekerjaan-pekerjaan yang asasi dan baik. Ini tablig Islami. Di dalam tablig Islami, tidak ada soal perebutan kekuasaan. Masalahnya bukan meraup uang. Tapi inti persoalannya adalah membawa masyarakat ke posisi tanggungjawab. Mereka sendiri merasakan tanggungjawab itu. Mereka sendiri yang masuk. Tentunya, hasil yang muncul dari gerakan massa yang agung ini, begitu pula keuntungannya, akan kembali kepada mereka sendiri. Ini yang dimaksud dengan tablig. Karena itu, beda sekali dengan apa yang dilakukan oleh Barat. Dalam propaganda Barat, tidak apa-apa memperdaya opini publik, main-main juga tidak apa-apa, acting tidak apa-apa, bohong tidak apa-apa. Segala sesuatu yang mengantarkan manusia ke hasil material itu boleh-boleh saja dalam propaganda Barat. Sedangkan di dalam tablig Islami, sama sekali tidak. Di dalam tablig Islami, kejujuran, amanat, rasa tanggungjawab dan lain sebagainya adalah keharusan. Baiklah. Ini mengenai tablig.

Tentunya, ketika opini publik aktif dan punya ide dalam sebuah persoalan, maka secara natural tubuh akan tergerakkan, benak pun akan terdorong, inovasi akan turun ke medan. Secara natural, di dalam tablig Islami kesempatan dan ancaman akan menjadi terang bagi masyarakat; lawan dan kawan akan teridentifikasi bagi masyarakat, mereka akan terkenalkan, kepercayaan diri akan terlimpahkan kepada masyarakat. Ini semua ada di dalam tablig. Coba kalian perhatikan tablig para nabi dalam situasi dan kondisi sulit yang mereka hadapi. Dalam situasi dan kondisi yang paling sulit di Perang Khandak, Muslimin sedang menggali parit di sudut penting kota Madinah, ketika itu mereka lapar, cuacanya pun sangat panas, Nabi Saw juga turut aktif bersama mereka. Suatu saat, Muslimin menemui batu yang sangat keras, segala sesuatu mereka lakukan tapi tak kunjung mampu untuk memindahkannya. Mereka laporkan hal itu kepada Nabi Saw; Ya Rasulullah! Di sini ada batu yang sangat keras, kami tidak mampu untuk menggerakkannya. Beliau sendiri datang ke sana, beliau ambil linggis, dengan keras beliau hantamkan linggis itu sampai berkilat. Beliau bersabda bahwa dalam kilatan ini, saya melihat kalian akan menaklukkan Istana Kasra. Coba perhatikan! Nabi Saw dalam kondisi seperti apa, dalam kondisi yang paling sulit, bersabda saya melihat kalian sedang menaklukkan Istana Kasra; saya sedang menyaksikan –di hataman lain- kalian sedang mengalahkan Kaisar Romawi. –Ini artinya- harapan, percaya diri. Tentu saja, penglihatan Nabi Saw dibandingkan dengan penglihatan orang-orang seperti kita, pemberian harapan oleh beliau dibandingkan dengan pemberian harapan oleh kita, sungguh berbeda dari bumi sampai langit. Beliau melihat, beliau menyaksikan dengan nyata. Sedangkan kita menganalisis. Harapan dan percaya diri harus ada di dalam tablig. Seburuk-buruk peristiwa bagi sebuah bangsa adalah ketika mereka kehilangan percaya diri, ketika mereka kehilangan harapan terhadap masa depan.

Saudara-saudara yang saya cintai! Saudari-saudari yang saya cintai! Ketahuilah bahwa sekarang ini, kebanyakan rencana musuh, pekerjaan-pekerjaan besar ini, diarahkan untuk membuat Bangsa Iran kehilangan percaya diri yang mereka miliki. Sekarang, saya akan bicara tentang hal ini. Upaya penting perang lunak musuh sekarang terarah pada –target- Bangsa Iran harus kehilangan optimismenya. Dari ayat yang saya bacakan tadi (“-Orang-orang- Yang bertablig (baca: menyampaikan) misi-misi Allah dan menakuti-Nya serta tidak menakuti satu pun kecuali Allah, dan cukuplah dengan Allah sebagai penghisab.” (QS. Al-Ahzab [33]: 39) bisa dimengerti bahwa tablig ini ada musuhnya. Ketika difirmankan bahwa mereka bertablig misi-misi Ilahi dan menakuti-Nya serta tidak menakuti satu pun kecuali Allah Swt jelas bahwa selain Allah Swt berbaris melawan para mubalig Ilahi, para mubalig misi-misi Allah Swt. Masalahnya adalah pertentangan. Atau di dalam ayat (“Wahai rasul! Tabligkanlah (baca: sampaikanlah) apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan apabila tidak kau lakukan maka tidaklah engkau telah tabligkan misi-Nya. Dan Allah menjagamu dari orang-orang.” (QS. Al-Maidah [5]: 67). Ketika difirmankan bahwa Allah Swt menjagamu, jangan khawatir, dan jangan gelisah terhadap musuh, jelas bahwa di hadapan tablig Nabi Saw terdapat barisan musuh. Front musuh. Saudara-saudara yang tercinta! Saudari-saudari yang tercinta! Ini apa artinya? Artinya adalah kalian ketika bertablig, bertablig asasi, bertablig Islami, di hadapan tablig kalian terdapat front musuh yang berbaris. Ini perlu kalian sadari.

Tablig adalah medan perang. Sebagian orang kesal dengan kata perang. Begitu disebutkan perang ekonomi atau perang lunak atau perang tablig dan propaganda, mereka langsung kesal. –Mereka bilang-, “Pak! Kenapa begitu sering kamu bicara tentang perang? Bicaralah tentang damai!”. Hal itu karena memang ada perang. Adalah kelalaian kita apabila musuh menghadapi kita, front musuh membidik kita dan menembakkan amunisinya kepada kita, sementara kita lalai. Amirul Mukminin Ali as bersabda, “Man nama lam yunam ‘anhu.”(2) Kalian kalau tertidur di pos kalian, bukan berarti lawan dan musuh kalian juga tertidur. Dia tetap hati-hati terhadap kalian. Dia mewaspadai kalian. Dia menunggu kalian tertidur. Orang tidak semestinya takut pada kata perang. Betul-betul musuh sekarang dalam keadaan perang. Perang, bukan perang militer. Tentu saja mereka tidak melakukan perang militer. Konyol sekali mereka apabila ingin melakukan hal itu.- tapi, perang memang ada. Ada perang lunak. Ada perang-perang yang lebih berbahaya daripada perang militer. Musuh sedang memerangi kita. Baiklah. Dengan demikian, kalian harus perhatian bahwa tablig berarti menghadapi musuh; tablig yang benar berarti berhadap-hadapan dengan musuh hakikat, dengan kezaliman dan kegelapan. Ini yang dimaksud dengan tablig. Ini hakikat tablig.

Baik. Kita hampir keempat puluh tahun. Keempat puluh tahun apa? Keempat puluh tahun sebuah fenomena yang mampu mengubah struktur kekuasaan di dunia dan mengguncangnya. Kalian jangan lihat bahwa si fulan kekuasaan yang ramai di dunia masih bertengger pada posisinya. Memang iya. Klaim kita bukan bahwa seluruh kekuasaan dunia akan kita sirnakan. Ini bukan pekerjaan kita. Suatu hari itu akan terjadi. Oleh tangan Ilahi pekerjaan itu akan terlaksana. Pekerjaan kita adalah menghapus struktur kekuasaan dan sistem kekuasaan, -yakni- Sistem Hegemoni di dunia. Dan itu sudah kita lakukan. Sistem Hegemoni maksudnya dunia dibagi menjadi dua kelompok negara, dua kelompok bangsa: satu kelompok, kelompok yang berkuasa. Dan satu kelompok lagi kelompk yang dikuasai (menerima untuk dikuasai). Kita telah memorakporandakan sistem ini dan formula yang salah kaprah ini di dunia. Kita telah membuktikan bahwa tidak demikian, bisa ada sebuah bangsa yang tidak menguasai dan tidak pula dikuasai. Dia tidak ingin berbuat sewenang-wenang terhadap yang lain, dan tidak pula bersedia untuk berada di bawah kesewangan yang lain. Bangsa Iran praktis telah menunjukkan hal ini. Baik. Di dalam buku-buku mereka tulis; para pemikir, para analis politik mengutarakan kata-kata ini. Hanya saja, mana buku dan tulisan, mana fakta dan kenyataan?! Realitas ini diciptakan oleh Revolusi. Revolusi Islamlah yang melakukan dekonstruksi.

Terhadap dekonstruksi ini mereka tidak menganggur. Sejak hari pertama segenap permusuhan telah mulai. Dan sampai sekarang berjalan hampir empat puluh tahun. Selama empat puluh tahun ini, macam-macam permusuhan – yang sekarang tentu kalian sudah mengetahuinya, tapi semua itu perlu dijelaskan bagi generasi baru dan muda- mulai dari perang sampai dengan embargo, caci-maki, tuduhan, infiltrasi, konspirasi, aksi keamanan, aktivitas kebudayaan, dan menciptakan perselisihan di dalam negeri, semua hal yang bisa mereka lakukan di Iran dengan mengeluarkan uang tidak ada yang mereka tinggalkan. Pada semua kasus juga mereka kalah. Empat puluh tahun sedang berlalu. Kalau pada dasarnya konspirasi-konspirasi mereka efektif, semestinya sampai saat ini Republik Islam sudah seratus kali runtuh. Mestinya, sesuai takbir yang populer, sudah pakai tujuh kain kafan. –Namun,- kita sekarang empat puluh tahun punya kekuasaan; Bangsa Iran berhasil empat puluh tahun bertahan di hadapan musuh dengan segenap kebusukan dan tekanan mereka. Menang terhadap mereka.

Bangsa Iran berhasil melewati tujuh paket rintangan yang mana satu paket saja bangsa-bangsa lain tidak mampu melewatinya. Silakan bandingkan. Islamic Awakening masih adakah di ingatan kalian? Di beberapa negara muncul gerakan-gerakan, keagungan-keagungan –terlihat-, bangsa-bangsa bangkit, mereka bergerak, tapi apa nasibnya? Sudah sampai mana? Apa yang berhasil mereka lakukan? Gerakan Islamic Awakening di negara-negara Arab –di Afrika Utara dan kawasan Asia Barat- berujung pada perang dalam negeri, fitnah dalam negeri, perang saudara, konflik sektarian antar mazhab, perselisihan rasial, dan sampai sekarang pun mereka masih menderitanya. Ini baru paket pertama. Dari paket pertama saja mereka tidak berhasil lewat. –Sedangkan- Bangsa Iran telah melewati tahapan-tahapan itu dengan kuasa dan bangga.

Menggulingkan dan menumpas kerajaan sampai ke akar-akarnya bukanlah pekerjaan kecil yang terjadi di negeri ini. Negeri ini selama berabad-abad telah dididik dengan kerajaan; kekuasaan mutlak tanpa peduli terhadap rakyat, tanpa bersandar pada opini publik, fa’alu ma yasya’ (berbuat semaunya), hakimu ma yurid (menghukumi seenaknya). Berabad-abad kita hidup seperti ini. Republik Islam, Imam Umat (Imam Khumaini), dan rakyat di belakang beliau, berhasil mencabut akar ini. Pekerjaan yang sungguh besar. Namun, sebagian pekerjaan yang terjadi pasca pencabutan akar kerajaan lebih besar daripada pokok pencabutan itu sendiri. Memelihara Sistem Islam selama empat puluh tahun ini, kalian tahu betapa besarnya tekanan terhadap negeri dan bangsa ini? Bangsa ini mampu bertahan, sukses berteguh. Perbandingan antara Revolusi Islam dan berbagai kontroversi, pemberontakan, kebangkitan, dan revolusi yang terjadi di negara-negara Arab adalah perbantingan yang penuh pelajaran. Mereka yang berhasil pun – seperti anggap saja sebagian negara-negara Afrika Utara yang di dalam perjuangan melawan Prancis sukses menuai kemerdekaan-, sejenak setelah itu ditelan oleh budaya kelompok kolonial tersebut. Perdana Menteri salah satu dari negara-negara itu –yang sekarang saya tidak ingin menyebutkan namanya- datang, bertemu dengan saya di sini pada masa kepresidenan, dia memulai pembicaraan, bicara dengan Bahasa Arab, dia ingin mengutarakan sesuatu yang kosa kata Arabnya dia tidak tahu, dia menghadap ke arah konsultan dan pendampingnya yang ada di sebelahnya, dia sebutkan kata Prancisnya sambil bertanya Bahasa Arabnya apa. Orang itu berkata kepadanya (PM) bahwa ini padanan Arab kata itu! Itu artinya, begitu berkuasanya kultur Prancis tehradap negeri itu sehingga orang yang merupakan Perdana Menteri negeri tersebut tidak tidak menguasai bahasanya sendiri yang Arab. Harus mereka terjamahkan dulu dari Prancis ke Arab supaya dia mengerti makna kata itu. Beginilah negara-negara itu terjebak. Beginilah mereka terhenti di tengah jalan. Jalan yang selama empat puluh tahun Republik Islam menempuh dan melewatinya dengan kuat. Jadi, permusuhan-permusuhan itu sudah ada sejak dulu, sekarang pun ada.

Perhatikan seksama bahwa yang penting adalah di setiap periode kita mengerti bagaimana permusuhan musuh dan apa yang sedang mereka lakukan terhadap kita. Kita harus mengerti peta rencana musuh, persis seperti perang militer. Dalam perang militer, apabila kalian mampu memprediksi apa rencana musuh, maka kalian akan mengambil langkah preventif, mempersiapkan diri; entah dengan melakukan pembelaan yang baik, atau dengan melakukan serangan preemtif. Beginilah dalam perang militer. Dalam perang tablig dan propaganda, dalam perang ekonomi, dalam perang kultur dan budaya, dalam perang keamanan, dalam perang infiltrasi –semua ini adalah perang-, dalam semua itu inilah masalahnya; kalian harus memprediksi musuh mau berbuat apa. Sekarang bukan lagi prediksi; bagi semua orang yang awas, sudah gamblang sekali. Ribuan artileri –artileri kebohongan, artileri pembesar masalah- terus aktif menembakkan amunisi ke arah bangsa ini melalui jalur-jalur yang ada sekarang dan dulu belum ada. Ini yang kami katakan mengenai cyberspace. Kami katakan bahwa hati-hatilah dengan serangan artileri musuh di dunia maya ini. Waspadalah. Musuh sedang menggunakan dunia maya ini untuk menyerang identitas kalian, eksistensi kalian, sistem kalian, dan revolusi kalian. Mereka buat data-data statistik tanpa dasar, mereka berbohong, mereka menuduh, mereka merusak citra orang-orang yang diterima oleh masyarakat –dan semestinya masyarakat percaya kepada mereka-, mereka tutup-tutupi prestasi-prestasi Revolusi, mereka karya tipuan-tipuan; kegagalan, kelemahan, dan kekurangan kalau ada satu mereka bilang ribuan. Kalau ada satu tempat mereka generalisasi ke semua tempat. Pekerjaan-pekerjaan musuh ya ini. Inilah pekerjaan-pekerjaan musuh. Kenapa? Karena musuh mengerti apa rahasia kemenangan Revolusi Islam. Rahasianya adalah keyakinan masyarakat dan keimanan masyarakat. Mereka ingin menghilangkan iman ini. Jadi, kalau mereka tidak bisa melakukannya terhadap level orang-orang yang berusia tua, musuh ingin menghilangkan keyakinan ini dari anak-anak muda, remaja, dan generasi baru. Agar mereka tidak lagi berdiri di belakang Revolusi dan mendukung Sistem ini. Ini targetnya. Karena itulah mereka membuat masyarakat putus asa, membuat masyarakat buruk pandang, menghilangkan kepercayaan diri massa, dan menampilkan masa depan yang gelap. Inilah pekerjaan yang sedang dilakukan oleh musuh.

Sayangnya, di dalam negeri juga ada kelompok yang menjalankan pekerjaan musuh ini. Sebagian mengerti apa yang sedang mereka lakukan, sebagian lagi tidak mengerti tapi melakukan. Persis pekerjaan musuh itu; membuat masyarakat putus asa, menuduhkan ini dan itu, menampilkan kebohongan-kebohongan yang besar dan pencetus permusuhan sebagai ganti dari kejujuran yang sebenarnya serta menanamkannya di benak masyarakat. Ini semua pekerjaan yang sayangnya dilakukan oleh sekelompok orang di dalam tanah air. Orang-orang yang sedang melakukan pekerjaan musuh di dalam negeri tidaklah bertakwa. Agama mereka politis. Bukannya politik mereka agamis, malah agama mereka permainan politis. Politik kita harus agamis. Bukan malah keberagamaan kita kita gerakkan ke arah permainan politik demi tujuan-tujuan politik yang hina. Demikianlah mereka. Mereka tidak bertakwa. Mereka menjalankan pekerjaan musuh itu guna menguatkan si fulan kubu, menghantam si fulan kubu, mengangkat si fulan orang, menjatuhkan si fulan orang yang lain. Ini pekerjaan-pekerjaan yang sayangnya dilakukan di dalam negeri.

Sebagian tidak bermedia, sebagian punya media, punya pangkalan berita, punya mimbar-mimbar propaganda dan berfasilitas untuk bicara. Mereka bicara, -tapi- tanpa peduli. Baik Tuhan, maupun agama dan keadilan, sama sekali tidak mereka pedulikan. Persis pekerjaan yang diinginkan oleh musuh. Musuh pun dengan penuh semangat dan gelora, begitu melihat di dalam negeri terdapat hal-hal seperti ini, hari ini mereka berkata, malam ini juga kalian melihat semua itu terefleksi secara luas di radio Inggris dan AS. Ini semua menyenangkan musuh. Ini semua menyenangkan musuh anti Bangsa dan anti Sistem Islam. Dengan harga membuat masyarakat putus asa, membuat generasi muda dan baru putus asa. Khususnya orang-orang yang semua fasilitas manajemen berada di tangan mereka, sekarang juga atau pun kemarin, tidak berbeda. Ada orang-orang, dan manusia menyaksikan, entah itu sekarang mereka memegang semua fasilitas manajemen negara atau kemarin (dulu) memegangnya, tapi kemudian, seperti kata orang-orang yang kebarat-kebaratan, mereka berperan sebagai oposisi. Orang-orang yang sekarang atau dulu fasilitas negara ada pada mereka tidaklah berhak untuk berbicara anti negara. Beroposisi. Malah mereka harus berada di posisi sebagai yang bertanggungjawab. Mereka harus mempertanggungjawabkan. Saya yang fasilitas ada pada saya tidak mungkin menjadi penuntut, melainkan saya harus bertanggungjawab apa yang telah saya lakukan dengan fasilitas itu? Bukannya mereka bertanggungjawab, malah memainkan peran sebagai penuntut dan berkata anti ini serta itu?! Ini tidak bisa. Jelas masyarakat tidak menerima hal ini. Mungkin saja sekarang orang berpikir dia sedang mempengaruhi pikiran rakyat. Tapi tidak! Rakyat sadar, mereka mengerti dan mereka tidak menerima keadaan ini.

Semua pejabat Republik Islam, sejak awal sampai sekarang, berjasa penting. Kita dulu lihat, kita dulu hadir, kita dekat, kita lihat jasa yang mereka lakukan. Tentunya sebagian dari mereka juga mencederai dan merugikan. Ada jasa, ada pula cedera. Jasa pejabat pemerintah, pengadilan, dan parlemen selama ini, apa pun itu seseorang harus mengapresiasinya, berterimakasih atasnya. Mayoritas –mereka- juga berkhidmat. Pencederaan juga harus dikritik. Tapi harus berupa kritikan yang adil, kritikan yang bertanggungjawab, bukan kritikan yang disertai dengan caci-maki dan tuduhan. Kritik dan terima kritik adalah wajib. Tuduhan dan penebaran kata-kata kotor adalah haram. Kritik beda dengan tuduhan, beda dengan penebaran kata-kata kotor, beda dengan pengulangan kata-kata musuh. Kritik harus adil, harus logis, harus bertanggungjawab. Kampanye hitam bukan seni. Bahwa kita serampangan saja menghakimi dewan ini dan dewan itu tanpa pemilahan, tentu bukan seni. Setiap anak kecil juga bisa mengambil batu lalu memecahkan kaca. Tentu ini bukan seni. Seni adalah ketika seseorang berbicara secara logis, berbicara adil. Tidak berbicara karena hawa nafsu. Tidak berbicara karena kepentingan pribadi. Tidak berbicara demi meraup kekuasaan. Selalu memperhatikan Allah Swt.

إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا

(Artinya: “Sungguh pendengaran dan penglihatan serta hati, semua itu adalah dimintai pertanggungjawaban darinya.” (QS. Al-Isra [17]: 36).

Ketahuilah bahwa kata-kata yang kalian utarakan, pada hari kiamat merupakan perbuatan yang terbentuk hadir di hadapan kalian, dan Allah Swt meminta pertanggungjawabannya, mempersoalkannya. Tidak bisa (baca: tidak boleh) orang mengutarakan kata-kata apa pun semau hatinya. Lagak revolusioner lain dengan revolusionerisme. Lagak revolusioner –artinya- seseorang bertingkah seolah-olah “kamilah revolusioner”. Revolusionerisme adalah pekerjaan yang sulit. Mengharuskan keteguhan. Mengharuskan keberagamaan. Tidak bisa orang selama satu dekade memegang semua urusan negara, kemudian pada dekade berikutnya berubah menjadi penentang negara. Tidak bisa begini. Hari 9 Dey yang begitu agung merupakan jawaban Bangsa terhadap permainan-permainan itu. Hari 9 Dey adalah pembelaan terhadap nilai-nilai revolusi, pembelaan terhadap norma-norma agama. Di sana kami gigih bertahan, karena pertahanan itu dalam rangka membela asas pemilu. Saya secara tegas katakan bahwa mereka menekan agar pemilu itu dibatalkan. Saya tidak mungkin menyerah tterhadap tekanan untuk membatalkan pemilu. Saya sudah umumkan itu. Persoalannya adalah nilai-nilai Revolusi dan nilai-nilai Sistem Islam. Ketika itu ada, dan sekarang juga ada. Kita harus ekstra memperhatikan diri. Kita harus sangat berhati-hati. Imam Khumaini ra berkata, tolok ukurnya adalah keadaan terkini seseorang. Apa artinya kata-kata ini? Imam Khumaini ra adalah seorang hakim dan bijaksana. Makna kata-kata ini adalah tidak ada seorang pun yang punya jaminan benar sampai menjelang mati. Karena itu, harus ekstra berhati-hati.

Hukme masturi wu masti hameh bar oqebatast

(Artinya: “Di akhir baru bisa dihukumi secara benar antara orang yang bertakwa dan orang yang berdosa.” (Puisi Gazal Hafiz nomor 213)

Kita dalam empat puluh-lima puluh tahun pasca dimulainya kebangkitan Imam Khumaini ra –dari tahun 1340, 1342 Hs (1961, 1963) kemari- apa saja yang telah kita lihat! Peningakatan-peningkatan, penurunan-penurunan; kekecepatan-kecepatan, kelambatan-kelambatan; kelebihan-kelebihan, kekurangan-kekuarangan; hal-hal aneh telah kita lihat selama ini! Kita harus sangat berhati-hati pada diri sendiri.

Salah satu pekerjaan yang harus dilakukan di bidang tablig adalah menjawab kerancuan-kerancuan yang dilontarkan ke tengah masyarakat. Tentu, badan-badan tablig kita harus awas, hati-hati dan bekerja. Departemen Bimbingan, Organisasi Tablig, Daftar Tablig, badan-badan yang berwenang dan bertanggungjawab atas urusan komunikasi dan media, radio dan televisi, serta yang lain-lain, semuanya harus waspada dan hati-hati. Musuh secara permanen memproduksi kerancuan; kerancuan yang menumpuk satu di atas yang lain! Simbpul-simpul ini harus dibuka. Kerancuan-kerancuan ini harus disingkirkan. Benak-benak harus dibebaskan dan ditenangkan. Jangan sampai pemuda-pemuda kita merasa linglung dan kebingungan. Satu dari sisi, satu lagi dari sisi yang lain; selalu dibuatkan kerancuan, selalu dibikinkan kendala! Pemuda-pemuda ini harus dibantu. Benak-benak ini harus ditolong.

Baik. Musuh membuat kerancuan, dan juga membesar-besarkan. Sebegitu rupanya musuh-musuh kita mengutarakan kata-kata di perangkat-perangkat komunikasi dan propaganda mereka sehingga seolah-olah audien mereka seribu kali lipat dari kadar audien yang sesungguhnya. Seribu orang mereka sebutkan sejuta. Demikianlah mereka tampilkan. Jangan sampai termakan tipuan mereka. Jangan sampai tergilas propaganda musuh yang membesar-besarkan. Seandainya analisis-analisis yang mereka lakukan terhadap Republik Islam –bahwa Republik Islam sininya rusak, sininya hancur, sininya remuk, sininya hilang, luluh lantak- betul-betul analisis yang nyata, tentu saja sebagaimana yang saya katakan sebelumnya sampai saat kita sudah harus seratus kali dikafani. Hari pertama juga mereka selalu mengatakan bahwa Republik Islam enam bulan lagi pasti hancur. Lalu, setelah enam bulan mereka lihat tidak demikian, maka mereka mengatakan dua tahun lagi pasti hancur. Empat puluh tahun berlalu! Dengan taufik Ilahi, semua harus tahu bahwa kita dengan karunia Ilahi pada tahap ini dan pada tahap-tahap yang lain, pasti akan tekuklututkan musuh-musuh kita, AS Kriminal, dan sekutu-sekutu mereka.

Musuh utama kita yaitu AS adalah salah satu pemerintah yang paling bejat dan zalim di dunia. Mereka lindungi para teroris. Apa pun yang bisa mereka lakukan untuk mendukung ISIS mereka lakukan. Sekarang pun, dengan segala carut marut yang mereka lakukan, menurut laporan yang sampai, mereka terus menyalurkan bantuan kepada ISIS dan kelompok-kelompok takfiri seperti ISIS dari bawah (secara sembunyi-sembunyi). Mereka lindungi pemerintah-pemerintah diktator. Mereka dukung Syah Iran. Mereka ayomi dinasti zalim Saudi, mereka bela sebagian dinasti zalim di kawasan. Lagi-lagi dari mereka. Kerusakan dan kebejatan yang lebih besar! Mereka lindungi para kriminal. Baik para kriminal yang sedang berbuat kejahatan di Palestina, yaitu rezim zionis, maupun para kriminal yang sedang berbuat kejahatan di Yaman dan setiap haris membantai sekelompok orang. Di dalam negeri sendiri juga mereka melakukan kejahatan. Di dalam negeri sendiri juga mereka melakukan kejahatan. Mereka intimidasi orang-orang kulit hitam. Polisi AS tanpa alasan yang bisa diterima memukul perempuan kulit hitam, pria kulit hitam, bocah kulit hitam, anak muda kulit hitam dan membunuhnya. Lalu di pengadilan-pengadilan AS membebaskannya. Membiarkannya pergi begitu saja. Ini badan pengadilan mereka. Tapi lantas mereka menyerang badan pengadilan di negeri-negeri lain termasuk badan pengadilan negeri kita yang komitmen beragama. Mereka serang! Tentu saja badang pengadilan kita tidak luput dari kesalahan. Ketahuilah bahwa saya bukan tidak tahu tentang kendala-kendala yang terdapat di dalam badan yudikatif atau eksekutif. Data yang saya miliki mungkin lebih banyak dari kebanyakan orang. Tapi, saya juga melihat titik-titik positif. Di dalam Ziarah Aminullah kita baca doa, “Dzakirotan li sawabighi ala’ik”. (3) Orang harus mengingat nikmat-nikmat Allah Swt. Iya, kita punya jaksa yang bejat. Tapi kita juga punya jaksa yang adil dan terpercaya. Tidak boleh kita menampik secara sama rata. Kita punya pejabat eksekutif yang ambisius kekuasaan, tidak punya malu, dan serakah uang. Tapi, kita juga punya pejabat eksekutif yang bersih dan bekerja keras. Tidak boleh kita memukul rata. Harus hati-hati. Di hadapan kita terdapat kekuatan-kekuatan dan pengadilan-pengadilan Dunia Barat –termasuk AS-, betapa besar aib dan skandalnya! Betapa anehnya kendala mereka bagi masyarakat. Suap dan hal-hal buruk lainnya. Tapi, di film-film Holywood dan sebagainya mereka tampilkan seolah-olah itu badan yang suci dan bersih. Contohnya seperti yang saya sebutkan tadi. Orang kulit hitam, apabila terbunuh di AS tidak ada jaminan pembunuhnya akan dijatuhi hukuman pidana. Ya itulah pemerintah AS.

Baik. Inilah musuh di hadapan kita. Mereka sedang mengerahkan seluruh daya dan upaya. Mengeluarkan uang yang banyak. Membuat banyak skenario. Agar dapat membuat perselisihan di tengah masyarakat dalam negeri. Baik itu perselisihan politik, maupun perselisihan mazhab, kaum, atau bahasa-. Mereka terus berusaha sekeras-kerasnya. Orang-orang beruang di sekitar kita juga mereka sunat dan peras. Mereka tarik bantuan dari orang-orang itu. Semua itu agar mereka dapat melakukan sesuatu terhadap negara kita. Apa pun yang bisa mereka lakukan pasti mereka lakukan. –Namun, dengan taufik Ilahi, hidung mereka akan terlumur tanah. Dan mereka harus tahu bahwa kita akan terus maju dengan kuat. Dengan izin Allah Swt, di semua kancah AS akan kita buat putus asa. Orang-orang yang dulu berada di puncak pemerintahan AS bukanlah orang-orang yang menganggur. Mereka juga sangat bekerja keras. Reagan lebih kuat daripada Trump dan lebih berakal. Praktis dia juga telah melakukan sesuatu terhadap kita. Pesawat kita mereka tembak dan kekejian itu mereka lakukan. Tapi sekarang mana Reagan? Sedangkan Republik Islam mana? Sekarang Republik Islam berapa kali lipat lebih maju daripada zaman Reagan, lebih berkembang. Di semua bidang. Sementara dia sekarang menderita siksa Ilahi. Tubuhnya busuk menjadi bubuk. Ruhnya pun sudah pasti menurut prinsip aturan yang kita punya sedang dimintai pertanggungjawaban oleh badan Keadilan Ilahi. Mereka pun demikian. Republik Islam dengan taufik Ilahi akan tetap berdiri tegak. Angan-angan lemah atau tersingkirnya Republik Islam akan tetap menyengat hati mereka. Iya memang ada sebagian dari mereka yang berhasil menyibukkan sebagian dari kita berkat sarung tangan bludru. Pada waktu tertentu meerka berhasil sedikit menyibukkan kita dengan pemanasan-pemanasan lahiriah atau dengan sarung tangan bludru –yang sebelumnya saya katakan diletakkan di atas tangan besi-. Tapi, mereka segera dipermalukan. Sekarang, hakikat mengenai niat busuk pemerintah AS terhadap Islam dan Muslimin serta Republik Islam telah terungkap nyata.

Pekerjaan-pekerjaan yang mereka lakukan harus kita ketahui. Mereka mengembargo, kita harus menginternalkan ekonomi kita dan membuatnya endogen (produktif berasal dari dalam), kita harus menjadikannay ekonomi muqawama (ekonomi perlawanan) agar embargo tidak efektif. Para pejabat pemerintah harus menyeriusi ekonomi muqawama. Jangan mencukupkan diri dengan kata-kata. Ekonomi muqawama tidak sesuai dengan impor yang berlebihan, tidak sesuai dengan kelemahan produksi. Mereka harus memperkuat produksi dalam negeri. Instansi-instansi pemerintah harus mengutamakan produk dalam negeri daripada produk asing. Salah satu pembeli utama pasar adalah instansi-instansi pemerintah yang membeli segala sesuatu, mereka butuh segala sesuatu. Mereka harus mengutamakan produk dalam negeri. Masyarakat harus menyambut produk dalam negeri. Semua ini merupakan penangkal sihir embargo musuh. Semua ini boleh jadi tidak menyelesaikan masalah dalam waktu enam bulan atau satu tahun. Tapi, jalan keluar yang sesungguhnya selain ini tidak ada yang lain. Mengenai pekerjaan-pekerjaan tablig pun demikian. Begitu pula mengenai perang psikologis. Demikian juga dalam menghadapi infiltrasi. Mereka harus berhati-hati jangan sampai infiltran musuh masuk ke dalam badan-badan pembuat dan pengambil keputusan. Jilatan musuh juga jangan mereka serius. Ungkapan sayang, suka, “mari bergandengan tangan” dan “mari duduk bersama” juga jangan mereka seriusi”. Semua ini apabila kalian tahu, apabila kami tahu, apabila kalian jaga, apabila kami jaga, percayalah bahwa Republik Islam akan membawa maju gerakan ini. Dan masalah-masalah yang ada –yang mana saya tahu masalah pelonjakan harga, inflasi, stagnasi dan masalah-masalah lain yang diderita oleh masyarakat dalam hal matapencaharian dan ekonomi– pasti bisa ditanggulangi dengan semangat para pejabat pemerintah. Dan Allah Swt pasti akan membalas pahala terhadap semangat ini yang insyaallah akan membuka simpul-simpul masalah.

Ya Allah! demi Nabi Muhammad Saw dan keluarga Nabi Muhamamd Saw, tuntunlah dan bantulah kami kepada apa yang keridoan dan pertolongan-Mu terdapat di sana.

Wassalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

(1) Pada awal pertemuan, Ayatullah Ahmad Jannati ketua Dewan Koordinasi Tablig Islam menyampaikan laporan.
(2) Nahjul Balaghah, surat ke-62.
(3) Iqbalul A’mal, jilid 2, halaman 273.

(WF)

Hits: 139

Imam Khamenei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat